
Pagi ini masih terlalu pagi untuk seorang Saga bersiap kesekolah namun untuk misi pertanggungjawaban terhadap anak gadis bapak Polisi ia pun melakukan dengan senang hati. sekali lagi karena Saga merupakan lelaki yang gentle man dan bertanggung jawab karena itu menurutnya menjelaskan dan meminta maaf atas kesalahanya terhadap orang tua Rasty itu adalah keharusan.
pukul 06.15 Saga sudah datang bahkan saat itu Pak Budi yang libur dinas masih tampak asik duduk di beranda depan sambil menikmati secangkir kopi ditemani dengan Bunda Riyanti
Saga menghentikan motor sportnya di parkiran kemudian turun dan menyalami sang pemilik rumah
" assalamualaikum Ayah, Bunda "
" waalaikumsalam salam, loh Saga tumben pagi - pagi sekali sudah sampai "
Tanya Bunda Riyanti yang merasa ini masih sangat pagi sambil menerima uluran salim dari Saga
" iya Bunda, kebetulan ada yang mau Saga sampaikan sama Ayah dan Bunda makanya saya sengaja berangkat lebih pagi "
"ayah kira kamu mau sekalian ikut sarapan disini makanya berangkatnya awal "
suara Ayah Budi sambil terkekeh
" he.. heee mungkin itu salah satunya "
" ya Sudah kita masuk yuk, sambil nunggu Rasty turun katanya mau ada yang disampaikan "
ajak Bunda Riyanti sambil berdiri dari duduknya yang kemudian diikuti Suaminya dan juga Saga
" duduk Ga "
" iya terimakasih Bund"
merekapun duduk di ruang Tengah sambil menunggu waktu sarapan yang sebenarnya sudah terhidang di meja
" mau bicara apa Saga, sepertinya penting sekali Ayah jadi deg deg serr ini "
Ayah Budi memang memiliki selera humor yang cukup tinggi sehingga orang yang sudah akrab akan merasa hafal denganya, meskipun karakter itu berbalik belakang dengan karakter Saga yang kaku, datar dan cenderung pendiam dan kaku namun selama ini tak pernah ada masalah Saga tetap busa menyelaraskan. Karena memang pak Budi termasuk orang yang fleksibel bisa dengan mudah mengkondisikan diri dan juga ketika dengan orang di luaran bersikap sangat tegas
" Ayah ini,.. "
Bunda menimpali
" tapi ini bukan soal kamu mau melamar anak Ayah kan Saga? karena kalau itu terjadi duorr... Ayah tidak akan menerimanya sekarang karena kalian masih sangat muda tugas kalian saat ini fokus pada pendidikan dan mempersiapkan diri untuk masa depan kalian bukan untuk hal cinta cintaan "
seketika ucapan Pak Budi sontak mengagetkan Saga
" Ayah... Kok malah ngelantur sih "
" ya kali aja Bund, Saga mau seperti yang di kisah sinetron atau novel yang sering Bunda baca masih anak SMA udah dinikahkan "
" kok jadi Bunda yang dibawa - bawa "
"maaf Yah, Bund ini bukan soal itu kok, ini Saga mau minta maaf soal Rasty yang kemaren waktu pergi dengan saya , saya ngajak Rasty makan kepiting ternyata dia ada alergi terus akhirnya dia pingsan dan saya bawa ke klinik, saat itu Ayah dan Bunda sedang ada acara diluar jadi saya tunggu sampai jam sepuluh belum pulang jadi saya terpaksa tinggal pulang. saya mau minta maaf karena sudah buat Rasty sakit "
" ohhhh soal itu, iya tadi malam Rasty juga sudah cerita tidak masalah, Rasty juga sudah baik - baik saja. justru kami yang harus berterimakasih sama kamu Saga sudah sangat bertanggung jawab pada amanah Ayah dan Bunda, kamu sudah menjaga Rasty dengan sangat baik "
Jawaban Ayah Budi sangat melegakan hati Saga yang cukup mengusik ketenangan hatinya
" sa.. saya hanya melakukan yang seharusnya Yah "
" kamu memang sosok anak muda yang bertanggung jawab Saga, Ayah bangga denganmu "
puji Ayah Budi sambil menepuk pundak Saga
" Ayah, Saga ayo kita sarapan sama - sama itu Rasty sudah turun "
ajak Bunda sambil berdiri dan berjalan menuju ruang makan dan di meja sudah tersaji menu sarapan pagi ini, ada nasi uduk, dan juga Bihun goreng
" Ayo Ga, kita sarapan dulu nanti kalian telat berangkat sekolahnya "
Ayah pun berdiri dan mengajak Saga beranjak dari duduknya
Suasana di meja makan sangat hening hanya terdengar suara garpu dan sendok yang berdenting beradu dengan piring karena itu sudah menjadi peraturan mutlak ketika sedang makan tidak boleh ada yang berbicara beberapa menit kemudian mereka pun menyelesaikan acara makannya
" Rasty.. kamu yakin sudah baikan sudah bisa pergi sekolah ?"
__ADS_1
Tanya Ayahnya ketika mereka menyudahi sarapanya dan Bik Nah membawa piring kotor ke dapur untuk di bersihkan
" iya kok Yah, Rasty udah sembuh seperti biasanya "
"Ya sudah kalau begitu, kalian berangkat sana ini sudah siang "
" baiklah kami berangkat Ayah Bunda , yuk Rast "
Saga pun berdiri dari duduk nya dan berpamitan
" hati - hati ya "
" iya, terimakasih untuk sarapanya Bunda "
" iya Saga dengan senang hati Bunda akan menyiapkan nya untuk kalian "
Bunda Riyanti sangat paham dengan apa yang dirasakan Saga di usianya yang baru 18 tahun tapi sudah tak memiliki kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya bahkan iya sudah menjadi Yatim dan harus mengurusi Mama dan Kakaknya sekaligus menjadi tulang punggung keluarga
Saga melajukan motornya seperti biasa dengan kecepatan standar
" Rast... "
" Hemm.. "
Sejak kejadian semalam keduanya jadi seperti canggung mungkin mereka masing - masing merasa malu dengan kejadian tak terduga dan tanpa sengaja itu
" kenapa... kamu marah ya sama aku ?"
