
Ben memasuki tempat
yang sangat asing baginya yaitu toko buku. Ia mengutuk adik sepupunya itu
karena telah memesan buku novel. Ben berjalan masuk lalu menitipkan tasnya pada
penjaga setelah itu berjalan menyusuri rak buku.
Ben bingung seperti apa
novel yang dipesan adiknya. Ia merogoh saku celananya mengambil ponselnya.
Menampakkan sebuah picture buku novel. Setelah melihat itu Ben kembali
menyusuri buku. Mencari buku.
“Sejak kapan cowok
tengil baca buku?” Intrupsi seseorang, Ben menghentikan langkahnya lalu
menoleh.
Kennie tersenyum lalu
menghampirinya mengambil buku novel yang dipegang Ben. “Suka baca buku juga?”
tanyanya Kennie lagi,
“Hmm, Enggak. Ini
pesanan adik gue” jawabnya menampakkan senyum lebar
Kennie mengangguk meng’iya’kan,
“Hmm, mau bantuin gue mencari buku?” tawar Ben. sejenak Kennie berpikir. Lalu
mengangguk.
Mereka kembali
berjalan. Kennie menjelaskan buku apa saja yang bagus untuk dibaca. Ben yang
melihat Kennie berbicara panjang lebar dari biasanya. Ia tetap memperhatikan
Kennie bagaimana menjelaskan buku novel.
Ben baru mengetahui
sisi lain dari Kennie. sambil berjalan menyusuri rak-rak buku. “Lo yakin beli
buku sebanyak ini?” Tanya Ben, seketika Kennie mengangguk lagi
“Selain jago tinju,
ternyata lo hobi baca novel sastra juga ya” ucap Ben
Kennie tersipu malu,
baru kali ini ada seseorang yang memujinya. “Biasa aja” jawab Kennie santai.
Ben yang melihat langsung saja pergi meninggalkan Kennie begitu saja. Tetapi
Kennie kembali mencari buku.
Terdengar suara gitar,
membuatnya memghentikannya lalu menoleh dimana asal suara tersebut. Kennie
begitu terkejut saat Ben duduk disebuat tepi meja lalu memainkan gitar mengarah
kearahnya. Semua pengunjung memperhatikan aksi Ben.
Guess
it’s true
I’m
not good
At
a one night stand
But
I still need love
Cos
I’m just a man
These
nights never seem to go plan
Ada seulas senyum
diwajah Kennie, begitu dengan Ben membalas senyumnya. Menampakkan deretan gigi
putihnya. Ia terus memainkan gitarnya sambil menatap Kennie.
I
don’t want you leave
Will
you hold my hand
Oh
won’t you
with me
Cos
__ADS_1
you’re
All
I need
This
ain’t love
It’s
clear to see
But
darling
with me
Kennie masih tetap
berdiri, tidak bergeming. Tetap matanya masih tertuju pada sosok cowok yang
selalu menjadi rivalnya di sekolah. Apakah benar Kennie sedang jatuh cinta
padanya? entahlah itu semua menjadi tanda Tanya.
Tetapi saat ini Kennie
bukan melihat Ben sebagai sosok lelaki yang menyebalkan melainkan sosok lelaki
yang romantic.
Why
am I so emotional?
No
it’s not a good look
Gain
some self control
Deep
down I know this never works
But
you can lay with me
So
it doesn’t hurt
Oh
won’t you
with me
Hingga lagu itu
berakhir semua pengunjung bertepuk tangan, Kennie hanya berdiri, lalu Ben
menyimpan gitar tersebut lalu menghampiri Kennie. masih dengan senyum lebar.
“lagunya bagus” ucap
Kennie
“Lagunya bagus atau
suara gue yang bagus?” Tanya Ben sambil menaikkan kedua alisnya
Kennie berdecih “CK,
Pedenya kumat lagi” jawabnya datar
Setelah membayar buku
yang mereka beli, Kennie dan Ben berjalan menuju restorant. Mereka berjalan
kaki sekitar sepuluh menit. Memasuki ruangan yang sepi pengunjung. Karena
memang Ben tahu Kennie tidak suka keramaian.
“Kenapa lo suka boxing,
bukannya suka main di mall atau segala macam?” Tanya Ben penasaran. Saat ini
mereka duduk berhadapan.
