
Kennie baru saja
selesai latihan, ia baru saja duduk dengan menegukan sebotol air mineral
dan Coach Ferdy duduk disampingnya. “Latihanmu sudah bagus. Sisa menunggu di turnamen
nanti” Ucap Coach Ferdy. Dengan
senyum sumringah. Kennie mengangguk “Pasti Coach”.
Terdengar suara
deringan ponsel, Kennie menoleh lalu melihat siapa yang menelponnya.
“Hallo” sapa seseorang
yang berada diseberang sana
“Iya, ada apa lo nelpon
gue. ganggu tau” ketus Kennie, hingga seseorang disana terkekeh. Kennie
mendengus sebal.
“Santai Mbanya, nanti
malam kita pergi yuk?” Ajak Jovan
“Pergi kemana
emangnya?” Tanya Kennie
“Hmm, rahasia”
“Kok gitu”
“Ck, Rahasia, yang
jelas lo harus rapi cantik. Dan jangan gaya bar-bar” perintah Jovan membuat.
Yang dapat helaan dari Kennie. “Oke deh, terserah lo”
Kennie menutup telpon
secara sepihak, dan melanjutkan kembali latihannya. Dengan ruangan yang
dipenuhi peralatan tinju, serta pelatihan dari coach-coach ternama Kennie
semakin senang. Disekolah Kennie yang dikenal sosok pendiam, ketus, datar, dan
dingin seperti es ini, tetapi diluar Kennie dikenal sangat humoris, dan humble.
Semua berbanting terbalik disekolahnya. Tetapi banyak siswa juga disekolahnya
menyebutnya dengan BUNGLON.
BUNGLONadalah hewan yang suka berkamuflase,
suka berubah kapan saja dan ditempat dimana saja. Nah, begitulah juga dengan
Kennie. kadang dua sahabatnya tidak tahu. kapan Kennie merasa sedih, senang,
dan kala juga merasa bahagia. Dan itu selalu terjadi, dengan satu waktu.
Kennie yang mendengar
suara tepukan tangan dari seseorang, seketika ia berhenti “Bang Baim” mata
Kennie berbinar saat melihat sesosok lelaku jangkung tengah berdiri sambil
melipat kedua tangannya depan dada. Kennie langsung menghampiri dan memeluknya.
Coach Ferdy yang melihatnya langsung tersenyum lebar. “Kapan datang Bang. Kok
tidak bilang Kennie dulu” Keluhnya, seketika lelaki itu langsung mengacak
rambut Kennie gemas.
“Surprise”
Kennie membuka
membungkus tangan yang berbentuk kepalan tangan itu. lalu pergi bersama Baim
setelah latihan. “Coach Break dulu” Ucap
Kennie dengan suara teriakannya membuat Coach Ferdy hanya bisa menggeleng
kepalanya.
Kennie dan Baim berada
di sebuah Caffe, duduk berhadapan mereka saling bercanda tertawa, Kennie sangat
senang bertemu dengan Baim, yang ia sudah anggap sebagai kakak kandungnya.
Flashback
on
Pertemuan
mereka cukup singkat, saat itu Kennie sedang ingin mendaftar disebuah Club bela
diri, dan saat itu juga Kennie masuk dan
melihat seseorang tengah berlatih dengan samsak yang menggantung. “Boleh juga
tuh?” Ucap Kennie,
Lelaki
bertubuh tinggi, kulit putih itu berhenti lalu menoleh sumringah, “Kalau boleh
kita fight” tawarnya yang langsung diangguki oleh Kennie.
Setelah
Kennie mengganti baju dengan pakaian khususnya. Lengkap dengan sarung tangan
berbentuk kepalan tangan serta penutup kepala sebagai pengaman. Saat ini Kennie
dan lelaki bertubuh putih itu berada di atas ring, mereka berhadapan dengan
wasit yang memandu.
3
2
1
Fight
__ADS_1
Setelah
wasit mengucapkan ‘Fight’ sebuah pukulan melayang hingga hampir saja mengenai
wajah Lelaki itu. ia tertawa sumringah, begitu juga dengan Kennie yang
mendapatkan balasan pukulan. Lelaki itu mengeluarkan jurusnya secara tiba-tiba
membuat Kennie hampir saja kena serangannya.
