Tentang Saga

Tentang Saga
30. Kesalahan


__ADS_3

Selesai makan bersama merekapun membersihkan piring bekas makan dan juga peralatan yang digunakan saat masak tadi. Jarum jam sudah menunjuk paga angka 20.15 artinya sudah cukup malam namun diluar sana hujan masih sangat lebat, bahkan bercampur angin kencang disertai dengan kilatan petir yang seolah bagai nyala blizt camera .


Rasty dan Saga kini masih berada di ruang keluarga duduk menikmati camilan dan soft drink sembari menunggu hujan yang belum kunjung reda. Rasty sudah tampak gelisah jika hujan tak kunjung reda bagaimana ia bisa pulang malam ini, sebenarnya ia bisa saja nekad meminta Saga mengantarkan pylang namun ia tak mungkin setega itu pada Saga mengingat cuaca saat ini sangat tidak bersahabat bahkan jika nekad bisa berakibat fatal


" Kok hujanya nggak reda juga ya Ga.. Malah makin deras ini loh dah hampir malam "


Tanya Rasty sembari memainkan Hand phonenya yang tanpa ia sadari daya dalam alat tersebut sudah kritis karena sejak seharian belum ia charge


" iya Rast.. Tuh kamu lihat malah angin dan petirnya juga makin rame ,.. Hehee "


Sambil nyengir kearah Rasty


" kalau nggak juga reda gimana dhonk Ga ?"


" ya udah nginap sini saja "


" ngawur kamu "


seketika ekspresi Rasty berubah pada mode galak


" kenapa memangnya ? Bener kan kalau nggak reda juga kamu nginap disini, lagipula kalaupun nekad pulang dirumah juga nggak ada siapa pun, Bibik kamu juga pasti dah pulang dari tadi sore "


" ihh.. Kamu tuh ya, memangnya aku cewek apaan kalau harus nginep dirumah cowok lagi "


" masalahnya dimana kan kamu nginap juga dirumah pacar sendiri "


" justru karna itu, disini juga nggak ada siapa - siapa "


" kamu takut ya Rast kalau aku nakalin ?"


Tebak Saga to the point, meski tanpa menjawab Saga bisa mengerti apa yang dipikirkan gadis itu saat ini


" kamu tenang Rast.. Aku nggak mungkin tega lakuin itu karena Ayah sudah menitipkanmu untuk menjagamu dan tak mungkin aku melanggar amanah itu, kecuali.. "


" kecuali apa?"


" kecuali kamu juga menginginkanya... Hehee"

__ADS_1


Saga tergelak sebenarnya ia hanya bercanda dan menggoda kekasihnya itu, tidak mungkin dia akan melakukan kesalahan untuk saat ini, karena dia tahu bagaimana ia harus menjaga seorang perempuan


" iihh... Menyebalkan "


Rasty memukul dada Saga dengan reflek Saga menangkap pergelangan tangan Rasty dan justru menariknya dalam dekapanya


" auhhh.."


Karna terlalu keras tarikan yang Saga buat hingga membenturkan kening serta hidung runcing itu pada dada bidangnya


" maaf... Sakit ya "


Saga merasa bersalah karena keisenganya dan dia pun merasakan jika benar adanya pasti Rasty benar merasa sakit, ditariknya pinggang ramping yang berbalut dress sebawah lutu itu dengan tangan kanannya menelisik hidung runcing yang tampak memerah itu perlahan Saga mengusap penuh kelembutan, perlahan jarak keduanya semakun terkikis hingga nafas Saga begitu terasa menerpanya. Keduanya tampak sibuk dengan debaran jantung masing - mading yang kini bekerja tidak seperti biasa dan itu hanya terjadi pada keduanya disaat mereka bersama dengan nyaris tanpa jarak begini.


Duaarrrr


Suara petir menggelegar menyentak keduanya hingga reflek saling memeluk erat. Seketika listrik pun padam sementara hujan pun turun semakin deras di luar sana


" Saga.. Bagaimana ini gelap sekali , oh astaga hand phone ku di lantai bawah Saga "


Kini Rasty tampak gusar merasa takut dengan gelap


" Saga .. Bagaimana ini aku takut Ga?"


