Tengil VS Bunglon

Tengil VS Bunglon
TB 19


__ADS_3

Ben menyeret Kennie


begitu saja keluar dari kelas, banyak pasang mata yang melihat cowok populer


itu. Kennie mengerang ingin melepaskan gemgaman kuat dari Ben. namun sia-sia,


Kennie menghempaskan tangan tersebut dengan kasar. “Sakit bego” bentaknya


“Lo masih punya hutang


sama gue” ucap Ben, Kennie menyerngit bingung


“Hutang? Sejak kapan


gue punya hutang sama lo?” Tanya Kennie polos


Ben cengengesan “Ialah


ada, lo harus kasih tahu gue dimana Nina sekarang?” Tanya Ben to the point


“Gue bingung sama Nina,


kenapa juga dia suka sama cowok tengil kayak lo” balas Kennie heran sambil


melipat kedua tangannya depan dada.


“Ialah, karena gue


ganteng” ucapnya dengan pedenya membuat Kennie menatap jijik


Seketika Kennie tertawa


lebar, tawa yang tidak pernah dilihat oleh Ben. Cantik, batinnya.


“Ganteng dari mananya,


enggak ganteng sama sekali” ledek Kennie masih dengan tawanya, membuat Ben


kesal karena ledekannya.


Ben mendengus “Sekarang


beritahu gue dimana Nina sekarang?” Tanya Ben


“Gue sibuk banyak


urusan, nanti saja ya” ucap Kennie santai lalu pergi begitu saja


Ben yang menjatuhkan


bokongnya ke tempat duduk panjang bercat putih itu. Ben masih terdiam, ia masih


mencari gadis yang sangat disayanginya itu. dan disaat ia menatap mata Kennie


ia seakan berada didekat gadis itu. meski Kennie terkadang sering menyebalkan


karena sikapnya yang kadang bisa berubah kapan saja. Namun ia tetap berusaha


keras.


Dari arah jauh Gerry


dan Jovan datang menghampiri Ben yang sedang duduk sendirian. Seperti sedang


memikirkan sesuatu, entah itu apa?. Gerry menepuk bahu Ben sehingga lelaki itu


mendongak lalu tersenyum tipis.


“Sepertinya lo sedang


galau, mikirin apa sih?” Tanya Gerry sedangkan Jovan berdiri sambil memasukkan


kedua tangannya kedalam saku celana.


“Siapa lagi kalau bukan


cewek itu, Ger” jawab Jovan,


“Mau sampai kapan lo


tunggu dia, padahal cewek yang lo tunggu tidak ada kabar sama sekali?” Tanya


Jovan


“Enggak tahu, tetapi


yang pasti gue akan mencarinya sampai dapat” ucapnya yang medapat kekehan dari


kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


Ben menceritakan pada


kedua sahabatnya itu tentang gadis yang selama ini ia cari, gadis yang selama


ini ia tunggu kabarnya. Namun sampai sekarang tak kunjung ada kabar darinya.


“Nin, lo berada dimana


sih? gue kangen sama lo” ucapnya dalam hati


Kedua sahabatnya


menatap iba, itulah gunanya sahabat selalu berada disaat kita sedang mengalami


kesusahan.



Tok Tok Tok


Suara ketukan pintu


membuat Kennie yang sedang asik membaca buku novelnya, terpaksa ia hentikan.


Melipat buku lalu beranjak dari tempat tidurnya membuka pintu. Kennie tersenyum


saat melihat ternyata Dona-Mamanya.


“Mama, ada apa?” Tanya


Kennie


Dona hanya tersenyum


“Itu diluar ada teman kamu” Kennie menyerngit bingung, biasanya jika ada kedua


sahabatnya datang mereka langsung berteriak masuk kedalam kamarnya. Namun kali


ini siapa datang bertamu kali ini.


Dengan rasa penasaran


Kennie segera turun dari lantai dua menuju ruang tamu, mata Kennie melebar saat


melihat ternyata Ben yang datang kerumahnya.


