Tentang Saga

Tentang Saga
#11. Satu hari bersama Saga


__ADS_3

" Ras... nanti kita jadi ya kerjain Tugas sekolahnya ?"


Tanya Saga saat sudah sampai di depan kelas mereka


" ya jadi dhonk, kan hari senin sudah harus dikumpulkan hari ini juga udah sabtu "


" tapi Alvin nggak bisa ikutan kerjain , gimana?"


" loh .. emang Alvin kemana ?"


" ini di tadi chat katanya dia lagi Sakit nggak masuk sekolah "


" yach... ya udah kita berdua aja kalau gitu yang kerjain "


" terus mau kerjainnya dimana ?"


" maunya kamu dimana ?"


" dirumah aku gimana ? sekalian kamu ketemu Mama , kan udah lama juga kamu nggak ketemu Mama "


" oh iya, bener aku juga kangen sama Mama Novita "


" berarti ntar pulang sekolah langsung aja ya biar kamu nggak kasur dan pulangnya "


" siiip "


Jam pelajaran sekolah pun telah berakhir karena hari Sabtu jam operasional sekolah hanya sampai pukul 11.30 saja. Saga dan Rasty pun sudah meninggalkan gerbang sekolah dengan berboncengan motor.


" Ras.. pegangan dhonk "


karena suara Saga beradu dengan suara angin maka Rasty tidak bisa mendengarnya dengan jelas.


Saga pun menarik kedua lengan Rasty dan mengarahkannya pada pinggang Saga, sehingga tubuh mereka kini tampak lebih dekat bahkan nyaris tanpa jarak karena tas ransel Saga ia taruh di depan dada Saga


(pinter ya gaes babang Saga, tahu aja kalau bakal ada rejeki nomplok di punggungnya 😀)


Rasty pun merasa canggung karena harus memeluk Saga seperti itu, ia pun berusaha narik kembali tangannya namun tak diizinkan oleh Saga


" kamu mau jatuh kalau nggak pegangan ?"


"ta...tapi "


" udah nikmati saja, jarang - jarang seorang Saga mau ngeboncengin cewek "


Rasty pun tersipu Malu, karena Saga melajukan motor sportnya dengan kecepatan sedang Angin pun berhembus sepoi menyapu wajah Ayu yang tertutup kaca Helm hingga membuat Rasty seperti terbuai dan akhirnya tertidur dengan kepalanya disandarkan pada bahu Saga


Saga yang menyadari tak ada suara dari Rasty pun langsung melihat kaca spion dan tersenyum tipis


" yach... malah tidur "


gumam Saga , ia pun akhirnya mengendalikan stir motornya dengan pelan karena tak ingin Rasty terusik


" Ras.... Rasty... kita udah sampai nih "


Saga pun menggoyangkan punggungnya perlahan agar Rasty terbangun


" ehhh, loh udah sampai ya ? maaf ya tadi ketiduran "


" Hemmm... kebo banget sih punggung aku pegel nih jadinya "


" sorry.."


" ya udah turun yuk "


" tapi kok kita kesini ?"


Rasty baru menyadari kalau mereka telah sampai namun bukan pada tempat yang sudah mereka sepakati yaitu rumah Saga


" iya, kita makan siang dulu, soalnya udah lapar banget nih "


Mereka pun segera berjalan beriringan memasuki sebuah tempat makan yang terdiri dari beberapa Saung yang beratap daun alang - alang dan dibuat mengapung, hawa sejuk dan juga kemarin air serta ikan ikan yang bermunculan ke permukaan air semakin menambah kesan tenang dan nyaman

__ADS_1


" mau makan apa Ras ?"


" emhh.. samain aja sama kamu "


" yakin nih nggak mau pesen menu pilihan kamu sendiri?"


" disini banyak banget loh menu yang special Rast "


ucap Saga sambil menyodorkan buku menu pada Rasty , Rasty pun tampak menelisik menu apa saja yang ada di Resto tersebut


" emmhh.. aku mau Gurami masak saos pedas minumnya lemon tea"


" udah itu saja, nggak pingin tambah menu lain lagi ? dessert nya mungkin ?"


" udah akh itu udah cukup, kayak makannya orang elite aja pakai dessert segala "


" lah emang kenapa ?"


" nggak kok Ga itu udah cukup , ntr kekenyangan malah nggak bisa kerjain tugas "


" baiklah.."


Saga pun menyerahkan kertas ordernya pada writers disana. sambil menunggu pesanan mereka pun saling ngobrol


" oh iya Ras kamu udah izin sama Ayah bunda kamu belum kalau kita mau kerjain tugas bareng?"


" iya tadi aku udah kirim Chat sama Bunda kok"


" ok.. aman kalau gitu "


" Bay the way tadi kamu jemput aku, terus sekarang kita barengan gini ntar ada yang marah enggak sih Ga ?"


" maksudnya kamu ?"


" ya.. aku kan masih lumayan baru di sekolah juga disini takutnya ntar kamu ada girls friends terus bisa jadi salah paham kan "


tak berapa Lama pesanan mereka pun datang


Mereka pun menikmati makan siangnya dengan diam. Saga memang orangnya dingin dan pendiam bahkan bisa seperti ini karena dengan Rasty saja. Mereka pun menyudahi makan siang mereka


" makasih ya Ga buat makan siangnya "


" santai saja, kita pulang sekarang?"


