
Kennie dan bersama
kedua sahabatanya keluar dari Caffe tempat mereka Hangout. Hari ini Kennie
merasa sebal, bertemu dengan cowok Tengil menurutnya. “Jadi ternyata Ben si
ganteng itu kerja di Caffe ini?” itu bukan Kennie, ya Keyla berucap.
“Gue baru tahu kalau
Ben itu kerja di Caffe ini” Ucap Nova baru mengetahui satu hal tentang Ben.
Kennie mendengus sebal
“Kenapa juga gue harus ketemu dia”
“Jodoh kali” sahut
Keyla
Keduanya menoleh
menatap Keyla “Gue salah ngomong ya” Ucap Keyla sambil cengar-cangir.
Mereka bertiga memasuki
mobil, Kennie menancapkan gas meninggalkan caffe. Dalam perjalanan Kennie
mengingat sesuatu, ia memberhentikan mobilnya “Kenapa berhenti?” Tanya Nova
heran.
“Maaf, guys. Gue baru
mengingat sesuatu. Gue harus pergi. mungkin gue tidak ikut kalian pergi ke
Mall.” Ucap Kennie meminta maaf pada kedua sahabatnya
“Kok gitu” Sahut Keyla
mengerucutkan bibirnya
“Jadi kita harus turun
gitu, Astaga Ken, tega amat lo” Kesal Nova menggeram karena harus diturunkan
dijalan begitu saja oleh Kennie.
Keyla dan Nova turun
dari mobil, Kennie tersenyum tipis sambil menghembuskan nafas panjang. “Maaf
guys,” Ucap Kennie lalu melajukan mobilnya. Nova dan Keyla menggeram kesal. Dan
Kennie melihat dari spionnya lalu kembali focus kedepan.
Setelah setengah jam ia
sampai disebuah pemakaman, Kennie memarkirkan mobilnya. Kennie bergegas masuk
dan membeli sebuah bucket bunga lily. Dan bergegas pergi menuju sebuah
pemakaman, hingga ia sampai, berdiri tepat disamping pemakaman.
Kennie tersenyum tipis
lalu duduk sambil menaruh Bucket bunga lily diatas nisan itu. “Hey, Nina. Gue
datang jenguk lo” Ucap Kennie
Kennie mengusap nisan
lembut, ia sangat merindukan sahabatnya. Sahabatnya itu telah pergi untuk
selamanya. Kennie juga bercerita pada sahabatanya itu. tentang apa yang terjadi
dibelakangan ini. Kennie menggeram kesal dihadapan makam itu. Jika Nina
mendengarnya. Pasti akan ketawa atau meledeknya. Namun apa daya, sahabatnya itu
hanya berbaring dibawah sana.
Kennie merogoh tasnya,
__ADS_1
mengambil sebuah buku Diary Nina. Selama ini ia hanya menyimpannya belum
membacanya sama sekali. “Buku lo masih gue simpan. Ini adalah kenangan dari lo”
Ucapnya lagi
“Gue masih penasaran,
Gue belum baca. Tapi suatu saat gue akan membacanya. Tenang aja. Tetapi Gue
masih penasaran dengan misi lo. Gue akan menjalankan itu semua. Buat bertemu
dengan cowok yang maksud itu” jelasnya.
“Gue berjanji demi lo,
Nina” Ucap Kennie tulus
Kennie melemparkan
badannya di Bad Qween sizenya. Ia
menoleh mengambil buku Diary Nina yang dikasihnya dulu waktu berada di rumah
sakit. Kennie mulai membuka buku Diary itu. Ia mendapati sebuah foto Nina dan
dirinya. Kennie tersenyum lebar.
Kennie mulai membuka
lembaran baru lalu membacanya tulisan cantik itu.
Dear
Diary
Bertemu
dengan kamu, aku merasa senang dan Bahagia, karena telah menjadikanku sebagai
sahabatmu. Dia adalah cewek Tomboy yang selalu melindungi aku dari orang-orang
jahat padaku. Dia sahabat yang sangat baik. Aku beruntung bisa bersahabat
Dia
bernama Kennie Azzura Mahendra, nama yang bagus. Meskipun Tomboy dan rada
menyebalkan tetapi dia adalah sahabat terbaikku.
Dan
aku heran dia sangat hoby bermain yang namanya samsak, yang hampir setiap hari
kena tinjuannya. Kalau cewek itukan seharusnya bermain boneka, ini malah
bermain samsak.
Hehehe,
meskipun begitu dia sangat baik banget. Seperti malaikat yang Tuhan kirimkan
padaku.
Bandung, 27 November 2016
Nina
Anandita
Kennie terkekeh saat
membaca tulisan Nina, walau rada konyol tetapi ia sangat senang. “Makasih ya,
sudah mau menjadi sahabat gue, Nin” Ucap Kennie, lalu ia membuka lebaran baru.
Memulai kembali membaca.
Dear
Diary
__ADS_1
Hari
ini aku sangat senang bermain hujan, di bawa rintikan hujan membasih wajahku
yang imut ini. menari dibawa hujan tertawa bersama sahabat. Bila ingin berkata
aku bersyukur hidup didunia masih bisa menikmati ciptaan Tuhan, seperti Hujan
sekarang ini. Mama dulu pernah mengatakan bahwa Hujan itu adalah anugrah dari
yang Maha penguasa.
Tetapi
aku heran dengan Kennie yang sangat tidak suka bermain Hujan, katanya membuat
orang bisa sakit. tetapi bagiku bermain hujan itu keren dan mengasikkan. Aku
harap suatu saat nanti Kennie bisa suka dengan Hujan.
Tetapi
saat aku di vonis oleh Dokter bahwa aku sakit kanker otak. Aku menjadi tidak
semangat karena itu aku akan pergi jauh meninggalkan sahabatku. Aku shok harus
menerima kenyataan pahit ini.
Aku
menyembunyikan penyakit ini dari sahabatku Kennie. karena aku tidak ingin melihatnya sedih
karenaku.
Hingga
suatu ketika aku bertemu dengan seseorang, cowok keren yang selalu memberiku
semangat hidup. Dia adalah cowok bertubuh tinggi dengan lesung pipit disamping
kanannya.
Tingkah
ketengilannya dan memiliki tingkat kepedean akut. Aku juga tidak tahu mengapa
aku bisa bertemu dengannya. Walau begitu. Dia sangat menyenangkan bisa
membuatku tertawa.
Dia
selalu bertanya “Kenapa kamu suka Machalatte dan Roti bakar Keju?” tanyanya
dengan senyum menawan.
“Suka,
karena aku dan sahabatku memiliki kesamaan yang sama” jawabku
Ia
hanya terkekeh, melihat jawabanku yang agak ngacooo. Tapi memang benarkan aku
dan Kennie sangat suka Machalatte dan Roti Bakar Keju. Awalnya aku terkejut,
karena memiliki kesamaan. Kurasa kita kembar. Hahaha
Kembar
tidak sedara, cowok itu terus tertawa setiap kali aku menceritakan sahabatku
yang rada menyebalkan ini. “tetapi kamu beruntung memiliki sahabatny seperti
dirinya. Kan bisa jagain kamu. Walau aku tidak selalu ada. Kapan-kapan kenalkan
padaku ya” tuturnya. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum.
Rasanya
semua sakit yang aku rasanya hilang, tetapi mengingat itu. aku jadi merindukan
cowok itu. dan aku harap Kennie bisa bertemu dengannya. Itu harapanku.
__ADS_1
Bandung,
01 Desember 2016