
" kita tunggu sebentar ya Taxol bentar lagi sampai "
Saga membimbing Rasty duduk di bangku tunggu yang berada di depan klinik tersebut
" loh, kok pakai Taxol kan kamu ada motor ?"
" udah tenang, motor aku aman kok disini nanti aku bisa ambil kalau udah pulangnya. sekarang yang terpenting kamu nggak mungkin lagi sakit malam - malam gini naik motor "
" tapi aku kan udah nggak apa - apa, aku bisa kok naik motor saja pulangnya "
" kali ini nurut sama aku !"
ucap Saga dengan raut wajah sedatar dan setegas mungkin, hingga membuat Rasty menciutkan nyalinya
" ya udah terserah kamu saja lah "
Tak berapa lama mobil berwarna putih pun berhenti tepat di depan mereka dan itu Taxol yang di pesan oleh Saga, setelah membukakan pintu dan membantu Rasty untuk naik dan masuk ke dalamnya Saga pun kini duduk disamping Rasty. kurang lebih 30 menit merekapun sampai di depan pagar rumah orangtua Rasty setelah membayar Saga pun membantu Rasty untuk turun.
Tok tok tok
Saga pun mengetuk pintu beberapa saat tak mendapat sahutan dari dalam rumah hingga beberapa kali akhirnya daun pintupun terbuka dan terlihat Bik Narti membukakan pintu
" Assalamualaikum, bik "
" waalaikumsalam Den, non loh... kok baru pulang ?"
"iya bik ceritanya di dalam saja ya, tolong bantu Rasty buat istirahat di kamar bik Rasty lagi sakit "
terang Saga sambil memegangi lengan Rasty dan terus berjalan menuju ruang keluarga
" kok bisa neng Sakit ? tadi pagi kayaknya masih sehat "
" Bunda kemana Bik kok sepi ?"
"Tadi Bapak sama Ibuk pergi ke kondangan Anggota Bapak , tadi Ibu pesen kalau non pulang disuruh makan duluan saja soalnya bapak sama Ibu nggak makan dirumah"
" Rast.. kamu istirahat dikamar saja ya , Biar Bik Narti bantu "
" nggak kok Ga aku udah baikan kok, kamu kalau capek langsung pulang saja nggak apa kok"
" nggak aku mau nungguin Bunda dan Ayah sekalian menjelaskan apa yang udah terjadi sama kamu hari ini sekaligus Mau minta maaf sama Bunda juga Ayah "
__ADS_1
"Lah, ini tadi katanya Non Rasty sakit ?kalau gitu bibik antar ke kamar saja biar bisa istirahat "
" nggak apa Bik, biar aku tiduran di sofa ini saja sekalian nungguin Ayah dan Bunda pulang"
" ya Sudah kalau begitu bibik tinggal ya nanti kalau perlu apa - apa panggil bibik saja "
" iya, terimakasih ya Bik "
Sesaat suasana Ruang tamu menjadi hening setelah Bik Narti kembali masuk ke kamarnya, Saga tengah asyik berkutat dengan smart phone nya
" Saga "
" hemmm "
Melihat reaksi Saga yang masih tak berpaling dari benda pipihnya itu Rasty merasa terabaikan ada rasa gondok kini mengusik hatinya
" Saga.."
" hemm,.. apa kamu butuh sesuatu?"
