Tengil VS Bunglon

Tengil VS Bunglon
TB 12


__ADS_3

Kennie baru saja


selesai latihan, ia baru saja duduk dengan menegukan sebotol air mineral


dan  Coach Ferdy duduk disampingnya. “Latihanmu sudah bagus. Sisa menunggu di turnamen


nanti” Ucap Coach Ferdy. Dengan


senyum sumringah. Kennie mengangguk “Pasti Coach”.


Terdengar suara


deringan ponsel, Kennie menoleh lalu melihat siapa yang menelponnya.


“Hallo” sapa seseorang


yang berada diseberang sana


“Iya, ada apa lo nelpon


gue. ganggu tau” ketus Kennie, hingga seseorang disana terkekeh. Kennie


mendengus sebal.


“Santai Mbanya, nanti


malam kita pergi yuk?” Ajak Jovan


“Pergi kemana


emangnya?” Tanya Kennie


“Hmm, rahasia”


“Kok gitu”


“Ck, Rahasia, yang


jelas lo harus rapi cantik. Dan jangan gaya bar-bar” perintah Jovan membuat.


Yang dapat helaan dari Kennie. “Oke deh, terserah lo”


Kennie menutup telpon


secara sepihak, dan melanjutkan kembali latihannya. Dengan ruangan yang


dipenuhi peralatan tinju, serta pelatihan dari coach-coach ternama Kennie


semakin senang. Disekolah Kennie yang dikenal sosok pendiam, ketus, datar, dan


dingin seperti es ini, tetapi diluar Kennie dikenal sangat humoris, dan humble.


Semua berbanting terbalik disekolahnya. Tetapi banyak siswa juga disekolahnya


menyebutnya dengan BUNGLON.


BUNGLONadalah hewan yang suka berkamuflase,


suka berubah kapan saja dan ditempat dimana saja. Nah, begitulah juga dengan


Kennie. kadang dua sahabatnya tidak tahu. kapan Kennie merasa sedih, senang,


dan kala juga merasa bahagia. Dan itu selalu terjadi, dengan satu waktu.


Kennie yang mendengar


suara tepukan tangan dari seseorang, seketika ia berhenti “Bang Baim” mata


Kennie berbinar saat melihat sesosok lelaku jangkung tengah berdiri sambil


melipat kedua tangannya depan dada. Kennie langsung menghampiri dan memeluknya.


Coach Ferdy yang melihatnya langsung tersenyum lebar. “Kapan datang Bang. Kok


tidak bilang Kennie dulu” Keluhnya, seketika lelaki itu langsung mengacak


rambut Kennie gemas.


“Surprise”


Kennie membuka


membungkus tangan yang berbentuk kepalan tangan itu. lalu pergi bersama Baim


setelah latihan. “Coach Break dulu” Ucap


Kennie dengan suara teriakannya membuat Coach Ferdy hanya bisa menggeleng


kepalanya.



Kennie dan Baim berada


di sebuah Caffe, duduk berhadapan mereka saling bercanda tertawa, Kennie sangat


senang bertemu dengan Baim, yang ia sudah anggap sebagai kakak kandungnya.


Flashback


on


Pertemuan


mereka cukup singkat, saat itu Kennie sedang ingin mendaftar disebuah Club bela


diri,  dan saat itu juga Kennie masuk dan


melihat seseorang tengah berlatih dengan samsak yang menggantung. “Boleh juga


tuh?” Ucap Kennie,


Lelaki


bertubuh tinggi, kulit putih itu berhenti lalu menoleh sumringah, “Kalau boleh


kita fight” tawarnya yang langsung diangguki oleh Kennie.


Setelah


Kennie mengganti baju dengan pakaian khususnya. Lengkap dengan sarung tangan


berbentuk kepalan tangan serta penutup kepala sebagai pengaman. Saat ini Kennie


dan lelaki bertubuh putih itu berada di atas ring, mereka berhadapan dengan


wasit yang memandu.


