Tentang Saga

Tentang Saga
22. Hanya pengingat agar tak patah hati


__ADS_3

Jam pelajaran terakhir sudah selesai Bell tanda pulang pun berbunyi, seketika merekapun berhamburan keluar kelas masing - masing tak terkecuali Saga dan Rasty


" Ayok Rast buruan, kita langsung pulang ya "


" loh... nggak jadi ketemu Mama kamu ?"


" sorry Rast nggak bisa aku disuruh datang ke kantor secepatnya nih sama Om Yoga ada hal urgent katanya"


" ada maslah di perusahaan ?"


" kurang tahu juga, makanya kita langsung pulang "


" emh.. kalau kamu buru - buru kamu nggak usah antar aku, aku bisa kok pulang sendirian lagian juga repot kan harus bolak balik "


" udah nggak apa, yuk "


Saga menarik pergelangan tangan Rasty dengan refleks


" Tunggu, beneran aku nggak apa pulang sendiri kamu langsung ke perusahan aja"


" Rast.. Ayah tuh titipin kamu ke aku jadi aku harus jaga amanat itu dhonk "


" ih.. kamu ribet banget sih Ga ini kan keadaanya urgent Ayah juga pasti ngerti kok, lagi pula hari ini Ayah dan dan Bunda ke luar kota jenggukin kakak aku yang di Asrama, nanti beres deh aku nggak bakal bilang, aku juga langsung pulang kok , atau kamu mau aku kerumah kamu ketemu Mama Kamu , aku bisa naik Ojol ataupun Taxi "


" beneran kamu Rast ?"


" iya, udah kamu buruan sana, udah di Tunggu juga, aku tuh bukan anak TK , aku bisa pulang sendiri, dan aku juga bukan Nona muda jadi kamu nggak perlu khawatir aku diculik "


" ya.. ya udah aku duluan langsung ke kantor, kamu hati - hati , kalau kamu mau kerumah Mama pasti juga seneng banget "


Tanpa menunggu waktu lebih lama Saga segera berlari dan bergegas menuju perusahaan peninggalan sang Ayah yang kini diteruskanya tentunya dengan dan bantuan Om Yoga adik dari almarhum Papanya dan juga beberapa kerabat lainnya


Rasty pun kini duduk di halte depan sekolahnya ia tampak sedang menunggu taxi online pesananya


" hoey... bengong aja di halte kesambet hantu penunggu Halte baru tahu loh "


seseorang mengagetkan Rasty yang sedang duduk menunggu Taxol nya


" eh... kamu ! "


" iya masih inget gue kan ?"


" Bay the way kok tumben nggak di jemput? pacar Loe kemana ?"


"apaan sih , dia lagi ada urusan jadi nggak bisa anter "


" kasian banget cewek secantik kamu dibiarkan sendirian di halte ntar kalau di culik om om gimana tuh"


" sembarangan lo kayak aku bocah aja"


" pulang bareng aku yuk .. aku antar sampai rumah "


Rangga pun berusaha mengunakan strategi gombalan ala play boy jadul membujuk dengan segala propaganda dahsyatnya


" aduh, maaf deh Rangga aku udah pesan taxi on line bentar lagi juga datang, jadi maaf ya lain kali saja mungkin kita bisa bareng"

__ADS_1


" ya sudahlah, kalau begitu aku temani disini ya sampai Taxi kamu datang "


" boleh "


" Oh iya, kamu beneran ya pacaran sama Saga ?"


" menurutmu ?"


" nggak "


" kok bisa bilang gitu apa alasan kamu ?"


" karena aku tahu luar dalamnya Saga, ia nggak mungkin akan jatuh cinta dan akan berani bangun komitmen itu nggak mungkin banget terjadi "


Sesaat Rasty terdiam berusaha mencerna perkataan Rangga


" hello.... kok malah bengong sih Rast ?"


" eh.. nggak kok cuma lagi mikir kok lama taxi yang ku pesen tadi "


" yakin ?"


" iya.. yakinlah "


" kamu beneran nggak pingin tahu sisi lain soal Saga?, aku tahu banyak lo tentang dia "


" maksud kamu ?"


" pulang bareng Gue ntar gue ceritain apapun yang kamu pingin tahu "


" gimana ? pulang bareng aku ya ?"


" ya.. ya udah deh aku ikut "


" ok,.. yuk "


" tapi mampir toko helm dulu ya kita ?"


