Tengil VS Bunglon

Tengil VS Bunglon
TB 13


__ADS_3

Kennie baru saja


melangkah masuk ke kelas “Surprise,


Selamat ulang tahun Bunglon” seru kedua sahabatnya hingga Kennie tersenyum


tipis dan meniup lilin berangka 17 itu. ketiganya melangkah menuju bangku.


“Ciye ulang tahun traktir kita-kita dong” Ucap Keyla dengan tampang memelasnya.


“Iya, tenang saja” Balas


Kennie santai


Nova dan Keyla langsung


bertepuk tangan dan langsung memeluk Kennie erat. “Ken, diluar. Ada yang cari


lo. Tuh” sahut salah satu siswa yang baru saja datang memberi tahu Kennie.


“Oke,”


“Guys, Gue keluar dulu”


Kennie beranjak langsung keluar kelas, siapa yang mencarinya sepagi ini.


seseorang yang tengah berdiri. Siapa lagi kalau bukan Ben Andova Syaputra yang


menarik lengan Kennie secara tiba-tiba. Ben membawa Kennie masuk kedalam sebuah


ruangan terttutup disana terdapat susunan buku yang begitu banyak.


“Lepasin tangan gue”


Kennie menghempas lengannya,


“Kita belajar sekarang”


Kennie melongo saat Ben menunjuk kearah buku-buku yang menumpuk di atas meja


“Lo gila, banyak


banget”


“Banyak lo bilang, itu


masih kurang” Kennie menepuk jidatnya, heran melihat makhluk satu ini


didepannya. Bahkan ia tidak pernah belajar buku sebanyak ini. palingan cuman


koleksi buku novel yang banyak.


“Lo kehabisan obat ya?”


Tanya Kennie


Ben menyerngit dahinya


bingung “Enggak, Gue tidak sakit. Gue masih waras. Plus Ganteng lagi” Ucap Ben


dengan pedenya.


Kennie berdecih “Pede


amat lo” melangkah menghampiri setumpuk buku-buku. Hari ini sangat menyebalkan


baginya. “Lo kerjakan soal ini” Ben memberikan beberapa lembar kertas dan


menyuruhnya seenak jidat. Hingga Kennie mendengus sebal.


“Enak banget lo. Lo


juga kerjakan masa cuman gue doang” Ucap Kennie tidak terima, karena hanya


dirinya saja yang mengerjakan.


“Gue temenin lo. Gue


sudah menyelesaikan dari tadi” Tukas Ben duduk dihadapan Kennie sambil melipat


kedua tangannya depan dada.


“Just info, Minggu depan tepat pada hari senin, Olimpiade sudah


dimulai” Ucap Ben memberitahu, Kennie terkejut seketika langsung memikirkan


pertandingannya juga sudah dimulai di hari yang sama.


“Aduh, Bagaimana ini?

__ADS_1


pertandingan gue di hari itu juga” gumam Kennie bingung harus berbuat apa


sekarang. Setelah mendapatkan infomarsi ini. membuatnya bimbang. Di sisi lain,


ia harus mengikuti turnamen yang dulu diimpikannya. Ben menatap Kennie heran.


Seperti memikirkan sesuatu.


Ben sempat mendengar


gumaman Kennie tentang pertandingan turnamen “Lo ikut Turnamen apaan?”


pertanyaan itu langsung meluncur begitu saja.


“Bukan urusan lo” Ketus


Kennie


Ben yang semakin


penasaran padanya, entah siapa Kennie sebenarnya. Dan kenapa mata itu semakin


mirip dengan seseorang yang sangat dirindukannya selama ini. setiap kali ia


melihat mata itu. mengingatkan seseorang padanya. entah dimana keberadaannya


Ben juga tidak tahu.


Melihat Kennie yang selalu


bersikap Ketus, dingin, dan selalu berubah kapan saja. Membuat Ben merasa


jengah menghadapinya.



Sepulang sekolah Ben


bergegas pergi, Jovan dan Gerry heran melihat kepergiannya. “Mau kemana lo.


Cepet banget balik. Singgah di Caffe dulu” Cegah Jovan,


“Gue tidak bisa, ada


urusan” Ucap Ben melangkah pergi keluar dari kelas. Sepanjang koridor Ben


Seketika langsung saja diikutinya.


