Tengil VS Bunglon

Tengil VS Bunglon
TB 04


__ADS_3

Ben masih termenung


setelah menatap mata yang sudah lama ia rindukan. Mata itu, ia masih menatap


foto yang terpajang dilayar ponselnya. Sesekali ia tersenyum tipis. Entah


kenapa Ben sangat merindukan seseorang yang jauh disana. Seseorang yang tidak


pernah lagi mengabarinya.


Sesekali Ben menyeruput


orange jus, tepat saat ini Ben berada dikantin untuk sekedar santai. Tapi kali


ini Ben sendiri tanpa ditemani oleh dua sahabatnya. Ia masih memandangi layar


ponselnya.


“Masya Allah Ben, masih


aja pandangin tuh cewek. Khayalan lo tinggi amat dah” Tegur Jovan dan duduk


disamping Ben bersama dengan Gerry.


“Gue kangen sama dia,”


Gumam Ben yang dapat didengar oleh Gerry


“Kangen, ketemu saja


belum pernah, sudah bilang kangen” Gerry menggeleng kepalanya.


Ben menoleh mendapati


seorang cewek yang tengah dijewer telinga karena bolos waktu jam pelajaran.


Siswa itu meringis kesakitan, sementara Jovan hanya menggeleng kepala


“Kebiasaan tuh anak” Gumam Jovan didengar oleh Ben.


“Hah”


Jovan menoleh sambil


menampakkan senyum lebarnya “Kebiasaan apanya?” Tanya Ben tidak mengerti.


“Enggak, itu adek kelas


lagi dihukum. Kasian amat ya” Jawab Jovan gegalapan, Ben mengamati dari jauh.


Sepertinya cewek yang dihukum sama guru BK, Wajahnya tidak asing. “Itukan cewek


yang labrak gue kemarin”


Dia dihukum karena apa


ya? Sampai disuruh hormat depan tiang bendera?


Ben hanya menggeleng


acuh, sepertinya dia penasaran dengan cewek yang dihukum dilapangan.


“Ger, sebenarnya itu


cewek siapa sih? kok gue tidak pernah lihat dia?” Tanya Ben seketika.


“Gue juga kurang tau


Ben, Gue juga baru lihat dia” Jawab Gerry, sedangkan Jovan hany terlihat biasa


saja.


Ben dan Gerry menoleh


saat melihat Jovan tersenyum sambil menatap jauh cewek yang dijemur.


“Lo suka sama cewek


yang dihukum?” Tanya Ben, Jovan mengangguk


“Aneh,”



Kennie menyeka keringat


setelah berdiri selama satu jam hanya untuk hormat didepan tiang bendera. Benar-benar guru BK menyebalkan, Gumam

__ADS_1


Kennie. setelah tadi ia kedapatan tidak masuk kelas. Kali ini Kennie dijewer


hingga disuruh hormat. Sungguh ini kesialan untuk keberapa kalinya.


Kennie terpaku saat ada


seseorang yang memberinya sebotol air mineral, “Jovan” ia mengambil dan


menegukannya hingga setengah.


“Kenapa lo tidak pernah


mau berubah, masih suka bolos. Dan sekarang lo dihukumkan” Omel Jovan, Kennie


hanya terdiam saat mendengar omelan dari sahabatnya.


“Bawel lo, Gue males


belajar, toh tidak penting juga” Ucap Kennie dengan santainya dan masih


menegukan air botol itu.


Jovan hanya


mengembuskan nafas gusar, percuma saja dia mengomel pada sahabatnya. Toh tidak


didengarkan juga. sudah sekian kalianya Jovan menasehati Kennie namun tetap


saja diabaikan.


“Terserah”


Mereka duduk disalah


satu bangku yang berada dilapangan basket. Kennie yang berdiri lalu mengambil


basket. Ia memantukan kelantai beton. Lalu Kennie melemparkan kearah ring yang


tingginya kisaran dua meteran.


Jovan tersenyum lalu


berlari kecil menghampiri Kennie yang sedang memantulkan bola. Kali ini Jovan


ikut bermain, saat ini sekolah sepi jadi hanya mereka berdua yang berada


dilapangan. Tidak ada yang mengetahui Kennie dan Jovan itu bersahabat. Kennie


Layaknya sepasang kekasih.


