
Seorang
wanita yang umurnya sekitar dua lima tahunan, tengah duduk menangis
terseduh-seduh. Sambil menggendong seorang balita yang berumur lima belas
bulan. Dona Mahendra, dia adalah merupakan seorang perempuan yang baru saja
ditinggalkan oleh suaminya, Mahendra Gustavo, seorang lelaki yang tidak
bertanggung jawab. Dan mengambil anak sulungnya yang bernama Rose
Andala.seorang anak yang berumuran dua tahun.
Pertikaian
dan pertengkaran yang selalu terjadi diantara keduanya, Hendra meninggalkan Dona
demi perempuan lain, yang merupakan sekretarisnya sendiri di kantornya.
Dan
itu membuat Dona sakit hati, setelah mendapati Hendra berkencan dengan
perempuan itu.
“Kamu
yang sabar ya, Nak. Mama akan merawat kamu tanpa lelaki jahannam itu” ucap Dona
parau
Ia
mengusap kepala Kennie dengan lembut, serta kasih sayang. Hingga Kennie tumbuh
besar. Menjadi seorang gadis cantik.
Kennie terus bercerita,
hingga Ben tidak pernah menyangka dibalik disikapnya yang dingin ternyata ada
sesuatu hal yang disembunyikan selama ini.
“Hingga gue bertemu
Nina dan Rose” ucap Kennie melanjutkan ceritanya
Kennie
yang sedang bermain sepeda di sekitar komplek rumahnya. Tanpa sengaja ia
melihat kedua anak perempuan yang seumuran dengannya, sedang kesusahan
mengambil sesuatu.
Kennie
tersenyum lebar untuk dapat membantu mereka, “Hey, kalian sedang apa? Apa bisa
gue bantu” tawar Kennie yang langsung keduanya menoleh.
“Itu,
kucing gue lagi diatas pohon. Dan gue tidak bisa manjat soalnya gue takut
ketinggian” tunjuk Rose menujukkan seorang kucing yang lalu kesusahan.
“Iya,
Dari tadi kita berada disini tetapi tidak ada orang yang bantuin” oceh Nina,
seperti memohon padanya.
Kennie
memanjat pohon itu dengan lihai, mengambil kucing lalu memberikan pada Nina.
Kennie termenung sedikit bingung bagaimana cara turunnya. Soalnya pohon yang
dipanjatnya lumayan tinggi. Tanpa aba-aba Kennie langsung terjatuh, nyungsep
ketanah. Karena ia terpeleset di batang yang diinjaknya.
Nina
dan Rose sontak tertawa bahak-bahak saat melihat Kennie nyungsep, dengan sigap
Nina mengulurkan tangannya membantu Kennie berdiri membersihkan dirinya.
“Bukannya
bantuin malah ketawain gue. bukannya bilang makasih lagi” Dumel Kennie
Sedari tadi Ben terus
ketawa mendengar cerita Kennie yang jatuh dari pohon, Kennie mendengus kesal. “Bukannya
prihatin, malah ketawain gue” Dumelnya.
“Abis, cerita lo lucu
banget. masa panjat pohon langsung nyungsep ketanah” ucap Ben masih dengan
tawanya. Kennie mendengus menatap sebal.
Bisa-bisanya Ben
menertawainya, Emang nyebelin lo,
pikir Kennie
Selama
empat tahun Kennie bersahabat dengan Nina dan Rose, Kennie mendapat kabar bahwa
__ADS_1
sahabatnya yang satu ini telah mendapatkan tambatan hati. Namun Nina masih
tetap merahasiakan tentang cowok itu.
Setiap
kali Kennie menanyakan tetap saja Nina hanya bilang ‘Ada saatnya lo bertemu
dengannya’ itu kata yang selalu ia ucap. Kennie hanya mengangguk tersenyum
‘Oke, Gue tunggu’ balasnya.
Sampai
akhirnya persahabatan mereka hancur tanpa sebab, Rose yang datang marah-marah
ke Nina. Entah sebab itu, membuat Kennie merasa geram padanya. ternyata Rose
yang Kennie anggap sebagai kakaknya tega menghianati Nina. Dan menuduh Nina
telah menghancurkan perusahaan Ayahnya.
Dan
Nina harus menerima kenyataan bahwa lelaki yang menjalin hubungan dengan Nina
harus bertunangan.
Ben termangu bahwa
sebelum ia bertemu dengan Nina Ayahnya telah menjodohkannya dengan seseorang
yang tidak dikenalnya. Tetapi Ben menolak, ia tidak mau. Ben sudah mengetahui
cerita yang sebenarnya. Bahwa dalang dibalik ini semua adalah Ayah Rose, Mahendra.
“Ia dulu Papa gue
bilang itu, tetapi gue tidak mau.” Jawab Ben kekeuh pada pendiriannya.
Kennie menoleh
tersenyum, “Nina beruntung dapat cowok seperti lo” ucapnya
“Jovan juga lebih
beruntung mempunyai adik secantik lo” puji Ben
Hingga
akhirnya Kennie dan Nina mengalami kecelakaan, mobil mereka menabrak mobil
besar yang berlawanan arah. Kennie tidak sadarkan diri. Hingga kedua matanya
buta permanen. Nina yang mengetahui hal itu. ia tidak bisa membayangkan selama
ini Kennie yang melindunginya dari orang-orang jahat.
