Tengil VS Bunglon

Tengil VS Bunglon
TB 05


__ADS_3

“Sejak—“ Ben mengantung


Ucapannya


“Auh, bawel lo, Ganggu


tau enggak” Kennie beranjak dari bangku lalu menyimpan buku novel ke rak dan


keluar dari perpustakaan. Ben mendengus sebal. “Heh, cewek aneh. Gue bukan


patung. Main pergi begitu saja” Kesal Ben beranjak keluar dari perpustakaan.


Kennie memasuki kelas,


sejak jam pertama ia bolos sekolah, entah karena malas. Atau ia tidak suka yang


namanya belajar. Nova dan Keyla terkejut karena Kennie yang baru saja datang


langsung duduk begitu saja, dan memasang tampang cemberut.


“Kenapa lagi tuh muka,


kusut mulu dari kemarin?” Celetuk Keyla,


“Sapa lagi kalau bukan


cowok tengil yang membuatnya bête” Sahut Nova, memang benar, hari ini Ben


membuat Kennie menjadi kesal.


“Diam lo, males


bahasnya” Ucap Kennie dingin


“Aduh, kumat deh,


Bunglon” Celetuk Nova yang diangguki Keyla


Kedua sahabatnya sudah


mengetahui sifat Kennie yang selalu berubah kapan saja, kadang membuat keduanya


bingung. kapan Kennie merasa bahagia?, kapan Kennie merasa sedih?, kapan Kennie


berubah menjadi garang?


Bahkan Nova dan Keyla


tidak bisa menebak, itulah Nova dan Keyla menyebut Kennie sebagai Bunglon.


Kennie menenggelamkan


kepalanya diatas meja, lalu menumpuhkan dengan kedua tangannya. Ia memilih


tidur dari pada harus meladeni dua sahabatnya yang terus mengoceh. Dan membahas


hal tidak begitu penting baginya.


Seorang guru masuk


kelasnya, Kennie masih tetap dalam tidurnya. Nova dan Keyla terkejut lalu


membangunkannya. “Woii, bangun ada guru BK tuh, masuk. Nanti lo dihukum lagi”


Keyla menepuk pundak Kennie sambil menggoyangkan badannya. Ia tidak kunjung


bangun sementara guru BK baru saja duduk ditempat. Sorot matanya tertuju pada


Kennie yang sedang asik dengan tidur pulasnya.


Bu Joya selaku guru BK


paling killer seantero berdiri menghampiri Kennie. Keyla dan Nova hany bisa


menunduk tidak mampu melihat kemarahan Bu Joya.


“KENNIE AZZURA


MAHENDRA” teriak Bu Joya sehingga Kennie bangun


“Ada apaan sih, Bu.


Ganggu tau” Tukas Kennie yang masih menguap


Semua siswa terkejut


tidak percaya. Karena barusan Kennie melawan guru Killer yang terkenal karena


kegalakannya. Kennie hanya terlihat biasa saja.


“Silahkan kamu ke pergi


ke toilet, cuci mukamu baru masuk” Ucap Bu Joya tegas, Kennie berdiri “Makasih,


Bu. Gue mau lanjut tidur lagi” Ucap Kennie santai. Sedangkan Bu Joya hanya


menggeleng tidak percaya melihat kelakuan muridnya yang satu itu.

__ADS_1


Kennie berjalan


sepanjang koridor bukan menuju toilet melainkan menuju UKS untuk melanjutkan


tidurnya. Membuka knop pintu lalu menuju sebuah brankar. Kennie mulai


merebahkan badannya dan menutup matanya.


Ben yang menyadari ada


seseorang yang tengah berbaring di sebelahnya. Meski  tertutupi kain putih yang menggantung sebagai


penghalang. Ia bangun lalu menarik melihat siapa yang tengah tidur di UKS.


Alangkah terkejutnya Ben saat melihat Kennie tengah tertidur dengan pulasnya.


“Dasar kebo,”


“Kok bisanya ya, cewek


tidur pas jam pelajaran. Memang aneh” Ucap Ben sambil menggeleng kepalanya


menatap Kennie denga intens.


Kennie yang mendengar


ada suara seketika ia mulai membuka mataya dan terlonjak kaget. Ia bangun dari


tidurnya. “Woi, ngapain disini. Wahh pasti gue di apain-apain nih” Umpatnya


“Astaga, jangan zu’uson


lo. Cewek Bunglon kayak lo. Tidak pantes buat gue” Ben berdecih


Kennie melipat kedua


tangannya depat dada dengan tatapan tajam “Sapa juga yang mau jadi pacar lo.


Gue aja males sama cowok tengil kayak lo” balas Kennie tidak kalah sengit.


Bu Joya yang melewati


ruang UKS seketika mendengar suara perdebatan didalam. Dengan rasa penasaran Bu


Joya membuka pintu itu lalu melihat apa yang sedang terjadi.


