Tengil VS Bunglon

Tengil VS Bunglon
TB 29


__ADS_3

Sejak insiden


perkelahian Ben dan Jovan itu terjadi, Ben dan Gerry hanya berdua berada di


kantin tanpa Jovan. Ia masih marah tentang apa yang dilakukan Ben pada Kennie.


ia tahu kesalahan yang Ben perbuat sangat menyakiti hati Kennie. terlebih lagi


Ben baru mengetahui kedekatan Jovan dan Kennie itu sangat erat.


“Lo harus minta maaf


sama Kennie, Gue tahu lo belum bisa move


on dari Nina. Dan gue baru tahu juga ternyata Jovan itu Kakaknya Nina.


Cewek yang selama ini lo cari. Tapi kenapa Jovan tidak pernah kasih tahu lo,


ya” Tanya Gerry bingung sendiri.


Selama ini Jovan hanya


dikenal pendiam, bahkan untuk bercerita pun enggan. Ben terkejut mengetahui


bahwa Nina adalah adiknya.


Selama meraka


bersahabat Ben tidak cukup mengetahui banyak hal tentang Jovan selama ini. ia


hanya mengenal Jovan yang sosok pendiam, irit dalam berbicara. Bahkan juga


Jovan sering menyendiri di perpustakaan.


Ben menghembuskan nafas


berat memikirkan perkataan sahabatnya itu, Benar juga kata Gerry, Apa yang


dilakukannya itu menyakiti hati gadis Bunglon.


“Gue enggak tahu” jawab


Ben pasrah


“Gue masih bingung,


semua serba datang begitu saja. Nina yang selama ini gue cari ternyata dia


sudah pergi ninggalin gue. dan gue baru mengetahuinya sekarang” ucap Ben lirih,


Gerry menepuk pundak Ben untuk memberi semangat pada sahabatnya itu.


Kantin sudah dipenuhi


oleh siswa-siswi yang sedari tadi mengantri untuk memesan makanan. Sedari tadi


Nova dan Keyla berdiri menunggu. Sedangkan Kennie memilih menunggu. Menopang


dagunya dengan tangannya kanannya.


Matanya menelusuri


penjuru kantin padat oleh siswa, tanpa sengaja mata Kennie terhenti menatap Ben


yang sedang duduk berdua. Cukup lama ia memperhatikan cowok populer itu,


Ben yang menyadari


sedang diperhatikan seketika menoleh mendapati Kennie yang sedang gegalapan.


Ben tersenyum tipis, sedangkan Kennie kembali memasang wajah datarnya.


Nova dan Keyla yang


datang duduk di kedua sisi Kennie. Nova menatap Kennie dengan gelagat aneh.


“Woi, lo kenapa? Senyum tidak jelas begitu” ujar Nova heran


Matanya menelusuri


mencari apa yang dilihat Kennie, Nova mengangguk paham “Ohh, Jadi si Tengil ya.


Pantesan sumringah begitu” tambahnya


 Kennie mendengus sebal menatap sahabatnya itu


jengah “Ngaco, Gue biasa aja” ketusnya


Keyla terkekeh melihat


reaksi Kennie yang salah tingkah “Dulunya aja dihujat, cuek. Sekarang malah di

__ADS_1


stalker” oceh Keyla


Seketika tawa Nova


pecah, “Tumben otak lo encer” sahut Nova, Kennie masih terdiam, sambil


menyeruput orange jus.



Kennie terkejut saat


melihat beberapa koper yang ditarik oleh Baim “Bang, sudah balik ya ke Jerman?”


Tanyanya


“See, Abang harus


kembali. Abang tidak bisa lama karena menyelesaikan Tesis” jelasnya


Kennie menghela nafas


berat “Apa secepat ini, perasaan baru kemarin” ucap Kennie langsung memeluk


Baim erat.


“Janji, kalau sudah


selesai langsung balik ya” ucap Kennie memberi ultimatum pada Kakak angkatnya


itu.


“Siap Bossku” balas


Baim sambil mengacak rambut Kennie


Tidak lama coach Raka


datang menghampiri keduanya, Coach Raka tersenyum menatap keduanya “Bagaimana


Baim sudah siap?” tanyanya yang langsung diangguki Baim.


