
Saga menghentikan motornya tepat di halaman rumah berpagar warna Hitam itu, Rasty turun dan Saga pun tampak melepaskan Helm yang masih terkait di dagu Rasty,
" Makasih ya Ga udah anterin sampai teras rumah gini "
" iya, aku yang seharusnya berterimakasih dengan kamu, hari ini kamu bener - bener udah sangat membantuku "
" apaan sih kamu, lain kali kalau kamu membutuhkan bantuan aku jangan sungkan aku pasti siap selalu "
" ya udah , duluan ya "
" iya, hati - hati ya "
Belum sempat Saga menghidupkan mesin motornya sudah terlebih dulu masuk sebuah mobil berwarna hitam dengan plat nomer berwarna merah, itu artinya mobil milik aparatur pemerintahan, tak berapa Lama setelah motor terparkir dengan benar sesosok lelaki Gagah berpostur tinggi besar berseragam polisi dengan pangkat di emblem bahunya berjumlah empat bintang , dengan bertuliskan Budi Hartawan hal itu membuat Saga sedikit menatap penuh tanya, namun sesaat melihat Rasty yang menghambur pada pelukan pria itu dengan menyebutnya Ayah maka Saga pun merasa lega dan juga paham jika itu adalah Ayah Rasty
"Ayah.. Ayah udah pulang ? kok tumben sendiri mana ajudan Ayah ?"
" iya papa baru pulang, ajudan langsung ayah suruh pulang ke asrama kasian mereka juga capek "
" gitu ya Yah "
" loh ini kamu baru pulang juga sayang?"
tanya Sang Ayah setelah memperhatikan putri kesayangannya itu masih memakai seragam sekolah lengkap
" i... iya Yah Rasty baru pulang "
jawab Rasty dengan sedikit grogi
" Loh... nak itu kenapa kening kamu ? kenapa di beri plester begitu ?
untung saja tadi Raga sempat melepas perban dan menggantinya dengan player biasa bisa - bisa kalau lihat perbanya bisa panjang nih urusan
" ini tadi cuma insiden kecil kok Yah di sekolah terantuk Meja "
" kenapa kamu ceroboh sekali nak, untung lukanya tidak dalam"
" udah kok Yah tadi udah diobati di UKS sama perawat disanaa"
" syukurlah kalau begitu "
__ADS_1
Sesaat kemudian Ayah Rasti mengalihkan pandangannya pada sosok lelaki berhidung mancung yang duduk diatas sebuah motor sport berwarna biru lengkap dengan helm full face nya, tatapan itu tampak penuh tanya sepasang mata elang Ayah Rasty seolah menyimpan tanya siapa lelaki ini,
" Hemmm.. nak apa kamu tidak berniat menjelaskan sesuatu "
Dari nada bicaranya sudah dipastikan jika Ayah Rasty sedang mencari tahu siapa lelaki diatas motor tersebut
" i_itu Yah kenalin ini teman Rasty di sekolah namanya Saga, Saga ini Ayah Rasty "
Saga pun segera turun dari motornya dan mengasongkan tangan salim kemudian mencium punggung tangan kekar Ayah Rasty sambil menyebutkan namanya
" Saga Langit Wiryawan om, teman satu kelas Rasty "
" hem... panggil saja Ayah Budi "
jawabnya dengan tegas
" maaf om tadi saya lancang mengantar Rasty karena tadi di sekolah terjadi insiden yang disebabkan oleh kecerobohan saya, Rasty tertabrak badan saya hingga mengenai pinggiran meja yang berakibat luka di keningnya, sekali lagi saya mohon maaf Om "
" Jadi kamu yang udah menyebabkan kening anak saya terluka ? "
" tapi Yah... udah nggak apa kok cuma luka kecil saja "
ucap Ayah Rasty sambil menepuk bahu Saga kemudian berjalan penuh wibawa menuju ke rumah bergaya minimalis tersebut.
" Rasty.. aku pulang dulu ya "
" hati - hati di jalan ya Ga , maaf kalau sikap Ayah tadi bikin kamu takut "
" iya nggak masalah kok "
Ucap Saga sambil menghidupkan Motornya kemudian perlahan meninggalkan halaman berpaping itu. Sementara Rasty pun segera menyusul sang Ayah masuk ke dalam rumah dimana sudah ada Bunda Aryani yang menunggu kepulangan mereka.