" iya ntar keburu nggak selesai kerjain tugasnya "


Setelah membayar Saga pun kembali melanjutkan perjalanan menuju rumahnya


" Ga... kok sepi banget ?"


" ya emang seperti ini tiap hari Rast, oh iya sekarang Kak Arga dirumah loh kamu mau kenalan mungkin ?"


"boleh Ga, "


Saga pun mengajak Rasty berjalan ke lantai dua ada sebuah ruangan yang cukup besar disana ada berbagai sarana bermain anak yang lengkap bahkan ruangan ini mirip seperti play room kids


" masuk Rast "


Rasty pun mengikuti langkah Saga dan mendapati sesosok dengan perawakan yang khas orang berkebutuhan khusus


" Bang... ini ada temen Saga kenalin namanya Rasty "


Saga menepuk pundak abangnya


" teman baru ya , mau main denganku nanti aku bagi mainan dan juga permen "


suara polos mirip seperti gaya bicara anak berusia 5 tahun


" hay... aku Rasty mulai hari ini kita berteman "


Rasty mengulurkan tangan mengajak bersalaman. lelaki berusia 20 tahun namun memiliki tingkah dan kepribadian tak ubahnya anak berusia 5 tahun, yang akan marah ketika dunianya terusik, akan mengamuk jika keinginannya tak sesuai dengan yang dia mau, bahkan dia bisa saja menangis histeris ketika makanan kesukaannya habis.

__ADS_1


lagi - lagi Rasty dibuat terkesima dengan ketegaran hati seorang Saga yang harus menerima kenyataan mengurusi Mamanya yang menderita depresi berat dan kakak lelakinya yang memiliki kebutuhan khusus.


" aku ingin kita mewarnai gambar "


Arga pun menarik tangan Rasty mengajaknya ke sebuah meja dimana disitu ada banyak sekali buku dan kertas bergambar berbagai macam jenis mulai dari gambar hewan, tokoh super hiro dan juga gambar berbagai pemandangan


" jadi kamu suka menggambar ya ?"


" tentu , apa kamu juga suka ?"


" iya aku suka kok "


Saga pun mendekati keduanya


" Ras.. aku tinggal bentar ya mau ganti baju "


" iya Ga , aku mau temeni Arga mewarnai dulu "


Setelah kurang lebih 45 menit Arga mewarnai ditemani Rasty ia pun berhasil menyelesaikan karyanya dan menyerahkannya pada Rasty


" ini bunga untuk kamu "


sebuah gambar bunga matahari dalam pas bunga berwarna coklat ia berikan untuk Rasty dengan senang hati dan senyuman tulus Rasty pun menerima itu


" wah.. ini bagus sekali terimakasih ya "


" aku mengantuk bisakah kamu keluar aku ingin bobok siang "


" baiklah, aku akan keluar lain kali kita akan bermain lagi ya "


sosok lelaki dewasa namun terperangkap pada jiwa anak Balita itu pun naik dalam kasur kamar yang di dominasi warna biru dengan wallpaper dinding Tayo dan spiderman menghiasi kamar sekaligus tempat bermainnya . ia pun naik keatas kasur setelah terlebih dulu mencuci kedua kakinya di dalam kamar mandi sebelah ruang tidurnya


Rasty pun keluar dari kamar tersebut


" udah selesai temani mewarnanya?"


" iya Arga sedang tidur siang "


Rasty menjawab dengan mata berkaca - kaca menatap wajah tegar Saga


" kita kerjain tugasnya di taman belakang yuk disana ada Gazebo "


Rasty pun mengangguk dan mengikuti langkah Saga menuju tempat tersebut.


" Ga.... kamu tuh hebat ya, aku salut denganmu "


" hah.. hebat apanya ?"


" pokoknya aku salut dan kagum dengan ketegaran kamu "


Saga hanya tersenyum kecut sambil tertunduk sesekali tatapan mereka beradu pandang


" thanks ya udah mau menjadi temanku "


" aku akan selalu ada untukmu Ga aku akan selalu mendukungmu "


Rasty pun mendekat kearah Saga dan mengusap punggung kekar namun terlihat rapuh itu


perlahan Saga menyandarkan kepalanya pada pundak Rasty dan Rasty pun membalas dengan melingkarkan tangan nya pada pinggang Saga


" selama ini Gue cuma sendiri Ras "


" sekarang ada Ga , kamu bisa berbagi beban dan maslahmu denganku , meski mungkin aku tak bisa memberi jalan keluar setidaknya aku akan menjadi pendengar yang baik untuk semua masalahmu "


Kini Saga beralih membawa tubuh mungil itu dalam pelukannya entah apa yang membuat mereka jadi seperti ini, Saga memang lelaki yang tampak kuat namun jiwanya sangat rapuh. lama keduanya larut dalam suasana perasaan masing - masing hingga akhirnya Saga menguarai pelukanya setelah merasa lega dan tenang hatinya


" maaf .. Ras aku.. aku.. "


" iya aku ngerti kok , lelaki yang kuat dan tegar bukan berarti dia nggak pernah ambyarr "


senyum pun terukir dari keduanya, hingga mereka memulai mengerjakan Tugas kelompok dari sekolahnya, setelah berkutat dengan berbagai buku dan media penunjang lainya akhirnya tugas Biologi dari bu Anes pun selesai. Saga yang memang memiliki otak yang yang sangat encer dan juga Rasty yang cukup cerdas tugas tersebut selesai dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2