" enggak kok "
" terus kenapa dari tadi di meja makan kamu diemin aku ?"
" aku.. aku cuma.. "
" malu ?"
" enggak juga, malu kenapa emangnya ?"
" apaan sih kamu Ga "
Rasty dengan reflek mencubit pinggang Saga hingga membuat Saga mengaduh
" akh.. sakit Rast "
" salah sendiri nyebelin.. "
" oh.. jadi sekarang aku nyebelin nih "
" udah ah.. bodo amat "
wajah Rasty pun kini sudah bersemu merah mengingat kejadian semalam
" Rasty.. "
" apa "
" kok jutek gitu, nggak pantes tahu itu tuh.. panasnya aku bukan kamu , kamu kan biasanya lembut, ramah, bersahabat bukan sok judes gini "
ucap Saga sambil melirik kaca spion motornya yang diarahkan tepat pada wajah Rasty
"Ini tuh karena kamu emang pantes di jutekin, emang kamu aja yang bisa bertampang gitu aku juga bisa kali "
" iya, tapi nggak cocok. wajah kamu tuh dasarnya ceria , ramah murah senyum "
" terserah lah "
" oh iya, Mama jadi lo berobat ke Penang dalam minggu ini berangkatnya "
" oh ya .. alhamdulillah akhirnya Mama mau "
seketika wajah Rasty berubah ceria seperti aslinya
__ADS_1
" kok bisa Mama langsung Mau Ga ?"
" iya, Itu semua karena Eyang yang datang langsung dan memintanya"
"Maaf ya.. aku belum jadi bujuk Mama tapi syukurlah Eyang kamu bergerak cepat , langsung datang kesini dan ternyata berhasil "
" iya aku juga nggak nyangka , kalau Eyang bisa seperti ini padahal sejak 3 tahun yang lalu bahkan sejak Kak Ayun meninggal Eyang nggak pernah lagi mau perdulikan kami "
Tanpa terasa motor mereka sudah sampai di.gerbang pintu sekolah dengan terpaksa merekapun menyudahi percakapannya
mereka pun berjalan menuju kelas mereka setelah Saga memarkir motornya
" ciey.... cieyy the best cople SMA KUSUMA BANGSA kita sweet banget sih pulang pergi sekolah selalu berduaan "
suara Alvin pun di sauti oleh yang lainya hingga membuat keduanya salah tingkah
" akh.. norak lo pada "
jawab Saga ketika kembali ke habitatnya bersama teman - temanya ia pun menjelma menjadi manusia dingin yang super cuek dan datar berbeda ketika dengan Rasty saja
" kok norak sih,.. ya bagus dhonk itu artinya kita tuh care dengan kalian, bisa mengikuti setiap perubahan gerak gerik kalian "
kini Riyan yang gantian ambil suara
" udah kayak, akun gosip lambe dower aja kalian "
" si*** nih, teman sendiri disamain sama akun julid "
" udah udah,.. kalian ini kok temen berbagai lebih baik bukanya di dukung malah di ledekin "
kali ini Miko lebih bijak
" iya tuh, dulu aja waktu Saga jadi manusia Es kalian sibuk cari cara buat cairin sekarang udah memuai kalian malah heboh udah kayak Superman kehilangan Kolornya karena lupa angkat waktu di jemur "
" anj** , superman dia kata "
semua jadi terkekeh mendengar ucapan Kinar barusan
candaan merekapun terhenti ketika memasuki kelas mereka
" Ga ke kantin yuk sarapan... laper nih "
Seru Miko karena seperti biasa mereka pasti akan nongkrong lebih dulu di kantin sampai bell tanda masuk berbunyi, terkecuali Saga yang sering berangkat telat karena kesibukannya dirumah sebelum berangkat sekolah.
Namun kini semenjak mendapat mandat antar jemput Rasty ia sudah bisa me manage waktunya dengan baik sehingga ia tidak lagi semrawut seperti dulu lagi
" kalian aja, kebetulan tadi udah numpang sarapan dirumah Rasty "
" apa ?? jangan- jangan elo nginep dirumah Rasty ya Ngap ?"
celetuk Tomy
" sembarangan tuh ba **t , ya enggak lah gila aja lu bisa di dor sama pak Polisi macam - macam "
Riyan yang lebih mengerti akan karakter dan juga duduk perkara Saga pun memberikan pembelaan pada sahabatnya
" kali aja, atau... jangan - jangan kalian udah nikah diam - diam terus kayak yang di Drakor atau novel - novel itu "
gantian Kinar yang tak kalah kepo
" kalian apaan sih dari tadi ribut terus, tadi tuh Saga ikut sarapan karena kebetulan jemput akunya gak mepet waktunya, lagian siapa juga yang mau nikah muda "
kini Rasty memberikan klarifikasi atas masak kusuk teman - temanya
" kali aja kalian udah di jodohkan, atau kawin gantung gitu "
" itu hanya ada di Novel Kinar "
ketus Rasty
" udah yuk, ke kantin kita keburu Bell nih ntar "
__ADS_1
Riyan tak sabar langsung pergi keluar kelas diikuti Kinar, Tomy juga Alvin tinggalah Rasty dan Saga di kelas merekapun duduk di bersebelahan di bangku masing - masing