Tentang Saga

Tentang Saga
40. POV Rasty


__ADS_3

Aku tersadar dan terbangun dengan keterkejutan yang luar biasa jantungku seakan melompat keluar dari tempatnya demi apapun aku mendapati diriku terkulai diatas rnjang yang jelas bukan kamarku, aku mendapati tubuhku tanpa seheai benangpun dan hanya tertutup selimut warna Biru laut. Dan lebih parahnya lagi disampingku terbaring sosok yang sangat aku kenal pikiranku sangat kacau hatiku meradang setelah mampu mengumpulkan ingatanku dengan baik. Ya... Aku dan dia telah melakukanya !! Marah, kecewa, hancur perasaaan ini dan tentu merasa frustasi bagaimana bisa kami melakukan hal sampai sejauh ini.


Aku mendapati Saga yang sudah selesai dari kamar mandi ia tampak tertunduk tak berani memngangkat wajahnya untuk menatapku, aku tahu ada ketakutan dari raut wajahnya saat ini aku memang marah , benci, kecewa padanya dia yang katanya mencintaiku, yang juga telah berjanji menjagaku dan menerima amanat dari Ayahku ternyata justru dia yang menghancurkanku.


Tapi aku pun sadar tidak spenuhnya salah Saga disini aku juga memiliki peranan penting hingga kejadian ini tak mampu kami cegah. Entah aku yang terlalu bodoh atau aku yang terlalu mabuk dengan pesona seorang Saga. Aku tahu Saga adalah type lelaki yang bertanggung jawab dan juga sangat baik aku mengerti niatanya untuk mempertanggung jawabkan kesalahan ini, tapi aku masih bisa berpikir jernih jika ini bukan akhir segalanya aku dan dia Saga masih memiliki masa depan yang harus kami perjuangkan. Aku tahu banyak pasangan muda lainya yang melakukan hal yang sama dengan kami mungkin kami satu diantara ribuan tapi selama tidak terjadi hal lain maka kami masih bisa melanjutkan mewujudkan masa depan kami.


Aku ingin menjadi Hakim sesuai ddngan cita - citaku dan aku juga tahu Saga juga harus memprioritaskan kelangsungan perusahaan peninggalan Almarhum Ayahnya karena itu dia masih memiliki masalah lain yaitu perjodohanya dengan gadis bernama Sesha, tak ingin terpuruk dengan keadaan ini akupun bersepakat jika kami tetap akan menjalani hubungan seperti biasa selama tidak terjadi hal lain kami tidak akan menikah.


Saat acara kelulusan dan esok hari akan dilaksanakan purnawiyata Bunda bahkan sudah mempersiapkan semuanya Beliau menjahitkan khusus bajubkemeja untuk Saga dengan warna senada dengan kebayaku. Sungguh aku semakin merasa tersiksa begitu percaya kedua orangtuaku terhadapnya bahkan mereka sangat menyayangi Saga maka tak mungkin untukku menceritakan keburukan Saga, bukan Saga saja melainkan aku juga karena kami sama - sama bersalah, sama - sama hilang kewarasan saat na*** mengalahkan akal sehat kami dan memperdayai dsngan kenikmatan sesaat.

__ADS_1


Sesungguhnya aku menyimpan beban masalahku sendiri tanpa berani sekedar berbagi cerita dengan orang lain termasuk pada sahabatku Kinar tidak juga pada Bunda yang jika biasanya apapun akan aku ceritakan pada Bunda. Tapi kali ini aku memilih menjadi sosok berbeda dari biasanya jika dulu aku periang kini akau mulai menyukai keheningan dan kesendirian aku bahkan lebih menyukai sepi.


Waktu bergulir dengan cepat hingga hari yang kami nantikan pun tiba ya besok adalah acara purnawiyata aku berharap banyak pada kesempatan ini agar aku bisa mewujudkan persembahan yang terbaik untuk kedua orangtuaku, agar aku tidak terlalu gagal menjadi seorang anak. Aku pun bertekad harus merubah segalanya aku tak ingin lagi meratapi kesalahanku aku harus tetap berpikir positiv jika ini bukan akhir segalanya. Meskipun aku takblagi virgin namun duniaku dan mimpiku tak akan berakhir mengenaskan.


Siang ini aku memutyskan merubahbpenampilanku yang identik dengan rambut lurus panjangku aku pun merubahnya dengan pergi ke salon yang berada di komplek tak jauh dari rumahku . Akupun memotong pendek rambut hitam pekatku menjadi pendek sebahu dan akupun sudah memantapkan diri untuk memakai hijab. Bukan karena aku ingin terlihat alim setelah kenyataanya aku sudah melakukan free*** dengan pacarku, Tapi berdasarkan beberapa artikel dan juga beberapa penjelasan dari al ustad dan pemuka agama yang aku anut perempuan atau muslimah itu wajib menutup aurat. Maka disini akan sangat berbeda konteks dengan kasusku , aku memang berniat menutup auratku agar aku bisa lebih memawas diri setidaknya dengan hijabku aku akan selalu ingat jika aku tak pantas melakukan hal buruk itu lagi. Anggaplah saat itu kami berdua memang sedang khilaf, karenanya tak mungkinbkami mengulanginya kembali.


