Tentang Saga

Tentang Saga
29. Simulasi pengantin baru


__ADS_3

Setelah mengantarkan Mama dan kakaknya ke bandara kini Saga dan Rasty yang sudah berada di dalam mobil , tampak Rasty tengah duduk disebelah Saga yang sedang mengemudikan kendaraannya.


" sepertinya akan turun hujan nih Rast, tuh langitnya udah gelap gitu "


" sepertinya begitu, kalau gitu aku langsung pulang saja ya Ga, kasian nanti Bik Narti nungguin Soalnya tadi pagi Ayah dan Bunda mendadak harus ke Jakarta soalnya Kak Fai mengalami kecelakaan "


" astaga... kecelakaan gimana maksudnya ?"


Saga yang memang baru mendengar kabar tersebut sontak sangat kaget, pasalnya sejak beberapa jam tadi Rasty tidak memberitahu apapun tentang hal itu pada Saga


" ya biasalah Ga kak Fai kan seorang pengacara kejadian - kejadian yang mengancam nyawanya sudah bukan lagi hal yang aneh, termasuk menerima terror dan ancaman ketika ia sedang menangani sebuah kasus besar, terlebih sekarang kakakku lebih banyak menangani masalah kasus Korupsi yang berkaitan dengan para pejabat hal seperti sabotase begini sudah sangat lumrah, karena itulah Bunda dan Ayah sering dibuat khawatir dan was was dengan keselamatan kak Fai "


" iya sih memang tapi yang namanya resiko dalam pekerjaan dan profesi itu pasti selalu ada Rast, semua kembali pada takdir yang kuasa semua tentu sudah digariskan olehnya "


" terus gimana keadaan kakak kamu sekarang ?"


" kata Bunda sih tadi langsung dibawa ke rumahsakit dan sampai sekarang belum tahu lagi karena Ayah dan Bunda belum bisa dihubungi, mungkin ponsel mereka kehabisan daya "


terlihat jelas kekhawatiran di wajah Rasty mengingat kejadian seperti itu sudah beberapa kali dialami oleh sang kakak.


" ya sudah, kamu tenang ya berdoa saja dan yakin semua pasti baik - baik saja ,kita tunggu kabar selanjutnya dari Ayah dan Bunda "


Saga berusaha menenangkan kekasih hatinya dan berusaha memberi penguatan, tangan sebelah kirinya kini meraih tangan kanan Rasty dan kemudian kedua tangan tersebut saling bertaut


" maaf ya karena aku selalu membuatmu repot , sampai - sampai saat kaka kamu mengalami musibah justru kamu harus bersamaku "


" nggak ko Ga , Ayah dan Bunda memang melarangku ikut karena kita kan masih harus menyelesaikan ujian akhir "


" apapun itu yang pasti aku sangat berterimakasih padamu karena kehadiran kamu sudah membawa banyak perubahan untuk Mamaku Rast, mama jadi memiliki semangat untuk sembuh "


kali ini Saga menatap lekat sepasang mata indah Rasty, ada rasa bahagia ketika ia dapat memiliki gadis tersebut, namun sekaligus ada rasa takut jika nanti pada akhirnya keinginananya tak sesuai dengan kenyataanya. mengingat saat ini dirinya dalam ikatan dengan seseorang meskipun itu bukan atas keinginananya melainkan keadaan yang memaksanya menerima itu.


" Oh , iya Rast kita cari makan dulu ya , kamu pasti lapar "


" nggak usah la Ga lagian juga udah turun hujan malas kalau harus berhenti - berhenti, mending kita makan dirumah saja "


"maksudnya kita masak gitu ?"


" hee eem bukan ide yang buruk kan ?"


" baiklah,.. setuju "


Mobil yang dikemudikan Saga pun sudah memasuki gerbang sebuah Rumah yang cukup besar namun terlihat sunyi itu keduanya segera turun sambil berlari kecil menghindari terpaan hujan yang semakin deras


" hufff... untung nggak basah "


gumam Rasty setelah sampai di teras rumah Saga

__ADS_1


" ya udah masuk yuk,.. "


ajak Saga setelah membuka kunci pintu utama rumah tersebut


" kamu yakin mau masak ?"


tanya Saga setelah sampai di ruang keluarga , disana masih teronggok Tas dan baju seragam sekolah Rasty yang di letakkan dia dalam paper back warna biru muda


" kenapa kok kamu sepertinya nggak yakin kalau aku bisa memasak ?"


" jangan salah sangka bungkanya aku meragukan kemampuanmu, tapi aku tuh nggak mau kamu repot dan capek , kamu kan dari pulang sekolah belum ada istirahat "


" ihh.. aku nggak masalah orang nggak capek juga, udahlah aku ke dapur ya chek stok bahan makanan apa yang bisa di olah "


Rasty pun segera berjalan menuju dapur tanpa merasa canggung karena Rasty sering di ajak Mama Novita untuk membuat kue ataupun memasak ketika sedang berkunjung kerumah ini. Saga pun mengekor di belakang Rasty yang kini tengah membuka lemari pendingin dan terlihat sedang memilih bahan makanan apa yang akan dia olah untuk menu makan sore kali ini, karena makan siang sudah terlewat dan makan malam belum tiba waktunya maka pantaslah jika disebut makan Sore .