3


2


1


Fight

__ADS_1


Setelah


wasit mengucapkan ‘Fight’ sebuah pukulan melayang hingga hampir saja mengenai


wajah Lelaki itu. ia tertawa sumringah, begitu juga dengan Kennie yang


mendapatkan balasan pukulan. Lelaki itu mengeluarkan jurusnya secara tiba-tiba


membuat Kennie hampir saja kena serangannya.


Dengan


gerakan cepat melayang satu tinjuan hingga lelaki itu jatuh tersungkur. Lelaki


itu bangun dan berkata “Wow, jurusmu keren juga” Kennie hanya berdecih “Itu


belum seberapa. Masih ada yang lebih keren dari ini” Ucap Kennie dengan


bangganya.


Waktu


terus berjalan hingga selesai dengan skor seri, Kennie yang duduk begitu juga


lelaki itu ikut duduk disampingnya.


“Lo


keren, gue Baim”


“Kennie”


balasnya dengan menegukan air mineral yang sudah berada di atas meja sejak


tadi.


Flashback


off


Kennie tertawa saat


mengingat itu, sedangkan Baim hanya terkekeh setalah sekian lama ia tidak


bertemu. Kennie tertawa renyah “Jadi bagaimana nih Bang, Apa sudah tidak jomblo


lagi” ledek Kennie membuat Baim mendengus kesal dengan pertanyaan itu.


“Enak aja katain gue


jomblo. Gue udah punya pacar kali” balasnya


“Seriously”Ucap Kennie kaget,


“Iyalah, Bagaimana


dengan lo sudah punya pacarnya enggak?” tanyanya balik


“Gue males pacaran,


Bang. Dan siapa juga yang mau pacaran sama gue” Tukas Kennie dengan tampang


cemberutnya.


Baim terkekeh  saat  mendengar jawaban adik kesayangannya itu.


“Masa sih, adek kesayangan gue ini tidak punya pacar,” ledek Baim semakin


membuat Kennie kesal. Ia mengembungkan kedua pipinya. Inilah yang paling Kennie


“Ish, Abang, Ngacoo”


tukas Kennie,


“Eh, tapi harus kenalin


gue sama pacar Abang” Ucap Kennie antusias, Baim hanya megangguk mengiyakan.



Malam ini Kennie tengah


bersiap-siap untuk menemui, tetapi kali ini Kennie mengenakan pakaian tidak


biasanya. Ia mengenakan Dress biru, senada dengan rambut terurai. Sebenarnya


Kennie bingung kenapa juga Jovan menyuruhnya memakai pakaian seformal ini.


benar-benar menyebalkan.


Terdengar suara klakson


yang membuat Kennie melangkah kearah jendela melihat siapa yang datang. Menatap


dari diatas setelah itu Kennie mengambil tas sampirnya. Melangkah menuruni anak


tangga. Dona yang melihat anaknya secantik ini menatap binar.


“Wahh, anak Mama mau


kemana? Cantik banget” Ucap Dona


“Mau pergi, Aku pergi


dulu Mah. Sudah di tungguin didepan sama Jojo” setelah menyalami Dona. Kennie


melangkah menuju pintu utama.


Disana Kennie melihat


Jovan tengah berdiri sambil menyenderkan bokongnya pada pintu mobil. Jovan


tersenyum lebar saat melihat Kennie tengah berdiri, “Cantik” satu kata meluncur


begitu saja. Lalu Kennie kembali melangkah menghampiri Jovan.


Membuka pintu hingga


Kennie masuk lalu disusul dengan Jovan yang masyk dijok kemudi. Mobil melaju


keluar dari gerbang.


“Sebenarnya lo mau bawa


gue kemana sih? pakai pakaian begini segala lagi” Tanya Kennie


“Kan sudah gue bilang


rahasia” Tukas Jovan masih focus menyetir


Tidak lama kemudian


mobil Jovan berhenti di sebuah restoran mewah, Jovan turun dan langsung


membukakan pintu mobilnya.

__ADS_1


“Pake ini,” Kennie menyerngit


dahinya bingung melihat sapu tangan “Buat Apaan, Jo?” Tanya Kennie


Seketika Jovan menutup


mata Kennie, “Gue jalannya gimana kalau mat ague ditutup” dumel Kennie


“Gue tuntun lo” jawab


Jovan santai


Jovan menuntun Kennie


masuk kedalam restoran disana terdapat banyak tamu yang hadir begitu juga


dengan Dona yang sudah hadir terlebih dahulu. Tanpa Kennie ketahui sebuah perta


ulang tahun megah diadakan direstorant mewah tanpa diketahuinya sama sekali.


