Tengil VS Bunglon

Tengil VS Bunglon
TB 23


__ADS_3

Kennie


terdiam menatap makam sahabatnya, ia masih tidak percaya bahwa sahabatnya pergi


begitu cepat. Jovan memberikan sebuah surat berwarna biru laut. “Ini Apa?”


tanyanya


“Baca


aja, mungkin lo akan tahu semuanya disitu” ucapnya Jovan menatap Kennie sendu.


Lalu membuka sebuah amplop berwarna merah bergambar. Kennie membaca dengan


seksama. Ia mulai membaca, tanpa ia sadari air bening jatuh begitu saja.


Setelah itu Kennie kembali menatap makam tersebut. “Terimakasih sahabat,”


ucapnya dengan lirih


“Jadi


mata ini Nina yang memdonorkan?” tanyanya yang diangguki oleh Jovan


“Kita


balik sekarang” ucap Kennie datar


Jovan


membiarkan Kennie duduk dengan tatapan datar, ada raut wajah kesedihan ia


rasakan saai ini. Kennie berdiri lalu pergi meninggalkan makam tersebut. Jovan


bisa merasakan keadaan Kennie. saat menatap mata itu, seolah menjadi kenangan


tentang adiknya tersebut.


“Gue


akan menjaga lo dengan sepenuh hati gue. karena gue sudah anggap lo seperti


adik gue sendiri, Ken” ucap Jovan dalam hati sambil sesekali menoleh lalu


kembali focus menatap jalan yang dipenuhi oleh kendaraan.


Kennie


masih terdiam, “Gue antar lo pulang” ucapnya yang diangguki Kennie


“Jadi itu cerita


lengkapnya,” ucap Kennie mengakhiri


Ben masih terdiam


terpaku lalu kembali menatap mata itu. mata yang dia rindukan selama ini.


adalah sebagian milik Nina.


“Boleh gue peluk lo,


sebentar saja” pinta Ben membuat Kennie terkejut


“Bo-boleh” jawabnya


gagap


Ben langsung saja


memeluk Kennie, Hingga membuatnya merasa keanehan dalam dirinya. Entah itu apa?


Kennie tidak tahu. tetapi ia sudah menyampaikan pesan dari sahabatnya itu.


hingga membuatnya merasa lega.


Cowok yang menyebalkan


itu membuatnya terpaku. Ben melepaskan pelukan itu, lalu menatap mata indah


Kennie. ada senyum menawan. Mata indah itu sudah melekat pada gadis tomboy itu.


“Makasih rasa rindu gue


sudah terobati” ucapnya, Kennie mengangguk mengiyakan


“Aduh, enak banget ya,

__ADS_1


dipeluk mau dong” ledek Gerry berdiri dibelakang mereka. seketika keduanya


menoleh.


“Sinis amat tampangnya,


kompak lagi” lanjutnya sambil terkekeh


“Heh, somplak ganggu


aja lo” balas Ben


Jovan baru saja datang


langsung menyerngit dahinya bingung. “Ternyata sahabat kita yang satu ini lagi


kasmaran cuy” ucap Gerry


Jovan hanya tersenyum


tipis menanggapinya, “Gue cabut dulu” ucap Kennie lalu pergi meninggalkan


keduanya.


Suasana kantin cukup


ramai, Kennie, Nova, dan Keyla sedang berada ditempat ramai itu. sebenarnya ini


bukan kemauan Kennie berada ditempat ramai seperti ini. tetapi kedua sahabatnya


yang memaksanya untuk makan. Karena ia tahu Kennie tidak akan menginjakkan


kakinya dikantin bila tidak dipaksa.


Kennie mendengus sebal


sedari tadi ia menunggu Keyla sedang memesan makanan. Ia memainkan ponselnya.


Terlintas dibenaknya tentang kejadian tadi pagi. Mengapa juga ia harus memiliki


rasa yang entah sejak kapan itu muncul begitu saja. Nova yang melihat Kennie


sedang gelisah.


