
Kennie berjalan
memasuki gerbang, ia berjalan sepanjang koridor menuju kelas. Dengan wajah
datar Kennie berjalan dan memperdulikan ocehan dari semua siswa yang menatapnya
horror “Emang gue hantu di tatap begitu” gerutu Kennie dalam hati.
Brukkk
Kennie terjatuh
tersungkur kelantai begitu juga dengan Ben. “Aww” erang Kennie sambil memegang
bokongnya.
Kennie mendongak lalu
menatap siapa yang menabraknya “Ihh, Kenapa lo. Bikin hidup gue sial mulu sih?
pake tabrak lagi. Sakit tau” Kesal Kennie karena pagi ini harus bertemu dengan
Ben.
Kennie mengerang kesal,
“Bunglon, lo kalau jalan lihat-lihat dong. Sakit nih bokong gue” Balas Ben tak
kala sengit.
“Dan justru gue yang
lebih sakit, di rooftop lo bogem gue. sekarang lo tabrak lagi. Sekarang
apalagi. Justru gue yang tambah sial” tambah lagi Ben.
“Idih gitu aja ngeluh.
Dasar cowok tengil.” Setelah mengatakan itu Kennie langsung saja pergi
meninggalkan Ben dengan tatapan aneh.
Ben tersadar bila tidak
ada Kennie disampingnya, “Woi, main pergi begitu saja urusan kita belum
selesai” Teriak Ben tidak teriama. Kennie hanya mengacuhkannya.
Kennie berjalan
masuk menuju kelasnya sambil menampakkan
senyum jahilnya. Setelah meledek Ben di koridor, Nova yang sedang duduk heran
melihat kedatangan Kennie dengan ceringannya.
“Lah, ini bocah
kenapa?” Tanya Nova
“Tidak papa, aneh lo”
Tukas Kennie menaruh tasnya dibelakang bokongnya
“Lo yang aneh baru
nongol pasang muka cengar-cengir. Emang dasar Bunglon” Tukas Nova, Keyla hanya
terkekeh.
“Lah, gue malah diemin”
Ujar Nova saat melihat Kennie sudah asik dengan dunianya sendiri.
“Rasain emang enak”
sahut Keyla meledek, kadang temannya satu ini selalu saja meledeknya.
Guru yang baru saja
masuk, seketika semua siswa berhamburan menuju ke masing-masing tempat. Guru
itu berdiri dan menyimpan bukunya di meja.
“Kumpul tugas sekarang
di meja ibu” Ucap Ibu Joya, dengan serentak semua naik mengumpulkan tugasnya,
tetapi tidak bagi Kennie. ia masih belum beranjak dari bangkunya. sambil
memainkan ponselnya.
Bu Joya melihat salah
satu muridnya tidak naik mengumpulkan bukunya bertanya “Kennie tugas kamu
mana?”
“Enggak ada, Bu” Ucap
Kennie santai
__ADS_1
“Kenapa kamu tidak
kerjakan tugas?” Tanya Bu Joya lagi
“Malas Bu, ribet” Jawab
Kennie masih tetap santai
Semua siswa melongo
tidak percaya, sedangkan Bu Joya menatap Kennie dengan tatapan tajam. Lalu
menghampiri Kennie dan menyuruhnya keluar dari kelas. Dengan menunjuk kearah
pintu keluar.
Kennie beranjak dari
bangkunya sambil membawa buku novel yang sering ia baca. “Kebiasaan lo, tidak
mengerjakan tugas” Oceh Nova
“Bawel lo” jawab Kennie
datar
Baru saja Kennie
melangkah keluar Bu Joya memanggilnya “Kennie, kamu lari sebanyak 20 kali
dilapangan” perintah Bu joya
“Iya, Bu. Kurangin 10
kali aja” Jawab Kennie asal membuat Bu Joya mengerang kesal menghadapi muridnya
yang satu itu. yang baru saja keluar.
Kennie berjalan
sendirian menuju taman tempat biasa menghabiskan waktunya. Ia mengabaikan
hukuman dari Bu Joya. Kennie menjatuhkan bokongnya pada bangku panjang berwarna putih sambil memandangi taman sekolah
yang sangat sejuk indah di pandang.
