Tentang Saga

Tentang Saga
#12. Lebih dekat lagi


__ADS_3

Setelah selesai mengerjakan tugas kelompoknya Saga pun mengajak Rasty untuk menemui Mama nya yang akhir - akhir ini sudah lebih rileks dan tenang semenjak kedatangan Rasty beberapa waktu yang lalu, seperti menjadi obat penambah semangat untuk Mama Novita sekarang lebih tenang meskipun masih tetap harus rutin meminum obat penenang.


Seperti sore ini Mama Novita yang belum mengetahui keberadaan Rasty dirumah ini sepertinya beliau berencana akan memasak sesuatu di dapur. Dapur yang dulu menjadi tempat Favoritnya mengolah berbagai menu yang super enak untuk memanjakan lidah suami adan juga anak - anak tercintanya tapi beberapa tahun ini seakan ia lupakan begitu saja semenjak berbagai kejadian menyakitkan yang menimpanya.


Rasty yang bermaksud untuk menemui Mama Novita pun merasa heran karena saat akan menaiki tangga menuju kamarnya Rasty melihat sosok yang ingin dia jumpai tengah berada di dapur tengah asyik mengerjakan sesuatu, sejurus dengan itu Bik Nah pun melintas karena hendak membersihkan lantai ruang depan


" Bik... itu Mama Novita yang di dapur ?"


" eh, iya Neng Nyonya bilang katanya mau bikin kue kesukaan non almarhum non Ayun "


" Bik .. apa tidak apa - apa itu nanti ?"


Tanya Rasty dengan hati - hati karena ia tahu betul kondisi mental wanita paruh baya tersebut


" tidak apa non, ini sudah ketiga kalinya semenjak Nyonya bertemu dengan non Rasty nyonya jadi turun ke dapur setiap kali merasa rindu dengan almarhum , nyonya selalu bilang katanya non Ayun lagi sekolah di luar kota jadi nyonya mau bikin kue kesukaan non Ayun untuk menyambut kepulangannya "


" Ya Allah bik, gimana ini aku jadi serba salah "


" Non,.. tetaplah menjadi seperti yang ada dalam pemikiran nyonya ya, setidaknya dengan begitu nyonya punya semangat untuk sembuh "


Rasty hanya menjawab dengan Anggukan tanpa terasa bulir - bulir kristal menuruni kedua sisi pipinya, dengan cepat Rasty mengelapnya dengan punggung tangannya


" Ya sudah non temui saja nyonya di dapur pasti akan sangat senang "


" iya Bik saya ke dapur dulu ya "


Bik Nah pun tersenyum bahagia melihat perubahan pada nyonya besarnya ada harapan untuk kesembuhan majikannya yang sudah lebih dari 20 tahun ia mengabdikan dirinya bekerja pada keluarga Wiryawan semenjak sepasang suami istri itu menikah dan anak pertama mereka Senja atau biasa di panggil Ayun lahir Mbok Nah sudah bekerja sebagai ART dirumah ini, oleh sebab itu bagi mbok Nah keluarga ini adalah keluarganya juga.


Sementara Rasty yang berjalan menuju dapur pun terlihat bingung mendapati Mama Novita tengah membuat adonan untuk membuat kue perlahan ia mendekat dan menyapa


" Ma... Mama "


seketika Mama Rasty menoleh kearah sumber suara


" Sayang... Ayun anak Mama sudah datang "


kedua wanita beda usia itupun berhambur saling memeluk


" Mama apa kabar ?"


" Mama ya seperti ini , baik . Mama mau buat kue tiramisu kesukaan kamu "


Tampak sekali binar kebahagiaannya terpancar dari wajah itu, wanita yang sebenernya sangat cantik dengan hidung mancungnya dan bola mata yang indah


" wah... jadi nggak sabar pingin mencobanya"


" kamu duduk ya tunggu sebentar tadi adonan pertama Mama sudah hampir matang,tunggu ya "


Rasty pun mendekat dan segera memeluk kembali tubuh ringkih itu


"terimakasih ya Ma , mama sudah repot - repot membuat kue untukku "


" Mama tahu pasti disana kamu kurang makan makanan yang sehat kamu pasti jajan sembarangan kan , kapan kamu akan pulang dan tinggal dirumah lagi ?"


mendengar pertanyaan tersebut Rasty pun jadi bingung harus menjawab apa

__ADS_1


" emhh.. nanti setelah sekolahku lulus pasti akan pulang Ma "


" tapi.... disana tidak ada orang jahat kan ? tidak ada perempuan dan laki laki berhati iblis itu kan ?"


" iya Ma disana semua orangnya baik kok, nggak ada yang jahat sama Rasty "


" Rasty..??? kamu kan Ayun nama kamu Senja Ayunika bukan Rasty "


Rasty keceplosan tak sengaja menyebutkan namanya sendiri


" i..Iya maksudnya Ayun Mah "


seketika wajah Mama Novita berubah murung dan tanganya juga menghentikan aktivitasnya mengaduk adonan kue nya itu


" Ma.. sepertinya kue nya sudah matang , harusnya tercium sampai disini "


Buru - buru Rasty mengalihkan topik pembicaraan


" baiklah Mama angkat dulu"


" biar Ayun yang angkat Ma "


Rasty pun membuka oven dan benar kue yang Mama Novita panggang sudah matang sempurna dan juga mengembang dengan baik. karena kurang berhati - hati tangan Rasty menyenggol permukaan oven yang panas


