
Tanpa menunggu waktu mereka pun segera melaju membelah jalanan yang tampak padat karena malam ini bertepatan dengan malam minggu Jalanan pasti padat .
" Rast... makasih banyak ya kamu udah selalu peduli dengan keadaan aku dan keluargaku "
ucap Saga dengan tetap fokus pada kemudinya
" iya, lagian aku seneng kok bisa lakuin hal yang mungkin bisa membantu untuk orang lain "
" nggak seharusnya aku membawamu masuk dalam situasi rumit di dalam keluargaku Rast , jujur aku malu dan merasa tak enak dengan kamu "
" Ga.. please jangan seperti itu, aku tulus melakukan semua ini, aku sayang dengan Mama kamu, dengan Arga dan juga... "
Rasty tak melanjutkan ucapannya, ia sadar dan tahu persis suasana hatinya saat ini bukan bermaksud mengingkari kata hati, bohong jika ia tak tertarik dengan sosok Saga, wajah tampan, tubuh tinggi atletis, mandiri dan bertanggung jawab dan juga penyayang meskipun terlihat dingin dan
angkuh dengan orang lain ketika di sekolah, apalagi Saga yang merupakan most wanted di sekolah mereka sebagai kapten basket Di SMA Tunas Bangsa . Dimana banyak para siswi sekolah itu seolah berlomba mendapatkan sang kapten namun selalu tak berhasil dan mundur dengan sendirinya.
" juga... apa Rast ?"
" ti.. tidak kok bukan apa - apa sudah lupakan saja Ga "
Saga tahu persis perubahan sikap Rasty menjawab bahwa saat ini gadis itu tengah menyembunyikan sesuatu darinya.
" Rast... "
" iya Ga "
" Rasty..."
" ada apa sih Ga dari tadi panggil Rasty Rasty terus giliran di iya in diem saja "
" Rast, tolong tunggu gue ya "
"tunggu ? tungguin kemana ? emang kamu mau kemana ?"
Rasty mengerutkan alisnya hingga nyaris menyatu
"tungguin gue sampai menjadi cowok yang pantas buat kamu, yang bisa selalu ada waktu untuk kamu, yang selalu bisa menjaga kamu "
" Saga... maksud kamu ? "
" aku tahu aku nggak pantas untuk bicara seperti itu Rast karena itu tunggu aku ya, biarkan aku memantaskan diri aku untuk kamu "
Sejenak Rasty berusaha memahami dan mencerna ucapan Saga, namun ia tak ingin bermain asal tebak, karenanya ia tak ingin mengambil kesimpulan sepihak
" Saga... aku akan selalu ada untuk kamu, untuk Mama Novita dan juga Arga aku akan berusaha untuk selalu bisa saat dibutuhkan . Kamu semangat ya menjalani semua ini yang iklas percaya deh setelah hujan pasti akan datang pelangi "
__ADS_1
" kalau hujan ya nggak reda juga sampai malam berarti pelanginya nggak akan datang dhonk? nggak mungkin kan pelangi datang di malam hari "
Jawab Saga sontak mengundang tawa kecil diantara mereka berdua
" bisa aja kamu Ga, ya kalau gitu kata - katanya aku ganti deh , gimana kalau Badai pasti berlalu, atau setiap jalan pasti akan berujung?"
" Kamu tuh , banyak juga stok kosa kata kata bijakmu "
" hehee.. dapat dari baca sih "
aku Rasty dengan wajah tertunduk sedikit malu
" gak apalah setidaknya udah usaha buat menyemangatiku , terimakasih banyak ya "
Rasty menjawab dengan senyuman manisnya, dan itu justru membuat kacau hati dan pikiran Saga, karena setiap berada di dekat Rasty hatinya selalu tak menentu dengan tiba - tiba ia bisa menjadi gugup, dan juga sering sport jantung karena dadanya selalu berdebar kencang dengan ritme tak beraturan
" Rast... apa Ayah Bunda Kamu nggak akan keberatan kamu deket denganku ?"
" loh kenapa emangnya ? denger ya Ayah dan bundaku tuh orangnya teliti banget dan nggak mudah percaya sembarangan dengan orang apalagi orang yang masih baru di kenal, tapi..."
" tapi apa ?"
" tapi... entah kenapa begitu pertama kali ketemu kamu waktu kamu anterin aku yang keningku luka itu Ayah langsung percaya dengan kamu, bahkan Ayah dan Bunda sering tanyain kamu kenapa nggak pernah main kerumah "
" masak sih ? terus kamu jawab apa ?"
" berarti Mereka udah tahu keadaan keluarga aku dhonk?"
