Tentang Saga

Tentang Saga
31. Sesal


__ADS_3

" Saga... Ini nggak mungkin kan ? Jawab Ga kita nggak melakukan itu kan ? Jawab Ga .."


Rasty terus meronta, menangis histeris, menyadari kejadian yang semalam mereka lakukan. Bahkan Rasty masih belum menyadari keadaanya yang masih belum berbusana dan hanya tertutup selimut tebal


" maaf Rast... "


Diraihnya tubuh Rasty dan didekapnya erat keduanya sangat kacau sekacau - kacaunya. Marah, menyesal, kecewa dengan diri mereka masing - masing saat ini semua itu memanglah percuma. Bahkan ketika mereka menghilang dari muka bumi ini pun semua sudah percuma.


Sebuah kesalahan mudah memang dilakukan bahkan tanpa mereka sadari sebelumnya meskipun semua tak ada niatan sedari awal, begitulah takdir dalam kehidupan sering kali terjadi tak sesuai yang kita inginkan. Saga dan Rasty merupakan sepasang dari ratusan bahkan ribuan anak muda yang melakukan kesalahan tanpa menjadikan kesalahan itu menjadi benar. Semua telah terjadi penyesalan dan kemarahan tak akan memulihkan keadaan kecuali keduanya akan berdamai dengan kesalahan dan bersiap menerima segala konsekuensi nantinya.


" maafkan aku Rast yang tak bisa menjaga amanah itu, tak bisa menjagamu. Aku salah Rast aku memang bajingan, aku memang brengsek, tapi kamu jangan takut aku akan mempertanggung jawabkan semua itu, kita tinggal menunggu pengumuman kelulusan , kamu jangan khawatir setelah Ayah dan Bundamu kembali aku akan segera memintamu pada mereka , kita akan menikah agar aku bisa mempertanggung jawabkan kesalahanku padamu, kita akan menikah "


Saga berucap sambil terus berderai airmata merasa telah menjadi seorang pecundang yang dengan mudahnya melupakan sebuah janji yang terkalahkan dengan hawa *** ** , sementara Rasty masih terdiam dalam dekapan erat Sang Saga dengan isak tangis yang tak juga berhenti.


Pasrah, dan menyerah saat ini hanya itu yang bisa Rasty lakukan hatinya hancur jiwanya remuk kecewa, marah, menyesal dan menyalahkan dirinya atas kebodohan yang ia lakukan.


" Rast... Sudah hampir subuh kita bersihkan diri ya ?"


Rasty pun mengangguk menyadari dirinya hanya berbalut selimut


" Biar aku bantu.. "


Tanpa menunggu jawaban Saga segera membopong tubuh Rasty dan membawanya langsung ke kamar mandi


" kamu mandi dulu , aku ambilkan baju ganti dari kamar kak Ayun, masih banyak baju - baju yang belum kepakai kamu bisa pakai untuk ganti "


Rasty hanya mengangguk, entah kenapa rasanya masih enggan untuk berbicara dengan Saga mungkin ia masih sangat marah mungjin juga kecewa pada Saga ataupun dirinya sendiri, namun itu bukan masalah untuk Saga ia sangat mengerti perasaan Rasty saat ini, karenanya ia tak ingin menambah masalah lagi.

__ADS_1


Kini keduanya sudah selesai membersihkan diri Rasty sudah berganti pakaian dengan baju milik almarhum kakak perempuan Saga yang terlihat pas dan cocok di badan Rasty Dress sebawah lutut berwarna Wardah.


Sementara kamar yang tadinya berantakan dengan baju keduanya berserakan dilantai pun telah kembali rapi, sepray berwarna birupun telah berganti dengan sepray motiv club bola ternama dunia. Saga pun telah berganti pakaian dengan kaos santai berwarna navi dan celana pendek denim, rambutnya yang basah dan terkesan berantakan membuat kadar ketampanaannya berlipat - lipat.


" aku mau pulang sekarang Ga "


Ucapnya terdengar datar dan dingin


" tunggu kita sarapan dulu, baru nanti aku antar pulang, sebentar lagi makanannya pasti datang kok, aku udah order tadi "


" nggak usah Ga aku bisa sarapan dirumah nanti "


" Ra.. Please.. Jangan siksa aku dengan mendiamkan aku seperti ini, aku tahu aku salah Rast tapi aku benar - benar akan mempertanggung jawabkan semuanya, karena aku sangat mencintaimu Rast , aku nggak mau membuat masa depanmu hancur nantinya "


" bukan cuma masa depanku yang hancur tapi masa depan kita bersama , dan yang terpenting hati orangtuaku pasti lebih hancur ketika tahu kita sudah merusak kepercayaan mereka , aku tahu bukan cuma salahmu tapi aku juga salah bahkan lebih salah disini kenapa aku tidak bisa tegas dan menolakmu tadi malam, justru aku malah mengizinkanmu ,, aku takut Ga aku sudah merusak kepercayaan yang bunda dan ayah berikan, aku .. Aku malu Ga "


Keduanya saling memandang dalam mencoba menyelami perasaan masing - masing


" tapi kamu sudah dijodohkan denga Sesha kamu tidak lupa itu kan Ga ?"


