Tentang Saga

Tentang Saga
42. Sang Mantan


__ADS_3

Setelah sampai di unit 201 kami pun disambut oleh sesosok wanita anggun yang sangat cantik tubuhnya yang tinggi semampai berbalut baju gamis berwarna navy dengan hijab berwarna silver.


" Assalamualaikum... Faizal.. Apa kabar ?"


Sapanya pertama kali pada kami dan aku hanya tersenyum dengan terpaku pada wajah cantik itu, sementara kakakku tampak sekali dia sangat grogi dan canggung


" waalaikumsalam.. Hay Lama ya tidak bertemu sejak lulus SMA kurang lebih sembilan tahun "


" iya.. Gimana kabarnya aku dengar kamu sudah jadi pengacara kondang "


" alhamdhulillah.. sehat biasa saja masih tahap belajar juga kok untuk bisa jadi lowyer kenamaan "


" kamu sendiri apa kabar ? Maaf ya waktu kamu nikah aku nggak bisa datang "


" alhamdhulillah baik, ah.. Iya tak apa kok aku tahu kamu pasti sibuk waktu itu , lagi pula kan udah 5 tahun lalu "


" sebenarnya waktu itu aku masih jadi mahasiswa magang di salah satu kantor advokad makanya aku nggak bisa menyempatkan waktu "


Aku pun hanya menjadi penonton dan legowo di abaikan oleh kedua orang dewasa yang tengah menikmati masa perjumpaan setelah kurang lebih 9 tahun tidak bertemu


" oh. Iya kenalkan ini adikku yang bungsu Prasasty panggil saja Rasty "


Kak Faiz pun akhirnya mengingatbkeberadaanku dan akhirnya mengenalkanku pada sosok cantik yang belum aku kutahui namanya itu


" hay.. Aku Anissa panggil saja kak Nisa "


" Rasty kak "


Kami pun bersalaman dan bercipika cipiki. Terasa sekali auranya jika wanita yang dikenalkan padaku ini wanita yang baik bahkan sangat ramah meski baru pertama kali bertemu


" ya sudah .. mari masuk "


Kami pun dipersilahkan ke dalam sekilas apartemen ini memang tampak tidak bgitu luas namun sang pemilik menyusunya sedemikian rupa hingga menjadi sangat rapi serta nyaman

__ADS_1


" maaf ya keadaanya seperti ini, pasti bapak pengacara nggak nyaman deh "


" oh.. Iya apa kabarnya suami kamu ?"


Tiba - tiba kak faiz menyampaikan pertanyaan yang sebenernya sempat ada dalam pimiranku, karena berdasarkan perbincangan tadi status Mbak Nisa telah menikah, akan tetapi didalam apartemennya tidak terdapat sosok suami tersebut bahkan dari rak sandal hanya terdapat beberapa sepatu dan sandal wanita tak satupun terdapat sepatu ataupun sandal pria, apa mungkin saat ini mereka tinggal terpisah alias LDR an karena mbak Nisa yang sedang mengambil spesialis di negeri ini.


" suamiku sudah meninggal tepat 2 bulan setelah pernikahan kami "


Aku dan kak Faiz sama - sama tercengang mendengar jawaban mbak Nisa


" innalillahi wainnailaihirojiun.. Maaf maaf sekali aku nggak tahu dan tak bermaksud "


" tidak apa kok Insyaallah saya sudah iklas, suami saya mengalami kecelakaan mobil "


"Sekali lagi maaf aku nggak bermaksud mengingatkan kesedihan kamu "


" tidak perlu merasa tak enak hati seperti itu, saya sudah iklas kok "


Seketika suasana menjadi canggung terlihat gurat kesedihan dimata mbak Anisa meski ia menutupi dengan senyuman


" spikologi mbak "


" waah.. Kamu pingin jadi spikiater rupanya. Mbak suka dengan pilihan kamu "


" terimakasih mbak Nisa "


" oh iya. Kamu kan mau cari apartemen kan ? Kenapa nggak tinggal disini saja bareng mbak, kebetulan ini kan kamarnya ada dua tapi.. Memang cuma kayak gini keadaanya tapi kalau untuk ditinggali insyaallah nyaman kok"


Aku pun salaing pandang dengan kak Faiz mendengar tawaran mbak Nisa


" apa tidak merepotkan kamu nantinya Nis ?"


