Tentang Saga

Tentang Saga
39. POV Saga


__ADS_3

Aku tersadar dan terjaga entah berapa lama tadi aku sempat terlelap setelah melakukan hal yang melelahkan namun sungguh sangat mengasyikan. Aku mendapati diriku polos tanpa sehelai kainpun hanya tertutup selimut dan aku tengah memeluk seseorang tubuh yang putih bersih bak porselin kulitnya halus dan aroma tubuhnya yang wangi sungguh itu wangi yang khas dari seorang Rasty. Kesadaranku pun terkumpul dengan sendirinya karena memang aku sama sekali tidak sedang dalam pengaruh alkohol atau apapun karena memang kami sama - sama sadar saat itu.


Astaqifurullah... Aku mengutuk diriku sendiri yang telah melakukan perbuatan l****t itu bahkan aku benar - benar telah menjadi lelaki brengsek yang sudah menghancurkan masa depan kekasih hatiku meskipun itu denganku sendiri.


Aku menangis menyesal dan marah pada diriku sendiri kenapa aku bisa melakukan hal sebe*** itu, aku menggauli Rasty kekasihku yang benar - benar sangat aku jaga bahkan orangtuanya telah mempercayakan padaku tapi ternyata aku justru merusak dan menghancurkan kepercayaan itu.


Aku menelisik tubuh Rasty yang banyak aku bubuhi bercak kemerahan di dada dan dua benda berharganya menjadi jejak bahwa semalam aku begitu ganas melakukanya. Perlahan aku bangkit dari ranjangku aku ambil pakaianku yang berserakan tak beraturan bahkan baju kaosku tersangkut di atas lampu tidur. Perlahan aku memungutinya dan menyambar handuk yang tergantung tak jauh dari lemari bajuku sekilas aku melihat tubuhku di pantulan kaca dan aku mendapati ada empat jejak kepemilikan tercetak di leher dan dadaku. Berarti semalam kami saling menikmati kegilaan itu bahkan aku ingat sangat ingat kami menyatu 2 x. Akhh... Ku jambak rambutku begitu frustasi mengapa aku kalah begitu saja dengan ****u sialan itu.


Tak berapa lama aku melihat Rasty mulai terusik dari tidur lelapnya aku memperhatikan semua pergerakanya mulai dari sepasang mata yang mengerjab hingga terbuka sempurna kemudian menelisik situasi ruangan ini dan kemudian beralih pada tubuhnya yang kini hanya terbalut selimut.


Aku melihat dengan jelas keterkejutanya dia langsung menjerit saat membuka selimut kemudian melihat kearahku sorot matanya meminta penjelasan padaku. Dia menggeleng saat aku mengangguk kemudian dia histeris tak karuan.

__ADS_1


Aku melihat dengan jelas tangis kehancurannya , aku tahu saat ini dia sangat marah padaku bahkan ia menatapku nyalang dengan sorot mata yang begitu tajam siap mengulitiku dan menghujam seluruh jantungku.


Aku pun tak jauh beda denganya merasa marah dan sangat kecewa. Hatiku bertambah sakit ketika aku melihat ia seperti ini. Aku beranikan diriku untuk memeluknya meski dia meronta dan menolakku aku tak peduli toh akhirnya dia menyerah dan pasrah ketika aku berusaha menenangkanya.


Aku memeluknya erat aku takut ia akan nekat dan menyakiti dirinya dan aku sungguh tak mau itu terjadi. Akhirnya kami mengis bersama. Meski harus saling berdebat mengutarakan ketakutan kami dan segala kemungkinan terburuknya.


Aku adalah lelaki sejati, aku memang telah menjadi lelaki brengsek saat ini tapi aku bertekad tidak akan lagi menjadi lelaki pengecut. Aku telah berbuat maka dari itu akupun harus berani bertanggung jawab.


Aku terus berusaha membujuk dan meyakinkanya jika aku akan bertanggung jawab dan akan segera menikahinya saat kami lulus sekolah karena tak lebih dari 1 bulan kami akan segera lulus.


Setelah berhasil menenangkan keadaan hati masing - masing kami pun menyepakati bahwa kami akan menikah jika terjadi hal lain pada Rasty , bukan atas dasar kemauanku sendiri tapi justru Rasty yang kekeh karena ia tak mau membuat orangtuanya kecewa. Aku pun terpaksa mengikutinya Kami pun kembali pada rutinitas biasa sekolah dan minggu ini kami melaksanakan Ujian Akhir Sekolah. Meskipun aku tau ada yang berbeda dengan Rasty semenjak kejadian itu, ia terkesan mbatasi diri apalagi kontak fisik dan aku mengerti itu aku pun memahaminya.

