Tentang Saga

Tentang Saga
#16. Bingung


__ADS_3

Saga memarkir motornya di halaman parkir sekolah ada banyak mata yang menatapnya penuh tanya memang ini bukan pertama kalinya Saga dan Rasty berangkat bareng ke sekolah semenjak mendapat mandat mengantar jemput Rasty sejak itu pula Saga tak lagi wara wiri menemui guru BK di sekolah.


" wedih.... roman romanya ada yang udah jadian nih Ngap "


celetuk Alvin saat beberapa hari ini memperhatikan perubahan pada sahabatnya


" serius kalian udah jadian Ga ?"


tanya Tomy yang baru saja memarkir motornya


" kalian apaan sih berisik banget, Gue tuh dapat mandat dari pak polisi keren dimintai tolong buat antar jemput anak gadis klu pulang dan pergi sekolah "


" busyet... enak bener tuh nasib diminta antar jemput anak gadis secantik Rasty gini. jangan bilang elo terlibat masalah dengan polisi makanya kamu jadi nurut gini "


" Eh.. ****** gimana mau nolak kalau yang diminta antar jemput secantik itu "


" bener juga Lo, kok bisa Ayahnya Rasty nyerahin anak gadisnya gitu saja ke Lo, padahal kan elo punya trade record lumayan merah di sekolah "


" hah.. iri bilang dhonk.."


jawab Saga seraya melangkah meninggalkan parkir area dan beberapa Gank nya. karena setelah turun dari motor Rasty langsung masuk ke kelasnya


" tapi Gue dukung kalau Saga deket dan jadian sama Rasty, setidaknya Saga jadi punya temen, dan menurut gue dia juga sudah banyak berubah sekarang "


Tomi berkata sambil merangkul pundak Alvin keduanya pun menyusul Saga menuju kelas mereka

__ADS_1


" Rasty... "


" iya "


" kamu nggak nyaman ya dengan semua ini ?"


" ah... nggak kok Ga cuma bingung saja harus jawab gimana kalau suka ada yang nanya "


" hemmm... gitu ya "


" maaf ya, karna Ayah kamu jadi repot gini "


" nggak kok, bukan sepenuhnya permintaan Ayah kamu juga lagian kan aku juga mau "


" terus... ?"


" kita jalani saja "


" gimana dengan mereka - mereka "


Maksud Rasty dengan teman - teman mereka yang merasa kepo dengan status mereka saat ini


" hufff ... terserah kamu saja mau jawab apa "


"lah... kok terserah aku "

__ADS_1


" ya jadi ... ?"


" ah.. sudahlah malas bahasnya "


Rasty berubah jadi cuek dan wajahnya menjadi masam. Saga yang tak peka pun memilih ngeloyor meninggalkan Rasty dan menuju ke bangku Romi


# POV Rasty#


Aku tak tahu harus bagaimana bahagia ataupun sedih disatu sisi aku merasa senang bisa merasakan kehidupan normal selayaknya remaja seusiaku bisa pergi dan pulang sekolah tanpa harus menunggu diantar ataupun dijemput oleh supir ataupun Ayah dan selalu dijatah seperti anak TK karena sebentar lagi lulus SMA tapi masih di proteksi sedemikian ketatnya.


Tapi disatu sisi saat ini aku senang Saga bisa membebaskan ku dari semua itu, entah aura magic apa yang ia gunakan sehingga dengan mudahnya Ayah dan Bunda melepas kan kepercayaan mereka dan dialihkan pada Saga. cowok yang datar, dingin dan tak berekspresi itu.


Akupun merasa sangat bahagia ketika bisa lebih dekat dengannya seperti ini, walaupun di sekolah kami memang satu kelas dan duduk bersebelahan dalam satu meja dengannya. Tuhan... tidakkah ini berlebihan jika aku megatakan " mungkin kami berjodoh" bukankah semua yang berkaitan dengan Saga dan aku terlalu kebetulan.


Bagaimana tidak tiba - tiba saja aku yang anak baru di sekolah ini harus duduk satu meja meski tak satu bangku dengannya, dia yang katanya cowok kulkas mendadak mau ngomong banyak ketika denganku, Dan Ayah orang selalu tegas dan over protective terhadapku tiba - tiba dengan mudahnya mempercayakan aku padanya, tiba - tiba juga aku bisa menenangkan kondisi kejiwaan Mamanya yang mengalami depresi hebat, dan bahkan aku bisa menjadi teman bermain untuk kakak lelakinya yang berkebutuhan khusus. dan masih banyak kebetulan dan hal tiba - tiba lainya yang terjadi.


Dan suatu waktu Saga pernah berkata agar aku menunggunya entah apa maksudnya yang pasti kata itu terasa ambigu untukku, namun sedikit banyak aku mengerti yang dia maksud saat dia mengatakan jika dia ingin menjadi pantas untukku. Akhh.. jujur saat itu sebagai gadis yang masih polos dengan urusan perasaan hatiku sangat bahagia, dan rasanya seperti mimpi tiba - tiba cowok keren Saga mengatakan seperti itu padaku.


Mungkin aku terlambat untuk bisa memiliki dan merasakan perasaan seperti itu mengingat usiaku bukan lagi ABG tapi sudah bisa disebut dewasa karena bulan depan usiaku tepat 18 tahun dan beberapa bulan lagi akan lulus SMA. aku tidak menyalahkan kedua orang tuaku yang terlalu membatasi pergaulanku aku sadar sepenuhnya mereka ingin melakukan segala yang terbaik untukku agar aku tidak salah dalam bergaul.


Biarlah aku menikmati masa pubertas ku yang mungkin saja telat tapi setidaknya aku memiliki kesempatan untuk merasakan semua itu. Tapi apa yang aku rasakan saat ini sepertinya akan menjadi hal yang rumit karena memang Saga tak pernah atau lebih tepatnya mengatakan perasaannya secara detail padaku, aku takut itu hanya rasa aku yang terlalu gede, apalagi saat tadi banyak teman - teman yang mempertanyakan status hubungan dan kedekatan kami dia tidak memberi jawaban justru mengatakan terserah aku saja mau menjawabnya apa.


Ya sudahlah... Mungkin aku harus lebih memahami keadaan kami saat ini bisa jadi Saga seperti ini hanya menatapku sebagai teman biasa saja dan aku pun harus tahu bagaimana aku menempatkan perasaan ini. Jujur ada rasa yang mengganjal di dalam hati ini tapi aku tak bisa juga berbuat lebih dari ini. aku memang mengagumi atau mungkin menyukainya tapi aku sadar Saga memang berbeda dari cowok seusianya kebanyakan dia memiliki tanggung jawab yang besar dan juga berat dan aku tahu itu. setidaknya aku akan selalu ada dan membantunya saat dia membutuhkan saat harus menghadapi Mamanya dan kakaknya.


#POV OFF#

__ADS_1


__ADS_2