
Kini Rasty dan teman - temanya serta kedua orangtuanya tengah berada di tempat makan Saung Gelis, selain suasana yang Asri, sejuk, dan tenang menu restaurant ini juga sangat menggugah selera, ada nasi liwet ala rumahan, berbagai macam olahan ikan mulai dari ikan air tawar juga menyediakan seafood dan berbagai menu nusantara lainya.
Kali ini Ayah Budi memesan satu paket nasi liwet ikan kakap beserta lalapannya, menu yang dipesan pun sudah tersaji di meja dan mereka duduk lesehan di saung yang terapung dibawahnya terdapat beberapa ikan koi dan sejenisnya.
" Ayo.. Semuanya silahkan dimakan, jangan sungkan makan sepuasnya nanti kalian pesan tambah lagi "
Ayah Rasty hari ini sangat berbahagia karena putri sulungnya sudah menuntaskan sekolahnya dengan predikat terbaik
" wahh... Menunya benar - benar menggugah selera Om , Tante"
Ujar Tomy mewakili teman - temanya yang lain, tak ketinggalan sebelum makan ritual yang ngehits di zaman digital saat ini apalagi kalau bukan berphoto - photo ria, setelah mengucap doa mereka pun menikmati makan siang hari ini dengan nikmat dan diselingi berbagai candaan.
Namun hal itu berbanding terbalik dengan Rasty meski terlihat baik - baik saja nayatanya saat ini hatinya sedang dirundung luka, hatinya terasa perih, jiwanya bergejolak ingatanya akan kejadian beberapa waktu lalu cukup membuat nafsu makannya menghilang begitu saja, Hal itu tak luput dari perhatian Kinar sahabatnya yang kini juga tengah duduk disebelah Alvin.
" Rast... Are you okay ?"
Bisik Kinar lirih saat Keduanya bersitatap
" tentu... Apa aku terlihat sedang tidak baik - baik saja ?"
" entahlah aku hanya merasa ada sesuatu yang buat senyumu pudar saat ini "
" don't worry ... Semua baik - baik saja kok Kin "
" semuanya maaf aku permisi ke toilet dulu "
Pinta Rasty setelah menyelesaiakan makan siangnya, kemydian disusul Kinar yang merasa ada kejanggalan pada sahabatnya saat ini
" aku juga ,permisi ke toilet "
Setelahnya Kinar pun bergegas menyusul Rasty yang lebih dulu berjalan menuju toilet yang berada di tempat tersebut.
" Tunggu Rast.. "
Pekik Kinar seraya mengejar langkah Rasty terlihat melebarkan langkahnya masuk dalam bilik toilet
" kamu tahu Kin.. Ternyata Saga saat ini sedang bersama keluarga Sesha dan mungkin mereka akan segera meneruskan perjodohan mereka setelah ini "
__ADS_1
Pertahanan Rasty pun Goyah ia tak lagi mampu menahan gejolak dalam hatinya ia pun kini menumpahkan semua pada sahabatnya Kinar
" jadi karena itu kamu berubah pendiam sejak tadi ?"
Kini Tubuh Rasty berada dalam pelukan sahabatnya
" aku tahu sejak awal perasaan ini tuh salah Kin, tak seharusnya aku membiarkan perasaan itu tumbuh semakin besar , harusnya aku kubur dalam - dalam perasaan itu, harusnya aku dengarkan peringatan dari Rangga waktu itu, pasti tak akan sesakit ini kan Kin ?"
Kinar hanya terdiam membiarkan sahabatnya itu menumpahkan semua beban hatinya,, ia hanya menjadi pendsngar yang baik agar beban hati sahabatnya itu kini berkurang
" Tapi Rast.. Setahuku Saga bukanlah orang yang mudah menyerah dengan keadaan begitu saja, aku yakin pasti akan memperjuangakan perasaan cintanya ke kamu, kamu tenang ya pasti Saga akan mencari jalan terbaiknya "
" sekarang kamu tenang,, semua pasti akan baik - baik saja, aku tahu seperti ini pasti karna cemburu kan ?"
