
Setelah mendapatkan tempat yang kosong mereka pun duduk dipojok samping Cafe dekat jendela kaca tembus pandang sehingga bisa melihat pemandangan diluar dengan jelas
" kamu mau pesan apa ?"
" terserah samain saja "
" kamu yakin ?"
" iya "
"ya sudah "
Saga tampak menuliskan makanan yang akan mereka pesan dan kemudian menyerahkan pada writers
" Rast.. tadi malam Eyang gue menelpon dan bermaksud membawa Mama untuk berobat ke Penang Malaysia. setelah aku ceritakan perkembangan Mama beberap bulan terakhir Eyang jadi punya harapan lagi jadi beliau berniat akan menjemput Mama untuk dibawa kesana. menurut kamu gimana ?"
" kamu udah bicarakan ini sama Mama langsung ?"
" belum, makanya aku ngomongin ini sama kamu, kalau kamu setuju tolong bantu ngomongin ini sama Mamaku "
" kalau aku sih gimana baiknya untuk Mama saja, bagus juga kok setidaknya dengan melakukan pengobatan disana Mama juga bisa merasakan suasana lain dari rumah disini "
" kamu benar Rast.. sebenernya akau juga sudah dari dulu memikirkan hal itu untuk masa mama dan bang Arga pindah dari rumah itu, bagaimanapun juga rumah itu menyimpan jutaan kenangan untuk kami khususnya mama semua cerita kehidupan kami terjadi dan tersimpan dirumah itu. tapi aku masih bingung tidak mungkin aku menjual rumah itu, sebenarnya aku bisa membeli rumah yang lebih sederhana dari rumah itu tapi aku sadar Mama dan bang Arga sangat membutuhkan banyak biaya aku tidak mau ambil keputusan yang salah"
Saga menjeda perkataannya saat pelayan cafe datang membawa minuman pesanan mereka blue ice ocean kesukaan Saga
" silahkan minumannya kak "
seorang Pelayan mempersilahkan pada kami
" terimakasih mbak "
Rasty yang menjawab dengan senyuman tulusnya
"Sebenernya aku juga berniat menjual rumah itu dan membelikannya rumah yang baru, tapi aku khawatir dengan Mama mungkin Mama akan keberatan "
" aku rasa kamu bisa kok mengajak Mama berbicara, sekarang ini Mama udah jauh lebih tenang dan bisa nyambung kok kalau diajak bicara. menurutku dengan membawa Mama keluar dari rumah itu segala kenangan buruk itu bisa terkikis "
" kamu benar Rast jika seperti itu aku akan coba bicarakan juga dengan Eyang dan Om Robi untuk menjual rumah itu "
" itu lebih bagus "
Tak berapa lama makanan mereka pun datang dan Rasty sangat terkejut melihat 2 piring besar kepiting masak sauz padang yang terlihat menggoda selera
" Ga.. ini makanan yang kamu pesan ?"
" iya kenapa ?"
" kamu yakin ?"
" tadi kamu bilang terserah samain dengan aku kan ? ya udah aku lagi pingin makan kepiting masak sauz padang , kamu ada masalah ?"
" eh.. enggak sih, cuma aku kurang suka makanan yang banyak kolesterol gitu "
__ADS_1
" hufff... kamu mau makan apa biar aku pesan lagi "
" nggak, nggak perlu.. ini saja "
" tapi kamu kan nggak suka dengan makananya "
" nggak apa - apa kok ini aja, aku bisa makan "
" kamu yakin ?"
" iya,.. lagian kan kamu juga udah laper banget "
" aduh... gimana nih, aku kan paling tak suka makan kepiting lagi pula aku busa - bisa alergi nanti , tapi ini makanan kan harganya nggak murah mengingat ini menu special, kalau aku nggak makan kasian Saga udah mahal - mahal di pesannya. makan aja deh sekalian mencobanya "
Rasty masih melamun sementara Saga dengan sigap membantu membuka daging kepiting dari cangkangnya dan meletakkan dagingnya di piring Rasty.
Selesai makan mereka masih melanjutkan pembicaraan mereka mengenai rencana pindah rumah dan Mama Novita yang akan berobat ke Malaysia
" tolong ya Rast.. bantu bujuk Mama untuk mau dibawa ke Penang "
" iya.. Ga aku usahain "
Rasty duduk dengan perasaan gelisah nafasnya terasa berat dan sesak dan juga timbul beberapa ruam merah pada kulitnya yang membuat Rasty gelisah dan tak nyaman
" Rast... kamu kenapa ?"
