
Ayah Budi, Bunda Riyanti dan juga Prasasti atau biasa di panggil Rasty kini tengah ada di meja makan tak lupa bik Narti juga diajak makan bersama di meja makan. meski Bin Narti adalah seorang ART namun keluarga pak Budi sudah menganggap sebagai anggota keluarga termasuk ketika makan merekapun mengajak makan bersama - sama.
Semua tampak menikmati makan malamnya tanpa ada suara kecuali dentingan garpu dan sendok beradu dengan piring , beberapa menit kemudian mereka menyudahi acara makannya, mereka masih menikmati hidangan penutup sementara bik Narti segera bergegas membereskan piring dan peralatan makan yang habis mereka gunakan.
" Sayang... beneran kamu udah punya pacar di sekolah ?"
" Bunda... apaan sih , kok percaya dengan bualan Ayah sih ?"
" kalaupun iya juga nggak apa - apa kok, Bunda maklum kan memang sekarang ini udah fasenya kamu merasakan hal itu nak sebentar lagi kamu juga udah mau lulus, asalkan kamu tetep ingat batasannya"
" Bunda... tapi beneran Rasty dan Saga cuma berteman "
" iya awalnya berteman nanti juga jadi demenan "
timpal sang Ayah sambil mengunyah buah jeruk yang telah ia kupas.
" Ayah nih kenapa sih sekarang jadi ngebet banget pingin Rasty punya pacar "
" nggak juga cuma Ayah melihat anak lelaki tadi memiliki hal yang berbeda dari lelaki zaman sekarang dan Ayah suka itu "
" Mungkin Ayah benar Bund Saga memiliki sisi lain yang berbeda dari kebanyakan cowok"
" Ayah, sayang bagaimana kalau ceritanya kita pindah ke ruang keluarga saja biar lebih santai dan leluasa ceritanya"
pinta Bunda Riyanti sambil berdiri mengajak suaminya beranjak ke ruang keluarga dan diikuti oleh Rasty di belakangnya.
"Kok Bunda jadi penasaran dengan Saga itu kenapa Ayah bisa langsung suka padahal baru juga jumpa sekali dan itupun sekedar kenalan saja "
"ciey.. cieyy Bunda ikut penasaran nih ?"
Goda Sang Ayah
" Yah, Bund, sebenarnya Saga itu kalau dibilang kisah hidupnya sangat menyedihkan "
" maksudnya ?"
" Papa nya sudah meninggal karena kecelakaan kurang lebih 3 tahun yang lalu, Mamanya mengalami depresi dan mentalnya terganggu, dan dia juga memiliki kakak laki - laki yang berkebutuhan khusus. Saga yang masih anak SMA harus mengurus perusahaan keluarganya dan juga mengurus Mama dan Kakak lelakinya "
Ayah dan Bunda tampak serius menyimak cerita Rasty
" kok kamu sepertinya sudah tahu banyak tentang keluarga Saga sayang ?"
tanya Sang Bunda
" sebenernya _ tadi siang Rasty diajak kerumah Saga "
" apa ??!! bahkan kamu sudah dibawa ke rumahnya "
Bunda Riyanti sangat kaget mendengar perkataan Rasty yang sebenernya keceplosan
" Rasty ka_ mu udah kerumah anak itu ?"
tanya Ayah dengan nada meninggi
"Ayah, Bunda dengerin dulu biar Rasty jelaskan "
" ya Sudah kamu jelaskan kalau begitu "
Rasty tahu benar jika saat ini Ayahnya sedang dalam mode marah
" jadi tadi itu sewaktu insiden kening Rasty luka Saga langsung bawa Rasty ke UKS karena sampai jam istirahat Rasty masih belum baikan kepala Rasty masih pusing akhirnya perawat nyuruh Rasty buat istirahat dirumah dan wali kelas sudah mengizinkan untuk pulang, dan Saga pun antar Rasty pulang karena menurutnya dia harus mempertanggung jawabkan kesalahannya makanya ia mau antar Rasty pulang. tapi saat di tengah jalan tiba - tiba Saga di telphon Bibiknya kasih kabar kalau Mamanya kambuh dan mengamuk karena hari itu perawat Mamanya sedang cuti. jadi dengan terpaksa Saga segera pulang dan membawa Rasty ke rumahnya dan saat sampai di sana entah kenapa Mamanya yang bernama tante Anita langsung luluh dan nurut banget dengan Rasty"
Rasty pun menjeda ceritanya dan kedua orang tuanya masih menyimak dengan seksama penuturan putrinya
__ADS_1
" kenapa Mamanya langsung bisa luluh dan menerima keberadaan orang asing sepertimu sayang "
" karena kemungkinan tante Yunita menganggap Rasty adalah anak gadisnya yang sudah meninggal dan dalam ingatannya anak gadisnya itu sedang study di luar kota ini, makanya ketika melihat Rasty Tante Yunita langsung memeluk Rasty dan memanggil Rasty dengan nama Ayun itu adalah panggilan kesayangan mereka untuk almarhumah kak Senja Ayunika"
" jadi seperti itu ceritanya ? Bunda tadi udah sempet syok denger nya, maaf ya nak kalau Bunda sempat berprasangka buruk tadi "
Bunda Riyanti pun mengucap permintaan maaf karena tadi udah sempat berpikir macam - macam terhadapnya dan Saga
" kalau Bunda melihat langsung pasti akan merasa iba melihat keadaan Mamanya Saga sebenernya Tante Yunita masih sangat cantik dan muda tapi karena beliau mengalami depresi selama 2 tahun lebih penampilannya jadi tidak terurus rambutnya berantakan bahkan bajunya juga asal. Rasty kasian sekali Bund lihatnya "
" Ayah tahu, penderita seperti Mamanya Saga harus mendapat dukungan dari keluarga dan orang terdekat, Ayah akan mendukung kamu nak selama yang kanu lakukan untuk membantu dan membawa kebaikan untuk orang lain "
" berarti Ayah akan mengizinkan jika Rasty dibutuhkan untuk membantu kesembuhan Mamanya Saga ?"