" hah... udah tenang ntar aku bayarin "


" nggak usah ntar repotin kamu lagi "


" santai... cuma helm ini "


Rangga pun menjalankan motornya dan Rasty pun segera naik dan duduk di boncenganya. Rangga melajukan motornya dengan kecepatan sedang kemudian berbelok ke arah sebuah toko Helm


" loh, kok berhenti disini ?"


" memangnya kami mau naik motor tanpa pakai helm? ntar kalau di kejar polisi mau ?"


" oh .. Iya ya, maaf nih jadi ngrepotin, jadi nggak enak nih "


" dah,.. santai aja, yuk kita masuk"


Rangga pun masuk ke dalam toko dan Rasty pun mengikutinya di belakang

__ADS_1


" ini kayaknya cocok di kamu "


Rangga memilih sebuah helm berwarna Lemon kemudian mencoba memasangkannya di kepala Rasty menunduk agar mempermudah Rangga memakaikanya


" sippp.. cantik dan cocok di kamu, aku bayar dulu ya "


Bahkan rangga tanpa menunggu komentar Rasty, semua sesuai kemauan dia, dan Rasty hanya bisa menurut saja


" udah yuk.."


Kali ini Rangga meraih tangan dan mengandengnya menyejajarkan langkah hingga berjalan berdampingan


Rasty memang tak begitu mengenal Rangga bahkan jika tidak salah ini kali ketiga pertemuan denganya, tapi entah kenapa saat mendengar tawarannya mengenai Saga Rasty pun langsung tertarik dan ikut dengan tawarannya untuk pulang bareng


" kita jalan sekarang "


serunya sambil menghidupkan motornya, akupun segera naik ke boncenganya dan Raangga segera melaju meninggalkan toko helm itu, tak banyak percakapan selama mereka di jalan bahkan kami nyaris saling diam wajar saja karena mereka memang belum pernah akrab sebelumnya. Rangga berjalan lurus saat sampai di perempatan jalan menuju perumahan Rasty


" loh... kita mau kemana dulu nih ?"


" kita makan dulu ya aku lapar nih "


jawabnya santai, lagi - lagi Rasty pun mengiyakan permintaan Rangga dan akhirnya Rangga menghentikan motornya tepat di sebuah Cafe


" turun yuk, kita makan disini "


Rangga mengajak Rasty segera masuk dan Rasty pun mengekorinya, setelah memilih meja yang kosong dan pelayan cafe pun menghampiri mereka menanyakan menu apa yang akan mereka pesan.


" sorry ya kalau Gue bawa kamu kesini, selain untuk makan Gue mau kasih tahu Elo tentang Saga jadi nantinya Elo nggak akan melangkah terlalu jauh yang akhirnya membuat kamu tersesat "


" ma... maksud kamu ?"


" Gue tahu kalian sangat dekat dan elo juga udah tahu kondisi keluarganya seperti apa, Gue tahu kehadiran Loe udah bawa banyak perubahan untuknya terutama buat mamanya Saga. tapi satu hal yang harus kamu tahu Saga nggak akan pernah bisa berbuat lebih dari yang sekarang buat Loe karena masa depan Saga sudah diikat dengan seseorang jika Saga ingkar dari hal itu maka Saga harus menerima konsekuensi terburuk dan itu tidak akan mungkin karena saat ini Sagalah tulang punggung keluarga dan perusahaannya "


"ma..maksudnya ? "


" Gue yakin kamu akan paham nanti, anggap saja ini adalah pengingat agar Elo terhindar dari rasa kecewa ataupun patah hati nantinya "


Rasty semakin bingung dengan semua ini pikirannya seolah berputar - putar mencerna kata demi kata yang disampaikan Rangga kemudian mengaitkannya dengan kenyataan yang saat ini ia alami


" Rast... are you ok ?"


"e... Iya tenang aja "


" makan dulu yuk .."


merekapun menyelesaikan makan siang mereka tanpa bersuara hingga makanan habis terlahap


" kamu pasti bingung kenapa aku bisa tahu banyak tentang Saga ?"


Rasty hanya tersenyum kecut


" karena Gue dan Saga masih berkerabat papa gue dan almarhum papanya adalah sepupu "


" oh.. begitu ya "

__ADS_1


Entah mengapa semenjak mendengar penuturan Rangga Rasty mendadak merasa tak tertarik lagi dengan segala sesuatu yang menyangkut Saga mungkinkah ini bentuk rasa kecewa Rasty atau apa entah yang pasti saat ini Rasty merasa lelah dan penat dan ingin secepatnya pulang.


__ADS_2