Jovan tersenyum lebar saat melihat tamu sudah hadir.


“Jojo mat ague kapan


dibukanya?” Tanya Kennie karena sedari tadi matanya belum dibuka.


“sekarang lo ikutin


arahan gue.” ucap jovan sambil membuka sapu tangan yang menutup mata.


“Dan sekarang mata lo


buka perlahan” lanjut Jovan sambil tersenyum menatap kedepan.


Mata Kennie berbinar


saat melihat sebuah kue ualang tahun merwarna biru tinggi lengkap dengan sebuah


bintang dipucuk kue.


Mata Kennie menelusuri


penjuru ruangan, begitu banyak tamu. Ada senyum tipis terpancar diwajahnya saat


ini. Dona-Ibunya seketika langsung memeluk Kennie erat. Begitu juga sebaliknya.


Tetapi ada sesuatu membuat Kennie menjadi sedih. Mungkin karena Ayahnya. Seandainya Papa ada disini pasti aku bahagia


banget, Ucap Kennie dalam hati.


Kennie menoleh


mendapati Jovan tengah berdiri sambil menatapnya lekat, menampakkan senyum


lebar “Makasih Jojo, gue enggak tahu mesti ngomong apaan selain makasih. Dan


beneran gue lupa kalau hari ini gue ulang tahun”


“Saking lupanya, focus


terus belajar untuk lomba” lanjut Jovan membuat Kennie memukul lengannya.


“Lomba, Kennie ikut


lomba?” Tanya Dona terkejut


“Iya, Tante. Aku juga


bingung kenapa dia bisa ikut. Padahal orangnya paling sering—“


Saat Jovan melanjutkan


perkataannya Kennie menatap tajam lalu menginjak Jovan “Aww, Sakit bego” erang


Jovan


“Sering apa?”


“Hmmm, belajar Tante”


Ucapnya dengan terpaksa karena Kennie sudah menginjaknya terlebih dahulu. Dona


memang tidak pernah tahu kalau Kennie sering tidak masuk kelas.


Hari ini Kennie begitu


senang karena mendapatkan kejutan dari sahabat kecilnya, Jovano Alven. Perta


yang begitu meriah dan megah. Banyak yang tidak mengetahui Jovan adalah anak


dari pengusaha terbesar di Asia Yaitu Jhons Alven. Pengusaha Material dan


memiliki beberapa cabang di Indonesia. Dan mengelolah beberapa Caffe serta


restorant di Asia. Maka tidak heran jika Jovan memberikan Kennie sebuah pesta


ulang tahun termegah.


Jovan dan Kennie


berdansa layaknya sepasang kekasih. Banyak pasang mata yang memperhatikan


mereka. romanticnya, Ucap mereka


sambil memberikan tepukan tangan sangat meriah. Kennie tidak tahu harus berkata


apalagi ‘AJAIB’ satu kata meluncur begitu saja di mulut Kennie saat melihat


ruangan yang begitu luas. Menampung puluhan ribu tamu.


Setelah acara sesi


dansa selesai Kennie menarik tangan Jovan menuju balkon. Mereka berdiri sambil


menatap luar. “Kok lo bisa punya ide, segila ini. pake acara surprise begini.


Pake Dress lagi” Oceh Kennie pada sahabatnya itu.


“Yeah, Bukannya


bersyukur malah mengoceh tidak jelas begini” Tukas Jovan menatap sahabatnya


kesal


“Siapa yang mengoceh,


enggak. Tidak biasa aja gitu. Pake ginian juga”


“Sekali-kali napa, Ken.


Lagian lo itu cantik banget pake Dress”


Kennie berdecih “Biasa


aja kali” Balas Kennie, Jovan langsung menarik hidung Kennie hingga mengerang

__ADS_1


kesal. “Sakit bego”


__ADS_2