Tentang Saga

Tentang Saga
26. Jadian


__ADS_3

Kini Saga dan Rasty tengah dalam perjalanan pulang setelah tadi kesalah pahaman diantara keduanya sudah terselesaikan dan berakhir dengan saling mengakui perasaan masing - masing, sehingga terjadilah kesepakatan bahwa mereka saat ini telah menjadi pasangan kekasih dan tidak lagi berstatus ngegantung seperti selama ini.


Saga mengendarai motor sport miliknya dengan kecepatan nyaris lambat, pastilah itu ia lakukan karena iya ingin sekali menikmati romansa perjalanan yang terasa indah dengan seorang gadis yang kini telah bergelar sebagai kekasih hatinya. Meskipun hampir setiap hari mereka juga selalu pergi dan pulang sekolah bersama seperti ini, namun hari ini sangat berbeda rasanya.


" Hem..hem.."


Saga pun berdehem untuk mencairkan suasana hening diantara mereka saat ini


" kenapa Ga ? kamu batuk ?"


tanya Rasty sedikit berteriak karena suara mereka kalah terbawa terpaan angin


" jadi masih panggil nama saja ini nggak ada niatan panggilan khusus gitu biar lebih romantis "


" kamu apaan sih, Ga nggak usah alay deh "


" kok Alay sih, wajar kan orang pacaran punya panggilan sayang "


" iya tapi aku kurang nyaman risih aja gitu "


" hemmm... gitu ya ? "


" iya, kita kayak gini aja jangan lebay "


" serius nggak nggak mau ada panggilan sayang ?"


" ihh,, udah deh jangan kayak bucin gitu"


" ya kan biar kita kayak pasangan muda lainya kayak Kinar dan Alvin gitu panggilanya honey dan bunny, tomy vs Nala beb & hans "


" terus.... kita apa ?"


" ya misalkan ... sweety, atau ayank , atau mungkin cinta "


" hoekk.... lebai banget sih "


" ya udah deh terserah kamunya, kalau menurutmu kita cukup dengan panggilan aku dan kamu juga ngikut, gimana ?"


tanya Saga sambil menolehkan kepalanya kebelakang agar dapat melihat ekspresi muka gadis yang baru saja ia pacari terhitung sejak hari ini


" it 's better "


" terus... menurut kamu kita perlu kasih tahu Ayah dan Bunda nggak dengan status hubungan kita sekarang? "


" emmm.. jangan dulu deh Ga kayaknya aku belum siap deh, pasti kalau tahu sekarang kita resmi pacaran mereka bakal over protective lagi, mereka pasti akan lebih mengawasi kita "


jawaban Rasty memang ada benarnya juga mengingat gimana selama ini Ayahnya sangat protective terhadap putri bungsunya itu


" kok kamu bisa berpikir demikian ? siapa tahu kalau Beliau tahu kita pacaran terus kita lagsung dinikahkan , kan enak "


" ih... ngawur kamu sekolah aja belum lulus dah mikirin nikah, jangan ngadi - ngadi "


Rasty berucap sambil bersungut dan saking geramnya ia mencubit perut Saga yang sejak tadi ia lilit dengan kedua tanganya


" auh... sakit sayang.."


pekik Saga mendramatisir


" apa? panggil apa tadi ?"


" ah... kamu suka ya dengan panggilan sayangku "

__ADS_1


" ish... lebay dasar menyebalkan "


" kok lebay sih, kan beneran aku sayang sama kamu "


" udah.. akh.. kamu nyebelin "


" tapi ngangeni juga kan ?"


" apaan sih Ga "


percayalah saat ini muka Rasty sudah mirip udah rebus merah merona, beruntung Saga tak dapat melihatnya dengan langsung melainkan lewat kaca spion


Romansa sore hari ini terasa sangat indah terlebih untuk sepasang remaja yang baru mengucapkan kata jadian tersebut, mereka sengaja mengulur waktu agar lebih lama bersama meski hampir setiap hari mereka telah biasa bersama, namun kali ini hari yang sangat spesial dan berbeda.


" Rast... nanti setelah lulus kamu udah ada planing belum mau kuliah dimana ?"


" pinginya sih aku ambil kedokteran Ga kalau Ayah sanggup biayain, kalau enggak alternatif lain aku mau ambil spikologi, sebenernya aku udah mendaftar dengan beberapa program beasiswa sih, semoga saja ada yang lolos, jadi Ayah dan Bunda nggak perlu keluar banyak biaya, kalau kamu udah punya planing kemana?"


" emhhh... belum tahu "


" kok belum tahu? emang kamu nggak punya planning gitu ?"


" ada sih, tapi entahlah... sekarang fokus soal pengobatan Mama dulu dan juga perusahaan "


Sesaat wajah ceria itu berubah pias


" apa setelah lulus kamu bakal langsung menikah dengan Sesha ?"


" Rast... please jangan bahas itu, jangan rusak hari bahagia ini dengan hal nggak penting itu "


" maaf... aku nggak bermaksud "


" nggak perlu minta maaf hanya saja aku nggak mau merusak kebersamaan kita , saat ini biarkan aku nikmati perasaan indah ini, apapun yang terjadi nanti aku cuma akan menyayangi dan mencintai kamu saja "


" I love you Saga"


bisiknya tepat di telinga Saga hingga membuat bulu kuduk Saga meremang seketika


" love you more Sayang "


setelah beberapa menit merekapun telah sampai di halaman rumah orang tua Rasty, semenjak memasuki komplek perumahan tadi Rasty sudah mengurai pelukanya pada Saga yang tengah memboncenginya, bagaimana pun mereka belum terbiasa kalau harus Show up terhadap status hubungan mereka untuk saat ini .