" Assalamualaikum.. Bunda "
suara Ayah Rasty saat memasuki rumah dan terus menuju dapur karena sudah pasti Bunda akan ada di sana pada saat jam segini mempersiapkan masakannya untuk Makan malam nanti.
" waalaikumsalam loh, kok Ayah pulangnya barengan Rasty ? tadi dijemput Ayah ?"
" Bunda sih nggak tahu anak Gadis bunda tuh tadi pulang diantar cowoknya anaknya cakep bener kayak artis korea yang Bunda suka itu "
__ADS_1
mendengar Ayah Rasty yang bicara ngawur Rasty langsung bersiap menyangkal
" nggak kok Bund mana ada itu kan cuma temen saja Yah bukan Cowok Rasty bukannya tadi Ayah udah di jelasin kok malah jadi ngarani cerita gini sih "
Rasty sudah memanyunkan bibirnya merasa tak terima dengan apa yang Ayahnya katakan tadi
" beneran Sayang kamu udah memiliki Cowok ?"
"nggak kok Bund Ayah tuh yang mengada - ngada "
" terus itu cowok siapa ? Ayah tahu kok kalau dia suka sama anak gadis Ayah yang cantik ini, buktinya tadi dia kayak takut dan khawatir gitu karena udah bikin kening kamu luka "
" Astagfirullah sayang kening kamu itu kenapa ?"
Bunda langsung histeris melihat kening Rasty yang sedikit bengkak dan terbalut plaster "
" ini mah kejedot meja kok cuma luka kecil nggak masalah"
" hemmss.. kayaknya berawal dari kening kening bocor bisa langsung turun kehati tuh Bund "
Goda Sang Ayah kembali, begitulah Ayah Budi meskipun di Kantor terkenal dengan kedisiplinan dan ketegasananya, namun ketiga ditengah keluarga menjadi sosok yang hangat dan penyayang untuk istri dan anak - anaknya meskipun disiplin tetap harga mati dalam mendidik anak - anaknya.
" ihhh Ayah tuh nyebelin deh Bund "
" Ya udah Ayah dan Rasty sekarang istirahat dulu dan Mandi Bunda mau lanjutin masak nya"
Tanpa suara lagi Rasty segera naik ke lantai dua tempat kamarnya berada. Dan Ayah masih tampak bercengkerama bersama Bunda karena meskipun mereka tak lagi Muda mereka tetap Harmonis dan Romantis dan tak segan pamer kemesraan di depan anak - anaknya.
Rasty sebenarnya merupakan bungsu dari tiga bersaudara kakak tertuanya Faizal pratama Hartawan merupakan seorang pengacara muda yang cukup terkenal di negara ini dan kini tinggal di kota J, kakak keduanya Raditya firza Hartawan sedang mengenyam pendidikan di akademi kepolisian di kota M, dan sebentar lagi akan lulus dan mulai bertugas mengabdi pada Masyarakat dan Negara ini. sehingga yang tinggal dirumah ini hanya Bunda Ariyanti, Ayah Budi, dan juga Rasty. dan satu Art bernama mbok Narti. Mengingat keluarga ini baru pindah ke kota ini lagi setelah 17 tahun Ayah Budi berpindah - pindah tugas. dan sekarang Ayah Budi meminta untuk dipindahkan kembali ke kota asalnya karena dalam dua tahun terakhir Ayah Budi akan pensiun.
Di kamar Rasty 🍂
Rasty meletakkan tas sekolahnya diatas meja belajarnya kemudian merebahkan badanya yang terasa lelah.diatas kasur berukuran Queen miliknya, matanya menatap langit - langit kamar berplafon Motif kupu - kupu dan juga berhiaskan lampu.berwarna pelangi.
" Huuff... nggak nyangka ternyata di balik sikap ketus dan dinginnya itu tersimpan beban permasalahan keluarganya yang sangat berat, pantas saja Saga menjadi pribadi yang tertutup dan dingin seperti itu, itu pasti hanya kamuflase untuk menutupi beban permasalahannya, "
kemudian Senyumnya terbit dari Bibir tipisnya mengingat kejahilanya Saat di UKS tadi, kemudian ia teringat dengan senyumnya Saga yang terlihat sangat manis dan itu sangat langka ditemukan di wajah ganteng Saga
Visual Prasasty Ayunindya Hartawan
__ADS_1