Tengil VS Bunglon

Tengil VS Bunglon
TB 08


__ADS_3

Kennie berjalan


memasuki gerbang, ia berjalan sepanjang koridor menuju kelas. Dengan wajah


datar Kennie berjalan dan memperdulikan ocehan dari semua siswa yang menatapnya


horror “Emang gue hantu di tatap begitu” gerutu Kennie dalam hati.


Brukkk


Kennie terjatuh


tersungkur kelantai begitu juga dengan Ben. “Aww” erang Kennie sambil memegang


bokongnya.


Kennie mendongak lalu


menatap siapa yang menabraknya “Ihh, Kenapa lo. Bikin hidup gue sial mulu sih?


pake tabrak lagi. Sakit tau” Kesal Kennie karena pagi ini harus bertemu dengan


Ben.


Kennie mengerang kesal,


“Bunglon, lo kalau jalan lihat-lihat dong. Sakit nih bokong gue” Balas Ben tak


kala sengit.


“Dan justru gue yang


lebih sakit, di rooftop lo bogem gue. sekarang lo tabrak lagi. Sekarang


apalagi. Justru gue yang tambah sial” tambah lagi Ben.


“Idih gitu aja ngeluh.


Dasar cowok tengil.” Setelah mengatakan itu Kennie langsung saja pergi


meninggalkan Ben dengan tatapan aneh.


Ben tersadar bila tidak


ada Kennie disampingnya, “Woi, main pergi begitu saja urusan kita belum


selesai” Teriak Ben tidak teriama. Kennie hanya mengacuhkannya.


Kennie berjalan


masuk  menuju kelasnya sambil menampakkan


senyum jahilnya. Setelah meledek Ben di koridor, Nova yang sedang duduk heran


melihat kedatangan Kennie dengan ceringannya.


“Lah, ini bocah


kenapa?” Tanya Nova


“Tidak papa, aneh lo”


Tukas Kennie menaruh tasnya dibelakang bokongnya


“Lo yang aneh baru


nongol pasang muka cengar-cengir. Emang dasar Bunglon” Tukas Nova, Keyla hanya


terkekeh.


“Lah, gue malah diemin”


Ujar Nova saat melihat Kennie sudah asik dengan dunianya sendiri.


“Rasain emang enak”


sahut Keyla meledek, kadang temannya satu ini selalu saja meledeknya.


Guru yang baru saja


masuk, seketika semua siswa berhamburan menuju ke masing-masing tempat. Guru


itu berdiri dan menyimpan bukunya di meja.


“Kumpul tugas sekarang


di meja ibu” Ucap Ibu Joya, dengan serentak semua naik mengumpulkan tugasnya,


tetapi tidak bagi Kennie. ia masih belum beranjak dari bangkunya. sambil


memainkan ponselnya.


Bu Joya melihat salah


satu muridnya tidak naik mengumpulkan bukunya bertanya “Kennie tugas kamu


mana?”


“Enggak ada, Bu” Ucap


Kennie santai

__ADS_1


“Kenapa kamu tidak


kerjakan tugas?” Tanya Bu Joya lagi


“Malas Bu, ribet” Jawab


Kennie masih tetap santai


Semua siswa melongo


tidak percaya, sedangkan Bu Joya menatap Kennie dengan tatapan tajam. Lalu


menghampiri Kennie dan menyuruhnya keluar dari kelas. Dengan menunjuk kearah


pintu keluar.


Kennie beranjak dari


bangkunya sambil membawa buku novel yang sering ia baca. “Kebiasaan lo, tidak


mengerjakan tugas” Oceh Nova


“Bawel lo” jawab Kennie


datar


Baru saja Kennie


melangkah keluar Bu Joya memanggilnya “Kennie, kamu lari sebanyak 20 kali


dilapangan” perintah Bu joya


“Iya, Bu. Kurangin 10


kali aja” Jawab Kennie asal membuat Bu Joya mengerang kesal menghadapi muridnya


yang satu itu. yang baru saja keluar.


Kennie berjalan


sendirian menuju taman tempat biasa menghabiskan waktunya. Ia mengabaikan


hukuman dari Bu Joya. Kennie menjatuhkan bokongnya pada bangku panjang berwarna  putih sambil memandangi taman sekolah


yang sangat sejuk indah di pandang.