“Kennie, Apa kamu mau


ikut antar Abangmu?” tanyanya, sejenak Kennie berpikir


“Maaf Bang, Kayaknya


Kennie tidak bisa mengantar kebandara. Soalnya Kennie sudah ada janji” ucapnya


Coach Raka mengarahkan


sopirnya untuk memasukkan koper kedalam bagasi. Setelah semuanya masuk sopir


tersebut memberitahu. Waktu sudah menunjukkan pukul 9.00 tepat berarti sisa dua


jam lagi berangkat, maka dari itu. Baim harus berangkat secepat mungkin.


Saat ini Kennie berada


di rumah Baim, ia sengaja datang kesana karena sudah lama tidak mengunjungi


rumah Baim. Dan katanya Kennie sudah dirindukan oleh istri Coach Raka, yang


bernama Dara Ananta. Tidak lama kemudian keluarlah wanita bergaya modis, dengan


setelan rambut terurai. Bibir disunggingkan membentuk senyum menawan.


“Hallo, Tante” ucap


Kennie sambil mencium punggung tangan Dara


“Hmm, Anak kesayangan


Tante. Kemana aja? Kenapa baru Nongol” ucap Dara heboh,


Kennie tersenyum senang


“Ya, Biasa Tante. Latihan Boxing” jawabnya santai


Baim menghela nafas


panjang lalu menatap jam yang ada dipergelangan tangan kirinya. “Pa, ayo


berangkat. Nanti telat lagi” sahut Baim yang langsung diangguki oleh Raka.


Lalu Baim menoleh


menatap Kennie dengan senyum lebar lalu memeluk adiknya erat “Abang berangkat


dulu ya, sekolah yang bener. Jangan lupa latihannya dipermantap” Nasehat Baim

__ADS_1


sambil melepas pelukan itu. Kennie menampakkan wajah sedihnya.


“Lo baik-baik ya”


ucapnya lalu melangkah masuk kedalam mobil diikuti oleh Coach Raka. Sedangkan


Kennie dirangkul oleh Dara yang tidak ikut mengantar anak semata wayangnya.



Ben sedang sibuk


menyajikan pesanan pelanggan di meja Bar. Ia tampak sibuk. Setelah itu ia duduk


disebuah meja, meja yang selalu ditempati oleh Kennie dan juga kekasihnya


dahulu.


Sejenak ia memikirkan


perkataan Gerry, ia harus menemui Kennie dan meminta maaf padanya. sudah tiga


hari ia tidak pernah melihat gadis yang dianggap rivalnya itu, gadis yang


selalu mengajaknya berantem, gadis yang selalu membuat dirinya merasa geram karena


kelakuannya. Gadis yang selalu berubah sifatnya kapan saja. Ben sangat


merindukan itu.


“Masih galau aja” sahut


seseorang mengintrupsi, Ben menoleh mendapati Gerry sedang berdiri


disampingnya.


Ben mengembungkan


pipinya, “Iya, Gue usahakan” jawab Ben singkat


“Nahh gitu dong,


sekarang balik sana. Lihat Noh. Makin banyak pelanggan” perintah Gerry


Ben berdecih “Lo aja


sana. Gue mau sendiri” ucapnya ketus, Gerry yang melihat tingkah sahabatnya


semakin aneh. Ia hanya terkekeh lalu pergi meninggalkannya.


Saat ini satu-satunya


orang yang dekat dengan Kennie ialah Jovan. Berarti ia harus bertemu dengannya


sekarang. Ben berangjak dari tempatnya lalu menuju ruangan kerja untuk


mengganti bajunya.


Gerry yang sibuk


mengerjakan beberapa Dokumen menatap heran pada sahabatnya. “Heh, lo mau


kemana? Hari ini banyak pelanggan tahu. jangan pergi napa” oceh Gerry.


“Ada Bagas yang


menggantikan gue di Bar. Lo tenang aja di berbakat kok” jawabnya sambil


mengancing baju kemejanya.


Bagas adalah asisten


Ben di Bar, jika Ben sedangkan sibuk maka Bagaslah yang menggantikannya. Lagian


Ben sudah mengajarinya dengan berbagai rasa kopi. Dan Ben yakin Bagas bisa


diandalkan.


“Okelah, terserah lo


aja deh. Tetapi besok lo harus temani gue ketemu clien” teriak Gerry


memberitahu.


“Ya, kalau begitu gue


pergi dulu, Bye” ucap Ben lalu berjalan keluar meninggalkan Gerry terdiam


sambil menatap pintu yang sudah tertutup rapat.


“Emang dasar, enggak

__ADS_1


ada perubahan ye. Selalu saja begitu” gumam Gerry sambil menggeleng kepalanya


heran. Lalu kembali melanjutkan perkerjaan yang sempat tertunda.


__ADS_2