Tentang Saga

Tentang Saga
41. Kisah awal di Negeri orang


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan udara selama kurang lebih 2 jam akupun sampai dan menjejakkan kakiku di negeri berlambang kepala singa itu. Beruntungnya aku karena ada kak Faiz yang menemaniku datang ke negara ini jika saja aku tidak memiliki kak Faiz bisa dipastikan ini sangat merepotkan diriku sendiri. Pasalnya ini pertama kalinya aku pergi keluar negeri,kalau kak Faiz jangan ditanya lagi dia adalah seorang lauyers otomatis secara finansial sangat mumpuni untuk sekedar liburan ke luar negeri. Setelah sampai di Changi airport kami langsung menuju hotel yang sydah dipesan oleh kak Faiz kami memang perlu beristirahat terlebih dahulu dan besok baru kami akan ke universitas tempatku menempa ilmu untuk kurang lebih empat tahun ke depan.


" gimana dek respon kamu untuk negara ini ?"


Kak faiz mengajakku berbincang setelah kami berada dalam mobil yang akan membawa kami ke hotel


" emmhh... Keren sih kak,kotanya rapi bersih pasti Rasty bakal betah banget disini "


" isshhh.. Gaya banget sih baru beberapa jam meninggalkan tanah air dan kayak gini reaksinya "


Kak Faiz mencibirku


" bukan begitu kak tapi emang bener kan kesan pertama untuk kota ini seperti itu keadaanya"


"iya deh.. Iya kakak seneng setidaknya kalau kamu nyaman disini nggak bakalan merepotkan kakak lagi nantinya misal kamu nggak betah terus minta balik ke kandang lagi kan repot, bisa tekor nih bandar "


" ihh.. Kok kakak ternyata gitu amat ya itung- itungan banget sama adek sendiri, pantesan saja jadi jomblo abadi "


Gerutuku karena merasa sebal dengan kak Faiz


" hemm.. Dasar adik durhaka nih, denger ya kakak tuh masih jomblo bukan karena nggak laku tapi masih harus mengutamakan karier dulu, kakak nggak ada waktu kalau cuma buat cinta- cintaan terus akhirnya putus. Itu tuh lebih menyakitkan dari pada menjadi jomblo "


" Rasty jadi penasaran apalagi coba yang kakak khawatirkan soal karier sekarang kakak dah terbukti bisa menjadi pengacara yang cukup terkenal,otomatis finansial juga sudah mumpuni, umur sebentar lagi juga sudah 28 tahun. Atau... Mau jadi bujang lapukan "


Aku terus saja melontarkan kalimat bernada ejekan terhadap kakak sulungku karena jujur akupun penasaran kenapa kakakku masih juga betah melajang padahal circle pertemanananya tergolong elite bukan hanya kalangan elite pemerintahan tapi bahkan beberapa selebriti dalam negeri ini.


Udah deh dek kamu tuh iangan julud terus sama kakak, fokus sama study kamu, awas saja jika nanti nggak berhasil menjadi spikolog. Kamu tuh berliantnya Ayah bunda dan juga kakak jadi kalau sampai disini kamu jadi rusak atau hancur bisa bayangkan kan gimana hancurnya Ayah dan bunda, mereka izinkan kamu kuliah jauh- jauh dari keluarga itu karena semata nggak mau menolak keinginan kamu mereka nggak mau kamu kecewa itu yang harus kamu ingat. Jadi buktikan jika kamu yang manja ini bisa menjadi kebangaan Ayah , bunda dan kakak- kakak kamu"


Aku merasa sangat tertohok dengan ucapan kak Faiz, kakakku benar apapun yang terjadi pada diriku saat ini tidaklah penting yang terpenting aku harus buktikan keberhasilanku pada kedua orang tuaku jika aku bisa menjadi spikiater hebat seperti cita - citaku selama ini. Meskipun aku sudah menghancurkan sebagian dari diriku sendiri meski tanpa sengaja itu tidak akan mengapa.


" iya Kakak jangan khawatir aku pasti bakal belajar dengan sungguh - sungguh dan akan buat kalian bangga nantinya"

__ADS_1


" ok.. Kakak pegang omongan kamu ya dek "


Kemudian kak Faiz mengucek pucuk kepalaku yang kini sudah aku tutupi dengan hijab. Sampai pada akhirnya kami sampai disebuah hotel yang sangat mewah bagiku karena aku memang sangat jarang menginap di hotel paling cuma pada waktu ada acara study tour sekolah dan menghadiri acara pesta teman ataupun anghota Ayah.


" dek maaf ya kakak sengaja pesan satu kamar untuk meminimalisir pengeluaran, lagibpyla kakak nggak yakin kamu berani sendirian di kamar hotel makanya kakak pesan kamar yang doble bad "


" hehe... Iya kakakku sayang ini juga udah keren dan nyaman banget kok buat Rasty "


" hemmss.. Keluar deh udiknya "


gumam kak Faiz dan itu sangat jelas terdengar olehku


" terus saja mengejekku kak "


Akupun pura - pura merajuk dan memanyunkan bibirku, dan itu justru membuat kakak ku tertawa penuh kemenangan


Setelah istirahat dan membersihkan diri kak Faiz mengajakku makan malam sambil berjalan - jalan menikmati suasana malam kota Singapura. Setelah puas jalan - jalan dan berphoto - photo kami pun kembali ke kamar hotel untuk beristirahat karena besok kami akan melakukan banyak aktifitas mulai dari melakukan registrasi ke kampus dan mencari tempat tinggal selama aku belajar di negara ini.


