
Acara Pelepasan siswa kelas XII pun resmi dimulai rangkaian acara demi acara pun telah dilalui, kini tiba pada saat prosesi kelulusan dan pembacaan nilai kelulusan. Dan ternyata Rasty berhasil menduduki peringkat I dan Saga pada peringkat III. Riuh tepuk tangan pun membahana memenuhi Aula ketika Siswa dengan Perolehan nilai tiga besar dipersilahkan naik keatas pentas untuk menerima penghargaan dan juga medali, Saga dan Rasty saling melirik dari tatapan mereka mengisyaratkan rasa bangga dan saling mengagumi.
Saga yang masih merasa tak yakin gadis yang dicintainya hari berani berpenampilan sangat berbeda menutup surai indahnya yang dulu sering tergerai itu, ada semacam rasa bangga tapi juga bingung, bangga karena ia akhirnya menutup auratnya dan keindahanya dari pandangan mata lelaki , di lain sisi ia merasa bingung apa penyebab gadis itu kini menutup auratnya, apa itu berarti ia juga akan menutup diri dan hatinya untuk Saga setelah apa yang mereka lalui selama ini.
Acara inti pun telah selesai kini tinggal acara ramah tamah dan juga photo- photo untuk mengabadikan moment berharga ini, acara pun dilanjutkan di out door dimana dusana sudah tersedia beberapa tempat khusus untuk berphoto. Tak terkecuali Rasty dan teman - temannya serta kedua irang tuanya, dirasa cukup Ayah dan Bunda pun tampak sedang mencari - cari keberadaan Saga ternyata saat acara photo - photo tadi Saga tak ikut dan entah kemna belum ada yang menyadarinya.
" Emmh... Rasty kok Ayah perhatikan Saga nggak ada ikut berphoto dengan kalian ya , kemana memangnya ?"
Pertanyaan Ayah Rasty pun menyadarkan Rasty dan sesama teman lainnya akan keberadaan Saga
" oh.. Iya ya kemana ya tuh anak, hobby banget ngilang kayak anak Ayam aja "
Celetuk Tomy
" ya udah.. Aku cari Saga kedalam dulu siapa tahu dia masih disana, mungkin saja dia masih ada keperluan lain "
" iya deh.. Cariin tuh Ayang nya entah di culik fans dia lagi "
Giliran Alvin menimpali
" ya sudah.. Ayah dan Bunda tunggu di situ ya kamu cari Saga dulu, Ayah bunda juga mau sekalian ucapin selamat untuk kelulusanya sekalian nanti kenalan sama wali yang mewakili orangtuanya tadi , buruan Bunda tunggu disitu "
Bunda menunjuk ke bangku yang berada tak jauh dari mereka berada saat ini
" iya Bunda "
Rasty pun melangkah sambil mempertajam penglihatanya untuk menemukan Saga namun sudah hampir seluruh out door area ia kelilingi tak menwmukan sosok yang ia cari, hingga ia pun berinisiativ masuk ke dalam Aula kembali berharap Saga bisa ditemukan disana
Dengan langkah yang mulai dia pelankan ia tetap mengayun langkahnya agar lebih dekat lagi melihat beberapa orang masih berada di ruangan tersebut. Hatinya semakin tak karuan karena sosok yang menggunakan kemeja yang sama persis seperti yang ia lihat tadi tengah berdiri membelakanginya, tubuh jangkung itu kini tengah dipeluk erat oleh seorang gadis yang juga tak kalah tinggi dengan postur tubuh proposional , menggunakan gaun berwarna Maroon selutut dengan aksen burklat di bagian atasnya.
Dengan perasaan yang gemuruh dan hati yang memanas Rasty masih mencoba berdiri tegak meski dari kejauhan rasa marah dan jengkel itu tak iya hiraukan demi ia bisa memastikan apa dan siapa yang sedang memberikan pertunjukan itu
__ADS_1
" Selamat ya Saga Sayang... Kamu lulus dengan predikat terbaik meskipun kamu bukan number one tapi kamu tetep number one dihati Sesha "
Terdengar jelas gadis itu menyebut namanya di akhir kalimatnya, membuat Hati Rasty benar - benar panas terbakar amarah mungkin juga cemburu.
