Tentang Saga

Tentang Saga
36. Perlu Bicara


__ADS_3

Setelah turun dari dalam mobil Rasty pun meminta izin pada Bunda untuk langsung ke kamarnya, Rasanya ia sudah tidak tahan lagi ingin segera menguyur tubuhnya dengan air shower bahkan jika memungkinkan dengan air es sekalian sekiranya dapat menyejukkan hatinya yang memanas karena menyaksikan tentang Saga di tempat tadi.


Ia pun segera membuka pintu kamarnya meletakkan tas selempangnya begitu saja ke atas meja belajarnya bahkan ia melupakan medali dan piala yang tadi ai dapatkan dengan meninggalkan begitu saja di mobil, alhasil Ayah yang bertugas membawanya dan menaruhnya berjejer dengan berbagai piala milik Rasty dari sebelum- sebelumnya berbaur dwngan Piala kedua kakaknya yang memang memiliki kecerdasan yang sama dan sering mendapatkan kejuaraan.


Ayah Budi pun menatap bangga pada piala, piagam dan juga berbagai medali yang berhasil diperoleh Putra putrinya tersebut. Dengan bekal kepintaran dan kecerdasan akademisnya akhirnya menhghantarkan Anak - anaknya meraih kemudahan dalam kariernya . Faizal Putra Hartawan kini sudah menjadi Pengacara muda yang hebat terbukti banyaknya kasus yang berhasil ia menangkan kasus yang ia tangani bukan hanya sekelas kasus orang biasa melainkan kasus - kasus executive termasuk para pejabat Negara dan pemerintahan.


Yang kedua Raditya Firza Hartawan ia bisa lolos masuk AKPOL tanpa campur tangan sang Ayah justru Ayah Budi baru tahu jika Radit mengikuti ujian masuk mengikuti jejaknya setelah ia dinyatakan lulus dan di terima dan kini hanya menunggu penugasanya saja.


Dan yang ketiga si Bungsu Prasasty Ayunindya Hartawan berhasil mendapatkan beasiswa di salah satu universitas terbaik di Singapura dan mengambil fakultas Hukum namun ia tak ingin mengikuti jejek sang kakak sulung menjadi pengacara melainkan dia ingin menjadi Jaksa.


" Ayah bangga sekali Bunda pada anak - anak kita mereka semua bisa menunjukkan prestasi masing - masing dan itu semua karena hasil didikan Bunda yang hebat "


Ucap pak Budi seraya menatap deretan piala yang berjajar dengan tangan kanannya kini merangkul bahu Bunda Riyanti kemudian mendaratkan kecipan hangat penuh kasih di kening sang istri


" terimaksih Bund telah menjadi istri dan ibu untuk anak - anak Ayah, telah menjadi pendamping setia Ayah mulai dari Nol bahkan harus berjauhan dari orangtua dan keluarga, harus berpindah - pindah tempat mengikuti ke dinasan Ayah "


Pak Budi berucap sangat tulus dengan tatapan mata yang dalam , Bunda pun sangat terharu mendengar ungkapan sang suami yang terdengar dalam dan tulus, Ayah Budi memang bukan type lelaki romantis namun lebih pada selera humor yang cukup tinggi sehingga mendapatkan ungkapan seperti merupakan moment yang langka bagi Bunda Riyanti meskipun begitu Ayah Budi merupakan pribadi yang hangat dan penuh kasih sayang walau tak selalu bisa bersikap romantis.


" Bunda juga yang berterimakasih pada Ayah karena telah memberikan anak - anak yang hebat seperti mereka yang bisa nurut pada orang tua dan tidak banyak permintaan dan yang pasti sangat memahami keadaan kita sebagai orang tua, Dan semua itu iklas Bunda mendidik membesarkan anak - anak, serta mendukung apapun keinginan mereka selama itu hal yang baik. Dan kesetiaanserta kesediaan Bunda mengikuti kemanapun Ayah di tugaskan itu merupakan bukti bakti seorang istri pada suaminya"


Bunda pun membalas ungkapan suaminya tak kalah mengharukan hingga keduanya kini tampak berpelukan mesra dan tersenyum bangga untuk pencapaianya sebagai orang tua saat ini, meskipun belum usai tugas mereka karena dari ketiganya belum ada yang berumah tangga.


Di Kamar Rasty...

__ADS_1


Rasty mengguyur tubuhnya dibawah shower dengan diiringi tangisan pilunyanya ia menumpahkan segala kekesalan dalam hatinya dengan menangis sepuasnya, begitu banyak beban hati dan fikiranya selama ini yang hanya mampu ia pendam sendiri tanpa berani berbagi pada siapapun termasuk sang Bunda. Satu hal yang paling ia sesali dan itu tak akan pernah hilang seumur hidupnya akan terus membekas kesalahan yang telah ia lakukan dengan Saga adalah luka dan penyesalan abadi yang tak akan pernah ia bisa hilangkan.