“Karen ague ingin
melindungi, Mama” jawab Kennie singkat
“Karen ague ingin melindungi
orang yang gue sayang” tambahnya lagi membuat Ben mematung
“Menurut gue, lo beda.
Biasanya cewek itu selalu saja suka make up. Terlihat anggun” ucap Ben
“Lebih baik jadi diri
sendiri, dari pada harus melakukan hal yang tidak membuat gue nyaman. Dan inilah
gue, Apa adanya. Bukan ada apanya” jawabnya panjang lebar membuat Ben terdiam
“Iya juga sih”
Tidak lama kemudian
__ADS_1
pesanan mereka datang, Kennie menatap binar. Karena ia melihat sebuah makanan
kesukaannya. Ben terdiam menatap makanan. Ia teringat pada Nina. Ternyata Nina
dan Kennie memiliki kesamaan yang sama. Dan itu membuat terkejut. Ben tahu Nina
dan Kennie sahabatan sejak kecil. dan mereka sangat dekat.
Tetapi Ben senang
karena berada didekat Kennie ia seperti berada didekat Nina. Sosok seseorang yang
selama ini ia rindukan.
Meski
kau tidak lagi berada di sisi, tetapi aku merasa bahwa kamu masih berada
dihadapanku saat ini,gumam Ben dalam hati masih menatap lekat Kennie.
Cuma beda hal antara
keduanya, Kennie yang tomboy sedangkan Nina dia sangat feminim dan sederhana.
Kennie tersenyum lebar
saat menatap foto dirinya bersama dengan Ben. Nova dan Keyla mendapati
sahabatnya sedang duduk sendirian. Lalu menghampirinya “Ngapain senyam-senyum
sendirian? Kesambet ya?” Tanya Nova, yang diangguki Keyla.
“Gue tahu pasti abis
ngedate sama Ben ya?” tebak Keyla memang benar, membuat Kennie tersipu malu.
Dan kedua sahabatnya menatap tidak percaya.
“What?”Tanyanya kompak
“Biasa aja kale, gue
mau pergi dulu. bye” ucap Kennie berlalu,
“Begini ini, yang lagi
kasmaran” oceh Nova menatap kepergian sahabatnya itu
Kennie berjalan
sepanjang koridor lalu menaiki anak tangga menuju rooftop. Tempat yang selalu
disinggahhinya. Gadis tomboy ini berdiri sambil merentangkan kedua tangannya
menghirup udara bebas. Menampakkan gedung-gedung tinggi. Serta awan masih setia
menghiasi langit biru.
Entah apa yang membuat
Kennie merasa bahagia. Dan hampir semua misinya sedikit lagi terselesaikan.
Mungkin Kennie saat ini lagi jatuh cinta. “Jangan sendirian aja, enggak baik.
Nanti diculik hantu” sahut seseorang mengintrupsi Kennie, ia menoleh siapa yang
datang menganggunya ketenangannya.
“Cowok tengil, ganggu
aja lo” ketus Kennie
Ben hanya terkekeh lalu
duduk disampingnya, “Kenapa sih? lo itu suka nongkrong ditempat sepi seperti
ini?” Tanya Ben
Kennie menoleh sambil
tersenyum lebar, “Gue suka, karena gue suka merasakan hembusan angin, melihat
gedung-gedung tinggi. Jauh lebih menyenangkan” ucapnya
“Dulu gue dan Nina itu
suka banget pergi kegedung yang tinggi berdiri sambil menikmati pemandangan
yang indah dari atas.” Lanjut Kennie bercerita
“Iya, Nina juga suka
banget mengambil objeck, ya seperti kayak begini” tambah Ben memperlihat gaya
imutnya. Membuat Kennie tertawa lebar. Karena mukanya yang kurang sesuai.
“Jelek ya” keluh Ben,
“Iya, cocok banget”
ledek Kennie lalu beranjak dari sofa berlari, yang diikuti Ben ikut berlari
Apakah ini yang
dimanakan bahagia, Kennie merasakan apa yang belum pernah dirasakannya selama
ini. semua berubah begitu saja tanpa sengaja. Cinta datang begitu saja. Hanya
hati yang tahu dimana ia berlabuh, dan itu dirasakan oleh Kennie.
Dari arah jauh Jovan
berdiri menatap adiknya kecilnya bersama sahabatnya itu. Jovan menghembuskan
nafas panjang lalu pergi meninggalkan keduanya. Tanpa Kennie dan Ben sedari.
__ADS_1