Tentang Saga

Tentang Saga
# 9. Negosiasi gagal


__ADS_3

Jam pelajaran sekolah telah usai para siswa pun berhambur keluar kelas pesen barang arah ada yang ke parkiran, ada yang langsung menuju gerbang sekolah menunggu jemputan bahkan ada yang ke halte menunggu Bus sekolah ataupun angkutan umum lainnya. tak terkecuali Rasty meski ia masih berjalan di koridor sekolah yang mulai sepi karena sebelum pulang ia tadi mampir ke toilet terlebih dulu setelah berpisah dengan Kinar .


Dirogohnya benda pipih dari saku seragam sekolahnya dan dilihatnya tak ada notifikasi dari pesan whatshap miliknya ia pun mendesah lirih


" hufff pasti bakal lama lagi nih nungguin jemputan "


ia terus berjalan meski sejujurnya hatinya saat ini sangat kesal akibat dari peraturan Ayahnya yang tak memperbolehkan membawa kendaraan sendiri ke sekolah maka ia harus kerepotan setiap pulang dan pergi sekolah, sedangkan ia juga dilarang menggunakan transportasi umum oleh Ayahnya dengan alasan Rasty masih baru di kota ini jadi belum tahu dan hafal jalan disini. padahal jika dilihat kota ini aman - aman saja tingkat kriminalitas masih rendah tidak sesadis seperti berita berita di Televisi yang sering tersiar.


Dan lagi pula ini adalah kota Daerah Asal Ayahnya meski sudah lebih dari belasan tahun mereka tinggalkan karena Ayah Budi yang harus berpindah tugas di Kota lain.


Disaat Rasty sedang asyik mengayun langkah demi langkah menuju Halte depan sekolah tiba - tiba


Brughh


sesorang menubruk nya dari arah depan dan sontak membuat mereka berdua mengaduh


" sorry Gue buru - buru "


ucap seseorang itu, Rasty pun mendonggakan kepalanya demi untuk melihat sosok yang menubruk nya itu. Dan Rasty dibuat tercengang dengan sosok itu lelaki yang begitu tampan sempurna tanpa cela, ( lebaynya thor🤣) postur tinggi, putih rambut hitam pekat meski sedikit terkesan agak berantakan, namun disitulah letak ketampanan itu soal wajahnya jangan ditanya lagi pahatan Tuhan sungguh sangat sempurna


" i..Iya nggak apa kok "


Rasty pun masih tercengang bahkan ia sampai tidak menyadari jika peristiwa itu telah membuat hand phone nya terjatuh di lantai koridor,


" maaf Hand phone kamu "


si penabrak itu memberitahu tentang keberadaan Hand phone Rasty yang tergeletak terabaikan oleh pemiliknya


" ini Hand phone kamu "


lelaki itupun mengalah mengambilkan benda itu dan kemudian berniat menyerahkan pada pemiliknya yang entah kenapa masih diam mematung


" hey... "


pugh


akhirnya lelaki itu menepuk Bahu Rasty untuk mengembalikan kesadaran Gadis itu


" eh.. Iya Maaf ada apa ya "


tampak sekali cengohnya


" kamu nggak kenapa - kenapa kan ?"


" it' s okay.. aku baik - baik saja kok, cuma... "

__ADS_1


" cuma terpesona dengan kegantenganku ?"


dengan tingkat kepedean yang lumayan tinggi lelaki itu langsung memotong ucapan Rasty


" ok, kenalin aku Rangga XII IPA 3"


tangannya kini sudah disodorkan mengajak berkenalan , Rasty pun dengan malu - malu menyambut tangan itu dan gantian berucap


" Rasty.. XII IPA 1"


" loh anak IPA juga ? tapi kok seperti baru lihat ?"


" iya aku murid baru disini baru baru 1 bulan yang lalu aku pindahan dari kota K "


" pantesan, karena gue hampir kenal semua siswa cantik di sekolah ini, tapi kok soal kamu aku jadi KUDET ya alias kurang Up date "


"ya kan aku baru disini "


" ohh.. aku inget sekarang pasti waktu kamu baru masuk aku lagi izin nggak masuk sekolah karena masih di Singapura kunjungi orang tua gue "


Rasty hanya tersenyum simpul


" Bay the way hand phone kamu nih "


Rangga menyodorkan benda pipih itu pada Rasty


Hemmm sedikit ada aroma kesombongan mulai terkuar nih gaess🤔


" eh .. Iya "


Rasty pun membukan kunci layar Handphonenya dan tak ada yang mencurigakan handphone kesayangannya masih.baik - baik saja bahkan tak ada yang lecet sama sekali


" nggak kok semua masih Ok "


" baiklah , oh ya kok kamu belum pulang ? "


" kamu sendiri ?"