" aku menemukan ini Ayam yang sudah diungkep dan juga seikat kangkung, menurutmu gimana ?"


ucapnya sambil menunjukkan barang yang ia sebutkan tadi pada Saga


" nggak masalah, yang penting bisa dimakan , sepertinya udah waktunya Bik Mar belanja bahan makanan biarpun Mama dan kak Arga nggak dirumah sepertinya aku akan sering makan dirumah kalau ada calon istri yang siap masakain kayak gini "


Seketika Rasty merasa tergelitik dengan perkataan Saga yang menyebut kata calon istri barusan


" kenapa menatapku seperti itu? ada yang salah ?"


tanya Saga karena Rasty terus menatapnya dengan tatapan yang sulit di ejawantahkan


gerutunya sambil mencebikkan mulutnya kemudian menyambar seikat kankung untuk ia siangi


" aku serius aku cuma mau kamu yang jadi calon istriku , salahnya dimana ?"


sanggah Saga merasa tak bersalah


" ya jelas salah lah kamu kan udah punya calon istri dan itu bukan aku tapi Chesya "


" apa itu tandanya kamu cemburu "


" ngasal kamu, siapa juga yang cemburu, nggak penting "


" hey... Ayunika prasasty Darmawan kamu tenang saja karena seorang Saga langit Wiryawan nggak akan pernah tertarik pada wanita manapun selain kamu "


kini Saga menarik pinggang Rasty mengeratkan jarak antara keduanya hingga nyaris tak berjarak, bahkan hembusan nafas keduanya saling beradu ,saling bersitatap, saga semakin mengikis jarak antara mereka, keduanya tengah dilanda gusar menenangkan degub jantung yang tak biasanya berdetak lebih kencang.


Cup


bibir Saga pun mendarat dengan sempurna di atas bibir ranum Rasty yang tampak merah alami seperti buah chery, sesaat keduanya tampak terdiam hanyut dalam suasana tak biasa itu perlahan Saga menggerakan bibir nya setelah aksinya tak mengalami penolakan dengan perlahan ia meperdalam c***an itu sejalan dengan itu Rastypun menikmatinya hinga keduanya kini sudah saling bertaut bahkan Saga mulai menyesap bibir mungil itu hingga keduanya hanyut dalam rasa yang menggelora, Saga pun mulai menuntut hingga menahan tengkuk Rasty

__ADS_1


"mmpphhhh " keduanya terengah karena oksigen yang nyaris habis seketika tautan keduanya pun terlerai, Rasty pun tertunduk malu dengan pipi yang memerah sementara Saga berusaha setenang mungkin


" emmhh... biar aku yang cuci sayuranya kamu lanjut potong bumbunya "


suara Saga memberi intruksi pada Rasty yang tampak masih diam mematung


" boleh tolong kamu cucikan beras dan menanaknya ?"


" tentu sayangkuh "


bisik Saga tepat di samping telinga Rasty sontak membuatnya merasa semakin malu dan kik kuk


" terimakasih "


Rasty berubah memndadak canggung setelah kejadian beberapa saat tadi.


" tentu saja, kamu tak perlu berterimakasih karena aku akan dengan sukarela melakukan ini "


" hah... maksudnya ?"


" aku tahu kamu ... "


bugghhh


Belum sempat Saga menyelesaikan ucapanya tinju kecil dari tangan Rasty sudah mendarat tepat di dada kekar itu


" auuh.. galak gini sekarang, tadi aza nurut "


" terus nglantur jangan salahkan aku kalau aku tinggal pulang ya nih masakan "


ancam Rasty karena merasa sangat sebal dengan sikap Saga yang mulai berani berbuat nakal sekarang


" yach.. kok ngambek sih Yank, nanti lalau kamu tinggalin gagal dhonk masak dan makan bersamanya, padahal kita lagi simulasi menjadi pasangan pengantin baru "


" apa?!.. isshh Saga kenapa sih kamu mendadak jadi menyebalkan seperti ini "


" itu karena aku sudah terjangkit virus Bucin stadium lanjut sayang "


Saga pun terkekeh dan kini kembali merengkuh tubuh Rasty yang tengah asyik memotong cabai dan bawang untuk menumis kangkung tadi "


Greb


" Saga !! "


" biarkan seperti ini untuk beberapa detik Rast "


sesaat Rasty pun menikmatinya ada sensasi yang berbeda mungkin karena ini kali pertamanya ia mengalami kontak fisik dengan lawan jenis selain kakak dan Ayahnya

__ADS_1


" Saga.. awas itu Ayamnya udah matang, nanti gosong"


setelah Rasty sadar Ayam yang ia goreng telah menguning dan siap di tiriskan, mau tak mau Saga pun melepaskan dekapanya. dengan sigap Rasty pun menyerok ayam dari dalam wajanya. Acara masak bersamapun selesai sudah dan kini juga sudah terhidang di meja makan meskipun hanya menu sederhana yaitu cah kangkung dengan Ayam goreng bumbu cukuplah kiranya membuat keduanya makan dengan lahap. Dan acara simulasi pengantin baru pun bisa dikatakan succes.


__ADS_2