Tentang Saga

Tentang Saga
37. Langit Merah Saga


__ADS_3

Saga menghentikan laju motornya yang kini memboncengi Rasty di jog belakangnya tepat di sebuah pantai suasana sore ini sangat indah langit tampak cerah meski awan putih tampak menyelimutinya. Pantai ini sangat indah namun tidak begitu ramai dikunjungi Saga sengaja memilih tempat ini agar mereka bisa leluasa berbicara tanpa takut ada yang mencuri dengan ataupun terpergok oleh orang yang mereka kenal, hanya ada beberapa pengunjung yang kebanyakan pasangan muda mudi seperti mereka karena memang pantai ini tidak ramah anak sehingga sangat jarang dikunjungi keluarga yang ingin mencari suasana pantai yang aman dan nyaman.


Pantai ini teletak kurang lebih 1Km dari keramaian kota secara geografis sangat tepat menjadi destnasi wisata namun dikarenan kontur pantai yang banyak dibentengi oleh bebatuan karang besar dan curam serta bibir pantai yang sempit menjadikan pantai ini kurang aman dan ramah pengunjung untuk anak kecil dan orang - orang dengan usia senja. Namun demikian pantai ini memiliki banyak spot yang cukup menawan terutama untuk menyaksikan senja dan matahari terbit. Meski harus menaiki gundukan tebing berbatu untuk menyaksikan keindahan itu.


Saga membawa motornya sedikit naik ke atas bukit dan memarkirnya tak jauh dari beberapa motor pengunjung lainya yang sudah bisa dipastikan mereka para pecinta pemandangan matahari kala senja.


Saga membimbing langkah Rasty hingga mereka mencapai satu tempat yang menjadi spot terfavorit di tempat itu dimana terdapat beberapa tempa duduk buatan namun dibuat senatural mungkin yaitu dari berbagai jenis batang kayu utuh bahkan dari bongkahan akar tunjang yang usianya mungkin puluhan tahun.


Rasty mendudukan dirinya di salah satu tempat duduk yang langsung menghadap pada pemandangan laut lepas yang menyajikan seolah lautan berbatas langit sangat dekat dengan batas jarak pandang mereka.


Saga membuka botol minum air mineral yang sengaja ia beli di dekat pos penjagaan pintu masuk tadi kemudian menyerahkan pada Rasty terlebih dulu dan Rasty pun menerimanya begitu saja kemudian menenggaknya hingga nyaris sisa setengah isinya, kemudian menyerahkanya pada Saga kembali dan segara ia tandaskan isinya dan hanya menyisakan botol kosongnya saja. Sejenak keduanya menikmati sajian alam yang cumup menabjubkan itu, pemandangan laut yang tampak biru berpadau dengan rimbut hijau dedauanan, udara yang terasa begitu bersih dan sejuk tanpa adanya campuran pencemaran udara yang membahayakan populasi bumi lainya.


Rasty berdiri hingga ke batas pagar besi tebing itu merentangkan kedua tanganya menghirup udara sebanyak - banyaknya serta menumpahkanya perlahan lahan kemudian mengulanginya beberapa kali hingga ia merasakan nyaman dan beban pimiranya seketika seperti terlepas bersama udara yang ia buang tadi. Saga tak mau kalah ia pun mengikuti apa yang Rasty lakukan meskipun dengan teknik yang berbeda namun tujuanya sama yaitu menlepaskan beban pikuran mereka dan mencari kedamaian hati dan jiwanya yang tentu saja tidak akan semudah yang ia pikurkan karena kenyataanya beban masalah mereka tidak seringan masalah ketika pacaran sewajarnya ada hal lain yang jauh lebih krusial dari itu semua dan saat ini Keduanya sedang mencari pemecahanya.


" aku tahu kamu sudah salah paham dengan apa yang kamu lihat tadi di acara kelulusan kita "


Tiba - tiba Saga memulai pembicaraanya


" kenyataanya ?"


