Tentang Saga

Tentang Saga
#10 . Mendadak Dijemput


__ADS_3

mobil yang di kendarai oleh Ayah Budi pun telah sampai di pekarangan rumahnya setelah memarkirkan kendaraannya merekapun keluar dari mobil dan bergegas masuk ke dalam rumah, Rasty yang masih merajuk berjalan lebih dahulu dan langsung menuju kamar


Direbahkanya tubuh ramping itu ke atas kasur empuknya dilemparnya tas dan sepatunya kesembarang arah sebagai cara untuk meluapkan kekesalannya


Sementara di dapur Ayah dan Bunda sedang berbincang


" Rasty kenapa lagi tuh Yah?"


" biasa merajuk minta diizinkan bawa kendaraan sendiri buat sekolah "


"terus ?"


" ya Ayah nggak izinkan lah Bund, kecuali dengan orang yang benar - benar bisa dipercaya buat menjaga dia Bund, kan Bunda tahu sendiri alasanya apa "


" iya Bunda tahu Yah tapi kadang Bunda juga kasian dengan Rasty lagi pula dia kan udah dewasa , sebentar lagi juga lulus SMA tak ada salahnya kita memberikan dia kepercayaan Yah biar dia bisa bertanggung jawab untuk dirinya sendiri "


" tapi Ayah belum bisa melakukan itu Bund, tahu sendiri kan sekarang zamannya itu udah semakin keras tingkat kejahatan dan kriminal semakin menggila, Ayah cuma berusaha melakukan yang terbaik untuk putri kita "


Bunda Riyanti pun akhirnya mengalah pasti tidak akan menang jika harus beradu argumen dengan suaminya yang memang keras dan berpendirian kuat itu


" ya.. terserah Ayah sajalah , sekarang bunda mau membujuk Rasty untuk makan malam dulu "


Bunda Riyanti pun melenggang menaiki tangga untuk menuju kamar anak gadisnya


Tok.. tok..


" sayang, makan dulu yuk "


tak ada suara sahutan dari dalam kamar


" bunda masuk ya ?"


tetap tak ada sahutan hingga bunda pun membuka pintu yang tak dikunci dan mendapati Rasty sedang tertidur masih dengan seragam nya dan juga sepatu.dan tas yang tergeletak sembarang tempat.


" masyaallah.. Kok tidur bahkan belum berganti pakaian begini "


" sayang... nak bangun mandi dulu ini udah malam loh "


" bangun dulu sayang "


Bunda tampak menggoyangkan tubuh ramping itu dan kini tampak menggeliat


" Bunda,.."


" iya Ayo buruan mandi itu Bunda udah siapkan air hangat di kamar mandi "


" hoammm "


Rasty pun menguap dan segera turun dari ranjang nya menuju kamar mandi


" Bunda tunggu di bawah ya kita makan malam "


" iya bund "


Setelah 15 menit Rasty pun telah selesai dengan perkara mandinya kini sudah berganti dengan baju rumahan dan segera turun untuk makan malam bersama kedua orangtuanya


" lama banget sih anak gadis Ayah nih, perut Ayah udah dangdutan nih minta diisi "


" ya Maaf Yah, Bund "


" ya udah sekarang kita makan yuk, Bunda udah buatin capcay kesukaan kamu dan juga Ayam kecap , tuh ada juga brokoli tepung crispy "

__ADS_1


" Bunda memang the best mother "


ucapnya sambil mengacungkan 2 jempol nya


Mereka pun menikmati makan malam dengan lahapnya


"Hemmm.. itu temen kamu yang pernah anterin itu apa kabarnya kok nggak pernah kesini lagi ?"


tanya Ayah disela - sela acara makan mereka


" maksud Ayah Saga ?"


" nah itu Saga, kenapa dia nggak pernah mampir lagi ?"


" dia kan sibuk Yah selain sekolah dia juga harus menjalankan perusahaan peninggalan Papa nya jadi mana sempat dia main main nggak jelas gitu "


" Wah... hebat ya tuh anak Bunda jadi penasaran pingin kenal seperti apa sih Saga itu, kok dia bisa masih sekolah tapi sambil menjalankan perusahaan "


" lusa kan malam minggu apa dia juga masih ngurusin pekerjaan ? kalau iya kasian juga dhonk dia tidak bisa menikmati masa mudanya "


" enggak tahu juga sih Yah "


" katanya satu kelas memangnya tidak pernah saling bertukar cerita gitu ?"


" hadeew.. Bunda dan Ayah tuh nggak tahu kalau di sekolah Saga itu anaknya udah kayak kulkas dua pintu dingin, ketus, dan flat udah kayak tembok itu "


" oh ya, tapi yang Ayah lihat tidak seperti itu waktu antar kamu itu, cuma memang sih seperti nya anaknya Tegas "


" Ayah sih nggak tahu kalau dia di sekolah "


Mereka pun menyudahi makan malamnya Rasty langsung naik ke kamarnya lagi bermaksud menyelesaikan tugas sekolahnya


" astaga kemarin kan ada tugas kelompok mata pelajaran Biologi dari bu Anes kayaknya aku kan satu kelompok sama Saga, dan Alvin kok bisa lupa sih padahal hari senin harus dikumpulkan "


Rasty tampak membuka buku pelajarannya dan membaca catatan tugas tersebut


Rasty pun segera meraih hand phone nya dan tampak menscroll nama kontak Saga kemudian mengadakan panggilan setelah menunggu beberapa saat Panggilan pun dijawab


" Assalamualaikum,.. Saga "


"(...............)"