Nina
di rumah sakit. hingga pada saat itu Nina ingin mendonorkan matanya pada
sahabatnya itu.
Selama
seminggu Kennie akhirnya bangun dari tidur panjangnya, ia menatap sekeliling
hanya ada Jovan yang sedang tertidur pulas. Dengan mata masih samar-samar,
Kenniie mengerjap lalu ia bangun dari lalu menyandarkan badannya pada brankar.
Dona yang baru saja datang langsung tersenyum haru. Akhirnya gadisnya itu telah
sadar.
Dona
dan Jovan menghampiri Kennie, “Lo sudah sadar? Adik kecil gue capek tau tunggu
lo” oceh Jovan sambil mengusap kepala Kennie dengan lembut.
“Iya,
Abang jelek” jawabnya meledek
Sedari
tadi Kennie tidak melihat keberadaan Nina, ‘Nina lo ada dimana? Apa lo
baik-baik saja?’ Tanya Kennie dalam hati
Jovan
yang menatap kebingungan Kennie seketika bertanya “Adik kecil gue kenapa?
Celingak-celinguk tidak jelas” tanyanya
“Nina
dimana?, Bang Jojo” Tanya Kennie
Jovan
dan Dona terdiam entah harus menjawab apa dari pertanyaan Kennie. “Nina ada kok
dia baik-baik aja” Jawab Jovan bohong, karena ia tahu keadaan Kennie masih
belum pulih.
“Tetapi
gue harus ketemu Nina, dan gue harus tau keadaannya” pinta Kennie ingin sekali
bertemu sahabatnya, karena ia sangat kwatir kepadanya
__ADS_1
“Lebih
baik lo istirahat dulu ya, nanti Bang Jojo temenin” saran Jovan, Kennie hanya
bisa pasrah.
“Baiklah,
Gue istirahat” ucapnya lalu kembali membaringkan badannya.
Jovan
menghela nafas, belum saatnya Kennie tahu yang sebenarnya. Jovan kembali
termenung. Bagaimana reaksi Kennie saat mengetahui bahwa Nina sudah pergi jauh
dan tidak akan kembali lagi.
Dengan
itu Jovan akan memberitahukan Kennie secara pelan-pelan.
Seminggu
setelah Kennie keluar dari rumah sakit, ia tidak pernah lagi melihat Nina yang
selalu datang menganggetkan dirinya bila sedang berdiri dibalkon kamarnya.
Dengan wajah centil Nina.
“Sebenarnya
lo kemana sih, Nin. Gue kangen banget sama lo” ucap Kennie lirih
Kennie
melangkah masuk kedalam, sejenak langkahnya terhenti, melihat kotak kado itu.
karena sedari semalam Kennie tidak pernah melihat kotak kado itu. “Siapa yang
menyimpan kado ini, perasaan gue tidak lagi ulang tahun deh” pikir Kennie
berbicara sendiri.
Dengan
rasa penarasan ia mengambil kotak tersebut lalu duduk dipinggir kasur. Menatap
kado tersebut penasaran.
Perlahan
Kennie membuka kotak itu, Kennie menyerngit dahinya heran. Bukannya ini camera
Nina, dan mengapa juga foto dirinya bersama Nina. Kennie mengambil satu persatu
melihatnya sambil tersenyum. Lalu Kennie mengambil sebuah buku agenda yang
diyakininya adalah buku milik Nina. Dan ia mengambil lagi note.
Dear
Kennie
Gue
yakin lo dapat menjaga Camera dan buku agenda ini dengan baik. Karena gue yakin
lo itu sahabat terbaik gue. Tuhan semesta alam telah memisahkan kita. Gue sudah
berada di planet lain bersama dengan para peri cantik.
Gue
harap setelah nanti lo bertemu dengan lelaki yang bernama Ben Andova Pratama.
Gue yakin lo pasti akan jatuh cinta padanya. karena menurut gue dia adalah
cowok yang ganteng plus keren deh.
Harapan
gue setelah lo bertemu dengannya, gue harap lo berikan Camera dan buku Diary
ini padanya.
Terimakasih
telah menjadi sahabat terbaik gue,
Dari
gue Nina Anandita
Kennie
terkekeh saat membaca note tersebut, tetapi Kennie masih bingung siapa lelaki
yang dimaksud Nina. Kennie akan mencari tahu itu semuanya.
Ben terkekeh, sementara
Kennie menghembuskan nafas gusar, karena sedari tadi Ben hanya tertawa dan
diam. “Makasih ya, lo sudah menjaganya dengan baik” ucap Ben tulus lalu
mengusap kepala Kennie lembut.
“Jadi selama ini gue
mencari orang yang Nina maksud, tahu-tahunya dia adalah Rival gue disekolah.
Sekolah cowok terpede seantero SMA Garuda” ucap Kennie dengan santainya.
“Iyakan, Gue ganteng”
__ADS_1
jawab Ben, Kennie memutar bola matanya malas.