Rasty balik bertanya


" tadi Gue lagi latihan basket sebentar "


" oh,. gitu kalau gitu aku duluan Ya "


" loh kok ?"

__ADS_1


" iya takutnya Ayah udah ngejemput "


Rangga terkekeh mendengar kalau ia akan di jemput sangat Ayah


" kayak anak TK saja sih Lo masih diantar jemput Ayah "


Rasty pun merasa kurang nyaman dengan ucapan barusan , kemudian ia pun berlalu begitu saja tanpa berkata - kata lagi


" yahh.. dia pergi , hemmss gadis yang menarik sepertinya masih sangat polos dijamin masih ori nih "


gumamnya lirih dengan tatapan seringainya kemudian ia pun menghilang masuk ke dalam kelasnya untuk mengambil tas sekolahnya yang masih ia tinggalkan di kelasnya.


Setelah beberapa menit menunggu mobil sang Ayah pun akhirnya terlihat dan setelah minggir Rasty pun segera berlari menuju mobil Ayahnya dan


Bughh


pintu mobil sudah di banting dan tertutup kali, melihat wajah cantik yang tampak dalam mode jutek nya Ayah pun tahu jika saat ini anak gadisnya sedang kesal


" maaf ,.. Ayah telat jemput nya "


masih tak ada suara Rasty malah semakin merapatkan lagi kan bibirnya hingga terlihat manyun


" gerah banget ya Dek sepertinya seger nih kalau kita mampir dulu di kedai ice cream yang di ujung jalan dekat taman kota itu "


sang ayah sepertinya sedang mencoba merayu putri bungsu kesayangannya yang kini tengah merajuk


" ihhh Ayah serius mau beliin ice cream "


mendengar kata ice cream Rasty langsung kembali ke mode cerianya, dan Sang Ayah hafal betul dengan cara untuk mengembalikan mood putri bungsunya itu


" tapi tadi ada yang bete sama Ayah "


" iya maaf Yah, habisnya gara - gara Ayah nggak ngebolehin Rasty bawa kendaraan sendiri ke sekolah jadi gini kan, Rasty sering telat masuk sekolah, pulang harus menunggu lama, belum lagi ejekan temen - temen yang ngatain Rasty seperti anak TK karena masih diantar jemput Ayahnya "


Sang Ayah pun terkekeh mendengar ocehan Rasty yang tampak mencurahkan efek dari sikap protective sangat Ayah


" Dek, Ayah tuh seperti ini karena ini yang terbaik untuk kamu, karena Ayah ingin menjaga dan melindungi kamu nak, coba kamu lihat sekarang tuh tingkat kriminalitas di negara ini sudah sangat mengerikan Ayah tidak mau kamu terjadi hal buruk terhadapmu, bukan berarti Ayah mengekangmu semata - mata bukan, kalau mang ada yang bisa Ayah percaya untuk menjagamu Ayah akan memberiku kebebasan kok, cuma untuk saat ini belum ada. ingat kamu itu putri Ayah satu - satunya tentu akan sangat berbeda dengan cara ayah mendidik dan memperlakukannya dengan kedua kakak lelaki kamu "


" ia Rasty ngerti maksud Ayah, tapi masak sih Ayah nggak percaya dengan Rasty kalau Rasty bukan anak kecil lagi Rasty bisa kok jaga diri sendiri, Rasty juga nggak melemah itu "


anak dam Ayah itu masih tengah berdebat di dalam mobil Ayah Budi melajukan kendaraannya dengan perlahan hingga akhirnya sampailah di sebuah kedai ice cream yang dimaksudkan tadi, mereka pun segera turun dan Rasty segera memesan ice cream favorit nya dan Ayah hanya memesan Jus Mangga kesukaan Ayah


" tapi Yah Rasty nggak nyaman seperti ini, sebentar lagi Rasty juga udah lulus SMA bahkan Rasty lulus dengan baik kok tes membuat SIM , jadi please mulai besok biar Rasty kesekolah sendiri ya kalau tidak boleh bawa kendaraan naik angkutan umum pun tak apa ya Yah "


Rasty tampak sedang membujuk sang Ayah

__ADS_1


" tidak! sekali Ayah bilang tidak ya tidak, Ayah akan tetap antar jemput kamu sampai benar - benar ada orang yang Ayah percaya untuk bisa menjaga kamu dengan baik "


Rasty kembali lesu karena gagal bernegosiasi dengan sang Ayah, Rasty memang sudah menduganya karena tak mudah untuk Sang Ayah merubah sebuah keputusan yang sudah dibuatnya. Rasty pun akhirnya menghabiskan ice cream kesukaannya dan ingin segera pulang dan mengadukan nasibnya pada sang Bunda dirumah.


__ADS_2