Dengan
gerakan cepat melayang satu tinjuan hingga lelaki itu jatuh tersungkur. Lelaki
itu bangun dan berkata “Wow, jurusmu keren juga” Kennie hanya berdecih “Itu
belum seberapa. Masih ada yang lebih keren dari ini” Ucap Kennie dengan
bangganya.
Waktu
terus berjalan hingga selesai dengan skor seri, Kennie yang duduk begitu juga
lelaki itu ikut duduk disampingnya.
“Lo
keren, gue Baim”
“Kennie”
balasnya dengan menegukan air mineral yang sudah berada di atas meja sejak
tadi.
Flashback
off
Kennie tertawa saat
mengingat itu, sedangkan Baim hanya terkekeh setalah sekian lama ia tidak
bertemu. Kennie tertawa renyah “Jadi bagaimana nih Bang, Apa sudah tidak jomblo
lagi” ledek Kennie membuat Baim mendengus kesal dengan pertanyaan itu.
“Enak aja katain gue
jomblo. Gue udah punya pacar kali” balasnya
“Seriously”Ucap Kennie kaget,
“Iyalah, Bagaimana
dengan lo sudah punya pacarnya enggak?” tanyanya balik
“Gue males pacaran,
Bang. Dan siapa juga yang mau pacaran sama gue” Tukas Kennie dengan tampang
cemberutnya.
Baim terkekeh saat mendengar jawaban adik kesayangannya itu.
“Masa sih, adek kesayangan gue ini tidak punya pacar,” ledek Baim semakin
membuat Kennie kesal. Ia mengembungkan kedua pipinya. Inilah yang paling Kennie
“Ish, Abang, Ngacoo”
tukas Kennie,
“Eh, tapi harus kenalin
gue sama pacar Abang” Ucap Kennie antusias, Baim hanya megangguk mengiyakan.
Malam ini Kennie tengah
bersiap-siap untuk menemui, tetapi kali ini Kennie mengenakan pakaian tidak
biasanya. Ia mengenakan Dress biru, senada dengan rambut terurai. Sebenarnya
Kennie bingung kenapa juga Jovan menyuruhnya memakai pakaian seformal ini.
benar-benar menyebalkan.
Terdengar suara klakson
yang membuat Kennie melangkah kearah jendela melihat siapa yang datang. Menatap
dari diatas setelah itu Kennie mengambil tas sampirnya. Melangkah menuruni anak
tangga. Dona yang melihat anaknya secantik ini menatap binar.
“Wahh, anak Mama mau
kemana? Cantik banget” Ucap Dona
“Mau pergi, Aku pergi
dulu Mah. Sudah di tungguin didepan sama Jojo” setelah menyalami Dona. Kennie
melangkah menuju pintu utama.
Disana Kennie melihat
Jovan tengah berdiri sambil menyenderkan bokongnya pada pintu mobil. Jovan
tersenyum lebar saat melihat Kennie tengah berdiri, “Cantik” satu kata meluncur
begitu saja. Lalu Kennie kembali melangkah menghampiri Jovan.
Membuka pintu hingga
Kennie masuk lalu disusul dengan Jovan yang masyk dijok kemudi. Mobil melaju
keluar dari gerbang.
“Sebenarnya lo mau bawa
gue kemana sih? pakai pakaian begini segala lagi” Tanya Kennie
“Kan sudah gue bilang
rahasia” Tukas Jovan masih focus menyetir
Tidak lama kemudian
mobil Jovan berhenti di sebuah restoran mewah, Jovan turun dan langsung
membukakan pintu mobilnya.
__ADS_1
“Pake ini,” Kennie menyerngit
dahinya bingung melihat sapu tangan “Buat Apaan, Jo?” Tanya Kennie
Seketika Jovan menutup
mata Kennie, “Gue jalannya gimana kalau mat ague ditutup” dumel Kennie
“Gue tuntun lo” jawab
Jovan santai
Jovan menuntun Kennie
masuk kedalam restoran disana terdapat banyak tamu yang hadir begitu juga
dengan Dona yang sudah hadir terlebih dahulu. Tanpa Kennie ketahui sebuah perta
ulang tahun megah diadakan direstorant mewah tanpa diketahuinya sama sekali.