" Ga kita ada tugas kelompok Biologi loh dari Bu Anes dan kelompok kita kan Aku, Alvin dan kamu , dan itu tugas hari senin harus sudah di kumpulin loh "


"(............ )"


" Ya masalahnya kita belum dapat bahan untuk tugas itu , gimana dhonk "


" (............)"


" Gimana ya ? kalau kamu besok nggak sibuk kita kerjain sepulang sekolah saja gimana ?"


"(............)"


" oh gitu, ya.. ya udah ok kalau gitu, ntar kamu kabarin Alvin ya "


Rasty pun segera menyelesaikan tugas sekolahnya dan segera mempersiapkan diri untuk tidur.


🍁🍁🍁


Pagi yang cerah menyapa dengan ramahnya sinar mentari masih tampak hangat memeluk pagi yang belum sepenuhnya bangun. Rasty menggeliat kan tubuhnya dan matanya mengerjap saat terdengar bunyi alarm dari jam walker di sisi nakas.

__ADS_1


" Hoammm.. udah pagi aja perasaan baru juga tidur "


Gerutunya sambil menuruni ranjang dan segera berlari ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan bersiap ke sekolah. Setelah 20 menit Rasty tampak sudah siap dengan seragam sekolahnya dan berjalan dengan lincah menuju meja makan.


" selamat pagi.. Ayah , Bunda "


ucapnya sambil menarik kursi disebelah Bunda Rasty pun segera mengambil nasi goreng dalam piring nya dan segera memulai menyantap sarapannya.


Datanglah Bik Sumi memberitahu jika diluar ada teman Rasty yang menjemputnya


" Maaf mbak Rasty itu temen ya udah nunggu di depan matanya mau bareng kesekolah "


" temen ? siapa ya Bik ?"


" kurang tahu mbak cowok, ganteng banget mirip seperti artis Korea yang di TV itu "


" udah, temui dulu ajak sekalian sarapan "


Ayah tampak memberi intruksi


Rasty pun beranjak dari duduknya dan segera menemui orang yang dimaksud Bik Sumi


" Saga ?! , "


" eh.. hay Ras.. maaf nggak kasih tahu dulu kalau mau jemput "


" iy..iya gak apa kok, ya udah masuk dulu yuk masih pagi juga Ayah sama Bunda mau kenalan juga "


Saga pun mengikuti ajakan Rasty dan ikut masuk ke dalam untuk bertemu dengan Ayah dan Bunda Rasty yang masih di meja makan menikmati sarapan paginya.


" Ayah ,Bunda perkenalkan ini Saga "


"Selamat pagi, Om , Tante perkenalkan saya Saga teman satu kelas Rasty "


Saga pun menyalami kedua orangtua Rasty bergantian


" Ayo Saga kita sarapan dulu pasti kamu belum sempat sarapan kan karena ini masih sangat pagi "


Ayah pun menawarkan Saga untuk ikut sarapan , dan Bunda segera mengambil piring kemudian mengisi dengan nadi goreng telur ceplok dan juga Ayam suwir


" Ayo nak dimakan , itu Rasty juga tadi baru mulai sarapannya "


"maaf Om, Tante saya jadi ngerepotin nih , sebenernya Saga biasa sarapan di kantin sekolah kok "


" udah yuk dimakan dulu, sarapan itu penting loh apalagi buat kalian yang masih masa pertumbuhan gini "


Saga pun akhirnya menikmati sarapan bersama keluarga Rasty, ada kehangatan dan rasa bahagia didalam diri Saga disini Saga merasakan kehangatan keluarga yang entah sudah berapa puluh tahun lalu ia Rasakan bahkan mungkin saat dirinya Masih anak - anak keluarganya utuh dan harmonis, Namun sepanjang ingatannya dulu waktu ia masih duduk di bangku kelas dua SD ia merasakan indah nya makan pagi bersama di sebuah meja makan seperti ini.


Tanpa terasa Saga sangat menikmati moment pagi ini, meski bersama orang yang baru ia kenal namun kehangatan itu terasa nyata dan tulus ia Rasakan


" Om, Tante terimakasih untuk sarapannya nasi gorengnya enak sekali, saya dan Rasty pamit berangkat sekolah dulu "


" sama - sama nak, jangan sungkan ya untuk sering mampir dan main kesini ya "


" insyaallah om Tante "


" ya Sudah kalian berangkat nanti telat , nitip anak Gadis Om ya "


" iya Om, kami berangkat "


Setelah berpamitan mereka pun langsung berangkat Saga pun melalaikan Helm di kepala Rasty hingga membuat mereka saling bersitatap ada desiran lembut dalam hati keduanya kini hingga membuat mereka saling melempar senyum canggung, setelahnya Saga pun langsung tancap Gas menuju sekolah mereka.

__ADS_1


__ADS_2