Tengil VS Bunglon

Tengil VS Bunglon
TB 10


__ADS_3

Kennie dan bersama


kedua sahabatanya keluar dari Caffe tempat mereka Hangout. Hari ini Kennie


merasa sebal, bertemu dengan cowok Tengil menurutnya. “Jadi ternyata Ben si


ganteng itu kerja di Caffe ini?” itu bukan Kennie, ya Keyla berucap.


“Gue baru tahu kalau


Ben itu kerja di Caffe ini” Ucap Nova baru mengetahui satu hal tentang Ben.


Kennie mendengus sebal


“Kenapa juga gue harus ketemu dia”


“Jodoh kali” sahut


Keyla


Keduanya menoleh


menatap Keyla “Gue salah ngomong ya” Ucap Keyla sambil cengar-cangir.


Mereka bertiga memasuki


mobil, Kennie menancapkan gas meninggalkan caffe. Dalam perjalanan Kennie


mengingat sesuatu, ia memberhentikan mobilnya “Kenapa berhenti?” Tanya Nova


heran.


“Maaf, guys. Gue baru


mengingat sesuatu. Gue harus pergi. mungkin gue tidak ikut kalian pergi ke


Mall.” Ucap Kennie meminta maaf pada kedua sahabatnya


“Kok gitu” Sahut Keyla


mengerucutkan bibirnya


“Jadi kita harus turun


gitu, Astaga Ken, tega amat lo” Kesal Nova menggeram karena harus diturunkan


dijalan begitu saja oleh Kennie.


Keyla dan Nova turun


dari mobil, Kennie tersenyum tipis sambil menghembuskan nafas panjang. “Maaf


guys,” Ucap Kennie lalu melajukan mobilnya. Nova dan Keyla menggeram kesal. Dan


Kennie melihat dari spionnya lalu kembali focus kedepan.


Setelah setengah jam ia


sampai disebuah pemakaman, Kennie memarkirkan mobilnya. Kennie bergegas masuk


dan membeli sebuah bucket bunga lily. Dan bergegas pergi menuju sebuah


pemakaman, hingga ia sampai, berdiri tepat disamping pemakaman.


Kennie tersenyum tipis


lalu duduk sambil menaruh Bucket bunga lily diatas nisan itu. “Hey, Nina. Gue


datang jenguk lo” Ucap Kennie


Kennie mengusap nisan


lembut, ia sangat merindukan sahabatnya. Sahabatnya itu telah pergi untuk


selamanya. Kennie juga bercerita pada sahabatanya itu. tentang apa yang terjadi


dibelakangan ini. Kennie menggeram kesal dihadapan makam itu. Jika Nina


mendengarnya. Pasti akan ketawa atau meledeknya. Namun apa daya, sahabatnya itu


hanya berbaring dibawah sana.


Kennie merogoh tasnya,

__ADS_1


mengambil sebuah buku Diary Nina. Selama ini ia hanya menyimpannya belum


membacanya sama sekali. “Buku lo masih gue simpan. Ini adalah kenangan dari lo”


Ucapnya lagi


“Gue masih penasaran,


Gue belum baca. Tapi suatu saat gue akan membacanya. Tenang aja. Tetapi Gue


masih penasaran dengan misi lo. Gue akan menjalankan itu semua. Buat bertemu


dengan cowok yang maksud itu” jelasnya.


“Gue berjanji demi lo,


Nina” Ucap Kennie tulus



Kennie melemparkan


badannya di Bad Qween sizenya. Ia


menoleh mengambil buku Diary Nina yang dikasihnya dulu waktu berada di rumah


sakit. Kennie mulai membuka buku Diary itu. Ia mendapati sebuah foto Nina dan


dirinya. Kennie tersenyum lebar.


Kennie mulai membuka


lembaran baru lalu membacanya tulisan cantik itu.


Dear


Diary


Bertemu


dengan kamu, aku merasa senang dan Bahagia, karena telah menjadikanku sebagai


sahabatmu. Dia adalah cewek Tomboy yang selalu melindungi aku dari orang-orang


jahat padaku. Dia sahabat yang sangat baik. Aku beruntung bisa bersahabat


Dia


bernama Kennie Azzura Mahendra, nama yang bagus. Meskipun Tomboy dan rada


menyebalkan tetapi dia adalah sahabat terbaikku.


Dan


aku heran dia sangat hoby bermain yang namanya samsak, yang hampir setiap hari


kena tinjuannya. Kalau cewek itukan seharusnya bermain boneka, ini malah


bermain samsak.


Hehehe,


meskipun begitu dia sangat baik banget. Seperti malaikat yang Tuhan kirimkan


padaku.


Bandung,  27 November 2016


Nina


Anandita


Kennie terkekeh saat


membaca tulisan Nina, walau rada konyol tetapi ia sangat senang. “Makasih ya,


sudah mau menjadi sahabat gue, Nin” Ucap Kennie, lalu ia membuka lebaran baru.


Memulai kembali membaca.


Dear


Diary

__ADS_1


Hari


ini aku sangat senang bermain hujan, di bawa rintikan hujan membasih wajahku


yang imut ini. menari dibawa hujan tertawa bersama sahabat. Bila ingin berkata


aku bersyukur hidup didunia masih bisa menikmati ciptaan Tuhan, seperti Hujan


sekarang ini. Mama dulu pernah mengatakan bahwa Hujan itu adalah anugrah dari


yang Maha penguasa.


Tetapi


aku heran dengan Kennie yang sangat tidak suka bermain Hujan, katanya membuat


orang bisa sakit. tetapi bagiku bermain hujan itu keren dan mengasikkan. Aku


harap suatu saat nanti Kennie bisa suka dengan Hujan.


Tetapi


saat aku di vonis oleh Dokter bahwa aku sakit kanker otak. Aku menjadi tidak


semangat karena itu aku akan pergi jauh meninggalkan sahabatku. Aku shok harus


menerima kenyataan pahit ini.


Aku


menyembunyikan penyakit ini dari sahabatku Kennie.  karena aku tidak ingin melihatnya sedih


karenaku.


Hingga


suatu ketika aku bertemu dengan seseorang, cowok keren yang selalu memberiku


semangat hidup. Dia adalah cowok bertubuh tinggi dengan lesung pipit disamping


kanannya.


Tingkah


ketengilannya dan memiliki tingkat kepedean akut. Aku juga tidak tahu mengapa


aku bisa bertemu dengannya. Walau begitu. Dia sangat menyenangkan bisa


membuatku tertawa.


Dia


selalu bertanya “Kenapa kamu suka Machalatte dan Roti bakar Keju?” tanyanya


dengan senyum menawan.


“Suka,


karena aku dan sahabatku memiliki kesamaan yang sama” jawabku


Ia


hanya terkekeh, melihat jawabanku yang agak ngacooo. Tapi memang benarkan aku


dan Kennie sangat suka Machalatte dan Roti Bakar Keju. Awalnya aku terkejut,


karena memiliki kesamaan. Kurasa kita kembar. Hahaha


Kembar


tidak sedara, cowok itu terus tertawa setiap kali aku menceritakan sahabatku


yang rada menyebalkan ini. “tetapi kamu beruntung memiliki sahabatny seperti


dirinya. Kan bisa jagain kamu. Walau aku tidak selalu ada. Kapan-kapan kenalkan


padaku ya” tuturnya. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum.


Rasanya


semua sakit yang aku rasanya hilang, tetapi mengingat itu. aku jadi merindukan


cowok itu. dan aku harap Kennie bisa bertemu dengannya. Itu harapanku.

__ADS_1


Bandung,


01 Desember 2016


__ADS_2