" auhh panas "


Rasty terpekik dan reflek menjatuhkan nampan kue diatas meja beruntung Saga dengan sigap menangkapnya dengan mengalami tanganya dengan serbet


" hati - hati "


suara Saga tiba tiba


Mama Novita pun khawatir dan mencemaskan kondisi tangan Rasty


dengan sigap Saga segera meraih tangan itu dan membawanya ke washtuffel dan dikubur dengan air dingin kemudian berlari mengabil kotak P3K dan mengoleskan saleb untuk luka bakar


Mama Novita pun menangis histeris dan seperti ketakutan suasana pun berubah jadi dramatis


" aku nggak apa - apa kok Ga ini cuma perih dan panas saja dan udah mendingan kok, kita tenangkan Mama dulu "


Mama pun histeris sambil membuang beberapa bahan kue dan juga adonan yang sudah ia siapkan tadi karena merasa bersalah telah membuat Rasty terkena luka bakar


" Ma... Mama tenang Aku nggak apa - apa , ini tuh cuma luka kecil dan Saga sudah mengobatinya , Ma.. tolong tenang ya "


bujuk Rasty dengan lembut


" Mama memang jahat udah buat kamu terluka, Mama benci dengan dapur "


" Ma.. Mama tenang ya.. lihat tanganku nggak apa - apa ini udah di obati, sekarang kita makan kue nya ya , aku lapar nih "


" tidak... aku udah menyakiti anakku "


" Ma... tolong Aku ingin makan kue itu disuapi Mama boleh kan?"


Rasty pun berusaha menenangkan Mama Novita yang tiba - tiba berubah menjadi kacau, Rasty sangat tahu kondisi mental penderita gangguan mental seperti Mama Novita memang tidak bisa ditebak dan mudah berubah - ubah.

__ADS_1


Setelah susah payah Rasty membujuk dan memenangkannya akhirnya kembali tenang dan kini tengah duduk di kursi ruang makan


Say pun tak bisa berbuat banyak karena ia tahu jika kondisi seperti ini Mamanya akan sulit di kendalikan


" Ras.. tolong bujuk Mama untuk minum obat nya ya "


" iya Ga, kamu tenang aja biar aku tenangin Mama dulu "


Saga pun meninggalkan dua wanita itu dan beranjak ke kamarnya , terlihat mbok Nah yang juga memperhatikan dan melihat dari jauh karena ia tahu jika kondisi seperti ini majikannya akan sulit di kendalikan kecuali dengan suster yang akan memberikan suntikan penenang.


" sabar ya Mas Saga "


" iya Mbok, saya ke kamar dulu "


Rasty pun akhirnya dapat menenangkan Mama Novita dan berhasil meminumkan obat dan kini tengah berada di kamarnya dan membaringkan di kasur kamarnya.


" Mama istirahat ya, aku temani di sini "


" jangan tinggalin Mama ya "


" iya Ma.. Mama istirahat "


Rasty pun tanpa sadar ikut tertidur disebelah Mama Rasty yang sedari tadi memegangi tangannya. Rasty pun mengerjapkan sepasang netranya dan segera turun dari ranjang dilihatnya Mama Novita yang masih tertidur dengan pulasnya , wajahnya tampak tenang dielusnya pipi wanita paruh baya itu, dan segera beranjak dari kamar tersebut.


Rasty menuruni tangga lantai dua Rumah yang cukup megah namun terasa sunyi seakan tak ada warna bahkan nyaris tanpa kehangatan . tampak Saga tengah duduk di sofa Ruang keluarga dengan tv yang menyala tanganya sibuk menganti chanel yang sesuai dengan acara yang dia inginkan saat ini, namun sepertinya percuma karena sebenarnya Saga tak bermaksud fokus menonton pikirannya kini sedang kacau campur aduk tak karuan


" Saga... aku pulang dulu ya, tadi Bunda udah kirim pesan tanya pulang jam berapa "


" baiklah aku antar kamu pulang "


" nggak apa kok aku bisa naik taksi online "


" tadi pagi aku yang jemput kamu berarti pulangnya juga harus aku yang antar, kamu lupa tadi Ayah kamu udah titipin kamu ke aku "


" ya Sudah, antar sekarang kalau begitu "


Saga pun mengambil kunci mobil yang terletak di laci tak jauh dari meja TV


" mbok.. saya antar Rasty pulang dulu, tadi suster Dina juga sudah datang, jadi bisa jagain Mama nanti mbok langsung istirahat saja nggak usah nunggu saya pulang saya bawa kunci kok "


" iya Mas .. hati hati ya antar mbak Rasty nya "


Saga dan Rasty pun meninggalkan rumah tersebut


" kok nggak pakai motor saja Ga ?"


" ini udah malam, nanti kalau pakai motor anak gadis orang bisa kedinginan dan masuk angin, busa - bisa ntar dihukum sama bapaknya terus nggak di kasih izin lagi buat pinjam anaknya :


" pinjam ?, emang aku ini barang pakai dipinjam "


Rasty tampak mengerucutkan bibir mungilnya dan tanpa sadar Saga menyunggingkan senyumnya


" manis banget sih "


gumamnya lirih .

__ADS_1


Tanpa menunggu waktu mereka pun segera melaju membelah jalanan yang tampak padat karena malam ini bertepatan dengan malam minggu.


Bersambung..🍃🍃


__ADS_2