" andai saja aku nggak sebodoh itu, andai aku nggak gampangan Saga ini semua nggak akan sesakit ini, sekarang aku harus bagaimana lagi aku sudah hancur tapi kamu masih bisa bahagia dengan orang lain Saga, sedangkan aku gimana nanti aku menjelaskannpada lelaki yang akan menjadi suamiku tentang keadaanku "


Rasty terus bergumam dibawah guyuran shower sampai ia benar - benar merasa lega dan menyudahi acara mandi airmatanya setelah satu jam kemudian, ia pun menyudahi mandinya dan kini sudah memakai baju santai ala rumahan kemudian rambutnya yang kini sudah dipotong sebahu pun telah ia keringkan dengan bantuan hair draiyer, Rambut panjangnya kemaren siang ia potongkan di Salon mbak Yura tetangga sebelah yang sangat recomemded untuk ibu- ibu komplek ini, Rasty memang selalu memanjangkan Rambutnya dan entah mengapa setelah muncul keinginan memakai hijab ia pun memotong rambut panjangnya jadi sebahu.


Rasty menatap wajahnya di cermin meskipun menagis dibawah guyuran shower nyatanya tetap saja meninggalkan jejak dimatanya yang kini membuat mata cantiknya memerah dan sembab. Sesaat ia pun ingat pada benda pipih miliknya yag sedari pulang purnawiyata tadi sudah ia non aktivkan karena ia yakin Saga pasti akan menghubunginya. Ia pun menghidupkan kembali hand phonya dan benar saja ada begiti banyak notifikasi baik dari grop kelasnya maupun chat pribadi dan yang pasti ada puluhan panggilan dari nomer Saga yang terlewatkan, dan juga puluhan Pesan darinya namun masih enggan ia baca, Rasty justru membuka pesan dari grop disana banyak photo2 mereka saat acara tadi tak lama hand phone pun berbunyi panggilan masuk dari Saga, namun Rasty enggan menerimanya sampai beberapa kali panggilan terus berulang dan juga chat pun masuk.


๐Ÿ’ŒRast... Kamu kenapa nggak mau angkat thelphonku, balas chat ku juga nggak mau aku tahu saat ini kamu sedang online, kamu marah sama aku ?


๐Ÿ’Œ Kalau mau marah boleh , aku minta maaf tapi tong angkat tlpn aku sekarang aku udah di depan rumah tolong keluar sebentar aku harus jelasin hal yang buat kamu kayak gini.


Rasty tak juga membalas ataupun mengangkat telpgon dari Saga hingga akhirnya ketukan pintu kamarnya terdengar dan suara Bik Narti memangil namanya


" Neng.. Ada Mas Saga di depan kata Bapak sama Ibu Neng diminta nemui "


" males lah Bik Rasty capek pingin istirahat lagian udah ada Ayah dan Bunda yang nemeni, bibik bilang saja kalau Rasty lagi tidur ya.. "


Pintanya dengan stengah memohon


" tapi Neng... "


" Rasty.. Nak sejak kapan kamu jadi tukang bohong seperti itu ? Apapun masalahnya kamu tuh harus selesaikan harus dibicarakan bukannmerajuk terus menghindar begini, ayo temui Saga katanya kamu sudah dewasa kalau seperti ini masih kekanakan gimana kami tega izinkan tinggal di luar negeri kalau begini ini "

__ADS_1


Meski dengan berat hati Rasty pun mengikuti saran Bunda


" ya udah tunggu sebentar ya Bunda sekalian Rasty minta izin buat keluar sebentar sama Saga "


" loh.. Kok keluar kenapa nggak dirumah saja katanya kamu capek tadi ? Kalian kan bisa ngobrol di teras belakang biar lebih leluasa nggak harus keluar juga kan ?"


Kini Bunda merasa keberatan dan merasa ada yang Rasty sedang sembunyikan darinya


" sekalian ada yang mau Rasty bicarain sama Saga Bunda soal kuliah Rasty di Singapura, sekalian Bunda izinin sama ayah ya .. Please "


" hemm.. Kalau ada maunya saja kayak gini kan , ya udah Bunda kasih tahu Saga dan Ayah ya jangan lama - lama "


Bunda pun sudah berbalik badan hendak turun memberitahukan pada Saga dan Ayah sesuai yang diminta Rasty, namun sesaat langkah Bunda terhenti dan segera berbalik meneliti wajah dan fokus pada mata sembab sang putri


" bisa jelaskan kenapa anak Gadis Bunda matanya jadi sembab dan terlihat habis nangis kayak gini ?


Gugup dan salah tingkah itulah yang saat ini Rasty rasakan mendengar pertanyaan sang Bunda


" emmhh.. Itu Bunda tadi kemasukan sampo sama sabun waktu mandi , iya itu sampo Bund jadinya pedih Rasty kucek "


Kali alibi Rasty cukup masuk akal namun Bunda tahu itu bukan sebenarnya Bunda tahu saat ini Putrinya dan Saga sedang ada masalah dan Bunda memang tidak tahu pastinya apa. Bunda juga bukanlah orangtua yang terlalu mencampuri privasi anaknya meskipun mereka sangat protective, namun mereka tahu batasan dan kapasitasnya sebagai orangtua, karena memang sekarang Rasty sudah pada tahap dewasa tentu saja bertengkar dengan pacar itu hal yang wajar.


" ya sudah buruan siap - siap jangan lupa diminimalisir itu mata sembabnya biar Ayah nggak curiga juga "

__ADS_1


" Bunda.. Ihh nyebelin "


Pekiknya kemudian menutup pintu kamrnya untuk bersiap.


__ADS_2