
“Hah, lo satu Team. Dan
masuk Olimpiade?” Tanya kedua sahabatnya kompak setelah mendengar cerita
Kennie, Nova dan Keyla berada di rumah Kennie tepat mereka berada di taman
sambil menemaninya latihan.
Tepatnya Kennie sedang
memukul samsak yang bergantung di taman belakang rumahnya.
“Kenapa bisa lo masuk
Team Olimpiade? Sedangkan lo itu jarang masuk kelas?” Tanya Nova bertubi-tubi
Kennie hanya
mengendikkan bahunya “Enggak tau, lo Tanya aja sama Pak Rony” jawabnya santai
“Lagian gue juga ogah, satu
Team sama tuh cowok Tengil” Tukas Kennie menghentikan aksinya lalu membuka
sarung tangannya berbentuk tinju.
Kennie menjatuhkan
bokongnya pada kursi putih disebelah Nova, mengelap semua keringat di
pelipisnya. Setelah itu ia mengambil segelas orange jus hingga ia tegukan.
“Tapi bagaimana dengan turnamen lo. Kalau lo ikut Olimpiade?” Tanya Keyla,
hingga Kennie terlonjak kaget dengan suara Keyla yang agak keras itu.
“Bisa diam enggak, jangan
sampai Nyokap gue tau kalau gue ikut turnamen tinju” Ucap Kennie menatap tajam
sahabatnya itu.
“Piss, Ken. Iya enggak
lagi kok” seketika Keyla bergidik ngeri saat melihat Kennie berubah menjadi
seram.
“Mungkin gue besok
tidak masuk sekolah” Ucap Kennie, Nova menautkan alisnya bingung
“Kenapa?” tanyanya
“Ya, karena gue ada
urusan” jawab Kennie
Sebenarnya Kennie tidak
ingin kesekolah besok karena ada jadwal pertandingannya. Makanya ia berlatih.
Nova dan Keyla tidak tahu bahwa Kennie mengikuti serangkaian tinju secara
illegal. Untuk mendapatkan uang tambahan. Nova dan Keyla tahunya Kennie hanya
mengikuti ajang turnamen disalah satu Club tinju yang dimasukinya saat ini.
Bahkan Dona-Ibunya
Kennie tidak tahu sama sekali kalau Kennie mengikuti turnamen tinju. Yang hanya
Dona tahu adalah Kennie sering melakukan olahraga tinju kesukaannya di taman
belakang rumahnya.
“Ken, ke mall yuk.
Jalan-jalan” ajak Keyla yang dibalas gelengan oleh Kennie
“Heh, Key sejak kapan
manusia bunglon satu ini injak mall. Palingan pergi ke toko buku dan pergi
latihan, Pea” sahut Nova sambil menoyor kepala Keyla yang sudah mulai tingkat
kebodohannya.
__ADS_1
Keyla mengusap
kepalanya akibat jitakan dari Nova, “Aw, sakit tau” keluhnya mengerucut
bibirnya.
Ben berada di caffe, ia
sedang membuat coffe moccachino pesanan dari pelanganggannya. Ia masih sibuk
dengan segala peralatan kopi yang berada di bar. Ben tampak begitu sibuk
melayani pelanggan. Hari ini adalah hari weekand,
pantas saja Ben sangat sibuk.
Seorang pramusaji
datang menghampiri Ben dan memberikan Bon nota pesanan dari pelanggan, “Machalatte dan Roti bakar Sandwich” Ben termangu saat melihat Bon
pesanan yang tertulis. “Inikan makanan kesukaannya--, Apa Dia ada disini?”
Tanya Ben pada dirinya sendiri.
Ia seperti mengingat
sesuatu, seseorang yang sangat menyukai Machalatte dan Roti bakar Sandwich. Dengan
gerakan cepat Ben membuat pesanan dari pelanggan tersebut. “Biar gue saja yang
membawakan pesanannya” Ucap Ben tegas yang diangguki oleh karyawannya.