Bunda Riyanti kini tengah melakukan aktivitas rutinnya setiap sore jika sedang dirumah seperti saat ini, yaitu menyirami berbagai macam tanaman hias dan bunga di taman rumahnya, sesaat Bunda pun menghentikan aktivitasnya saat menyadari kedatangan kedua anak berseragam sekolah tersebut.


" kok kalian pulangnya sore sekali ?, apa ada les tambahan di sekolah ?"


" maaf Bunda tadi Saga minta Rasty buat nunggu Saga berlatih basket, soalnya setelah ujian Nasional nanti akan ditutup dengan clasmeeting "


bohong Saga karena tak mungkin untuk saat ini mereka jujur bercerita pada wanita paruh baya yang sudah dia anggap seperti ibunya


" oh... begitu ? ya sudah Bunda hanya khawatir kalau kalian belum pulang dan tidak memberi kabar seperti ini "


" maaf Bunda sudah membuat khawatir, lain kali Saga janji nggak akan mengulanginya "


" hey... tak usah merasa bersalah begitu, Bunda hanya takut kalian kenapa- kenapa di jalan itu saja, ya sudah mampir dulu ya Bunda mau nitip sesuatu untuk Mama dan kakak kamu, sebentar Bunda ambilkan "


belum sempat Saga menayakan hal apa itu Bunda Riyanti sudah terlebih dulu masuk kedalam rumah untuk mengambil apa yang beliau maksud tadi


" Saga... acting kamu keren , pinter banget sih bohongnya "


suara Rasty lirih nyaris berbisik

__ADS_1


" sssttt... diam nggak mungkin kan aku bilang kita pulang terlambat karena pacaran, atau lebih tepatnya main tembak - tembakan "


" apaan sih Ga "


Dengan refleks Rasty lagi - lagi mencubit anggita tubuh Saga dan kali ini pinggangnya yang kena


" auhh... sakit sayang "


pekik Saga tanpa sadar sehingga membuat bunda yang baru keluar dari pintu utama sedikit terkaget


" sayang ?! "


" ahh... itu Bunda tadi itu Rasti beli coklat dan belum Rasty habiskan tapi malah tertinggal di lapangan basket makanya kata Saga sayang kan itu coklat mahal 7 "


Rasty pun tak kalah pintar mencari alibi, memang begitulah kalau orang sedang kasmaran bisa saja bertingkah diluar nalar


" ohhh gitu, Bunda kira Saga panggil kamu Sayang tadi "


" Bunda apaan sih,.. kita kan cuma berteman, iya kan Saga ?"


" eh.. iya Bunda "


" hemmss.. kalaupun kalian pacaran juga tak apa kok kan sudah waktunya kalian melewati masa itu sekarang dan itu alamiah , asalkan kalian tahu batasannya bagaimana menjalani hubungan di usia seperti kalian saat ini, perasaan tertarik pada lawan jenis itu normal manusiawi kok asalkan tetap menjaga norma dan kaidah "


" Bunda.."


rengek Rasty merasa malu sekaligus bahagia hatinya bersorak sorai hore karena secara otomatis sang Bunda telah memberikan lampu hijau, kalaupun nanti mereka tahu hubungannya dengan Saga itu bukan masalah hanya saja saat ini masalah waktu yang belum tepat karena baru hari ini mereka mengubah setatus teman menjadi pacar setelah bersama hampir satu tahun lamanya.


" loh,.. kenapa memangnya kamu nggak ingin menjadi pacar Saga ?"


Bunda Riyanti justru semakin jahil


" ihh.. Bunda nyebelin !"


Rasty semakin dibuat tak karuan oleh sang Bunda gaya khas manjanya keluar jika sudah begini


" ya.. kalau kamu nggak mau biar Bunda kenalin saja Saga sama sepupu kamu si Vio pasti mereka cocok "


" Bunda!! cukup "


" Saga kamu buruan pulang sana jangan ladeni Bunda yang lagi Error kebanyakan nonton FTV "


Saga pun hanya tersenyum sesekali terkekeh menyaksikan adegan kedua perempuan berbeda genarasi itu


" Bund... udah sore Saga pulang dulu Ya, oh iya besok Saga mohon izin pulang sekolah mau membawa Rasty menemui Mama untuk meyakinkan Mama agar mau melakukan pengobatan di luar Negeri "


" jadi Mama kamu bersedia nak ?"


Bunda Riyanti tampak ikut bersemangat mendengar kabar tersebut


" sepertinya begitu Bund, karena itu saya mau minta bantuan Rasty untuk meyakinkan Mama lagi karena jika dengan Rasty Mama akan lebih menurut "


" alhamdhullilah Nak, kalau begitu semoga dengan ini Mama kamu bisa secepatnya pulih sehingga kamu dan kakak kamu tak lagi kehilang sosok seorang Ibu"


" terimaksih Bunda, Saga pamit ya "


" ya sudah ini Bunda titip ya untuk Mama kamu dan juga kakak kamu Bunda masak Rendang daging dan juga Gulai ikan pedas kamu bilang itu masakan kesukaan Mama dan kamu kan ?"


" terimaksih Bunda jadi ngrepotin ini "


" udah Bunda nggak merasa repot kok, malah bunda seneng kalau ada yang suka masakan Bunda "

__ADS_1


" baiklah Saga pamit Bunda "


Saga pun salim dan mencium punggung tangan Bunda Riyanti dengan takzim kemudian melambaikan tangan pada Rasty sebelum akhirnya ia melajukan motor sportnya menuju Rumahnya.


__ADS_2