
# pov Saga
Entah apa yang terjadi saat ini bersamanya setiap hari nyatanya mampu menciptakan sebuah rasa yang berbeda, aku yang awalnya begitu yakin tidak akan pernah menaruh hati padanya perlahan kamu yakin jika pertahanku mulai goyah. melihat sikap polosnya, senyuman manisnya, pengertiannya, sifatnya yang bisa mendadak jadi bijak dan dewasa. Akhh ... seharusnya aku jujur dari awal jika aku memang menyukainya entah sejak kapan tepatnya aku pun tak tahu , tapi yang pasti dia beda dari cewek - cewek yang selama ini aku jumpai, awalnya mereka akan mati matian menarik perhatianku namun ketika mendapati keyataan tentang keluargaku maka mereka akan menarik diri dariku.
Namun tidak dengan dia, dia justru sengaja masuk dalam duniaku dalam kehidupan ku, menjadi selayaknya teman yang tulus untukku, Mamaku, dan juga kakakku.
Akupun semakin penasaran denganya dan mencoba melakukan hal yang sama dengan uang ia lakukan padaku, perlahan aku pun memasuki dunianya yaitu keluarganya dan benar saja ternyata Gadis ini memang spesial karena memang orangtuanya telah mendidiknya dengan baik. Dan aku pun bisa diterima dengan begitu saja oleh Kedua orangtuanya.
__ADS_1
Ayahnya yang merupakan perwira polisi membuatku sedikit ngeri untuk mendekatinya hingga aku mendapati kenyataan yang berbeda ter Ya beliau sangat Hubble dan aku seolah menemukan sosok seorang Ayah yang aku impikan dari kecil.
Aku memang tidak menawarkan sebuah komitmen ataupun mengungkapkan mengenai perasaan karena jujur aku masih belum percaya dengan semua itu rasanya trauma akan kisah rumah tangga kedua orang tuaku masih menjadi momok bagiku hingga aku merasa enggan untuk melakoninya.
Hingga akupun hanya mampu memberikan
sebuah hubungan tanpa komitmen, yang aku sadari itu sangat membingungkan untuk seorang perempuan terlebih untuk gadis seusia dia. disatu sisi aku memperlakukan dia dan bersikap selayaknya seorang kekasih yang selalu ada setiap dia membutuhkanku, namun dalam kenyataanya aku tak pernah memberinya sebuah pernyataan tentang perasaanku.
__ADS_1
Hal itulah yang membuatku insecure untuk menjalani sebuah komitmen karena aku tahu tak akan bisa memperlakukan pasanganku selayaknya remaja seusiaku dengan memiliki waktu untuk selalu bersama, menikmati hal - hal yang indah dan menyenangkan lainnya.
Aku hanyalah Lelaki muda yang terpaksa harus memikirkan cara mendapatkan kesembuhan untuk Mamaku, memikirkan bagaimana cara menghadapi kakakku yang ketika sedang merajuk akan bersikap seperti bocah kecil, aku hanya harus memikirkan perusahaan yang banyak mengalami kemunduran semenjak ditinggalkan Ayahku , dan juga masalah pendidikanku yang juga penting.
Ya sudahlah sekarang yang terpenting adalah menjalani hariku dengan penuh semangat dengan satu harapan bahwa semua akan kembali meski tak akan sama seperti dulu lagi sebelum Papa menciptakan awan kelabu dengan menghianati kepercayaan Mama.
Akh.. Aku jadi merasa sangat bersalah hari ini aku sudah melakukan kecerobohan meski tanpa sengaja aku sudah membuat Gadusku menderita karena makanan yang kupilihkan justru membuatnya alergi dan harus kubawa ke sebuah klinik, jujur aku takut dan sangat khawatir melihat keadaannya saat itu wajahnya terlihat membengkak kemerahan dan dia merasakan dadanya sesak beruntung dokter segera memberikan penanganan sehingga ia baik - baik saja.
__ADS_1
Kejadian sepanjang hari ini bersamanya merupakan hal yang luar biasa aku sempat dilanda rasa bersalah karena menyebabkan alerginya kambuh, tapi beberapa waktu kejadian yang lebih mengejutkan terjadi aku terjatuh tepat diatas tubuhnya dan bibir kami saling bersentuhan bahkan menempel, ingin sekali rasanya aku menikmati bibir ranum berwarna pink alami itu, tapi aku terlalu takut jika ia menyangka aku memanfaatkan kesempatan dalam kesempatan.
jujur sebagai lelaki normal jiwaku meronta mendapatkan rejeki nomplok secara nyata seperti tadi, Namun aku masih bisa menguasai diriku untuk menahan hasrat kurang ajarku. Dan akupun akhirnya pamit pulang dengan masih menyisakan bayangan wajah cantik dengan bibir merah alami itu.