
Rangga menghentikan motornya tepat di halaman rumah orang tua Rasty ia pun segera turun dari boncengan
"thanks ya Ngga untuk hari ini , aku masuk dulu maaf nggak bisa ngajak mampir soalnya Ayah dan Bunda lagi nggak dirumah "
" ok... nggak masalah lagian lain kali masih bisa mampir , ya udah gue balik dulu "
ucapnya sambil menghidupkan mesin motornya kembali dan segera meninggalkan rumah tersebut
Rasty pun bergegas bermaksud untuk masuk kerumah namun suara seseorang mengagetkanya
" jadi dari pulang sekolah tadi kamu baru pulang sekarang?"
" Sa... saga ?!"
" bisa jelasin kemana saja pulang sekolah dari jam satu dan baru sampai rumah hampir magrib kalau sampai Ayah dan Bunda tahu hal ini kamu mau jawab apa ?"
Rasty tahu betul jika saat ini Saga sedang mengintrogasi selayaknya bapak Polisi yang tengah mengintrogasi tersangka tindak kejahatan
" a..aku tadi kebetulan menunggu Taxol lama dan datang Rangga menawarkan untuk pulang bareng "
" Rangga ? sejak kapan kamu dekat dengan cowok itu ?"
"bukan urusan kamu, lagian Rangga anaknya baik kok "
" terus kenapa jam segini baru sampai rumah ?"
" tadi kami mampir makan siang dulu "
__ADS_1
" makan siang ? dari waktu makan siang dan sudah hampir makan malam baru pulang?"
Saga semakin terbawa oleh gelombang emosinya yang seakan siap meledak jika tak ia tahan
" Rast... aku bukan anak TK yang bisa menelan mentah alasan yang kamu buat "
Saga tampak menaikan nada bicaranya lebih tinggi
" kamu tahu kan saat ini Ayah kamu mempercayakan kamu padaku, aku memang salah karena hari ini aku terpaksa nggak bisa antar kamu pulang tapi aku udah berusaha untuk melaksanakan tanggung jawabku tapi kamu sendiri yang menolak, dan ternyata kayak gini kejadiannya "
" Saga, kamu kenapa sih lebay banget, aku tuh pergi sama Rangga karena aku juga butuh refresing nggak melulu dengan kamu "
" jadi maksud kamu saat ini kamu butuh kebebasan agar bisa bebas berteman dan jalan dengan cowok lain"
" kalaupun iya kenapa memangnya ? masalahnya apa buat kamu toh kita juga bukan siapa - siapa ? kita cuma teman "
" Rast.. kamu belum kenal siapa Rangga sebenernya Rangga itu nggak seperti yang kamu kira "
" memangnya apa yang aku kira soal Rangga jangan sok tahu kamu Ga "
" please dengerin aku Rast kamu belum kenal Rangga "
" kenapa apa karena kalian masih memiliki hubungan kekerabatan atau karena Rangga tahu semua tentang kamu, dan Rangga juga tahu kartu As kamu makanya kamu nggak suka aku dekat dengan Rangga , atau kamu takut karena Rangga tahu kalau sebenernya kamu itu udah dijodohkan dengan seseorang "
" Rasty... "
" kalaupun Rangga nggak sebaik yang aku pikirkan setidaknya dia nggak akan pernah menjadi Kaum PHP "
__ADS_1
Saga hanya diam mematung mendengarkan perkataan Rasty tubuhnya seakan kaku aliran darahnya seolah membeku hingga tak mampu lagi mengaliri seluruh syarafnya
" sorry Ga gue masuk dulu gue capek "
ucapnya ketus karena tentu saja emosi Rasty masih tersisa bahkan mendominasi akal sehatnya saat ini
" ok Rast, selamat istirahat "
Saga pun menyerah karena ia pun kini emosinya tengah tidak stabil dan percuma saja berbicara jika seperti ini keadaanya yang ada justru semakin memperkeruh keadaan karena tak bisa saling mengendalikan ego masing - masing
Rasty pun masuk ke dalam rumah dan membanting pintu dengan cukup keras hingga menghasilkan bunyi
brakkk bem
Saga pun menarik nafas dalam kemudian menghembuskanya dengan kasar
" maaf ... Rast untuk saat ini aku hanya harus diam dulu "
gumamnya lirih kemudian mendudukkan diri di kursi teras Saga berusaha meluruskan otak kusutnya dan menetralkan emosinya. Saat ini fokusnya pada Rangga bukan karena ia merasa ini adalah ancaman untuknya tetapi lebih kepada maksud dan tujuannya mendekati Rasty. Ia tak memungkiri itu segala kemungkinan bisa saja terjadi mengingat Rangga tahu segalanya tentang dirinya dan kehidupannya.
" Apa elo juga akan melakukan hal yang sama seperti yang keluarga Elo lakukan jika keluargamu mengincar perusahaan peninggalan Ayahku apa kamu akan mengincar sumber kebahagiaanku ? bukankah aku tak pernah mengusikmu tapi sepertinya kamu sengaja mengusikku"
umpatnya lirih dengan tangan terkepal menahan amarah. Saga pun meninggalkan rumah Rasty dengan perasaan tak karuan marah, kesal dongkol jadi satu
Saga menjatuhkan tubuhnya di kasur dengan siku tanganya diletakkan di ayah dahi
" maafin aku Rast untuk saat ini aku belum bisa jujur aku belum siap jika harus kehilangan semuanya sekarang bukan berarti aku nggak sayang kamu, tapi saat ini aku masih harus mempertahankan apa yang menjadi hak keluargaku "
__ADS_1
Saga pun terlelap begitu saja masih dengan pakaian yang ia kenakan saat mengikuti meeting sepulang sekolah tadi celana bahan warna hitam dengan kemeja berwarna silver yang ngepas di body Saga yang lumayan proposional untuk seusianya tinggi badan mecapai 168cm dan berat badan 65 kg, kulitnya yang kuning langsat, hidung bangir dengan sepasang manik mata berwarna coklat, dengan alis tebal membuatnya nyaris sempurna sebagai makluk ciptaan Tuhan.