Kennie menghirup udara


segar, dan menyandarkan badannya pada badan banku panjang berwarna putih itu.



kantin, ia duduk bersama kedua sahabatnya. Ben diam dari tadi, sehingga Gerry menyerngit


dahinya bingung. biasa Ben paling bawel, tidak bisa diam. “Kenapa lo Ben,


biasanya bawel dan tebar pesona pada setiap cewek. Ini malah diam. ada


masalah?” Tanya Gerry


“Tidak ada kok Ger”


jawab Ben seadanya, hari ini ia sangat malas


Ben beranjak dari


bangkunya lalu pergi begitu saja “Lah, main pergi aja” Sahut jovan heran,


melihat Ben bersikap seperti orang tidak bersemangat.


Ben berjalan sepanjang


koridor tanpa sengaja ia melihat Kennie sedang duduk sendirian di taman


belakang sekolah. Langkah Ben terhenti menatap dari kejauhan melihat Kennie


sedang focus pada buku bacaannya. Ben melangkah menghampirinya. Tanpa Kennie


sedari Ben sudah berada berdiri disampingnya sambil bersedekap dada.


“Suasana cukup sejuk


ya, memang bagus untuk membaca buku” Ucap Ben, mengagetkannya, Kennie mendongak


menatap Ben dengan tatapan datarnya. Setelah itu ia kembali focus pada bukunya.


Ben duduk disamping


Kennie sambil melirik buku yang dibaca oleh Kennie. Kennie yang merasa terusik


seketika ia menutup bukunya. Dan pergi begitu saja, Ben menggerutu kesal “Dasar


cewek aneh, ditemenin. Pergi begitu saja. Lagian dia siapa sih dia? gue cowok


populer begini. Main ditinggal saja.” Kesal Ben. Musuh sekaligus rivalnya pergi


begitu saja.


Ben kembali berjalan


sepanjang koridor, dan salah satu siswa datang menghampirinya “Kak Ben di

__ADS_1


panggil sama Pak Rony. Sudah ditunggu diruangannya” Ucapnya memberitahu, Ben


mengangguk mengiyakan.


Ia kembali berjalan


menuju ruangan Pak Rony sesuai arahan yang dikatakan oleh siswa tadi. Ben membuka


knop pintu lalu masuk sambil memberi salam “Silahkan masuk” perintah Pak Rony


yang diangguki Ben dan duduk. Kennie yang baru saja masuk dan duduk disamping


Ben.


Mereka menoleh secara


bersamaan “Lo?” ucapnya bersamaan sambil menunjuk satu sama lainnya. Pak Rony


terkekeh “jadi kalian sudah saling kenal. Berarti tidak jadi masalah” Ucap Pak


Rony dengan senyum smirknya.


“Mungkin kalian heran


mengapa saya memanggil kalian di ruangan ini” Ucap Pak Rony memulai


“Memang ada apa Pak?”


Tanya Ben penasaran


“Kalian harus masuk


dalam compotition olimpiade tahun ini” Ujar Pak Rony membuat keduanya melongo


“Pak kenapa harus saya


Pak, masih banyak yang lain lebih pinter dari saya. lagian saya juga sering


banget bolosnya dari pada belajarnya” jelas Kennie


Memang Kennie jarang


masuk kelas tetapi otaknya tidak kalah tertandingi dengan siswa lainnya. Dan


itu selalu membuat Kennie heran kenapa nilainya selalu bagus. Padahal jarang


berada dikelas.


“Kalau kamu Ben, pasti


ikut dong?” Tanya Pak Rony sumringah Ben hanya menggeleng kepala. “Enggak Pak”


“Kalian harus ikut


karena ini menyangkut nilai Akhir. Dan kalian harus berkerja sama dalam team”


tambah Pak Rony membuat keduanya terbelak kaget.


“hah, satu team” jawab


keduanya serempak


“Ternyata kalian kompak


juga” ujar lagi Pak Rony sambil terkekeh


Setelah itu Ben dan


Kennie keluar dari ruangan Pak Rony, Kennie mengerang kesal kenapa juga ia


harus satu team dengan Ben rivalnya.


“Heh, gue tidak mau


satu Team sama lo” kesal Kennie


“Apalagi gue, malas


banget. Harus bertemu dengan manusia aneh seperti lo”


“Lo ngeledek gue”


“Emang”


Mereka terus berdebat


sepanjang koridor, ada banyak pasang mata yang melihatnya. Ada yang tertawa


karena gemas, ada juga yang merasa iri dan syirik melihat keduanya sedang


beradu.


Nova dan Keyla yang


melihat Ben dan Kennie berjalan berdebat. Menatap melongo. Hingga akhirnya


keduanya berpisah, mungkin sudah lelah karena tidak ada ujungnya. Kennie


mendengus sebal. “Emang dasar cowok ya. Tidak mau mengalah” Ucap Kennie denga


kekesalannya.

__ADS_1


__ADS_2