Tentang Saga

Tentang Saga
25. Penjelasan


__ADS_3

Jam pelajaran sekolah telah selesai seluruh siswa berhambur keluar dari kelasnya masing - masing termasuk Rasty, Kinar, Tomy, Riyan,Alvin dan juga Saga Rasty yang tak seperti biasanya kini berjalan mendahului teman - temannya yang lainnya


" Rasty kenapa ? tumben seharian ini dia banyak diem dan irit bicara dengan kita - kita sekarang juga jalan duluan tanpa nungguin kita " celetuk Alvin


" entah gue juga nggak ngerti mungkin lagi ada masalah sama Saga "


jawab Kinar dengan santainya


" menurut kalian mereka tuh beneran punya hubungan spesial nggak sih ?"


Tomy tak kalah kepo pasalnya mereka semua merasa ada yang janggal dengan kedua sahabatnya itu, jika memang mereka punya kedekatan khusus tapi tak ada yang berlebihan mereka hanya sebatas berangkat dan pulang bareng tak lebih dari itu.


Bahkan mereka tak pernah terlihat seperti selayaknya orang yang sedang berpacaran


" kalian kenapa sih pada kepo ,menurutku ya Saga dan Rasty itu cuma berteman kayak kita semua gini soalnya nggak mungkin dia bakal terpikat dengan cewek manapun karena dia udah dijodohin dengan anak dari kerabatnya yang sekarang membantu mengurus perusahaan peninggalan Papanya Saga "


" apa ?! jadi kamu tahu banyak hal dan tahu semua tentang Saga tapi kamu nggak berniat memberi penjelasan sama kita Yan, dan soal kedekatannya dengan Rasty berarti selama ini Rasty cuma di permainkan dan di PHP in dhonk "


cercah Kinar dengan berapi - api karena merasa sahabatnya sudah di curangi dengan sahabatnya Saga


" sudah.. sudah kita tak seharusnya mencampuri urusan mereka, apapun itu Gue yakin mereka bisa menyelesaikannya, dan gue percaya Saga pasti memiliki alasan sendiri kenapa ia tak jujur dengan kita semua "


pungkas Riyan yang memang sudah lebih dulu mengenal Saga dengan baik dan telah bersahabat sejak mereka masih di SMP


🍃🍃🍃


Saga dan Rasty kini lebih dulu meninggalkan halaman parkir sekolah, hari ini hari terakhir mereka melaksanakan ujian Akhir Nasional untuk selanjutnya mereka hanya tinggal menunggu pengumuman kelulusan sekolah.


sepanjang perjalanan dari sekolah keduanya hanya tampak diam bahkan tangan Rasty terasa enggan untuk berpegangan selama diatas motor jika biasanya Rasty akan meletakkan tanganya pada lingkaran perut Saga kini Rasty meletakkannya pada pahanya sendiri.


Sadar akan hal itu muncul niat jahil Saga untuk mengerjai Rasty sekaligus untuk mencairkan suasana agar tak terasa kaku dan saling membisu seperti ini, Saga pun dengan sengaja memginjak Rem sehingga sontak Rasty terkejut karena nyaris seluruh tubuhnya menempel lekat ke punggung Saga dan refleks Rasty yang terkaget langsung saja mengeratkan tautan kedua tanganya melingkar di perut Saga


" uppss... sorry tadi nggak konsen habisnya dari tadi di diemin saja "


" jadi ini tadi itu sengaja ? dasar pencuri kesempatan "


uvap Rasty sambil menepuk keras pundak Saga dengan kesal. Tak berapa lama motor yang mereka naiki berhenti disebuah tepi danau dengan airnya yang tenang berwarna hijau dengan dikelilingi berbagai pepohonan yang semakin membuat suasana lebih asri dan sejuk sangat indah di pandang mata


" kita turun "

__ADS_1


bak kerbau yang di cocok hidungnya Rasty pun menurut saja dengan perkataan Saga keduanya berjalan menuju bangku panjang tepat dibawah pohon flamboyan yang tengah berbunga


" kita duduk sini, kamu lapar kan kamu mau makan apa disana ada banyak orang jualan makanan dan jajanan "


Saga pun menunjuk pada sudut yang tak seberapa jauh dari posisinya saat ini, memang benar disana banyak berjajar gerobak para penjual aneka ragam jajanan dan makanan . Rasty pun mengedarkan pandanganya ketempat yang di tunjuk Saga


" terserah kamu saja "


" mau makan, mie Ayam atau bakso ?"


" mie ayam saja"


" ok, aku pesan dulu tunggu sebentar ya "


Saga beranjak meninggalkan Rasty menghampiri penjual mie Ayam setelah memesan dan membayarnya kemudian iya bergegas kembali menemui Rasty


" tunggu ya Makananya masih dibuatin "


" sebenernya tujuan kamu mengajak aku kesini mau makan atau mau apa ?"