Ia melihat Kennie


memasuki mobilnya lalu keluar dari gerbang sekolah. Ben yang mengikutinya dari


belakang. Sepanjang perjalan Ben mengikuti Kennie. tepat itu mobil Kennie


berhenti disebuah tempat yang menurut Ben sangat asing. “Club bela diri?” Tanya


Ben pada dirinya sendiri


Ben berjalan masuk,


melihat ruangan yang dipenuhi peralatan tinju. Dari arah jauh Ben melihat


Kennie sedang berbicara dengan seorang lelaki jangkung. Ben terpaku melihat


Kennie yang begitu sangat humble sama lelaki jangkung itu. dan Ben pertama kali


melihat Kennie tertawa lepas seperti dari beban.


Ben tidak tahu siapa


lelaki itu, Mungkin saja itu pacarnya


Kennie, pikir Ben dalam hati.


Ben melihat Kennie


sedang latihan bersama lelaki jangkung itu. dan Ben baru saja mengetahui fakta


baru tentang Kennie, yaitu Kennie anak Mua Thai. “Mas, mau latihan juga?” Tanya


seseorang membuyarkan lamunan Ben. “Enggak Mas.” Jawab Ben  langsung pergi begitu saja.


Ben berjalan keluar


dari Club bela diri, lalu menaiki motornya dan menancap gas pergi meninggalkan


tempat itu. Ben sejenak termenung. “Setttt” Motor Ben terhenti saat ada seorang


kucing menyebrang begitu saja. “Apaan sih? ngapain juga gue pikir cewek Bunglon

__ADS_1


itu. lagian dia sudah ada pacar kali Ben. lo makin ngacoo deh” rutuk Ben pada


dirinya sendirinya. Sambil memukul stir motornya. Ia berhenti dibibir jalan.


Sebuah mobil berhenti


tepat samping motor Ben. jendela kaca terbuka begitu saja. “Woi, ngapain


melamun dijalan. Yuk pergi di Caffe orang-orang pada tungguin lo” Ben mendengus


sebal. “Iya, gue pergi. lagian siapa yang melamun” Ucap Ben ketus lalu


mengikuti mobil itu pergi menuju sebuah Caffe.


Lima belas menit


kemudian mereka sampai di Caffe. Ben mamarkirkan motornya. Dan menyimpan helm full facenya. Lalu berjalan masuk


kedalam Caffe.


Ben masih mengingat


saat baru pertama kali melihat Kennie tertawa lepas. Berbeda dari biasanya. Tetapi siapa lelaki itu, kenapa tampaknya


tidak asing banget. Apalagi ia sangat akrab dengan Kennie, pikir Ben.


“Woii, lo kenapa sih?


dari tadi melamun mulu kerjanya. Ini ada pesanan” Ucap seseorang sambil


menggebrak meja bar.


“Lo ada masalah, cerita


sama gue” tawarnya


“Enggak ada, Ger” balas


Ben singkat sambil membuat pesanan


“Hmm, Ben ada yang mau


menyewa Caffe kita, mungkin besok kita harus membenahi sesuai permintaan Klien”


Ben tersenyum sumringah. “Wahh, Alhamdulillah.” Ucap Ben antusias.Semua


karyawan dikumpulkan mereka berbaris berjejer, Ben berdiri dihadapan mereka.


“Gue memberi informasi


untuk kalian, bahwa besok ada yang menyewa Caffe kita. Gue ingin kalian


memberikan pelayanan yang terbaik pada Klien mereka. dan kalian harus bebenah


hari ini. dan Gerry sudah memberikan pada gue konsep acara besok” Ucap Ben


tegas, yang diangguki oleh mereka


“Baik, Pak” Ucap mereka


serempak


“Bubar, silakan kembali


bekerja” Ucap Ben dengan serempak mereka bubar dan kembali pada pekerjaannya


masing-masing.


Ben masih memikirkan


siapa orang yang telah menyewa Caffenya. Ia masuk kedalam ruangan yang penuh


keheningan. Ben langsung saja duduk lalu menyandarkan badannya di kursi


kebersarannya. Mengambil berkas yang tersimpan di meja.


Map plastic berwarna


biru lalu Ben membukanya, ada sebuah nama tertera didalamnya yang menyewa Caffe


Ben. setelah itu ia menyimpannya kembali ke meja dan mengerjakan perkerjaan


yang tertunda.


Banyak yang tidak


mengetahui Ben adalah pengusaha. Nama Caffe mereka BGJ Caffe. Yang di dirikan


oleh mereka bertiga. Meskipun banyak yang tidak tahu.

__ADS_1


__ADS_2