Rasty semakin panik dan terus merengek menahan rasa takutnya


" kamu tenang aku disini, sebentar lagi mungkin listriknya menyala, kita duduk dulu "


Dengan mengandalkan instingnya Saga meraba keberadaan Ranjang dengan kakinya dan kemudian membawa Rasty duduk bersampingan dengan Saga terus memeluk tubuh Rasty yang tampak gemetaran


" kamu tenang ya ini nggak akan lama kok, atau biar aku turun mengambil hand phone kita kamu tunggu disini "


" nggak mau aku takut, lagi pula kamu harus turun tangga dan ini tuh gelap gimana nanti kalau kamu jatuh, aku nggak mau kita tunggu saja disini "


Saga pun mengikuti apa yang diutarakan Rasty


Gelap, dan hujan masih turun dengan lebatnya, kilatan cahaya petir memantyl lewat kaca jendela lah saat ini sebagai penerangnya

__ADS_1


" kamu pasti lelah kamu bisa tidur, kamu tenang saja aku akan menjagamu "


Saga menyuruh Rasty untuk berbaring di ranjangnya dan itu dituruti oleh Rasty namun dengan tangan yang tak terlepas dari genggaman Saga


" Ga... "


"heemm "


" kamu ngantuk ya?"


" tidak , tidurlah "


" Ga.. "


" iya Rast... "


" kamu pasti capek, baring saja "


" enggak kok, tenang saja aku mau jagain kamu "


" Ga... "


tanpa menjawab lagi Saga pun naik keatas ranjang dan berbaring berdekatan dengan Rasty. Percayalah saat ini Saga sedang tidak baik - baik saja bukan hanya jantungnya yang bergejolak tapi sesuatu di bawah sana pun tak kalah tegangnya bagaimanapun Saga lelaki normal berada dalam satu ruangan dengan lawan jenis yang keduanya saling memiliki ketertarikan membuat jiwa lelakinya terusik.


Sekuat tenaga Saga berusaha meredam gejolak itu namun sepertinya keadaan tak memihaknya suara petir yang menggelegar membuat keduanya justru berada dalam situasi yang membuat keduanya sulit meredam gejolak itu.


Dan semuanya terjadi begitu saja, Ya... Sebuah kesalahan telah terjadi dan bisa dipastikan ini akan manjadi awal kehancuran masa depan keduanya. Jiwa muda yang tengah di mabuk oleh perasaan cinta membuat keduanya lupa dan dengan mudahnya mengiyakan bujuk rayu hasutan setan untuk keduanya melakukan kesalahan fatal yang pasti akan mereka sesali nanti.


Hukan sudah reda dan Listrik kembali menyala, sementara itu didalam sebuah kamar kedua anak manusia masih terlelap dengan nyenyaknya keduanya saling berpeluk di bawah selimut keduanya menyembunyikan tubuh polos mereka yang tanpa sehelai benangpun. Keduanya belum menyadari bahwa apa yang terjadi tadi malam adalah kesalahan terbesar yang nantinya bisa membombardir masa depan keduanya hingga luluh lantah


Jarum jam di meja belajar menunjuk pada angka 04.00 artinya sebentar lagi azdhan subuh akan segera berkumandang, membangunkan seluruh manusia pejuang subuh untuk bangun menunaikan kewajibanya


Saga terusik dari tidur lelapnya setelah lelah melakukan aktivitas yang menguras tenagaganya, merasakan sesuatu yang baru pertama ia rasakan seumur hidupnya selama 18 tahun usianya, rasa nikmat yang membuai mereka hingga lupa akan efek dari semua itu. Setelah keduanya berhasil menuntaskan pelajaran pertama mereka yang sama - sama dalam tahap mencoba untuk pertama kali, tentu saja berdasarkan insting dan naluri alamiahnya, serta beberapa vidieo yang pernah ia dan sesama teman lelakinya tonton maka Saga pun akhirnya bisa menyelesaikannya dengan succes hingga pada akhirnya keduanya kembali penasaran dan mencobanya kembali mengulang pelajaran yang sangat menyengkan untuk keduanya.


Saga yang belum sepenuhnya terjaga dari tidurnya pun terusik saat sesuatu menelusup pada dada bidangnya diiringi dengan nafas yang berhembus dengan teratur seketika menyadarkanya dan membuja matanya hingga terbelalak.


" Rasty... Ya Tuhan "

__ADS_1


Pekik Saga lirih dalam hati setelah melihat keadaan mereka saat ini seketika nafasnya tercekat jantungnya bergemuruh dan darahnya terasa memanas dan seketika ingatanya kembali berputar pada awal kejadian laknat ini terjadi, Saga merasa marah teramat marah pada dirinya sendiri yang dengan bodohnya mengahncurkan gadis yang ia cintai, dengan mudahnya ia lupa pada janji dan amanah yang ditipkan oleh Sang Ayah si gadis.


Dipandanginya tubuh mulus yang masih senantiasa memeluknya erat, wajahnya begitu menggemaskan ketika tidur begini, seketika rasa takut dan bersalahnya terus membayang. Bagaimana ia bisa dengan mudahnya melakukan kesalahan itu, bagaimana jika nanti gadis itu terbangun dan menyadari hal buruk itu telah terjadi apa mungkin Rasty bisa memaafkanya meskipun itu adalah kesalahan bersama mengingat mereka melakukan itu tanpa paksaan tetapi dengan suka rela.


__ADS_2