kali ini lumayan panjang jawabannya tapi tetep pandangannya tak beralih dari benda yang dipegangnya sejak hampir 40 menit yang lalu
huff... memanglah kalau manusia es tuh kayak gini menyebalkan, sudah muka lempeng, sikapnya dingin kayak es balok orang kok nggak peka sama sekali, tak tahu apa kalau aku tuh suka dan pingin deket kamu terus, eh... tapi masak iya aku suka sama model Es balok gini pasti membosankan dan yang pasti menyebalkan. tapi jujur aku tuh mulai nyaman di dekat kamu seperti ini Saga biarpun kamu orangnya cuek dan nggak peka
" Rasty... Rast... "
mendengar namanya di panggil beberapa kali ia pun terperanjat dan reflek kakinya yang berselonjor di sofa turun menendang tubuh Saga yang tengah berjongkok seketika ambruk menimpa tubuh Rasty dengan bibir keduanya saling menempel
deg
deg
hingga sepersekian detik keduanya saling terkunci pandangannya keduanya kalang kabut mengatasi gejolak jantung mereka yang mobat mabit hingga menciptakan sensasi gemetar di hati keduanya. ini adalah pertama kalinya mereka seintim ini Saga menindih tubuh Rasty dengan bibir keduanya saling menempel meski tanpa sengaja
"ma..af "
Saga pun segera bangkit dan berdiri
" eh... i.. iya aku juga minta maaf nggak sengaja kakiku nendang kamu tadi Ga "
beberapa saat keduanya tampak canggung, tapi dalam hati Rasty seolah sedang bermekaran bunga - bunga
__ADS_1
Hah... Bibirnya bibirku saling menempel dan wajahnya kenapa terlihat jauh lebih tampan dari biasanya Tuhan... ini pertama kalinya buat aku hufff
" Rast ... Kok Ayah dan Bunda belum pulang juga ya ini udah jam sepuluh "
Suara Saga pun membuyarkan lamunan Rasty
" nggak tahu juga Ga.. biasanya Bunda kasih kabar kalau pulangnya telat . kamu bisa pulang kok nggak usah nungguin Mereka pulang lagian kamu juga pasti capek "
" tapi.. "
" nggak apa - apa kok besok juga kamu cerita sama mereka "
" ya udah,.. aku pamit pulang dulu ya, kamu istirahat di kamar saja "
" iya ini juga mau ke kamar "
" kamu bisa sendiri ?"
" bisa kok "
Rasty pun perlahan beranjak dari sofa dan baru berjalan beberapa langkah tiba - tiba tubuhnya limbung dan dengan cepat Saga menangkap tubuh Rasty
" aku antar ke kamar ya, baru aku pulang "
Rasty pun mengangguk karena memang kondisi Rasty belum pulih seratus persen setelah tadi mengalami alergi berat
" Saga... makasih ya, untuk hari ini "
" iya, semua juga karena aku ceroboh. kamu istirahat ya, aku pamit dulu "
ucapnya setelah selesai menyelimuti tubuh Rasty hingga sebatas dada. mendapat perlakuan semanis itu hati Rasty porak poranda diobrak abrik oleh perasaannya sendiri.
Rasty terus memandangi punggung Saga yang terus menjauh dan menghilang di balik pintu yang kini telah ditutup oleh Saga
Dan akhirnya yang aku takutkan benar terjadi, Perasaan itu berubah begitu saja mungkin bener pepatah jawa witing tresno jalaran solo kulino ( cinta itu bisa tumbuh karena kebiasaan bersama ).
Bagaimanapun juga Rasty gadis normal yang masih baru mengenal dunia cinta, hampir setiap hari mereka bersama wajarlah jika perasaan itu tumbuh apalagi secara fisik Saga termasuk nyaris sempurna, postur tubuh yang tinggi, kulit bersih,hidung bangir , wajahnya terlihat nyaris sempurna meski ia tergolong cowok cuek, dan masa bodoh dengan cewek tapi hal itu seperti ada pengecualian untuk Rasty. Mengingat kedua orangtuanya juga sangat open terhadap Saga bahkan telah memberikan kepercayaan padanya untuk berangkat dan pulang sekolah dengan Rasty.
Meskipun antara keduanya belum ada yang spesial hanya sebatas teman tapi itu hanya mereka berdua yang tahu. karena setahu teman - temanya mereka sudah jadian. biarpun faktanya hubungan mereka itu hanya biasa saja karena Saga sendiri yang menolak sebuah komitmen.
Apa nantinya aku bakal bisa rasakan indahnya perasaan ini jika perasaan itu hanya aku yang punya tidak dengan Saga ?, tapi bagaimana lagi aku juga sudah berusaha untuk menepis perasaanku ini tapi nyatanya aku nggak bisa, aku merasa senang dan ingin selalu bersama dengan Saga dan aku inginkan yang lebih dari sekedar sebagai teman. Akhh.. untuk kali ini biarkan aku sedikit egois nggak salah kok perasaan ini jika nanti terus tumbuh menjadi cinta, toh mereka juga tahunya kami ini punya hubungan spesial. setidaknya biarkan aku bahagia dengan perasaanku saat ini. meski memendam rasa itu kadang terasa nyeri di hati ini.
__ADS_1
Rasty pu akhirnya terlelap dalam dunia mimpinya setelah kembali meminum obat sesuai yang disarankan dokter.