Kini kak Faiz angkat bicara

__ADS_1


" ya enggaklah, aku justru seneng kalau ada temenya. Apalagi untuk Rasty kata kamu dia baru pertama kalinya pisah dengan keluarga apalagi dia baru lulus pasti dia juga butuh teman setidaknya yang berasal dari satu negara, disini juga Rasty butuh beradaptasi kan ?"


jawaban mbak Nisa memang benar junur saja akupun memang masih gamang ketika harus tinggal di tempat asing dan ketika semuanya harus serba sendiri bagaimanapun juga aku butuh waktu untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan baru meskipun disini niatku untuk belajar tapi tetap saja aku harus merasakan kenyamanan terlebih dulu


" ya aku sih terserah Rasty dia yang bakal tinggal tapi aku setuju dengan apa yang kamu sarankan. Hanya saja aku takut privasi kamu terganggu nantinya, justru aku dan orang tuaku juga pasti sangat aenang dan bisa tenang jika Rasty tinggal dengan orang yang sydah kami kenal "


" jadi gimana Rasty ? Kamu tenang saja nggak perlu merasa sungkan atau gimana - gimanaya kalau kamu merasa tidak enak kamu bisa membayar sewa apartenent iniseparuhnya jadi kita mempunyai hak yang sama, gimana ?"


Akupun terdiam dan tampak menimbang apa yang ditawarkan mbak Anisa. Aku pun berpikir tak ada salahnya aku imut menyewa disini toh banyak keuntungan disini aku bisa tinggal dengannorang yang sudah kakakku kenal yang berasal dari satu negara, mbak Anisa juga orang yang baik, ramah dan tulus sepertinya karena aku juga baru beberapa jam yang lalu mengenalnya


" ya udah.. Saya mau mbak"


" baiklah kamu lihat - lihat dulu sekaliannkamar kamu nantinya, ayo mbak antar "


Kak faiz juga sudah beranjak lebih dulu menuju balkon sampaing dan akupun mengelilingi tempat ini mengikuti mbak Anisa dan sampailah pada kamar yang terlihat nyaman meski tidak terlalu besar tapi cukuplah untukku


" gimana kamu suka ?"


" iya mbak suka, view nya keren banget Rasty suka mbak"


" syukurlah, semoga kamu betah dan nyaman nantinya, oh iya aku lupa memberi tahu kalau selain kuliah ambil spesialis dokter Obgyn aku juga bekerja paruh waktu di salah satu Hospital di kota ini jadi aku ada waktu dirumah saat weekend saja "


" wah.. Hebat nih mbak Nisa bisa kerja di rumah sakit kenamaan di luar negeri begini "


" biasa saja lah Rast.. Kan lumayan itung - itung untuk menambah income hehee "


Malam itu juga aku dan kak Faiz mengangkat barang bawaanku yang hanya terdiri dari dua koper sedang dari hotel ke apartemen mbak Nisa. Dan kak Faiz akan kembali esok hari karena ia pun tak bisa meninggalkanbpekerjaanya terlalu lama 4 hari cukuplah baginya. Setelah berbenah kami beriga pun alhirnya mencari makan malam dan jalan - jalan malam di kota ini.


Ya Allah semoga ini menjadi jalan terbaik untukku hingga saatnya nanti aku bisa menjalani masa depanku dengan tenang dan bahagia meski separuh hatiku sudah hancur karena kesalahanku sendiri, semoga Saga baik - baik saja disana, biarlah perasaan ini tetap ada sampai waktu sendiri yang akan memberi putusan, setidaknya dengan jarak kami sekarang kami bisa saling memperbaiki masa depan kami


Dari kejauhan aku perhatikan Kak Faiz dan Mbak Nisa tampak sedang asyik berbincang sesekali mereka saling tersenyum, jika boleh aku menebak maka saat ini mungkinbmereka sedang bernostalgia mengenang masa - masa SMA mereka.


Aku lihat Kak Faiz jadi banyak tersenyum kali ini mungkin selama ini kakak tertuaku itu terlalu seriua menjalani hidupnya dan terlalu fokus mengejar kariernya sampai - sampai abai pada dirinya sendiri, terlalu disiplin dengan waktu hingga membuatnya menjadi pribadi yang kaku ketika dengan orang lain dan lawan jenis, namun begitu tetap humble dengan keluarga khususnya pada aku kak Faiz memang sangat menyayangiku dan memanjakanku.

__ADS_1


Aku Sangat bersyukur memiliki orangtua dan juga saudara yang sangat menyayangiku meskipun kehidupan kami sederhana namun kami semua berlimpah kasih sayang, jika sperti ini akaupun tak bisa memungkiri rasa bersalahku kian besar dan aku merasa telah menjadi anak yang buruk untuk Ayah dan Bunda dan adik yang buruk untuk kedua kakak lelakiku.


__ADS_2