" thanks .. Sha "
Pemandangan menyakitkan itu kini berganti dengan terurainya pelukan Saga dengan gadis itu kemudian beralih seorang Lelaki paruh baya dengan setelan Jas berwarna Navy memeluk dan menepuk pundak Saga dengan bangganya, mengisyaratkan kebahagiaan mereka saat ini. Dan ternyata lelaki itu adalah lelaki yang tadi di daulat sebagai wali dari Saga.
Perlahan Rasty menyusutkan langkahnya dengan berjalan mundur, menjauh dari pemandangan menyakitkan itu, kemudian berlari menuju toilet menumpahkan segala rasa sesak yang seperti akan meledak di dadanya masuk ke dalam bilik toiletkemudian menyalakan Kran air dan menangis sepuasnya
" jadi... Sekarang ini kenyataanya Saga, ternyata sangat menyakitkan , melihat orang yang kita sayangi bersama dengan orang lain, ternyata benar - benar menyakitkan "
Hampir lima belas menit ia menumpahkan segala beban perasaanya di dalam bilik toilet, samar - samar ada suara bergetar dari dalam tas kecilnya dan itu pasti suara handphone miliknya. Rasty pun bergegas merapikan wajahnya yang sudah berantakan, matanya yang memerah sembab kini terpaksa ia rapikan beruntung ia selalu membawa set make up untuk tone up jika riasanya berantakan.
Setelah kembali rapi Rasty pun segera kembali ke tempat Ayah dan Bundanya, sudah pasti mereka sydah menunggu lama
" itu.. Rasty... Nongol juga "
" lama banget sih nyarinya dimana tuh bocah "
" i..iya maaf "
" loh Saganya mana sayang ?"
" emhh.. Iya Bunda.. Itu Saganya udah ketemu tapi buru - buru lagi ada acara sama kerabatnya jadi... Nggak bisa kesini sekarang "
" lah... Tumben tuh bocah , kerabatnya yang mana sih ? Yang jadi wali tadi itu ?"
Tanya Alvin
" iya .. Itu "
__ADS_1
" loh.. Setahuku itu kan Papa nya Sesha loh "
Jawab Rian , dan itu succes membuat Rasty semakin trenyuh
" Serius ??... Kamu nggak salah orang An ?"
" ya seriuslah kan gue temenan sama Saga dari piyik Bahkan Gue kenal kok sama Om Yuda , karena beberapa kali gue pernah ikut Saga ke perusahaannya "
" emhh... Ya udah, kalau gitu kami duluan ya temen - temen "
Pamit Rasty pada temen - temenya , berharap tak lagi mendengar kenyataan itu
" Ayah.. Bunda kita pulang sekarang yuk.. Rasty lapar katanya Bunda mau ngajakin Rasty makan di Saung favorit Rasty, nanti keburu antri nih bentar lagi jam makan siang loh "
" oh.. Iya , gimana kalau sekalian kamu ajak Temen - temen kamu biar seru, sekalian itung - itung merayakan keberhasilan kamu dapat nilai terbaik ?"
" waduh... Ngrepotin nih , kita jadi nggak enak"
" nggak sama sekali justru Om dan Tante senang kok sekalian kan kita kumpul karena setelah ini kalian pasti akan jarang bertemu dan kumpul apalagi kalau udah sibuk dengan pendidikan masing - masing "
" jadi gimana nih gays.. Dengan tawaran Ayahnya Rasty ?"
Tanya Alvin pada teman - temanya
" sikat... Gaysss... Makan gratis... "
" ok, lets go... "
Seru Ayah Budi nggak kalah kecenya dengan Alvin and the gank
Mereka pun segera menuju tempat parkiran dan mereka pergi dengan 2 mobil, Ayah Bunda , Rasty , Mega, Kinar, Rian dan Tomy dengan mobil Alvin . Mereka beriringan langsung menuju Tempat favorit Keluarga Rasty yaitu Saung Gelis. Yang terletak kurang lebih memakan waktu 25 menit dari Sekolah Tunas Bangsa.
__ADS_1