Tengil VS Bunglon

Tengil VS Bunglon
TB 33


__ADS_3

Seorang


wanita yang umurnya sekitar dua lima tahunan, tengah duduk menangis


terseduh-seduh. Sambil menggendong seorang balita yang berumur lima belas


bulan. Dona Mahendra, dia adalah merupakan seorang perempuan yang baru saja


ditinggalkan oleh suaminya, Mahendra Gustavo, seorang lelaki yang tidak


bertanggung jawab. Dan mengambil anak sulungnya yang bernama Rose


Andala.seorang anak yang berumuran dua tahun.


Pertikaian


dan pertengkaran yang selalu terjadi diantara keduanya, Hendra meninggalkan Dona


demi perempuan lain, yang merupakan sekretarisnya sendiri di kantornya.


Dan


itu membuat Dona sakit hati, setelah mendapati Hendra berkencan dengan


perempuan itu.


“Kamu


yang sabar ya, Nak. Mama akan merawat kamu tanpa lelaki jahannam itu” ucap Dona


parau


Ia


mengusap kepala Kennie dengan lembut, serta kasih sayang. Hingga Kennie tumbuh


besar. Menjadi seorang gadis cantik.


Kennie terus bercerita,


hingga Ben tidak pernah menyangka dibalik disikapnya yang dingin ternyata ada


sesuatu hal yang disembunyikan selama ini.


“Hingga gue bertemu


Nina dan Rose” ucap Kennie melanjutkan ceritanya


Kennie


yang sedang bermain sepeda di sekitar komplek rumahnya. Tanpa sengaja ia


melihat kedua anak perempuan yang seumuran dengannya, sedang kesusahan


mengambil sesuatu.


Kennie


tersenyum lebar untuk dapat membantu mereka, “Hey, kalian sedang apa? Apa bisa


gue bantu” tawar Kennie yang langsung keduanya menoleh.


“Itu,


kucing gue lagi diatas pohon. Dan gue tidak bisa manjat soalnya gue takut


ketinggian” tunjuk Rose menujukkan seorang kucing yang lalu kesusahan.


“Iya,


Dari tadi kita berada disini tetapi tidak ada orang yang bantuin” oceh Nina,


seperti memohon padanya.


Kennie


memanjat pohon itu dengan lihai, mengambil kucing lalu memberikan pada Nina.


Kennie termenung sedikit bingung bagaimana cara turunnya. Soalnya pohon yang


dipanjatnya lumayan tinggi. Tanpa aba-aba Kennie langsung terjatuh, nyungsep


ketanah. Karena ia terpeleset di batang yang diinjaknya.


Nina


dan Rose sontak tertawa bahak-bahak saat melihat Kennie nyungsep, dengan sigap


Nina mengulurkan tangannya membantu Kennie berdiri membersihkan dirinya.


“Bukannya


bantuin malah ketawain gue. bukannya bilang makasih lagi” Dumel Kennie


Sedari tadi Ben terus


ketawa mendengar cerita Kennie yang jatuh dari pohon, Kennie mendengus kesal. “Bukannya


prihatin, malah ketawain gue” Dumelnya.


“Abis, cerita lo lucu


banget. masa panjat pohon langsung nyungsep ketanah” ucap Ben masih dengan


tawanya. Kennie mendengus menatap sebal.


Bisa-bisanya Ben


menertawainya, Emang nyebelin lo,


pikir Kennie


Selama


empat tahun Kennie bersahabat dengan Nina dan Rose, Kennie mendapat kabar bahwa

__ADS_1


sahabatnya yang satu ini telah mendapatkan tambatan hati. Namun Nina masih


tetap merahasiakan tentang cowok itu.


Setiap


kali Kennie menanyakan tetap saja Nina hanya bilang ‘Ada saatnya lo bertemu


dengannya’ itu kata yang selalu ia ucap. Kennie hanya mengangguk tersenyum


‘Oke, Gue tunggu’ balasnya.


Sampai


akhirnya persahabatan mereka hancur tanpa sebab, Rose yang datang marah-marah


ke Nina. Entah sebab itu, membuat Kennie merasa geram padanya. ternyata Rose


yang Kennie anggap sebagai kakaknya tega menghianati Nina. Dan menuduh Nina


telah menghancurkan perusahaan Ayahnya.


Dan


Nina harus menerima kenyataan bahwa lelaki yang menjalin hubungan dengan Nina


harus bertunangan.


Ben termangu bahwa


sebelum ia bertemu dengan Nina Ayahnya telah menjodohkannya dengan seseorang


yang tidak dikenalnya. Tetapi Ben menolak, ia tidak mau. Ben sudah mengetahui


cerita yang sebenarnya. Bahwa dalang dibalik ini semua adalah Ayah Rose, Mahendra.


“Ia dulu Papa gue


bilang itu, tetapi gue tidak mau.” Jawab Ben kekeuh pada pendiriannya.


Kennie menoleh


tersenyum, “Nina beruntung dapat cowok seperti lo” ucapnya


“Jovan juga lebih


beruntung mempunyai adik secantik lo” puji Ben


Hingga


akhirnya Kennie dan Nina mengalami kecelakaan, mobil mereka menabrak mobil


besar yang berlawanan arah. Kennie tidak sadarkan diri. Hingga kedua matanya


buta permanen. Nina yang mengetahui hal itu. ia tidak bisa membayangkan selama


ini Kennie yang melindunginya dari orang-orang jahat.


