Tengil VS Bunglon

Tengil VS Bunglon
TB 02


__ADS_3

 


 


Bell bordering keras,


semua siswa berhamburan keluar dari kelas masing-masing. Kennie yang baru saja


keluar dari perpustakaan. Sambil memegang punggung belakangnya yang masih sakit


akibat tabrakan tadi. Nova dan Keyla yang melihat Kennie dari kejauhan langsung


menghampirinya. Nova yang melihat Kennie yang kesakitan merasa kwatir dengan


sahabatnya itu. begitu juga dengan keyla yang memperhatikan Kennie memegang


bokong belakangnya.


“Kenapa lo kayak


kesakitan begitu? Emangnya lo habis ngapain?” Tanya Nova kwatir sambil


menenteng tas punggung Kennie.


“Gue habis ditabrak


orang” Jawab Kennie mengeluh kesakitan


“Ditabrak orang? Emang


siapa yang nabrak lo?” Tanya Keyla sambil membantu Kennie berjalan menuju


parkiran. Disana terdapat sebuah mobil terparkir. Yaitu mobil milik Kennie.


“Biar gue yang nyetir,


karena lo masih kesakitan” Ucap Keyla, Kennie merogoh disakunya mengambil


sebuah kunci mobil lalu memberikan pada Keyla. Nova menuntun Kennie masuk


kemobil setelah itu Keyla menuju kemudi, sedangkan Nova duduk kursi penumpang.


Mobil Jazz berwarna biru


itu keluar dari pintu gerbang, dengan kecepatan sedang. Kennie masih


menampakkan muka merah padam bila mengingat kejadian dikoridor. Dengan kedua


tangan dikepalnya.


“Itu muka, kenapa kusut


begitu sih? cerita sama kita napa. Apa yang terjadi sama lo. Sampai pinggang


kesakitan begini” Tanya Nova bertubi-tubi, hingga Kennie mendengus sebal.


“Bisa tidak tanyanya


satu-satu” ketus Kennie pada Nova,


“Biasa aja dong, ketus


mulu” Nova mencibir


Sepanjang perjalanan


Kennie menceritakan kejadian yang terjadi pada dirinya. Selama ia bersekolah di


SMK High School Nasional. Ia belum pernah bertemu dengan lelaki songong dan


ketengilannya ketulungan. Nova dan Keyla yang mendengar cerita Kennie tertawa


pecah.


“Cowok Tengil? Hahaha


pasti ganteng tuh orangnya kenalin dong” Ucap Novi, Kennie hanya berdecih tidak


suka.


“Malas amat gue,


apalagi ketemu sama dia” Ucap Kennie masih dalam kekesalannya


Mobil terparkir tepat


depan rumah Nova, “Makasih ya, sampai ketemu besok. Bye” Pamit Nova keluar dari


kursi penumpang sambil melambaikan tangan kearah Kennie dan Keyla.


Mobil kembali melaju,


diperjalan Kennie masih diam dan masih merasakan sakit pada pinggangnya.


“Gegara cowok tengil


itu, pinggang gue jadi sakit begini” Gumam Kennie, Keyla yang menoleh sekilas

__ADS_1


menatap Iba pada sahabatnya itu.


Mereka sampai di


perumahan elit, mobil itu masuk gerbang setelah dibukakan pintu oleh satpam.


Keyla yang turun duluan dari kemudi lalu membukakan pintu untuk  Kennie dan menuntunnya berjalan masuk.


Dari arah jauh


Dona-Mamanya Kennie yang melihat anaknya sedang dituntun oleh Keyla. Dona


kwatir dan langsung membantu Kennie untuk duduk di single sofa.


“Masya Allah Kennie,


emang kamu abis ngapain nak. Kok bisa begini?” Tanya Dona heboh.


“Hmm, Tante Kennie abis


jatuh” Jawab Keyla membuat Dona semakin heboh dan semakin kwatir sama anaknya.


“What, sekarang Mama telpon Dokter takut terjadi seuatu sama kamu”


Ucap Dona heboh dan menelpon Dokter.


Kennie mengusap wajah


gusar, sedangkan Keyla hanya diam dan duduk disampingnya.


“Ken, gue balik dulu


ya” Pamit Keyla, yang diangguki Kennie.



Kennie merebahkan


badannya sambil meringis kesakitan. Hari yang begitu menyebalkan harus bertemu


dengan cowok tengil itu menurut Kennie. badannya masih remuk. Setiap pergerakan


ia meringis. “Awas aja kalau ketemu lagi, gue akan beri perhitungan padanya”


Ucap Kennie menaruh dendam pada lelaki yang menbraknya. Dona yang masuk kekamar


Kennie tanpa mengetuk pintu, “Bagaimana keadaan kamu, Nak?” Tanya Dona.