Jovan tersenyum lebar saat melihat tamu sudah hadir.
“Jojo mat ague kapan
dibukanya?” Tanya Kennie karena sedari tadi matanya belum dibuka.
“sekarang lo ikutin
arahan gue.” ucap jovan sambil membuka sapu tangan yang menutup mata.
“Dan sekarang mata lo
buka perlahan” lanjut Jovan sambil tersenyum menatap kedepan.
Mata Kennie berbinar
saat melihat sebuah kue ualang tahun merwarna biru tinggi lengkap dengan sebuah
bintang dipucuk kue.
Mata Kennie menelusuri
penjuru ruangan, begitu banyak tamu. Ada senyum tipis terpancar diwajahnya saat
ini. Dona-Ibunya seketika langsung memeluk Kennie erat. Begitu juga sebaliknya.
Tetapi ada sesuatu membuat Kennie menjadi sedih. Mungkin karena Ayahnya. Seandainya Papa ada disini pasti aku bahagia
banget, Ucap Kennie dalam hati.
Kennie menoleh
mendapati Jovan tengah berdiri sambil menatapnya lekat, menampakkan senyum
lebar “Makasih Jojo, gue enggak tahu mesti ngomong apaan selain makasih. Dan
beneran gue lupa kalau hari ini gue ulang tahun”
“Saking lupanya, focus
terus belajar untuk lomba” lanjut Jovan membuat Kennie memukul lengannya.
“Lomba, Kennie ikut
lomba?” Tanya Dona terkejut
“Iya, Tante. Aku juga
bingung kenapa dia bisa ikut. Padahal orangnya paling sering—“
Saat Jovan melanjutkan
perkataannya Kennie menatap tajam lalu menginjak Jovan “Aww, Sakit bego” erang
Jovan
“Sering apa?”
“Hmmm, belajar Tante”
Ucapnya dengan terpaksa karena Kennie sudah menginjaknya terlebih dahulu. Dona
memang tidak pernah tahu kalau Kennie sering tidak masuk kelas.
Hari ini Kennie begitu
senang karena mendapatkan kejutan dari sahabat kecilnya, Jovano Alven. Perta
yang begitu meriah dan megah. Banyak yang tidak mengetahui Jovan adalah anak
dari pengusaha terbesar di Asia Yaitu Jhons Alven. Pengusaha Material dan
memiliki beberapa cabang di Indonesia. Dan mengelolah beberapa Caffe serta
restorant di Asia. Maka tidak heran jika Jovan memberikan Kennie sebuah pesta
ulang tahun termegah.
Jovan dan Kennie
berdansa layaknya sepasang kekasih. Banyak pasang mata yang memperhatikan
mereka. romanticnya, Ucap mereka
sambil memberikan tepukan tangan sangat meriah. Kennie tidak tahu harus berkata
apalagi ‘AJAIB’ satu kata meluncur begitu saja di mulut Kennie saat melihat
ruangan yang begitu luas. Menampung puluhan ribu tamu.
Setelah acara sesi
dansa selesai Kennie menarik tangan Jovan menuju balkon. Mereka berdiri sambil
menatap luar. “Kok lo bisa punya ide, segila ini. pake acara surprise begini.
Pake Dress lagi” Oceh Kennie pada sahabatnya itu.
“Yeah, Bukannya
bersyukur malah mengoceh tidak jelas begini” Tukas Jovan menatap sahabatnya
kesal
“Siapa yang mengoceh,
enggak. Tidak biasa aja gitu. Pake ginian juga”
“Sekali-kali napa, Ken.
Lagian lo itu cantik banget pake Dress”
Kennie berdecih “Biasa
aja kali” Balas Kennie, Jovan langsung menarik hidung Kennie hingga mengerang
__ADS_1
kesal. “Sakit bego”