" iya, maaf ya aku ceritain apa adanya, habisnya aku salut denganmu kamu hebat bahkan terlalu hebat untuk orang seusia kamu ini"
" semua karena keadaan yang memaksa dan akhirnya akan terbiasa Rast "
" kamu hebat Saga , Ayah dan Bunda juga sangat mengagumimu "
" akh... aku jadi malu dengan mereka kamu pasti berlebihan "
" nggak kok aku cuma cerita sesuai faktanya"
" justru aku juga kagum dengan sikap kamu yang dengan open menerima keadaan Mama dan Abangku, mungkin gadis lain akan i'll feel dengan ku "
" udah ah, aku nggak mau bahas itu terus pasti nggak bakal menang deh ngelawan kamu "
" ok, gimana kalau kita bahas tentang ...."
" tentang apa ?"
__ADS_1
" kamu udah pernah pacaran Rast ?"
tiba - tiba pertanyaan itu lolos begitu saja dari mulut Saga dan sontak membuat Rasty tertunduk malu, dan hanya menggelengkan kepalanya pelan pertanda tidak atau belum
" Serius kamu ? , masak iya gadis secantik kamu belum pernah pacaran secara jaman sekarang lo "
" Ayah terlalu protective padaku, bahkan aku tidak memiliki banyak teman, karena Ayah tak ingin aku terjerumus pada pergaulan anak zaman sekarang, kadang aku merasa terkekang, dan itu membebani aku tak bisa menikmati masa remaja ku seperti temen- temanku yang lain "
Rasty menjeda perkataannya sejenak dan sesekali menatap kearah Saga
" mereka bisa bebas bermain berteman, bahkan berkencan dengan pacar atau sekedar nongkrong dengan teman - teman, tapi itu seakan nggak mungkin untukku, bahkan saat SMP aku sampai di beri pengawas khusus oleh Ayah, saking protectivenya dan itu sangat tidak nyaman"
" itu karena mereka teramat menyayangimu, mereka ingin yang terbaik untukmu "
" mungkin, karena aku satu - satunya anak perempuan mereka,meskipun Ayah dan Bunda tak memaksaku harus menjadi apa nanti dimasa depan "
" kamu harus bersyukur memiliki keluarga dan orang tua yang utuh Rast "
" iya aku tahu itu"
" Saga... bisakah kamu membantuku merasakan apa yang kebanyakan remaja seusia kita rasakan, karena cuma kamu yang Ayah percaya saat orang lain bersamaku, aku bahkan tak memiliki banyak teman ataupun sahabat"
" tidak Rast, itu terlalu sulit untukku, aku takut tak akan bisa membagi waktu, perhatian dan juga diriku untuk orang lain, karena aku tahu beban dan tanggung jawabku tidak ringan aku harus memprioritaskan keluargaku, dan juga perusahaan , bahkan aku tidak bisa memiliki waktu lebih untuk sekedar berpikir tentang perasaanku sendiri Rast "
" aku tahu dan aku tidak akan menuntutmu menjadi seperti orang lain, cukuplah menjadi Saga yang sekarang, Saga yang tegas penuh tanggung jawab, Meski sepintas seperti seorang bad boy tapi faktanya kamu adalah the best boy, aku butuh orang yang dipercaya Ayah untuk menjadi temanku "
Saga menghentikan mobilnya dan menepikannya supaya tidak menganggu pengendara lainnya
" apa itu artinya sekarang kita..?"
Saga tidak bisa melanjutkan kalimatnya
" entahlah Ga, tapi yang pasti aku butuh kamu untuk meyakinkan Ayah jika aku bukan lagi anak kecil yang harus selalu dijagain "
" tapi aku belum bisa menawarkan sebuah komitmen Rast "
" aku tahu , dan aku nggak akan menuntut itu, kita jalani saja seperti apa adanya, karena aku tahu tentang perasaan kita masing - masing tak ada yang special "
" jadi kalau aku bilang I love you apa itu melanggar kode etik status kita ?"
Rasty tersenyum sambil tertunduk mendengar ucapan Saga, Meski ia tak tahu maksudnya itu sebuah ungkapan perasaan atau sekedar ucapan kata
" thanks ya Ga, setidaknya setelah ini aku bisa lepas dari antar dan jemput Ayah ketika pergi dan pulang sekolah , karena aku bosan terus - terusan jadi bahan bulying karena sudah SMA masih dianter jemput seperti anak TK "
" Tapi aku minta maaf ya jika aku belum bisa berkomitmen saat ini "
__ADS_1
Saga menyudahi pembicaraannya ketika mobil mereka telah sampai di halaman rumah Orangtua Rasty