“Dari mana lo tau rumah


Kennie bertubi-tubi


Ben berdiri lalu


kembali menatap Kennie, Dona yang datang sambil membawa segelas minuman diatas


mampang.


“Nak Ben duduk dulu,


ini silakan diminum” tawar Dona yang dianggukinya “Makasih tante”


Begitu juga dengan


Kennie dan Dona ikut duduk, “Ini pacar kamu, Ken?” Tanya Dona membuat keduanya


terkejut


“Bukan” jawabnya


serempak


“Kalian cocok kalau


begitu” ucapnya lagi, mereka hanya terdiam saling pandang satu sama lainnya


membuat Dona tersenyum senang. Dan terjadi kecanggungan antara mereka berdua.


Menyebalkan dengan


situasi seperti ini, disaat Ben ingin menanyakan tentang Nina pada Kennie.


namun di urungkan. Lama dalam keheningan. Kennie memilih untuk beranjak.


“Mau kemana, Ken?”


Tanya Dona


“Mau kekamar mah, ambil


sesuatu” jawab Kennie hanya berteriak disana

__ADS_1


Ben masih terdiam


seperti memikirkan sesuatu, Dona yang berpamitan untuk masuk kedalam Karena


sedang membuat kue, “Kalau begitu tante kedalam dulu ya” ia mengangguk lalu


menyandarkan badannya di single sofa.


Kennie yang datang dan


duduk tepat disamping Ben, Kennie menyodorkan sebuah buku Diary yang selama ini


ia baca, buku itu pemberian dari Nina sahabatnya. “Jika lo mau tahu lebih


lengkap lebih baik baca buku diary ini” jelasnya


Ben menyerngit dahinya


bingung “Buku Diary?” tanyanya lagi


“Jangan banyak Tanya,


lo akan tahu semua di situ” ucap Kennie lagi, seketika Ben mengambilnya.



Setelah dari rumah


Kennie, Ben sekarang berada dikamarnya duduk terdiam di bibir kasur. Memegang


buku Diary pemberian dari Kennie. Ben menghela nafas berat ada rasa penasaran


dalam dirinya. Masih menatap buku bergambar Camera seperti kesukaan Nina.


Ia mulai membuka buku


tersebut, ada senyum lebar saat pertama kali melihat dua buah foto yang


tertempel didalamnya.


Ada foto dirinya, ada


juga foto Kennie dengan Nina sedang tersenyum lebar. Gubrakkkk, pintu terbuka


begitu saja menampakkan dua orang lelaki. Ben terkejut lalu menaruh buku


tersebut kedalam lacinya.


“Kalian ini kenapa sih?


orang datang pake assalamu alaikum, ini main masuk aja.” Dumel Ben kesal


melihat kedua sahabatnya.


Gerry yang langsung


duduk seperti kelelahan, sedangkan Jovan duduk dengan wajah tenang seperti


biasanya.


“Roman-romannya ada


yang lagi dekat dengan Si Bunglon, Si muka triplek” ledek Gerry,


“Ngacoo, gue dekat


karena mau cari informasi doang, enggak lebih” jelas Ben


“Alahh, awalnya cuman


informasi doang lama-lama baper juga” balas Gerry,


“Enggak ada kata baper


bagi gue” ucap Ben kekeuh pada penderiannya, karena itu adalah misinya dekatin


Kennie, karena ia baru mengetahui setelah Kennie mendatangi dirinya tiba-tiba.


Dan mengatakan hal tentang Nina padanya.


Ben menghela nafas


berat, sungguh merindukan seseorang itu sangat sakit ya, bila kita tidak tahu


dimana keberadaannya sekarang.


Berdiri dekat jendela


sambil menatap luar, Ben terdiam tidak biasanya ia seperti ini. bila ia sedang

__ADS_1


berkumpul dengan kedua sahabatnya. Akan menjadi gilaaaa


__ADS_2