Ben dan Kennie saat ini


berada didalam ruang yang sunyi, tepatnya di perpustakaan. Bukan untuk membaca


melainkan membersihkan ruangan tersebut. Saat ini mereka tengah menerima


Untuk yang kedua


kalinya Kennie dihukum, “Woii, bantuin angkatkah. Malah tinggal duduk. Enak


banget lo” teriak Kennie mengangkat dos sedang itu.


Ben tetap diam


menyandarkan badannya sambil melipat kedua tangannya depan dada, ia tersenyum


tipis menatap Kennie “Lagian lo yang bolos, kenapa gue jadi ikutan. Elo lah


yang beresin” Ucap Ben santai, menaikkan satu alisnya.


Kennie menggeram kesal


karena sedari tadi Ben hanya duduk sambil membaca buku pelajaran yang tebalnya


ampunan. Ia begitu penasaran memangya Ben sedang belajar apa sih? Tanya Kennie


dalam hati.


“Idih, sok pinter amat


lo. Rajin belajar” sahut Kennie membuat Ben mendongak, ia duduk berhadapan.


“Emang gue pinter,


ganteng lagi”


Kennie memutar bola


matanya malas, kenapa juga ia harus satu ruangan dengan orang yang memiliki


kepedean tingkat akut seperti Ben. “Ganteng dari mana? Dari lobang pipet” Ucap


Kennie memajukan wajahnya pada Ben. dan langsung pergi begitu saja. Ben


menggeram kesal.


“Dasar cewek aneh” Ben


beranjak langsung mengejar Kennie yang sudah menjauh. Kennie cekikikan karena


baru saja ia mengerjai cowok itu. ia bersembunyi dibalik rak. Sebuah tali ia

__ADS_1


bentangkan. Ben yang berlari mencarinya. Seketika.


Brukkkk


Kennie tertawa puas


saat rivalnya terjatuh tersungkur kelantai. Ben mengerang kesakitan memegang


punggungnya. Kennie berdiri dihadapan Ben.


“Itu, pembalasan untuk


cowok tengil kayak lo. Hahaha” setelah mengatakan itu Kennie segera keluar dari


kelas, sambil tertawa puas. Semua siswa yang menatap Kennie ‘Aneh’


Nova dan Keyla berjalan


keluar dari kelas sambil menenteng tas punggung milik Kennie. seketika


berhenti, dari arah jauh ia melihat Kennie sedang ketawa cekikikan. Nova dan


Keyla mengerutkan dahinya bingung, dan menghampirinya.


“Kok lo bahagia benget,


tadi cemberut?” Tanya Keyla


“Gue lagi senang aja,


Biar ****** tuh anak” Jawab Kennie masih dengan tawanya puas mengerjai Ben.


Tadi cemberut? Sekarang


ia tertawa puas? Memang susah ditebak oleh kedua sahabat Kennie. berjalan


mengikutinya dari belakang.



Gerry dan Jovan


menghampiri Ben yang sedang kesakitan pada punggung belakangnya.


“Abis dari mana aja


Bro?” Tanya Gerry, menepuk pundak Ben


“Nahh, itu punggung


kenapa? Di usap-usap begitu?” Tanya Jovan


“Abis dihukum dan


jatuh. Sama cewek super aneh itu” keluh Ben masih meringis kesakitan pada


punggungnya.


Ben berjalan dibantu


oleh Gerry dan Jovan, saat ini ia sedang berada di parkiran. “Bagaimana bawa


motornya, kalau punggung gue sakit begini” Dumel Ben dalam hati.


“Gerry, lo bawa mobil


gue, anter nih bocah pulang, sedangkan gue pake motornya” Usul Jovan yang


diangguki oleh keduanya.


“Emang gue bocah” Tukas


Ben, langsung masuk kedalam mobil dan disusul Gerry yang duduk dimeja kemudi.


“Awas ya lo, cewek


aneh. Akan gue bales lo. Lihat aja nanti” Umpat Ben dalam hati,


“Lo telah mengibarkan


bendera perang” Ucap Ben dalam hati sambil tersenyum sinis. Menatap rivalnya


dari kejauhan yang sedang memasuki mobilnya.


Sepanjang perjalanan


Gerry tertawa lepas, karena tengah mendengar cerita Ben. Ben yang masih


mengumpat karena ia telah dikerjai sama cewek yang tidak pernah dilihatnya sama


sekali. Cewek yang tidak pernah ia temukan tetapi satu sekolah.


“Wah, wah, wah. Parah


banget tuh cewek. Gila juga. sampe lo kesakitan begini. Kalau gue diginiin.


Bisa turun derajat gue sebagai cowok populer seantero” Oceh Gerry masih dengan

__ADS_1


tawanya.


__ADS_2