Nina


di rumah sakit. hingga pada saat itu Nina ingin mendonorkan matanya pada


sahabatnya itu.


Selama


seminggu Kennie akhirnya bangun dari tidur panjangnya, ia menatap sekeliling


hanya ada Jovan yang sedang tertidur pulas. Dengan mata masih samar-samar,


Kenniie mengerjap lalu ia bangun dari lalu menyandarkan badannya pada brankar.


Dona yang baru saja datang langsung tersenyum haru. Akhirnya gadisnya itu telah


sadar.


Dona


dan Jovan menghampiri Kennie, “Lo sudah sadar? Adik kecil gue capek tau tunggu


lo” oceh Jovan sambil mengusap kepala Kennie dengan lembut.


“Iya,


Abang jelek” jawabnya meledek


Sedari


tadi Kennie tidak melihat keberadaan Nina, ‘Nina lo ada dimana? Apa lo


baik-baik saja?’ Tanya Kennie dalam hati


Jovan


yang menatap kebingungan Kennie seketika bertanya “Adik kecil gue kenapa?


Celingak-celinguk tidak jelas” tanyanya


“Nina


dimana?, Bang Jojo” Tanya Kennie


Jovan


dan Dona terdiam entah harus menjawab apa dari pertanyaan Kennie. “Nina ada kok


dia baik-baik aja” Jawab Jovan bohong, karena ia tahu keadaan Kennie masih


belum pulih.


“Tetapi


gue harus ketemu Nina, dan gue harus tau keadaannya” pinta Kennie ingin sekali


bertemu sahabatnya, karena ia sangat kwatir kepadanya

__ADS_1


“Lebih


baik lo istirahat dulu ya, nanti Bang Jojo temenin” saran Jovan, Kennie hanya


bisa pasrah.


“Baiklah,


Gue istirahat” ucapnya lalu kembali membaringkan badannya.


Jovan


menghela nafas, belum saatnya Kennie tahu yang sebenarnya. Jovan kembali


termenung. Bagaimana reaksi Kennie saat mengetahui bahwa Nina sudah pergi jauh


dan tidak akan kembali lagi.


Dengan


itu Jovan akan memberitahukan Kennie secara pelan-pelan.


Seminggu


setelah Kennie keluar dari rumah sakit, ia tidak pernah lagi melihat Nina yang


selalu datang menganggetkan dirinya bila sedang berdiri dibalkon kamarnya.


Dengan wajah centil Nina.


“Sebenarnya


lo kemana sih, Nin. Gue kangen banget sama lo” ucap Kennie lirih


Kennie


melangkah masuk kedalam, sejenak langkahnya terhenti, melihat kotak kado itu.


karena sedari semalam Kennie tidak pernah melihat kotak kado itu. “Siapa yang


menyimpan kado ini, perasaan gue tidak lagi ulang tahun deh” pikir Kennie


berbicara sendiri.


Dengan


rasa penarasan ia mengambil kotak tersebut lalu duduk dipinggir kasur. Menatap


kado tersebut penasaran.


Perlahan


Kennie membuka kotak itu, Kennie menyerngit dahinya heran. Bukannya ini camera


Nina, dan mengapa juga foto dirinya bersama Nina. Kennie mengambil satu persatu


melihatnya sambil tersenyum. Lalu Kennie mengambil sebuah buku agenda yang


diyakininya adalah buku milik Nina. Dan ia mengambil lagi note.


Dear


Kennie


Gue


yakin lo dapat menjaga Camera dan buku agenda ini dengan baik. Karena gue yakin


lo itu sahabat terbaik gue. Tuhan semesta alam telah memisahkan kita. Gue sudah


berada di planet lain bersama dengan para peri cantik.


Gue


harap setelah nanti lo bertemu dengan lelaki yang bernama Ben Andova Pratama.


Gue yakin lo pasti akan jatuh cinta padanya. karena menurut gue dia adalah


cowok yang ganteng plus keren deh.


Harapan


gue setelah lo bertemu dengannya, gue harap lo berikan Camera dan buku Diary


ini padanya.


Terimakasih


telah menjadi sahabat terbaik gue,


Dari


gue Nina Anandita


Kennie


terkekeh saat membaca note tersebut, tetapi Kennie masih bingung siapa lelaki


yang dimaksud Nina. Kennie akan mencari tahu itu semuanya.


Ben terkekeh, sementara


Kennie menghembuskan nafas gusar, karena sedari tadi Ben hanya tertawa dan


diam. “Makasih ya, lo sudah menjaganya dengan baik” ucap Ben tulus lalu


mengusap kepala Kennie lembut.


“Jadi selama ini gue


mencari orang yang Nina maksud, tahu-tahunya dia adalah Rival gue disekolah.


Sekolah cowok terpede seantero SMA Garuda” ucap Kennie dengan santainya.


“Iyakan, Gue ganteng”

__ADS_1


jawab Ben, Kennie memutar bola matanya malas. 


__ADS_2