" aku akan segera selesaikan itu Rast, meskipun aku harus kehilangan perusahaan peninggalan almarhum Ayahku sebagai konsekwensinya, aku rela Rast "


" tapi masa depan kamu , mama novita dan juga kak Arga bagaimana nanti jika perjodohan itu batal ? Mereka juga akan menjadi korban"


" apa itu berarti kamu tak yakin dengan status hubungan kita ? Kamu nggak yakin dengan perasaanku ? Kamu meragukanku, dan kamu menganggap hubungan kita tak pantas diperjuangkan dan aku hanya main - main denganmu Rasty ?"


Suara Saga tampak meninggi terlihat jelas jika saat ini lelaki muda itu sedang dalam emosi yang tak stabil, nafasnya naik turun, giginya gemeletak , kedua tanganya terkepal menahan emosi

__ADS_1


Saga tampak gusar mendengar ucapan Rasty. Memang benar jika Saga memilih membatalkan perjodohanya maka kemungkinan terburuknya yaitu kehilangan perusahaaan peninggalan sang Ayah dan itu tentu berdampak besar pada masa depan serta biaya pengobatan Mamanya meski saat ini yang menanggung kakeknya bukan tidak mungkin jika nantinya akan berdampak juga pada pembiayaaan sang kakak Arga yang memiliki kebutuhan khusus sehingga membutuhkan biaya yang lumayan besar karena harus membayar pengasuh khusus.


" dengar ya Prasasty Ayunindya Setyawan aku sudah melakukan kesalahan terbesar,maka aku harus bertanggung jawab apapun resikonya. Karena aku tak mau menjadi pecundang dan lelaki pengecut yang hanya bisa berbuat tak tak berani bertanggung jawab. Jadi aku mohon jangan pernah meragukan aku, soal perjodohan sia*** itu biar menjadi urusanku dan aku akan mencari jalan keluar terbaiknya "


" maaf Ga,.. Aku tak bermaksud meragukanmu tapi aku hanya berpikir logis kalau semua itu pasti tak mudah, belum lagi nanti menghadapi kekecewaaan Ayah dan Bunda semua itu rumit Ga nggak semudah yang kamu bayangkan sekarang. Bahkan membayangkan respon orangtuaku saja aku nggak sanggup saat ini Ga gi.ana marah dan kecewanya mereka nanti saat tahu semua ini "


Rasty dan Saga sama - sama terduduk saling memikirkan apa yang akan terjadi nantinya. Sungguh jika waktu bisa diputar ulang tentu mwreka tak ingin kesalahan dan khilaf itu terjadi


" apapun resikonya nanti aku tetap akan bertanggung jawab, aku akan menikahimu Rast, bagaimana jika hal lain nanti juga terjadi jika sampai kamu .... "


Ucapan Saga terpotong ketika Rasty langsung menyelanya


" tidak akan terjadi apapun Ga, percaya deh kita harus positiv thinking sekarang. Kita memang sudah melakukan kesalahan besar tapi kita nggak akan menambah masalah lagi karena menurutku kalau kita menikah justru masalah yang lebih besar akan datang "


" Rasty.. kamu nyadar nggak sih kesalahan yang kita buat itu bukan hal sepele ini menyangkut masa depan kamu, dan juga kita kamu mikir nggak kalau sampai aku nggak bertanggung jawab dimasa depan kamu yang akan rugi kamu yang akan mengalami masalah nantinya "


" aku tahu Saga... Tapi untuk sekarang pernikahan bukanlah solusinya , sekarang dengarkan aku kita masih harus mempersiapkan masa depan kita masing - masing. Aku sudah memikirkannya kita tidak akan menikah selama tidak terjadi hal lain, kita akan tetap melanjutkan pendidikan kita "


" tapi.. Rast "


" yakin lah ini keputusan dan jalan terbaik untuk kita Ga "


Saga pun menghela nafasnya dengan berat, namun untuk saat ini dia hanya bisa mengiyakan karena ucapan Rasty memang benar adanya.


" baiklah, sekarang kita sarapan setelah itu aku antar kamu pulang ya "


Rasty pun mengangguk mengiyakan ajakan Saga untuk mengisi perut mereka sebelum pulang.

__ADS_1


__ADS_2