Kinar sengaja menggoda sahabatnya itu agar kembali good mod seperti tadi pagi
" kamu .. Apaan sih Kin, siapa juga yang cemburu.. Aku tuh.. Cuma.. Cu.. "
" cuma gealous ... Hehee "
Belum lagi selesai ucap Rasty sudah dipotong oleh Kinar , wajah Rasty pun sudah memerah menahan rasa malu karena memang benar adanya ia sangat merasa cemburu melihat Saga tadi sedang berpelukan dengan gadis lain
" sebentar ya, aku rapikan dulu muka berantakanku ini "
" heemmm,ss.. Lagian kamu bisa banget Bucin akut sama si Saga tuh, setahuku kamu tuh banyak yang naksir, termasuk si Rangga most wanted sekolah kita, ada juga tuh si adek kelas yang bernama Raihan itu sepertinya juga naksir berat sama kamu , lumayan dapat brondong adek kelas .. Hahaa..haa "
" ishh.. Kamu tuh ya .. Jangan bikin gosip kayak gitu, mana ada Itu hanya berita netizen lambe bubrah "
Sepertinya mood Rasty sudah kembali membaik, setelah menceritakan apa yang di lihatnya tadi saat di aula sekolah pada sahabatnya terbukti beban hatinya kini kembali lega. Merekapun kembali bergabung dengan Ayah ,Bunda dan yang lainya sebelum akhirnya mereka pulang.
Saat inu Rasty sudah berada di mobil Ayahnya dengan Bunda mereka sudah hampir sampai dirumah.
" Bunda.. Ayah.. ada yang mau Rasty sampaikan "
Suara Rasty tiba - tiba memecah kesunyian di dalam mobil yang tenang dan hanya terdengar suara audio music di dasboard
" apa itu anak ?"
__ADS_1
" emhh... Rasty tadi baru saja mendapat email dari Universitas di Singapura kalau permohonan beasiswa ku disetuji dan Rasty lolos masuk di fakultas spikologi di sana "
" Alhamdhulillah... Bunda senang sekali sayang akhirnya usaha kamu untuk mendapatkan beasiswa kesampaian juga, semoga ini bisa menjadi langkah awal tercapainya cita -cita kamu nantinya "
" Tapi .. Apa kamu yakin sudah siap untuk hidup mandiri di negara orang ? Itu semua tak semudah yang kamu bayangkan nak, Ayah jadi tak tenang melepaskan kamu tinggal disana sendiri, jauh dari orang tua, keluarga serta teman - teman kamu, disana kamu harus mengurus kebutuhanmu sendiri. Apa kamu yakin siap dengan semua itu? "
Sang Ayah pun tak ingin anak gadisnya benar - benar berpikir ulang untuk mengambil study nya di Luar Negeri karena memang benar kehidupan di luar sana nggak semudah seperti di Negeri sendiri.
" Yah... Rasty ini sudah dewasa, bukan lagi putri kecil Ayah dan Bunda yang harus selalu dijaga dilindungi seperti dulu. Rasty bisa kok menjaga diri lagi pula kan kesana itu mau belajar Yah. Ayah dan Bunda hanya perlu mendoakan dan mendukung serta yakin kalau Rasty pasti bisa dan akan berhasil dengan apa yang Rasty cita - citakan itu"
Rasty terus berusaha meyakinkan kedua orang tuanya jika keputusanya ini tidak salah.
" iya sayang Bunda juga tahu, tapi melepasmu disana sendiri itu bukan hal yang mudah untuk kami, sedangkan disini saja Ayah kamu masih sangat protective kan "
" Bunda sayang.. Semua kembali ke niatan awal Rasty ke Singapura buat belajar, menimba ilmu jaga nggak ada alasan yang lebih penting selain belajar, Jadi Rasty cuma minta Ayah dan Bunda yakin kalau aku pasti bisa "
" memangnya kapan itu nak ?"
Tanya Ayah Budi disela kegundahanya, meski saat ini hatinya sudah mulai menyetujui permintaan sang anak bungsu
" dalam minggu - minggu ini Yah Rasty sudah harus berangkat untuk registrasi ulang serta mengurus semuanya "
" loh.. Kok cepat sekali , kan kamu belum ada persiapan sayang ?"
Bunda merasa kaget dengan penuturan sanga anak
" iya Bunda soalanya awal bulan depan perkulihan sudah harus dimulai "
" ya sudah .. Nanti Ayah hubungi Mas Faizal biar kakak kamu bantu apa saja yang kamu perlukan nantinya selama disana "
" berarti Ayah setuju ?.. terimakasih Ayah, Bunda kalian memang orang tua terbaik "
" tapu kamu harus benar - benar pegang janji kamu untuk menjaga diri dengan baik, dan belajar sungguh - sungguh biar nanti kamu bisa menjadi spikiater yang mumpuni Ayah bangga pada anak - anak Ayah semoga nantinya dapat berguna untuk kehidupan masyarakat di Negeri kamu sendiri "
" SIAP komandan laksanakan perintah ! "
Raut wajah bahagianya seketika terpancar setelah kedua orangtuanya mengabulkan dan memberikan ijin untuknya melanjutkan study di luar negeri.
__ADS_1
Meskipun saat ini hatinya sedang gundah berselimut resah dan cemburu mendominasi pikiran dan perasaanya namun Restu dan kedua orangtuanya seolah menjadi pelipurnya.