" Ga... kepalaku pusing, nafasku sesak dan badanku panas dingin "
" Rast... kamu nggak sedang alergi kan ?"
" ok.. ok kita pulang sekarang , tunggu aku ke kasir dulu "
merekapun berjalan menuju meja kasir sementara Rasty langsung ke parkiran disusul Saga setelah selesai mbayar
" Rast.. kita ke rumah sakit dulu "
" nggak apa kok Ga aku cuma mau cepat pulang"
" kamu nurut sama aku, kamu alergi ini harus ditangani dokter, udah cepetan naik di depan sana ada klinik kita ke dokter dulu "
Benar memang sekitar 300 meter dari cafe tersebut ada sebuah klinik dan Saga membawa Rasty kesana langsung untuk mendapat penaganan Medis
Dokter telah memeriksa keadaan Rasty.dan sudah memberikan beberapa obat antibiotik dan anti alergi
" jadi gimana keadaan teman saya dokter ? "
" tenang... Mas pasien memang mengalami alergi. yang cukup parah tapi beruntung segera di tangani nanti setelah observasi dan tidak ada lagi gejala lain pasien busa dibawa pulang "
" terimakasih Dokter, sekarang saya boleh masuk menemui teman saya ?"
" tentu silahkan Mas "
Saga pun masuk kedalam bilik perawatan Rasty yang kini tengah terbaring dan tidur, wajahnya tampak jelas dengan ruam merah yang masih terlihat jelas.
__ADS_1
" kenapa sih Rast kamu nggak bilang kalau kamu alergi kepiting, sekarang kamu sendiri kan yang menderita "
ucap Saga sambil mengelus rambut hitam Rasty. di pandangannya lekat wajah ayu itu, Saga tersenyum tipis
" Maaf ya Rast.. aku belum bisa membuatmu menikmati masa remaja seperti anak yang lain seperti yang selalu kamu harapkan tapi.. jujur hanya dengan cara ini aku merasa nyaman dengan hubungan kita, jujur aku terlalu kaku untuk menjalani sebuah hubungan. Meski aku tahu kamu akan mengerti akan kondisiku, cepat sembuh bunda pasti khawatirkann kamu "
Setelah hampir 3 jam Rasty tertidur karena pengaruh obat yang di berikan dokter akhirnya Rasty pun terbangun, sepasang Mata indahnya mengerjap mencari keberadaan Saga , ternyata Saga sedang berjibaku di kursi tak jauh dari bangkar Rasty.ia sedang berjibaku dengan laptop nya mengerjakan pekerjaan perusahaan.
" Saga... "
" kamu udah bangun Rast , gimana apa udah enakan ?"
"iya, udah kok "
" kepala kamu nggak pusing lagi ? atau.badan kamu masih gatal atau gimana?"
Rasty menggeleng meskipun ia merasa tubuhnya sedikit lemas namun rasa yang dia rasakan sangat menyiksa tadi tak lagi ia rasakan
" Ga.. maaf ya jadi merepotkanmu "
" udah tenang saja, ini salah aku juga kok nggak tanya kamu bisa makan kepiting nggak "
" nanti biar Bunda yang ganti biaya perwatanku "
" kamu.ngomong apa sih, udah akh itu tanggung jawabku, gimana kamu mau pulang sekarang atau nanti ?, kalau kamu belum baikan kita bisa nginap disini "
" enggak ... Ga aku nggak mau kita pulang sekarang saja aku udah sembuh kok "
" kamu yakin ?"
" iya.."
Rasty pun berusaha turun dari bangkar dengan tiba - tiba hingga nyaris membuatnya terjatuh kalau saja Saga tidak sigap meraih dengan tangannya
" Rast.. "
" terimasih Ga "
tatapan keduanya beradu dengan jarak yang sangat dekat, Saga semakin mendekatkan wajahnya dan nyaris mengikis jarak anatara mereka
cup
Saga mendaratkan bibirnya tepat di bibir mungil merah chery Rasty dan sontak membuat Rasty membeku dan seketika keduanya gugup dan canggung
"hah... dia mencuri ciuman pertama ku?"
" aku bantu turun.. "
Rasty pun menurut untuk di papah Saga turun dari bangkar dan duduk memasangkan sepatunya lagi ke kaki Rasty.
" makasih ya Ga "
" kita pulang ya "
__ADS_1
Rasty pun mengangguk dan kembali berjalan dengan dipapah Saga keluar dari klinik.