Tentang Saga

Tentang Saga
# 14. Nilai plus plus


__ADS_3

Setelah keputusan yang mereka sepakati tadi mengenai hubungan mereka berdua dengan gantle Saga meminta izin untuk bisa mengantar jemput Rasty ketika pulang dan pergi sekolah termasuk jika ada kegiatan diluar sekolah maka Saga lah yang akan menjadi body guard Rasty


" Om, tante saya minta maaf jika saya sudah mengantar Rasty sudah hampir malam begini, karena tadi ada beberapa hal yang harus kami selesaikan "


" tidak apa Om paham kok kalian mengerjakan tugas sekolah , kami percaya dengan kamu Saga kamu lelaki yang bertanggung jawab "


ucap Ayah Budi sambil menepuk pundak Saga yang duduk bersebelahan dengan Ayah


" terimakasih om untuk pengertian dan kepercayaannya "


" nggak usah sungkan , anggap kami juga orang tuamu "


Degg


Saga dan Rasty reflek langsung saling beradu pandang mendengar pernyataan tak terduga membuat kedua remaja itu merasa canggung


" oh iya, nak Saga Bunda lebih suka kamu panggil kami dengan sebutan yang sama seperti Rasty panggil kami Ayah dan Bunda kedengarannya lebih nyaman gitu "


Bunda Riyanti menambahkan semakin bersemu merah gadis dan bujang tersebut sehingga mereka hanya mampu saling bersitatap


" ta... tapi Tan- "


" udah jangan kaku gitu , bunda lebih terbiasa di panggil Bunda dari pada _ Tante "


" baiklah Bunda "


kemudian Saga mengubah panggìlan seketika itu juga


" Ayah, Bunda Maaf jika Saga mungkin berlebihan tapi mulai besok Saga mau minta izin buat antar dan jemput Rasty kesekolah, biar Ayah tidak repot dan Rasty tidak di ejek beberapa teman Rasty di sekolah maaf kalau Saga lancang "

__ADS_1


Sesaat suasana menjadi lebih hening, dan tak di pungkiri Saga pun tampak dag dig dug atas apa yang dia utarakan tadi, mengingat saat ini secara tidak langsung ia tengah meminta izin membawa anak gadis seorang perwira polisi untuk bisa berangkat dan pergi ke sekolah dengannya


" Ayah .. Salut dengan keberanian kamu Saga kamu kelak pasti menjadi lelaki yang bertanggung jawab , semoga kamu tidak mengecewakan Ayah "


Saga pun bisa bernafas lega ternyata Ayah Rasty justru memberi jawaban dan reaksi yang sangat mencengangkan bagi Saga


" apa itu artinya kalian sudah saling berkomitmen ?"


tanya bunda tak mau kalah


" tidak Bunda, saat ini kami memutuskan untuk tetap seperti ini saja berteman karena Saga dan Rasty masih punya banyak mimpi dan cita - cita, kami tidak ingin terlalu terburu - buru biarkan waktu yang menjalankan prosesnya. Saya tidak hanya memikirkan masa remaja saya hanya untuk urusan cinta, tapi saya memiliki tanggung jawab yang besar terhadap Mama dan abang saya dan juga perusahaan peninggalan Almarhum Papa saya, jika saya membuat komitmen saya takut tidak bisa menjalaninya sesuai keinginan Rasty "


" wah... wah.. kamu semakin membuat Ayah merasa terpesona dengan kebijaksanaan kamu calon mantu "


mendengar penekanan kata calon mantu yang diucapkan Ayah sekètika membuat keduanya blushing, pipi kuning langsat Rasty tampak memerah seperti buah tomat begitu juga Saga menjadi kikuk


" Maaf Ayah... Saya hanya mengatakan tentang kebenaran yang ada karena kenyataanya saya nggak seperti teman - teman sebaya saya "


" insyaallah Saga akan menjaga amanat Itu "


Ayah dan Bunda pun tersenyum senang merasa bahagia ternyata lelaki yang mendekati putri kesayangannya ini sangat berbeda dengan kebanyakan pemuda zaman sekarang ini. dan itu merupakan nilai plus plus dari kedua orang tua Rasty untuk Saga


" Ayah, Bunda Maaf sudah malam Saga mohon pamit dulu "


" ya Sudah kamu pasti juga capek pulang dan istirahat ya "


" baik terimakasih Ayah Bunda "


Saga pun menyalami tangan kedua orang tua Rasty dan segera berpamitan. Rasty pun mengantar sampai ke teras depan

__ADS_1


" aku pulang ya, terimakasih untuk hari ini "


" iya, hati - hati di jalan ya Ga. jangan lupa kasih kabar kalau udah dirumah "


" kok mendadak kayak lagi dikhawatirkan sama pacar ya ?"


Saga berucap sambil nyengir karena dia juga tak tahu kenapa bisa jadi aneh gini, entah keberanian dan kedewasaan dari mana tiba - tiba dia yang dingin bahkan super dingin dan kaku apalagi kalau sama cewek sekarang jadi hangat gini dengan Rasty bahkan mereka memiliki sebuah hubungan meski entah apa namanya kalau dibilang pacar mereka nggak jadian juga nggak ada saling mengungkapkan perasaan sehingga tidak ada komitmen.


Kalau dibilang tidak ada hubungan bahkan orang tua Rasty mempercayakan anak gadisnya pada Saga.


" kamu apaan sih Ga.. ya udah buruan pulang aku juga udah ngantuk banget "


" ya udah sampai jumpa besok ya, selamat tidur ingat jangan mimpi in akau ntar kamu beku mimpi sama orang dingin kayak aku "


" ihhh ,, ngarep ya dimimpiin sama cewek secantik aku "


" hemmm.. kali saja berharap dikit boleh kan ?"


" terserah kamu saja , yang penting mimpinya nggak aneh -aneh "


" emang bisa request mimpi temanya apa gitu ?"


" kali aja malaikatnya lagi baik "


" ya udah aku pulang ya , assalamualaikum "


" waalaikumsalam "


Saga pun menghidupkan mobilnya kemudian meninggalkan Rumah keluarga Rasty. Rasty tersenyum hatinya seperti di gelitik ada perasaan senang dan bahagia tanpa ia sadari.

__ADS_1


Rasty segera membanting tubuhnya diatas kasur kemudian berguling guling mengingat wajah itu dan membuatnya tersenyum tanpa sebab, bahkan tanganya kini tampak enggan meletakkan handphone nya mengingat tadi ada yang diminta untuk memberinya kabar jika sudah sampai dirumah.


__ADS_2