Tentang Saga

Tentang Saga
# 6. Sisi Lain seorang Saga part. 2


__ADS_3

Begitupun Mama Novita memandang wajah ayu Rasty dengan lekat senyum wanita berusia 45 tahun itu perlahan terbit meski pandangannya masih tampak kosong


" Mah... Mama sudah makan ?.aku lapar Mah pingin makan bareng Mama , Mama mau kan makan bareng Aku ?"


Suara Rasty lembut membujuk Mama Novita agar mau untuk Makan karena berdasarkan cerita bik Sumi saat Rasty berada di luar kamar tadi Mama Novita sudah tidak mau makan selama hampir 2 hari bahkan tidak mau meminum obatnya


" ka.. kamu lapar Sayang ? mama juga lapar kita makan ya ?"


sungguh ini jauh dari perkiraan bahkan seperti tidak mungkin Mama Novita langsung menarik tangan Rasty untuk beranjak dari dalam Kamar dan menuju ruang Makan di lantai bawah , Rasty pun mengikuti Mama Novita karena tanganya masih di gandeng dengan erat


" biar aku yang ambilkan makan buat Mama ya ?"


seru Rasty dengan suara lembut, Mama Rasty pun tampak mengangguk setuju, kemudian Rasty mengambil piring dan mengisinya dengan nasi sayur dan juga lauk pauk, kemudian menaruh diatas meja tepat di depan Mama Novita, kemudian Rasty menarik tangan Saya yang hanya berdiri tak jauh dari meja makan tersebut Saga pun duduk di salah satu kursi yang tampak ada lima buah kursi di meja makan tersebut


" Saga juga makan ya "


seru Rasty dan Saga lagi - lagi terdiam dan hanya menurut saja Rasty pun mengambilkan makan untuk Saga


"kita makan ya sayang Mama suapin kamu ?"


ucap Mama Novita pada Rasty, dan di balas dengan senyuman mengiyakan , tangan yang tampak kurus itu pun terulur memegang sebuah sendok dan menyuapkan ke dalam mulut Rasty, lalu Rasty pun membalas dengan menyuapi Mama Novita dengan sendok yang lain.


Sementara Saga masih seperti tidak percaya dengan pandangan di depan matanya saat ini. Rasty begitu baik iya tanpa ragu dan takut menuruti semua permintaan Mamanya, padahal mereka tidak saling mengenal sebelumnya bahkan baru kali ini bertemu. Namun Rasty memang anak yang cerdas iya cukup pandaiemainkan perannya mengikuti skenario Mamanya.


sudah lebih dari 2 tahun Saga tidak melihat Mama nya makan dan duduk di meja makan ini, dulu saat sebelum badai persrlingkuhan memporak porandakan keluarga mereka setiap hari meja makan ini selalu menjadi tempat yang paling Saga sukai karena di Meja ini mereka dapat berkumpul bercengkrama dengan seluruh anggota keluarga sambil menikmati masakan sang Mama yang tidak ada duanya lezatnya.


Dulu dimana ada Pak, Mama, mbak Senja , dan juga Arga dan dirinya yang akan duduk melingkar di meja makan tersebut. Namun setelah Badai itu datang semuanya musnah hancur menjadi puing - puing kenangan yang menyakitkan.


Saga sangat merindukan senyuman Sang Mama dapat kembali seperti dulu, melihat reaksi sang Mama saat bertemu dengan Rasty yang membuatnya terkaget membuat Saga seperti menemukan harapan baru jika keinginannya untuk melihat sang mama sembuh itu akan terjadi, meski kemungkinannya sedikit dan membuat Saga kurang yakin. mengingat Rasty bukan siapa - siapa untuk keluarga ini, mungkinkah iya mau berusaha membantu Mamanya sembuh dari depresi yang menganggu kejiwaanya saat ini.


Rasty dan Mama Novita terus saja saling menyuapi mereka berdua makan dalam piring yang sama bahkan Rasty tidak merasa jijik ataupun canggung sama sekali, hal itu sungguh membuat Saga sangat kagum terhadap Rasty, dia memang berbeda dengan gadis lain pada umumnya. Mendengar seseorang dengan ganguan mental pasti akan takut dan menghindarinya namun tidak dengan Rasty justru ia memperlakukan Mama Novita selayaknya orang sehat dan normal seperti dirinya sendiri atau bahkan seperti Mama Kandungnya.


Saga pun menyudahi makanya selama menikmati makananya Saga hanya terdiam dan terus memandangi pemandangan langka di depan ya yaitu Mama dan Rasty yang tampak begitu kompak makan saling menyuapi


" Mah... sekarang Mama minum obat ya , Biar Mamah cepat sehat, terus nanti kita bakal masak bersama, belanja bersama dan melakukan kegiatan seru lainnya "

__ADS_1


bujuk Rasty dengan penuh kasih sayang


" Mama nggak sakit, Mama cuma kangen dengan kamu nak "


" Mah.. Mama sayang aku kan ? Kalau mama sayang aku Mama harus mau nuruti maunya aku dhonk, Mama minum vitamin ya dulu biar Mama sehat dan awet cantiknya "


Rasty sepertinya tak mau menyerah begitu saja membujuk Mama Novita agar mau minum obatnya dan benar adanya usaha tak akan menghianati hasil akhirnya Mama pun mau meminum obatnya. Rasty dan Saga pun merasa lega.