Kennie menghirup udara
segar, dan menyandarkan badannya pada badan banku panjang berwarna putih itu.
kantin, ia duduk bersama kedua sahabatnya. Ben diam dari tadi, sehingga Gerry menyerngit
dahinya bingung. biasa Ben paling bawel, tidak bisa diam. “Kenapa lo Ben,
biasanya bawel dan tebar pesona pada setiap cewek. Ini malah diam. ada
masalah?” Tanya Gerry
“Tidak ada kok Ger”
jawab Ben seadanya, hari ini ia sangat malas
Ben beranjak dari
bangkunya lalu pergi begitu saja “Lah, main pergi aja” Sahut jovan heran,
melihat Ben bersikap seperti orang tidak bersemangat.
Ben berjalan sepanjang
koridor tanpa sengaja ia melihat Kennie sedang duduk sendirian di taman
belakang sekolah. Langkah Ben terhenti menatap dari kejauhan melihat Kennie
sedang focus pada buku bacaannya. Ben melangkah menghampirinya. Tanpa Kennie
sedari Ben sudah berada berdiri disampingnya sambil bersedekap dada.
“Suasana cukup sejuk
ya, memang bagus untuk membaca buku” Ucap Ben, mengagetkannya, Kennie mendongak
menatap Ben dengan tatapan datarnya. Setelah itu ia kembali focus pada bukunya.
Ben duduk disamping
Kennie sambil melirik buku yang dibaca oleh Kennie. Kennie yang merasa terusik
seketika ia menutup bukunya. Dan pergi begitu saja, Ben menggerutu kesal “Dasar
cewek aneh, ditemenin. Pergi begitu saja. Lagian dia siapa sih dia? gue cowok
populer begini. Main ditinggal saja.” Kesal Ben. Musuh sekaligus rivalnya pergi
begitu saja.
Ben kembali berjalan
sepanjang koridor, dan salah satu siswa datang menghampirinya “Kak Ben di
__ADS_1
panggil sama Pak Rony. Sudah ditunggu diruangannya” Ucapnya memberitahu, Ben
mengangguk mengiyakan.
Ia kembali berjalan
menuju ruangan Pak Rony sesuai arahan yang dikatakan oleh siswa tadi. Ben membuka
knop pintu lalu masuk sambil memberi salam “Silahkan masuk” perintah Pak Rony
yang diangguki Ben dan duduk. Kennie yang baru saja masuk dan duduk disamping
Ben.
Mereka menoleh secara
bersamaan “Lo?” ucapnya bersamaan sambil menunjuk satu sama lainnya. Pak Rony
terkekeh “jadi kalian sudah saling kenal. Berarti tidak jadi masalah” Ucap Pak
Rony dengan senyum smirknya.
“Mungkin kalian heran
mengapa saya memanggil kalian di ruangan ini” Ucap Pak Rony memulai
“Memang ada apa Pak?”
Tanya Ben penasaran
“Kalian harus masuk
dalam compotition olimpiade tahun ini” Ujar Pak Rony membuat keduanya melongo
“Pak kenapa harus saya
Pak, masih banyak yang lain lebih pinter dari saya. lagian saya juga sering
banget bolosnya dari pada belajarnya” jelas Kennie
Memang Kennie jarang
masuk kelas tetapi otaknya tidak kalah tertandingi dengan siswa lainnya. Dan
itu selalu membuat Kennie heran kenapa nilainya selalu bagus. Padahal jarang
berada dikelas.
“Kalau kamu Ben, pasti
ikut dong?” Tanya Pak Rony sumringah Ben hanya menggeleng kepala. “Enggak Pak”
“Kalian harus ikut
karena ini menyangkut nilai Akhir. Dan kalian harus berkerja sama dalam team”
tambah Pak Rony membuat keduanya terbelak kaget.
“hah, satu team” jawab
keduanya serempak
“Ternyata kalian kompak
juga” ujar lagi Pak Rony sambil terkekeh
Setelah itu Ben dan
Kennie keluar dari ruangan Pak Rony, Kennie mengerang kesal kenapa juga ia
harus satu team dengan Ben rivalnya.
“Heh, gue tidak mau
satu Team sama lo” kesal Kennie
“Apalagi gue, malas
banget. Harus bertemu dengan manusia aneh seperti lo”
“Lo ngeledek gue”
“Emang”
Mereka terus berdebat
sepanjang koridor, ada banyak pasang mata yang melihatnya. Ada yang tertawa
karena gemas, ada juga yang merasa iri dan syirik melihat keduanya sedang
beradu.
Nova dan Keyla yang
melihat Ben dan Kennie berjalan berdebat. Menatap melongo. Hingga akhirnya
keduanya berpisah, mungkin sudah lelah karena tidak ada ujungnya. Kennie
mendengus sebal. “Emang dasar cowok ya. Tidak mau mengalah” Ucap Kennie denga
kekesalannya.
__ADS_1