__ADS_1


Hari ini kami melaksanakan Purnawiyata prosesi yang menjadi simbol bahwa kami sudah lulus sekolah dan sebagai tanda perpisahan dengan teman, Guru dan sekolahan kami. Aku benar - benar terkesima melihatnya hari ini ia memakai kebaya hasil buatan Bunda dengam warna yang senada dengan kemeja yang saat ini aku pakai yang juga pemberian Bunda, sangat pas dan cocok di badan Rasty tapi bukan itu yang membuatnya sangat berbeda bahkan aku nyaris tak mengenalinya tadi. ya... Rambut hitam mengkilat yang dulu panjang sepinggang memang beberapa hari yang lalu aku lihat sudah dipotong menjadi sebahu dan hari ini surai itu telah tertutup hijab dengan warna senada dengan kebaya yang ia pakai. Sungguh aku sangat mengagumi kecantikanya berlipat - lipat dengan ia mengakan hijab seperti itu ada rasa bangga tapi juga sedih , aku tak tahu pasti yang menyebabkan ia berhijrah itu karena apa mungkinkah karena dia mendapat hidayah sehingga memutuskan berhijrah karena tiga hari yang lalu kami masih bersama ia sama sekali tak menyinggung soal keputusanya berhijab.


Apapun itu aku tetap mendukungnya mungkin juga dengan dia berhijab akan banyak menundukkan pandangan para lelaki terkhusus aku harus lebih bisa menghargainya serta menjaga pandanganku terhadapnya.


Seperti dugaanku Rastyku ternyata menjadi lulusan terbaik dan aku diposisi peringkat 3 aku bangga sangat bangga padanya. Ia gadis yang baik, cantik dan pintar idaman semua lelaki bukan ? , ia juga bukanlah orang yang manja dan satu hal yang aku suka ia cukup dewasa dan mandiri.


Sejujurnya aku sangat ingin menyapanya dan mengucapkan selamat atas keberhasilanya, tapi sangat dusayangkan hal tak terduga mengacaukan semuanya saat Sesha dan Om Yuda datang Sesha kali ini selalu menempel denganku hingga sulit untukku menjauh bahkan sekedar menyapa dan mengucapkan selamat untuk Rasty dan berphoto dengannya juga sahabatku yang lainya. Hingga aku menyadari kesalah pahaman itupun terjadi Rasty pasti tahu jika lelaki paruh baya yang tadi mewakili wali ku adalah Papanya Sesha bahkan aku sempat melihatnya mencariku hingga masuk ke ruang Aula dan sialanya saat ia datang aku dan Sesha sedang dalam posisi tak biasanya Sesha tengah memelukku dan sedang mengucapkan selamat padaku untuk kelulusanku. Aku tahu itu menyakiti Rasty tapi saat ini aku sedang dalam situasi tak memungkinkan untuk menjelaskan langsung aku harus menjaga reputasi Om Yuda jika sampai beliau tahu saat ini aku memiliki kekasih hati. Akupun urung menemuinya dan memilih menjelaskan nanti terbukti saat ini juga Rasty pasti sedang marah padaku terbukti dengan tidak merespon panggilan telphonku dan juga pesan chat WA ku.


Sore hari aku beranikan diri menemuinya dirumah meski aku tahu akan mendapat penolakan darinya, namun aku tetap gigih berusaha untuk menjelaskan hingga seperti biasa Ayah dan Bundanya yang selalu berada dalam kubuku pasti akan membantuku. Akhirnya ia pun mau berbicara dsnganku tapi dia justru mengajakku keluar, akupun pun menyetujuinya dengan senang hati karena ku juga sebenarnya sangat merindukanya tiga hari kami tidak bertemu karena sibuk dengan persiapan perpisahan sekolah kemaren dan hari ini harus berakhir dengan kesalah pahaman.


Aku membawanya kesebuah tempat ke tepi pantai yang berada tak jauh dari pinggiran kota ini aku menawarkan ia untuk makan tapi dia menolak dengan tegas dan akhirnya kami pun sedikit mendaki agar dapat menyaksikan matahari tenggelam karena aku tahu Rasty sangat menyukai Sun set

__ADS_1


Aku sangatbkecewa pada akhirnya aku harus patuh pada Rasty yang meminta untuk kami menyudahi hubungan karena lusa ia akan pergi ke Singapura melanjutkan studynya di sana, jelas aku menolak mentah - mentah aku sangat mencintainya dan aku sudah membuat kesalahan besar untuk hidup dan masa depanya tak mungkin aku melepaskan dia begitu saja. Namun Rasty tetap kekeh pada pendirianya hingga akupun mengalah meski ini keputusan sepihak namun aku akan mencoba mengerti dan memahami keputusanya, meskipun ini sulit untukku aku merasa semakin tersudut kala ia mengatakan jika aku memang mencintainya maka aku harus merelakanya mengejar cita - citanya. Aku lemah dan akupun menyerah padanya. Dengan perasaan hancur akupun mengantarnya pulang dan berharap besok dia akan merubah keputusanya itu.


Pagi ini dengan perasaan hampa akupun terpaksa pergi karena semalam aku mendapatkan kabar jika dua bulan mendapat perawatan di Malaysia Mama mengalami sedikit masalah kesehatan fisik dan aku harus kesana untuk menemaninya. Akupun pergi tanpa pamit dan bahkan tanpa mengucap selamat tinggal pada Rasty dan juga yang lainnya.


__ADS_2