Dan hari ini akupun telah memantabkan hatiku pada niat baikku menutup auratku dengan memakai hijab sesuai syariat, untuk urusan disa besar yang telah aku buat biarlah itu menjadi urusanku dengan Allah karena aku sungguh - sungguh menyesalinya dan berharap tak akan lagi mengulanginya.


Aku kembali bahagia saat mengetahui Shaka juga menjadi lulysan terbaik peringkat ke 3 aku sudah sangat bangga terhadapnya aku tahu dia sangat pandai, jika tidak bagaimana bisa anak seusianya telah memimpin perusahaan peninggalan Almarhum Ayahnya. Kekasihku hari ini sangat tampan terlihat sangat gagah dengan balutan jaz berwarna hitam dan kemeja buatan Bunda sungguh kekagumanku berlipat - lipat hari ini.

__ADS_1


Tapi saat diujung acara aku sangat kecewa aku berniat mencari keberadaan Saga untuk ikut photo bareng temen- temen serta Ayah dan Bunda setelah mencari diseluruh halaman yang kini disulap menjadi tempat bersua photo yang apik akupun memutuskan mencarinya ke dalam gedung dan ternyata dugaanku benar di dalam sana masih terdapat beberapa orang termasuk Saga dan akhhh... Sungguh ini bukanlah pemandangan yang aku inginkan. Aku melihat Saga tengah dirangkul dan dipeluk oleh seorang gadis cantik berbody aduhai. Seketika hawa panas merajai tubuhku , hatiku begitu nyeri dan bergemuruh, langkahku seketika tertahan untuk melangkah lebih dekat lagi aku sudah tak sanggup rasanya. Akupun berbalik arah mengurunkan niatku untukenemuinya dan memilih masuk ke dalam toilet menumpahkan segala sesak di dadaku hingga aku merasa sedikit lega kemudian kembali menyusul teman - teman dan juga Ayah dan Bunda.


Hingga pada akhirnya aku menyampaikan pada kedua orang tuaku jika pengajuan beasiswaku diterima dan aku lolos masuk di fakultas hukum di salah satu universitas di Singapura. Meski aku harus berusaha keras meluluhkan hati kedua orangtuaku untuk memberikanku izin bukan perkara mudah toh akhirnya aku berhasil juga meski aku tahu mereka melepasku dengan separuh hati. Karena bagaimanapun juga bagi mereka aku adalah si bungsu yang harus selalu dalam pengawasan mereka apalagi aku satu - satunya anak perempuan dalam keluarga kami.


Sore hari Saga pun menemuiku seperti dugaanku dia pasti akan datang karena memang sejak acara purnawiyata tadi aku sudah menonaktifkan ponselku lebih tepatnya setelah menyaksikan adegan tidak menyehatkan mata dan juga hatiku tadi. Seperti biasa Saga akan selalu bisa dengan mudah jika sudah menyambangi kedua orangtuaku sekekeh apapun aku enggan menemuinya maka aku tak akan lagi bisa menghindar jika Bunda sudah memintanya. Akupun akhirnya berpamitan dan memutuskan berbicara dengan Saga di luar sekalian niatanku akan berpamitan padanya.


Lagi - lagi dan lagi Saga meminta maaf padaku dan menerangkan kejadian tadi yang membuatku merasa tersakiti dan salah paham. Sejujurnya akau bisa menerima alasan itu karena memang dari awal sebelum aku dan Saga berkomitment Saga memang sudahdi jodohkan dengan seorang gadis bernama Sesha itu. Tapi tetap saja sakit hati ini ketika melihat kenyataan seperti tadi.


Saga pun kembali menyinggung masalah tanggung jawab atas apa yang telah terjadi pada kami beberapa minggu yang lalu, dia tetap pada keinginanya untuk bertanggung jawab dengan menikahiku. Dan itu sangat bertolak belakang dengan keinginanku saat ini. "Menikah muda " merupakan momok menakutkan bagiku tidak mungkin aku mengecewakan Ayah dan Bunda jika aku berterus terang kalaupun aku tidak menceritakan yang sebenarnya Mereka juga tudak akan mungkin memeberikan izin untukku menikah muda Ayah dan Bunda tentu akan meminta alasan kami jika hanya karena cinta dan takut kehilangan jelas itu tidak akan masuk pada logika terutama Ayah.

__ADS_1


Akupun akhirnya mempertimbangkan keinginan Saga kami akan menikah jika terjadi hal terburuk itu. Entah mengapa semenjak kejafian itu aku sperti hilang feeling pada hubunganku dan Saga mungkin karena aku terlalu kecewa pada diriku dan juga Saga hingga kami melakukan hal sebo*** itu.


Aku tahu Saga kecewa tapi inilah memang yang terbaik, bahkan aku sampai melupakan niatku untuk berpamitan padanya jika aku akan melanjutkan studyku keluar negeri. Hingga kami pun akhirnya pylang dengan kesepakatan yang kurang memuaskan khususnya untuk Saga.


__ADS_2