Rasty balik bertanya dengan datar


" itu sungguh bukan mauku, mereka datang dwngan inisiatifnya sendiri bahkan tanpa sepengetahuanku Om Yuda tiba - tiba saja berdiri saat Waliku disebut terus terang aku sangat kaget, aku rasa kamu bisa memahaminya tidak mungkin aku menolak niat baiknya wewakili kehadiran orangtuaku yang memang tudak ada yang hadir, kenyataanya memang beliau masih keeabat jauh papaku"


"Aku ngerti termasuk kamu juga yang tak bisa menolak pelukan ucapan selamat dari calon mu itu "


Rasty terdengar begitu menekan setiap kata yang dia ucapkan.


" maaf... Aku tahu aku salah seharusnya aku menjaga hati dan perasaanmu, tapi percayalah semua tak seperti yang kamu pikirkan "


" memang apa yang aku pikirkan? Jangan sok tahu jika memang tidak tahu "

__ADS_1


Jawab Rasty kembali ketus. Sesaat Saga menarik dalam nafasnya ia mengerti jika gadis disampingnya saat ini


Tengah mendidih hatinya karena rasa cemburu , tersungging senyum tipis Saga hingga bibirnya terangkat sedikit mengukir senyum bangga dalam hatinya


" terimakasih Rasty... Karena kamu telah mencemburuiku, dan itu rasanya sangat menyenangkan "


" jadi kamu mengakuinya sekarang jika kamu sudah menerima dengan well come perjodohan itu ?"


Ucapnya lagi dengan dada kian bergemuruh kesal


" aku senang bukan karena itu tapi karena aku tahu jawabanmu jika kamu benar - benar menyukaiku , maaf lebih tepatnya mencintaku "


" jangan GR kamu "


" anggap saja begitu "


Saga menjawab dengan enteng kemudian mendekat lebih rapat kesamping Rasty setelah tadi mereka berbicara dengan posisi berdiri bersebelahan sambil pandanganya menatap lurus matahari yang sudah tampak memerah menyajikan semburat jingga di langit sana meski sesekali mereka saling menoleh kearah masing - masing lawanya ketika berbicara


" kamu tak perlu risau dengan hatiku karena Saga hanya akan menyetujui Rasty sebagai jodohnya bukan yang lainya "


Bisik Saga dengan lembut ditelinga Rasty yang kini berada dalam dekapanya


" yakinlah Saga Langit Wiryawan ini hanya akan mencintai kamu Prasasty Ayunindya Hartawan kemaren, saat ini, nanti dan sampai kapanpun dan apapun yang terjadi "


Sesaat Rasty terhipnotis dengan gombalan lelaki yang kini telah berhasil menyentuh hatinya juga raganya itu, entah mengapa hatinya terasa menghangat mendengar ocehan Clasic pujangga yang sedang mabuk cinta, namun sesaat Rasty tersadar akan keadaan dan kenyataan jika apa yang telah mereka lalui saat ini lebih dari kadar pembicaraan sepasang manusia dewasa bukan lagi remaja yang baru lulus SMA seperti mereka yang nota bene masih dibilang ingusan dan bau kencur, meskipun mereka sudah mendapatkan Kartu Tanda Penduduk dan sebuah licensi mengemudi berupa Kartu SIM kartu SIM dalam artian sebenarnya bukan Surat Izin Menikah.


" beasiswa yang aku ajukan di setujui dan aku lolos masuk di salah satu universitas terbaik di Singapoera "


Degggg


Sesaat Saga terdiam nafasnya tercekatbahkan ludahnya saja susah payah ia telan karena keterkejutanya mendengar kabar yang entah itu disebut sebagai berita baik atau sebaliknya

__ADS_1


" bercanda kan Rast.. Kamu nggak serius kan dengan ucapan kamu tadi ?"


Cercah Saga dengan tatapan mata yang intens menelisik raut wajah kekasihnya apakah ada kebohongan dan nyatanya tak terlihat disana karena memang apa adanya


" aku serius bahkan lusa aku harus berangkat kesana "


Tubuh Saga masih terdiam berharap yang di dengar adalah akibat pendengaranya yang salah. Jujur ia tak akan sanggup jika harus berpisah dengan kekasih hatinya saat ini apalagi setelah itu terjadi


" kamu menjauhiku? Kamu mau meninggalkan aku Rast?! Kamu sadar nggak dengan apa yang sudah terjadi padamu ?"


