Tengil VS Bunglon

Tengil VS Bunglon
TB 09


__ADS_3

“Hah, lo satu Team. Dan


masuk Olimpiade?” Tanya kedua sahabatnya kompak setelah mendengar cerita


Kennie, Nova dan Keyla berada di rumah Kennie tepat mereka berada di taman


sambil menemaninya latihan.


Tepatnya Kennie sedang


memukul samsak yang bergantung di taman belakang rumahnya.


“Kenapa bisa lo masuk


Team Olimpiade? Sedangkan lo itu jarang masuk kelas?” Tanya Nova bertubi-tubi


Kennie hanya


mengendikkan bahunya “Enggak tau, lo Tanya aja sama Pak Rony” jawabnya santai


“Lagian gue juga ogah, satu


Team sama tuh cowok Tengil” Tukas Kennie menghentikan aksinya lalu membuka


sarung tangannya berbentuk tinju.


Kennie menjatuhkan


bokongnya pada kursi putih disebelah Nova, mengelap semua keringat di


pelipisnya. Setelah itu ia mengambil segelas orange jus hingga ia tegukan.


“Tapi bagaimana dengan turnamen lo. Kalau lo ikut Olimpiade?” Tanya Keyla,


hingga Kennie terlonjak kaget dengan suara Keyla yang agak keras itu.


“Bisa diam enggak, jangan


sampai Nyokap gue tau kalau gue ikut turnamen tinju” Ucap Kennie menatap tajam


sahabatnya itu.


“Piss, Ken. Iya enggak


lagi kok” seketika Keyla bergidik ngeri saat melihat Kennie berubah menjadi


seram.


“Mungkin gue besok


tidak masuk sekolah” Ucap Kennie, Nova menautkan alisnya bingung


“Kenapa?” tanyanya


“Ya, karena gue ada


urusan” jawab Kennie


Sebenarnya Kennie tidak


ingin kesekolah besok karena ada jadwal pertandingannya. Makanya ia berlatih.


Nova dan Keyla tidak tahu bahwa Kennie mengikuti serangkaian tinju secara


illegal. Untuk mendapatkan uang tambahan. Nova dan Keyla tahunya Kennie hanya


mengikuti ajang turnamen disalah satu Club tinju yang dimasukinya saat ini.


Bahkan Dona-Ibunya


Kennie tidak tahu sama sekali kalau Kennie mengikuti turnamen tinju. Yang hanya


Dona tahu adalah Kennie sering melakukan olahraga tinju kesukaannya di taman


belakang rumahnya.


“Ken, ke mall yuk.


Jalan-jalan” ajak Keyla yang dibalas gelengan oleh Kennie


“Heh, Key sejak kapan


manusia bunglon satu ini injak mall. Palingan pergi ke toko buku dan pergi


latihan, Pea” sahut Nova sambil menoyor kepala Keyla yang sudah mulai tingkat


kebodohannya.

__ADS_1


Keyla mengusap


kepalanya akibat jitakan dari Nova, “Aw, sakit tau” keluhnya mengerucut


bibirnya.



Ben berada di caffe, ia


sedang membuat coffe moccachino pesanan dari pelanganggannya. Ia masih sibuk


dengan segala peralatan kopi yang berada di bar. Ben tampak begitu sibuk


melayani pelanggan. Hari ini adalah hari weekand,


pantas saja Ben sangat sibuk.


Seorang pramusaji


datang menghampiri Ben dan memberikan Bon nota pesanan dari pelanggan, “Machalatte dan Roti bakar Sandwich” Ben termangu saat melihat Bon


pesanan yang tertulis. “Inikan makanan kesukaannya--, Apa Dia ada disini?”


Tanya Ben pada dirinya sendiri.


Ia seperti mengingat


sesuatu, seseorang yang sangat menyukai Machalatte dan Roti bakar Sandwich. Dengan


gerakan cepat Ben membuat pesanan dari pelanggan tersebut. “Biar gue saja yang


membawakan pesanannya” Ucap Ben tegas yang diangguki oleh karyawannya.