Ben melangkah
menghampiri meja yang berada di pojok. “Ini pesanannya, Mba” Ucap Ben lalu
menaruh pesanan di atas meja. Semua menoleh terkejut begitu juga dengan Ben
ikut terkejut.
“Yailah, ketemunya lo
lagi, lo lagi” Keluh Ben memutar bola matanya malas
sambil bersedekap dada, “Apalagi gue malas banget ketemu sama lo” balas Kennie
Keyla menatap Ben
dengan tatapan genitnya, temannya satu ini tidak bisa sedikit tidak genit saat
melihat cowok ganteng. “Gantengnya” sahut Keyla menatap sambil mengedipkan
matanya.
Nova mengibaskan
tangannya didepan wajah Keyla, “Woi, tuh mata” teriak Nova hingga membuyarkan
lamunan Keyla. “Eh”
“Nah, Ini machalatte
dan Roti bakarnya untuk siapa?” Tanya Ben seketika
“Woi, Ini tuh pesanan
gue” sahut Kennie langsung saja mengambil makanan kesukaannya itu. Ben menatap
tidak percaya. Ternyata itu adalah pesanan dari rivalnya. Ben terdiam sesaat
menatap Kennie tanpa kedip.
Sedangkan Kennie sudah
melahap makanan dihadapannya “Biasa aja dong makannya. Laper apa doyan lo?”
Tanya Nova melihat Kennie
“Dua-duanya Nova
cantik” Ucap Kennie masih dalam menguyah makanannya
Ben berjalan seketika
langkahnya terhenti lalu menoleh melihat Kennie. ia seperti mengingat
__ADS_1
seseorang. Apalagi tentang makanan dan minuman yang dipesan oleh Kennie.
rasanya tidak asing bagi Ben.
Tetapi itu begitu
mustahil, kurasa semua orang suka makanan itu. tetapi ini terasa berbeda. Ben
melangkah kebelakang ia menuju taman. Duduk di bangku putih panjang.
Flashback
On
Dua
orang sepasang sahabat sedang berada di sebuah Caffe yang sering mereka
kunjungi. Berjalan mencari meja yang berada di pojok dekat jendela. Dan itu
adalah salah satu tempat favorite mereka berdua. Karena ia bisa melihat jalan
dan orang berlalu lalang diluar.
“Mba,
aku pesan Machalattenya dan Roti bakarnya isi keju” pesan seorang gadis itu
dengan senyum lebarnya.
“Kamu
pesannya apa?” tanyanya
“Samakan
aja, Nina” jawab Ben dengan seulas senyumnya
Yap,
gadis itu bernama Nina Anandita, adalah sahabat Ben sekaligus orang yang sangat
dicintai oleh Ben. tetapi Ben sudah menyimpan perasaannya itu sejak pertama
mereka bertemu.
Saat
melihat makanan yang baru saja datang di bawa oleh sang pramusaji, Nina
tersenyum saat menatap minuman dan makanan dengan binar. Ben pun tersenyum saat
melihat Nina.
“Kamu
suka banget ya, sama Machallate?” Tanya Ben yang di angguki oleh Nina
“Banget,”
jawab Nina cepat lalu menyeruputnya
Ben
masih menatap Nina begitu lekat, gadis itu sangat cantik hingga menampakkan
lesung pipitnya saat tersenyum.
Flashback
off
Ben tersenyum saat
mengingat masa itu bersama gadis yang dulu mengisi hari-harinya. “Nin, Apa
kabar kamu disana?” tanyanya pada dirinya sendiri. Ben sangat merindukan gadis
tersebut. Hingga sekarang ia tidak tahu dimana keberadaan gadis tersebut. Ia
masih mencarinya sampai sekarang.
Ben sangat berharap
bisa bertemu dengannya, Ben merogoh dompetnya lalu membuka menatap sebuah foto
mereka berdua yang sedang tersenyum lebar dengan gaya khasnya. “Aku kangen sama
__ADS_1
kamu, Nina” Ucapnya seulas senyum menampakkan diwajahnya.