Kali ini Saga terdengar meninggikan suaranya nafasnya pun naik turun tak beraturan pertanda ada luapan emosi yang ia tahan


" iya aku sadar dan aku ingat benar aku dan kamu sudah melakukan kesalahan besar, tapi bukan berarti lantas kita menyerah begitu saja mbiarkan cita - cita kita juga hancur, aku punya mimpi punya cita - cita Saga bukan karena kita sudah melakukan kesalahan lantas menghukum kita dan menghancurkan masa depan kita juga kan. Kita masih muda bahkan masih sangat muda jika harus mempertanggung jawabkan kesalahan itu dengan ikatan yang sah. Harusnya kamu juga memikirkan masa depan kamu, kelangsungan perysahaan Papa kamu , kesembuhan Mama kamu dan juga keadaan kakak kamu. Bukanya malah terkunkung dalam bayang- bayang kesalahan itu "


Rasty tak kalah emosinya kata demi kata yang terucap dari bibir tipis nan mungil itu serasa bagai belati yang tajam menusuk hati lelaki yang kini berdiri menjauh darinya demi menguasai gejolak amarahnya


" kamu memang benar Rasty tapi apa yang telah kita lakukan bukanlah hal yang mudah untuk kita anggap tak penting. Aku tahu kita masih muda untuk memikirkan langkah yang seharusnya kita ambil sebagai pertangung jawaban dari kesalahan kita. Tapi aku tak ingin jadi lelaki pengecut b****k yang lari begitu saja dari kesalahan. Aku tahu aku berbuat salah karena itu aku harus bertanggung jawab "


" stop Ga.. Berhenti bahas hal itu lagi aku bosan. Aku sudah putuskan jika aku lebih memilih meraih masa depan dan cita - cita ku aku tak ingin menghancurkan kepercayaan dan juga harapan orangtuaku, please Ga... Kita masih bisa meraih masa depan kita dengan lebih baik lagi meskipun aku tahu bagian dari diriku sudah hancur tapi tidak dengan cita - cita dan harapanku "


Rasty semakin tergugu dan Saga merasa tertohok jika Rasty saja bisa se yakin ini dengan memperbaiki kesalahan itu dengan cara tetap melanjutkan masa depanya. Lalu kenapa dia sebagai pihak lelaki harus merasa serapuh itu


" aku yakin kita bukanlah satu - satunya pasangan muda yang melakukan kesalahan itu Saga diluar sana ada banyak Saga dan Rasty lain yang melakukan kebodohan seperti itu tapi bukan berarti kita akan habiskan waktu kita hanya untuk meratapi kesalahan itu. Zaman sudah berubah Saga dimana pemikiran akan arti virginitas adalah harga mati juga akan berkurang dan bukanlah lagi hal terpenting dalam sebuah hubungan "


Saga masih terdiam seakan dia yang paling dirugikan disini


" Baiklah jika itu keputusanmu aku akan mengikuti maumu, tapi satu hal yang harus kamu ingat aku benar - benar mencintai kamu dan aku sungguh - sungguh berniat bertanggung jawab sampai kapanpun selama kamu membutuhkanku "


" aku juga sama Ga sayang denganmu tapi tak pantas rasanya jika kita mengorbankan cita - cita dan masa muda kita hanya karena kesalahanbkita, kita harus berjuang banyak belajar untuk bisa mewujudkannmasa depan yang sesungguhnya. Sungguh akau tak ingin kehilangan kamu, tapi aku juga tak ingin egois Saga tugas kita sebagai seorang anak adalah mewujudkan impian dan harapan orang tua kita "


Suasana kini mulai mereda tak lagi sepanas dan setegang tadi beriring dengan semakin tenggelamnya matahari yang kini menghadirkan suasana langit yang tampak merah Saga. Dua anak manusia yang sempat bersitegang itu pun akhirnya bersepakat untuk berdamai .

__ADS_1


__ADS_2