Ben melangkah


menghampiri meja yang berada di pojok. “Ini pesanannya, Mba” Ucap Ben lalu


menaruh pesanan di atas meja. Semua menoleh terkejut begitu juga dengan Ben


ikut terkejut.


“Yailah, ketemunya lo


lagi, lo lagi” Keluh Ben memutar bola matanya malas


sambil bersedekap dada, “Apalagi gue malas banget ketemu sama lo” balas Kennie


Keyla menatap Ben


dengan tatapan genitnya, temannya satu ini tidak bisa sedikit tidak genit saat


melihat cowok ganteng. “Gantengnya” sahut Keyla menatap sambil mengedipkan


matanya.


Nova mengibaskan


tangannya didepan wajah Keyla, “Woi, tuh mata” teriak Nova hingga membuyarkan


lamunan Keyla. “Eh”


“Nah, Ini machalatte


dan Roti bakarnya untuk siapa?” Tanya Ben seketika


“Woi, Ini tuh pesanan


gue” sahut Kennie langsung saja mengambil makanan kesukaannya itu. Ben menatap


tidak percaya. Ternyata itu adalah pesanan dari rivalnya. Ben terdiam sesaat


menatap Kennie tanpa kedip.


Sedangkan Kennie sudah


melahap makanan dihadapannya “Biasa aja dong makannya. Laper apa doyan lo?”


Tanya Nova melihat Kennie


“Dua-duanya Nova


cantik” Ucap Kennie masih dalam menguyah makanannya


Ben berjalan seketika


langkahnya terhenti lalu menoleh melihat Kennie. ia seperti mengingat

__ADS_1


seseorang. Apalagi tentang makanan dan minuman yang dipesan oleh Kennie.


rasanya tidak asing bagi Ben.


Tetapi itu begitu


mustahil, kurasa semua orang suka makanan itu. tetapi ini terasa berbeda. Ben


melangkah kebelakang ia menuju taman. Duduk di bangku putih panjang.


Flashback


On


Dua


orang sepasang sahabat sedang berada di sebuah Caffe yang sering mereka


kunjungi. Berjalan mencari meja yang berada di pojok dekat jendela. Dan itu


adalah salah satu tempat favorite mereka berdua. Karena ia bisa melihat jalan


dan orang berlalu lalang diluar.


“Mba,


aku pesan Machalattenya dan Roti bakarnya isi keju” pesan seorang gadis itu


dengan senyum lebarnya.


“Kamu


pesannya apa?” tanyanya


“Samakan


aja, Nina” jawab Ben dengan seulas senyumnya


Yap,


gadis itu bernama Nina Anandita, adalah sahabat Ben sekaligus orang yang sangat


dicintai oleh Ben. tetapi Ben sudah menyimpan perasaannya itu sejak pertama


mereka bertemu.


Saat


melihat makanan yang baru saja datang di bawa oleh sang pramusaji, Nina


tersenyum saat menatap minuman dan makanan dengan binar. Ben pun tersenyum saat


melihat Nina.


“Kamu


suka banget ya, sama Machallate?” Tanya Ben yang di angguki oleh Nina


“Banget,”


jawab Nina cepat lalu menyeruputnya


Ben


masih menatap Nina begitu lekat, gadis itu sangat cantik hingga menampakkan


lesung pipitnya saat tersenyum.


Flashback


off


Ben tersenyum saat


mengingat masa itu bersama gadis yang dulu mengisi hari-harinya. “Nin, Apa


kabar kamu disana?” tanyanya pada dirinya sendiri. Ben sangat merindukan gadis


tersebut. Hingga sekarang ia tidak tahu dimana keberadaan gadis tersebut. Ia


masih mencarinya sampai sekarang.


Ben sangat berharap


bisa bertemu dengannya, Ben merogoh dompetnya lalu membuka menatap sebuah foto


mereka berdua yang sedang tersenyum lebar dengan gaya khasnya. “Aku kangen sama

__ADS_1


kamu, Nina” Ucapnya seulas senyum menampakkan diwajahnya.


__ADS_2