" tentu saja, kita sebagai manusia harus berusaha menjadi orang yang bisa membawa manfaat dan kebaikan untuk orang lain, karena itulah esensi kehidupan manusia sebenarnya "
" Bunda juga akan selalu mendukungmu sayang selama itu tidak menganggu sekolah mu dan juga tidak membahayakan dirimu "
" terimakasih ya Yah , Bunda Rasty bersyukur sekali menjadi anak Ayah dan Bunda "
" Rasty ke kamar dulu ya, mau mengerjakan tugas sekolah dulu "
" iya sayang, jangan lupa tidurnya jangan terlalu larut "
" ok siap komandan "
Rasty pun memberi hormat kepada Ayah dan juga Bunda nya dan segera berlari menaiki tangga menuju kamarnya
Setelah sampai di kamar Rasty langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur kemudian ia teringat dengan hand phone nya yang sedari pulang dari rumah Saga dibiarkan tergeletak diatas nakas, tangannya pun terulur mengambil benda pipih tersebut dan segera membuka layar kuncinya ada puluhan chat yang masuk ke aplikasi Wa dan juga beberapa panggilan tak terjawab dari Kinar.
๐ฉ Kinar
Woey... udah sampai rumah belum ?
๐ฉKinar
๐ฉ Kinar
kamu kok nggak balas sih
๐ฉ Kinar
jadi kepo nih ๐ค
๐ฉKinar
khawatir nih beneran itu Es balok nganter sampai rumah nggak sih ?๐ค
๐ฉ Kinar
Rasty..๐
Dan entah berapa puluh lagi chat dari Kinar yang ia kirim ke Rasty, Rasty pun tersenyum geli membaca chat dari Sahabat barunya itu, kemudian dia pun mengirim balasan supaya Kinar tidak bawel terus
๐ค
maaf ya Kin tadi sampai dirumah langsung istirahat jadi belum sempat pegang Hp soalnya kepala aku tadi pusing banget, tenang Saga baik kok dia anter aku sampai rumah.
kemudian Rasty pun menscroll layar hand phone nya ternyata ada pesan dari nomer baru, sehingga Rasty pun merasa penasaran nomor siapakah itu dan Rasty pun segera membaca chat tersebut
๐ฉ08221172****
Hay.. Maaf ya hari ini kamu jadi ngalamin banyak masalah gara - gara aku, mungkin buatmu hari ini adalah hari yang buruk. terimakasih ya untuk semua yang udah kamu lakukan hari ini untuk Mamaku.๐๐ป
__ADS_1
Rasty pun tersenyum dan dapat di pastikan jika ini dari Saga meskipun tidak ada photo profil yang ditampilkan
๐ค08221172****
maaf apakah ini Saga ?
๐ฉ08221172****
apakah hari ini kamu melewati sepanjang hari dengan orang selainnya?
๐ค08221172****
sorry ๐๐ป hanya memastikan
๐ฉ08221172****
thanks ya untuk hari ini, udah malam buruan tidur besok jangan sampai telat lagi
๐ค08221172***
isshh kayak yang ngomong nggak rajanya telat aja
๐ฉ08221172****
kalau aku udah biasa jadi nggak aneh, kamu tuh cewek masih anak baru lagi kan nggak lucu๐
๐ค08221172***
aku kan telat bukan karena aku yang lelet tapi gara - gara Ajudan baru Ayah yang telat berangkat๐
๐ฉ08221172****
coba kalau aku yang jadi tukang antar jemput nya pasti nggak bakal telat๐
๐ค Es balok
Hais.. nggak jemput aku saja telat terus tiap hari, gimana kalau jemput bisa bolos terus
๐ฉEs balok
kalau jemput kamu kan bisa lebih awal berangkatnya๐
๐ค Es balok
masak ??? nggak yakin tuh ๐
๐ฉEs balok
bisa di coba kalau nggak percaya
๐ค Es balok
nggak lah kamu bakal repot nanti
๐ฉEs balok
kan rumah kita searah
๐ค Es balok
next time saja ya ๐๐ป
๐ฉEs balok
__ADS_1
ok
Mereka pun mengakhiri chatinganya dan Rasty segera bersiap tidur karena hari sudah malam hampir pukul 10 malam. direbahkanya tubuh mungil itu kemudian menarik selimut hingga tersisa kepalanya saja yang nampak perlahan ia pun terlelap ke alam mimpi.