" Mah.. kita ke kamar dulu ya istirahat, nanti setelah itu kita pergi ke taman bunga yang di belakang kita rawat bunga - bunga kesayangan Mama ya "


Mama Novita pun mengangguki ajakan Rasty, kemudian iya menuntun Sang Mama masuk ke kamar, membantu berbaring kemudian menyelimuti tubuh ringkih itu, tak terlalu lama Mama Novita pun terlelap dengan nyenyaknya.


Saga berjalan kemudian masuk ke dalam kamar Mamanya dan ketika mendapati Mamanya sudah tertidur senyum tipis Saga pun terbit, kemudian menghampiri Rasty yang masih duduk di kursi single sebelah ranjang berspray embos warna hijau pandan.


" aku antar kamu pulang sekarang "


Rasty pun menoleh dan sesaat beranjak meninggalkan Mama Novita . Namun bukannya mengajak langsung pulang justru Saga mengajak Rasty menuju halaman belakang lebih tepatnya di sebuah Gazebo tak jauh dari kolam renang yang lumayan besar


" maaf ya.. kita duduk disini dulu sambil dengerin cerita aku "


" justru aku harus berterimakasih dengan kamu, karena kamu Mama bisa langsung nurut, dan seperti menemukan harapannya kembali "


" sebenernya gue malu Menceritakan semua ini sama Elo Ras, tapi mungkin ada baiknya juga kamu tahu meskipun mungkin itu nggak penting untukmu "


Saga terlihat diam membisu matanya tampak berkaca - kaca kemudian menarik nafas dalam - dalam dan membuangnya kasar


"aku mungkin tak bisa berbuat banyak tapi setidaknya aku bisa menjadi pendengar yang baik "


Saga menatap netra coklat Rasty dalam dalam ada yang berdesir lirih di hati Rasty dan juga Saga ketika mata mereka beradu tetap


" huuuh... Mama mengalami depresi sejak 2 tahun yang lalu, semenjak papa gue mengalami kecelakaan dan ternyata dia sedang bersama dengan perempuan selingkuhannya, dan selingkuhannya itu adalah sahat kakak perempuan ku , saat itu keluarga kami benar 2 menjadi sorotan berbagai media baik elektronik maupun media on line karena pamor orang tuaku yang dulunya public figure dan merupakan pengusaha ternama, kakak perempuanku tak kuat mental menghadapi semua tekanan itu akhirnya dia over dosis saat minum obat tidur dan akhirnya meninggal "


" astagfirullah... tragis sekali "


Rasty juga sudah bercucuran air mata mendengar cerita Saga

__ADS_1


"sekarang kamu udah tahu kan siapa aku dan borok keluarga aku, mungkin saja setelah ini kamu bakal I' llfeel sama aku "


" jangan suka menyimpulkan hal yang kamu sendiri belum tahu kebenarannya , jujur ini tuh aneh ini pertama kali kita deket sebagai temen satu kelas dan sebangku, dan juga pertama kalinya aku berjumpa dengan Mama kamu tapi entah kenapa aku merasa nyaman dengan beliau, aku yakin mama kamu akan sembuh "


" sebenernya bukan cuma kamu saja yang heran dengan perubahan Mama setelah bertemu denganmu, kamu pasti tahu kenapa Mama langsung bisa menerima kehadiranmu, ?"


" mungkin Mama berpikir jika aku ini.. adalah almarhum kakak perempuan kamu"


" bener banget Mama mengira kamu adalah kak Ayun, putri kesayangannya, makanya Mama langsung bisa menurut dengan kamu begitu saja "


Lama Rasty dan Saga berbincang di taman belakang tanpa mereka sadari sudah hampir jam dua siang.


" Astaga... kok aku bisa lupa, kan tadi kita pulang niatnya mau antar kamu pulang, bukankah tadi kamu yang sakit dan merasa kepala kamu pusing karena luka di kening kamu atas kecerobohanku tadi ?"


" udah.. aku udah nggak pa apa kok, aku baik - baik saja "


" kamu yakin?"


" yakin, "


" kalau gitu, aku antar pulang sekarang ya ?"


" tapi nanti kalau Mama kamu bangun kira- kira bakal nyariin aku nggak ya ?"


" udah, itu urusan aku nanti nggak mungkin juga kan kamu bakal disini nungguin Mama terus, yang ada nanti gue yang kena masalah dikira anak gadis orang aku culik "


Rasty terkekehmendengar ucapan Saga barusan, Saga pun ikut terkekeh dan senyuman itu tak luput dari tatapan netra Rasty yang membuat hatinya menghangat


" ganteng banget sih kalau senyum gitu "


Rasty membatin


" Ya udah cabut yuk , gue antar pulang pasti Mama kamu udah kecarian kamu nih ini loh udah hampir jam 3 sore"


Rasty pun mengambil tas punggungnya yang di geletakin di bangku taman tak jauh dari mereka duduk, setelah berpamitan dengan Bik Sumi Saga pun melajukan motor sportnya menuju Rumah Rasty.

__ADS_1


__ADS_2