Kennie dan Jovan


bersahabat sejak kecil, mereka selalu bersama. Hingga sekarang mereka satu


sekolah meskipun berbeda angkatam. Jovan yang merupakan kakak kelas Kennie.


Jovan yang dikenal


sosok kalem, murah senyum, dan coolnya di SMK High School Nasional. Sedangkan Kennie


yang tidak ada yang mengenalnya sama sekali bahkan ia tidak sepopuler Jovan.


“Yeahhh, Gue menang”


seru Kennie sambil melompat kegirangan


Kennie yang melihat jam


dipergelangan kirinya, matanya melongo saat menatap jam sudah menunjukkan waktu


istirahat.


“Gue duluan, ada


urusan” Kennie langsung berlari membuat Jovan menghentikan aksinya. Jovan heran


setiap jam istirahat Kennie langsung pergi begitu saja. Bahkan ia jarang


melihat Kennie saat istirahat.


Ben dan Gerry yang baru


saja datang saat Jovan tengah memegang bola basket. Dan masih menatap Kennie


dari kajauhan hingga hilang dari jangkauannya.


“Lo lagi, liatin

__ADS_1


siapa?” Tanya Ben penasaran


“Enggak ada,” Jawab


Jovan singkat


Sepanjang koridor


Kennie berjalan cepat, memasuki ruangan yang penuh dengan keheningan, tidak ada


keributan, seulas senyum tipis saat mendapati seorang penjaga perpustakaan


sedang sibuk mencatat pada buku agenda dimeja. Kennie membalasnya. Lalu


berjalan masuk menyusuri jejeran rak buku.


Kennie berhenti


tepatnya pad arak yang berisikan Novel sastra, tangannya menyusuri buku-buku


yang akan ia ambil. Setelah mendapatkan buku Novel tersebut. Ia menarik salah


satu kursi dan duduk. Masih menatap lekat buku Novel itu.


Merogoh headset disaku


bajunya lalu memasang di kedua telinganya. Kennie memulai membaca. Perpustakaan


adalah salah satu tempat favoritenya selain Roofop sekolah.


Sambil mendengar alunan


music yang menggema ditelinganya. Kennie sesekali tersenyum.



Nova dan Keyla berjalan


menuju kantin tanpa ada Kennie. langkahnya terhenti saat ia melihat idolanya


sedang bermain bola basket. Semua siswa berseru meneriakan namanya.


“Dimana cewek itu ya,


kok tidak kelihatan?” mata Ben menyusuri semua siswa yang berdiri namun sosok


yang dicarinya tidak menampakkan wajahnya.


Gerry dan Jovan


berhenti lalu menghampiri Ben yang sedang berdiri terdiam. “Lo lagi cari


siapa?” Tanya Gerry, Ben yang pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan


darinya. “Woii, ditanya malah pergi” teriak Gerry heran.


“Udahlah biarin saja”


sahut Jovan, mereka kembali bermain


Sepanjang koridor Ben


berjalan mata tetap menyusuri siswa yang sedang berdiri bahkan juga duduk.


Semua mata memandang Ben ‘Aneh’ itu tanggapan siswa SMK High School Nasional.


Langkahnya terhenti


saat melihat ruangan yang sepi “Perpustakaan” Gumam Ben lalu masuk. Berjalan


perlahan menoleh kesana kemari. Semua siswa memandang aneh. Tidak biasanya Ben


masuk diarea hening seperti ini.


Ben menoleh mendapati


seseorang yang dicarinya, yaitu Kennie. menghampiri lalu duduk dihadapannya.


Ben yang mengamati Kennie begitu lekat seakan ia teringat akan seseorang.


Senyum tipis terukir diwajah Ben membuat ia seolah tidak lepas.


Kennie terlonjak kaget saat


Ben sudah berada dihadapannya dengan tatapan aneh “sejak kapan lo berada


disini?” Tanyanya,

__ADS_1


“Sejak---“ Ucap Ben


mengantung


__ADS_2