“Mama, lihat saja.


Sakit banget” Rengek Kennie yang dibalas gelengan oleh Dona, Kennie memang


“Mah, Papa kapan pulang


sih?” Tanya Kennie, Dona terdiam entah ia harus jawab apa pada Kennie. “Mah,


kok diem sih?” Tanya Kennie yang tidak mendapatkan jawaban dari Dona.


“Papa kamu pasti


pulang, tunggu saja ya” Ucap Dona, sambil tersenyum miris. Kennie hanya bisa


menunduk lesu.


Dona berdiri keluar


kamar Kennie, ia mengusap dadanya terasa sesak. Setiap kali Kennie menanyakan


tentang ayahnya.


Kennie hanya bisa


menunduk setiap kali menanyakan tentang ayahnya pada Dona. Dan selalu


mendapatkan jawaban yang sama. Menghembuskan nafas berat.


Papa ada dimana kenapa


belum pulang?


Tanyanya pada dirinya


sendiri, sambil menatap langit kamar yang sama sekali tidak ada hiasan. Kennie


merebahkan badannya ia lalu menarik selimutnya dan memejamkan matanya.


Pagi ini Kennie sudah


bersiap untuk berangkat sekolah, ia berlari kecil sambil menuruni anak tangga.


Melihat Dona sedang mempersiapkan sarapan bersama pembantunya.


Kennie duduk dengan


wajah sumringah, ia langsung menuangkan segelas susu putih dan menegukan hingga


setengah, dan mengambil selembar roti. Dona menatap heran pada anak semata

__ADS_1


wayangnya.


“Bagaimana keadaan


kamu, Nak?” Tanya Dona


“Sudah baikan Mah”


Jawab Kennie masih mengunyah makanannya, Dona hanya mengangguk mendengarkan


jawaban dari anaknya.


Selesai sarapan Kennie


bergegas berangkat, ia beranjak lalu menciumi punggung tangan Dona lalu berjalan


kecil keluar menuju mobilnya. Kennie masuk di jok kemudi. Mobil melaju dengan


kecepatan sedang. Dan Kennie harus menjemput kedua sahabatnya yang selalu


menunggu di halte.


Ia membuka kaca lalu


tersenyum, Nova dan Keyla langsung saja masuk. Mobil yang dikendarainya kembali


melaju. Kennie yang baru saja melajukan mobilnya kini berhenti mendadak ketika


ada sebuah motor sport melaju dengan kecepatan tinggi. Nova dan Keyla seketika


terhuyung kebelakang.


“Hati-hati dong” Pekik


Keyla sambil mengusap jidatnya yang terbentur di dasbor


“Bukan gue, itu motor


bikin gue kaget” Balas Kennie geram


“Lagian sapa sih dia?


Main kebut-kebutan aja dijalan” Sahut Nova ikut geram


“Mane ketehe, Mana


kutahu tempe” Ucap Keyla dengan santainya membuat Kennie dan Nova menggeleng


kepala karena kelakuan sahabatnya yang mulai konyol.


Kennie kembali


melajukan mobilnya yang sempat terhenti. Lima menit kemudian mobil Kennie


memasuki gerbang lalu memarkirkan mobilnya.


Ketiga sahabat itu


keluar sambil menenteng tas punggungnya, berjalan beriringan. Langkah Kennie


terhenti saat melihat motor sport terparkir motor, motor berwarna merah itu.


“Nah, bukannya ini


motor yang hampir tabrak gue” Pikir Kennie masih mengamati


“Bener nih”


Langkah Nova terhenti


ketika menyadari tidak ada Kennie disampingnya yang diikuti Keyla.


Nova menoleh mendapati


Kennie masih berdiri tepat pada motor sport yang terparkir “Ken, lo ngapain


berdiri disitu. Ayokk” Teriak Nova yang diangguki oleh Kennie.


Kennie berjalan menuju


kelas, ia masih memikirkan siapa yang telah hampir menabraknya pagi ini. Nova


dan Keyla saling pandang, “Woii, lo kenapa? Kok gelisah begitu?” Tanya Keyla.


Kennie melipat kedua


tangannya depan dada “Ternyata motor yang hampir menabrak kita tadi, dia


sekolah disini juga” Jawab Kennie, Nova dan Keyla melongo “Serius lo” Tanya


Nova memastikan


“Iyalah, gue serius”


“Terus”


“Gue mau cari siapa dia

__ADS_1


Dan mengajaknya balapan” Ucap Kennie sambil menaikkan satu alisnya.


__ADS_2