Kak Faiz sengaja memilih hotel yang dekat dengan kampus tempatku belajar nantinya hal itu kak faiz lakukan untuk meminimalisir mobilitas kami selama aku belum mendapatkan apartemen sebagai tempat tinggal berdasarkan informasi yang aku dapat tak jauh dari Universitas ada banyak apartemen yang memang disediakan untuk para mahasiswa yang menimba ilmu di universitas tersebut meskipun demikian aku berencana melihat langsung tempatnya mengingat nantinya aku akan tinggal dalam waktu cukup lama disini jadi aku harus memastikan kenyamanan dan yang terpenting keamanannya.


" dek, kita ke unit apartement yang ini saja ya kakak baru dapat info ada teman kakak dulu waktu zaman SMA dia tinggal di unit itu juga kebetulan dia seorang dokter dan sedang mengambil spesialis di sini, setidaknya nanti kamu bisa enak kalau ada orang yang kamu kenal dan sama - sama dari Indonesia misalkan kamu ada kesulitan kan bisa dengan mudah mengatasinya "


" kakak serius ? Ada temen kakak disini ?"


" iya kakak kan semalam biki story di Sosmed pas kita lagi jalan- jalan makan malam itu terus temen kakak pada tanya dikiranya kakak lagi liburan padahal lagi anterin si bontot buat kuliah disini terus akhirnya ada salah satu meten kakak kasih tahu kalau disini tuh temen lama kakak lagi lanjutin study disini juga, terus kakak di kasih kontaknya dan kakak udah chat dia nih langsung ngajak ketemuan di sana sekalian biar kamu nanti bisa sekalian lihat cocok nggaknya tinggal disana, cuma lumayan sih biaya sewanya tapi kakak rasa beasiswa kamu masih bisa mengcovernya. Kalau untuk uang jajan nanti kakak deh yang tanggung jadi Ayah sama Bunda nggak perlu repot"


Massyaallah .. Kakak ku memang terbaik, selain baik dan penyayang keluarga dan orang tua kakakku ini juga tak pernah pelit untuk urusan uang jajan. Akupun memeluk kakak tertuaku dengan sayang


" apa sih dek main peluk - peluk malu tahu udah gede juga"


" ihh kak aku tuh saking senengnya.. Dan juga saking sayangnya sama kakak makanya bawaanya jadi pingin nemplok aja sama kakak"

__ADS_1


" sekarang aja giliran di jatah uang jajan baru bilang sayang kemaren - kemaren saja ngatain kakaknya terus katanya jomblo akut "


"hee.. Hee maaf, kan itu bercanda biar kakak ada gregetnya buat cari pasangan, kakak kan nggak tahu gimana Ayah dan Bunda sudah pingin banget nimang cucu dan punya anak menantu "


" udah ah.. Bocil nggak usah sok tau soalan kayak begitu, fokus dulu sama belajar"


Lagi - lagi kami saling bercanda hingga kami pun sampai di sebuah gedung apartemen yang menjulang tinggi entah ada berapa lantai disana tapi ini adalah apartemen khusus untuk pelajar bukan untuk umum.


" Turun yuk dek.. Kita udah di tunggu di lantai 9 unit 201 "


Seru Kak Faiz yang kini sudah keluar dari taxi yang membawa kami dari kampus tadi. Akupun mengekorinya dari belakang karena jujur saja aku suka keteteran menyamai langkah kakaku yang secara fisik tubuhnya berperawakan tinggi mencapai 175 cm


" oh iya kak, temen kakak itu cewek atau cowok ?"


Tanyaku penasaran


" astaga Rasty.. Ya pasti cewek lah nggak mungkin kan kakak bakal percayakan kamu sama temen cowok kakak , dia itu perempuan dulu zaman SMA pernah jadi pacar kakak dia baik orangnya , alim bahkan sekarang dia berhijab kayak kamu cuma bedanya kalau dia bener - bener berhijab sebagai muslimah sejati nggak seperti kamu yang mungkin saja berhijab karena mengikuti trand fashion sekarang "


" kakak nih ya.. Adeknya belajar jadi lebuh baik bukanya di dukung malah di ejekin "


" iya kakak seneng kamu udah ada usaha buat menjadi gadis lebih baik dengan menutup aurat kamu kakak sangat mendukung itu, hanya saja Kakak maunya kamu tuh bener - bener istiqomah sadar akan kewajiban kamu sebagai wanita muslim ya harus menutup aurat seperti itu "


" nah itu kakak tahu, Rasty kan juga masih dalam tahap belajar kak jadi harus dimaklumin "


perdebatan kami pun masih berlanjut sampai kamu masik dalam lift yang akan membawa kami ke unit 201.


" oh iya.. Tadi kakak bilang temen kaka itu mantan kakak ? Berarti nanti bakal reonian dhong setelah ketemu "


Akupun lagi - lagi menjahili kakakku


" apa sih kamu dek, dia itu udah menikah kok kakak pernah denger dulu cyma waktu itu kakak nggak bisa datang karena lagi ada kerjaaan yang nggak bisa kakak tinggalkan "

__ADS_1


Akupun hanya menjawab dengan ber oh ria saja.


__ADS_2