" kok jadi nggak sabaran gini sih "


" iya kamu tenang aku kesini niatnya mau jelasin masalah yang tadi pagi kamu omongin, tapi sebelum itu kita makan dulu tuh makananya udah datang "


Benar memang penjual Mie ayam sudah mengantar makanan pesanan Saga tadi


" dua mie Ayam dan dua lemon tea ya mas"


ucap penjual Mie


" iya Mas..makasih ya "


" siipp mas sama - sama "


ucap si penjual sambil berlalu meninggalkan mereka berdua


" udah yuk makan dulu "


Saga pun meletakkan semangkuk Mie dan satu cup lemon tea tepat di hadapan Rasty. Merekapun terdiam menikmati makananya hingga kedua mangkuk itupun tandas, Saga tersenyum tipis ketika melihat ada sisa sauz disudut bibir Rasty, jemari tangannya pun terululur menyentuh sudut bibir yang tampak merah merona karena efek dari makanan panas dan juga pedas barusan. menyadari hal itu Rasty berniat menepis tangan Saga

__ADS_1


" ada sisa sauz, aku hanya ingin membantu membersihkanya "


" terimakasih..."


Rasty pun tertunduk malu dengannpipi yang merona, dengan cepat Saga pun mencekal tangan Rasty yang kini tengah memegang tangan Saga, dengan tatapan teduh yang sulit diartikan


" maaf jika aku selama ini sudah membuatmu bingung dengan hubungan kita, jujur aku sendiri bingung bagaimana mengartikan perasaan ini, yang pasti aku nyaman, aku merasa bahagia bisa bersamamu, dan aku takut kehilangan kamu, ini memang pengalaman pertamaku tapi aku juga bingung harus menjelaskan keadaanku yang sebenarnya, aku takut jika kamu menjauh dariku aku tidak akan pernah siap untuk itu "


" karena itu kamu mempermainkan aku seperti itu ?"


" sedikitpun aku tak pernah berniat permainkan kamu Rast "


" jika perasaanmu itu benar lalu bagaimana dengan perjodohanmu itu ?"


" aku tahu perjodohan itu dibuat semata - mata sebagai strategi bisnis, mereka orang - orang yang rakus akan harta orang lain, untuk itu mereka akan melakukan berbagai cara untuk bisa memuluskan tujuannya. saat ini memang pemegang saham di perusahaan Papa 60 % adalah dikuasai Om Yuda yaitu ayah dari Sesha aku tahu Om Yuda sudah lama mengincar perusahaan Papa untuk itu saat peristiwa Papa terjadi Om Yuda mengambil kesempatan masuk dalam perusahaan sebagai Pahlawan penyelamat untuk perusahaan yang ditinggalkan pemiliknya dengan berbagai macam skandalnya. disaat aku belum mengerti sama sekali akan seluk beluk dari perusahaan dan dunia bisnis karena saat itu aku masih kelas dua SMP dan aku masih berusia 14 tahun, akhirnya Banyak pihak keluarga yang ikut ambil bagian di dalamnya hingga saat aku telah berusia 17 tahun aku baru di berikan kuasa atas perusahaan itu. Oleh sebab itu dulu Eyang sempat memutuskan hubungan dengan kami karena merasa tak sependapat dengan keluarga almarhum Papa, perusahaan itu memang murni hasil kerja keras Papa sebab itulah Eyang tidak mau ikut campur mengingat ada Mama yang masih bestatus istri Sah Papa dan juga kami berdua anak - anaknya, Keluarga Mama di Malaysia terlanjur kecewa dengan Papa yang ternyata telah menghianati Mama, karena dari awal mereka menikah Eyang sempat melarang Mama untuk menikah dengan Papa sebab menurut Eyang sudah memiliki firasat dan gelagat kurang baik dari Papa"


Saga menjeda ceritanya kemudian mencecap lemonTea yang masih setengahnya


" singkat cerita perjodohan itu adalah untuk memperkuat posisi Om Yuda di perusahaan Papa karena logikanya jika aku menikah dengan Sesha maka perusahaan otomatis menjadi milikku sepenuhnya "


" dan aku sangat Yakin kamu bisa memahami posisiku jika hanya aku saja aku tak membutuhkan semua itu, bahkan dengan senang hati aku akan melepaskan semua itu. tapi disini ada Mama dan juga kak Arga yang sangat membutuhkan banyak biaya itulah yang membuat aku tak bisa berbuat banyak untuk perjuangkan perasaanku "


keduanya saling terdiam larut dalam pemikiran masing - masing, Rasty pun merasa sudah sangat bersalah karena telah menuduh Saga tadi pagi, Saga masih tertunduk dengan mata yang memerah menahan tangis


" Saga.. maaf "


Rasty pun mendekap tubuh Saga yang kini mereka duduk dengan posisi bersampingan, tanganya mengusap bahu Saga dengan kepala bersandar pada bahu Saga


" terimaksih Rasty, please bantu aku melewati semua ini, aku tahu ini sangat berat tapi akan jauh lebih berat jika tidak ada kamu di sampingku Rast "


" aku akan mencobanya dan berusaha menjalani semua ini Saga, karna aku juga nggak mau kehilangan kamu "


mendengar jawabannyang sama sekali tidak Saga sangka hati Saga jadi bergemuruh tidak menyangka sama sekali dan ini seperti mimpi. Saga pun berjingkat segera memutar tubuhnya dan refleks memeluk tubuh gadis yang di cintainya dalam diam itu


" kamu serius Rasty ? kamu yakin dengan ucapan mu ini ? "


" iya Saga karena aku juga sayang kamu "


Entah keberanian itu muncul dari mana sehingga Rasty bisa mengucapkan ungkapan hatinya itu

__ADS_1


" I love you so much Prasasty Ayunindya "


__ADS_2