“Woi, kenapa dari tadi


melamun mulu?” Tanya Nova


mengendikkan bahu, Keyla datang dengan membawa tiga mangkuk mie ayam. Seketika


Kennie langsung mengambil dan melahapnya. Nova dan Keyla menatap terkejut.


“Woi, santai dong.


Pelan-pelan makannya, nanti keselek lo” Oceh Nova,


Ben, Jovan, dan Gerry


memasuki kantin, Ben menebar senyum kesemua siswi. Mata Ben berhenti, tepat


saat Kennie sedang makan. Nova yang mendongak langsung saja memukul bahu


Kennie. “Ada Ben yang tatap lo”


UHUKKK


“Ini minum dulu,


makanya kalau makan pelan-pelan” dumel Keyla


“Baru gue bilang” Oceh


Nova lagi


Ben datang menghampiri


lalu duduk disamping Kennie, muka yang penuh dengan kotoran makanan sehingga


Ben tersenyum lebar lalu membersihkan mulut Kennie dengan lembut.


Kennie terpaku,


sedangkan Ben menampakkan wajah cengiran. “Kalau makan jangan blepotan” oceh


Ben yang tidak diindakkan oleh Kennie. dan mereka menjadi pusat perhatian.


Ahh

__ADS_1


so sweet banget siihh


Aku


juga mau


Kenapa


juga cewek yang tidak pernah nongol itu disukai Ben, huffhh


Babang


Ben, Aku aja


Begitulah tanggapan


siswi lainnya, Ben dan Kennie menjadi pusat perhatian dari cowok populer, makan


Kennie beranjak dan pergi begitu saja. Meninggalkan kedua sahabatnya serta Ben.


Kennie merasa risih karena menjadi pusat perhatian.


Saat ini Kennie berada


di rooftop, ia membuka seragamnya menampakkan baju kaos putih. Seragam ia


lembar kearah sofa. Lalu memasang kain berwarna putih. Kennie memukul samsak


kuat. Setelah beberapa kali memukul samsak. Kennie duduk menyandarkan badannya


pada sofa kumuh. Sejenak ia memikirkan kejadian dikantin, Ben membuat pikiran


kacau.


Seulas senyum saat


mengingatnya, Apakah dirinya sedang jatuh cinta pada cowok tengil itu. Ahh, ini


adalah hal paling konyol. Kenapa juga harus cowok tengil itu sih. pikirnya.


Kennie masih bingung


dengan perasaan sendiri. Cowok tengil itu merupakan rivalnya disekolah.


Terlebih lagi ia pernah menjalin kasih dengan sahabatnya. Ia mengusap wajahnya


gusar.


“Tidak usah diucek juga


kali wajahnya, nanti lecek lo” ucap seseorang membuat Kennie menoleh melihat


siapa yang menghampirinya


“Ben?” gumamnya


Ben menampakkan wajah


cengirannya saat duduk disamping Kennie. Ben melihat wajah Kennie yang


berkeringat “Pantesan aja berkeringat. Abis pukul samsak ya” ucap Ben selembut


mungkin.


Kennie masih bingung


dengan Ben padanya, Ben mengusap wajahnya yang basah. “Ada apa dengan Elo sih,


Tengil?” Tanya Kennie dalam hati, ia masih tidak menanggapi ucapan Ben.


“Jangan diliatin, entar


jatuh cinta lagi” ucap Ben dengan pede tingkat akut,


“Gue bisa sendiri”


tukas Kennie


“Ini diminum dulu,


pasti capekkan” Ben menyodorkan sebotol air mineral, Kennie terdiam. “Di ambil


kenapa diam aja?” Tanya Ben lagi


Kennie mengambil lalu


meminumnya hingga tandas, Ben melongo “Lo haus banget ya” gumam Ben.

__ADS_1


“Makasih ya” ucap


Kennie tersenyum


__ADS_2