
Satu minggu setelah kejadian itu terjadi, memang tak banyak yang berubah, semua berjalan sebagaimana mestinya baik Saga dan Rasty tetap melakukan rutinitas seperti biasa , termasuk pulang dan pergi sekolah bersama. Hanya saja Rasty sering kali menghindari pembahasan mengenai kejadian itu setiap Saga membahasnya dan menayakan kemungkinan hal yang ia khawatirkan terjadi maka Rasty akan mengalihkanya pada pembahasan lain.
Meski sepintas tak ada perubahan pada hubungan keduanya namun sesungguhnya saat ini ada semacam jarak pembatas yang Rasty ciptakan diantara dirinya dan Saga khususnya jika harus berkontak fisik. Tak lebih hanya sekedar bergandengan tangan itupun selalu Saga yang berinisiativ menggandengnya.
Hari ini Ujian Akhir Nasional dilaksanakan sampai lima hari kedepan. Dan artinya hanya tinggal beberapa minggu mereka akan lulus dari tingkat SLTA dan berganti sebutan dari siswa menjadi Mahasiswa nantinya.
Rastypun tengah harap - harap cemas menunggu kabar dari berbagai universitas terkenal luar negeri yang memberikan kesempatan untuk menempa ilmu di Campus Campus bergengsi dengan jalur beasiswa.
Pagi ini sebelum Ujian dimulai kebetulan Rasty dan Saga berbeda ruangan sehingga sebelum masuk pada ruangan masing - masing Saga selalu mengantar Rasty hingga ke depan ruang ujian
" semangat ya... Ingat jangan suka buru - buru kerjain soalnya harus di pahami terlebih dulu soalnya "
Negitulah wejangan seorang Saga untuk kekasih hatinya setiap saat akan memulai ujian
" iya Ga.. Aku inget kok pesan kamu tiap hari selalu hal yang sama , kamu juga semangat ngerjain soal ujianya "
" makasih ya, aku balik ke kelasku juga, jangan lupa tunggu di depan kelas saja sebelum pulang biar nggak panas "
" iya.. Bawelku "
Rasty pun mencubit gemas pipi Saga sampai sang empu mengaduh kesakitan
"auh... Sakit ih.. Jangan nakal awas aja nanti pulang sekolah aku bikin kamu sakit tak berdarah lagi loh "
" apaan sih Ga , ngomongnya gitu "
Raut wajah Rasty berubah tak lagi manis namun masam
" iya,. Iya maaf.. Bercanda kok Yang "
" suka kelepasan deh kalau ngomong "
" iya , maaf sayangku tadi itu cuma bercanda, jangan cemberut gitu dhonk, makin cantik loh kalau manyun gini , uhh bikin gemes "
Saga masih berusaha menghilangkan kekesalan Rasty, meski dengan bersusah payah. Karena semenjak kejadian itu Rasty banyak sekali berubah Gadis itu tak lagi seceria dulu, bahkan sekarang lebih sensitive dan berubah menjadi pribadi introfet . Hal itu sangat di sadari oleh Saga namun ia tak berniat membahasnya karena dia sangat tahu penyebabnya adalah karena dirinya juga.
🍃🍃🍃🍃
Satu minggu pun telah berlalu Ujian Akhir Nasional pun telah mereka selesaikan dengan semaksimal mungkin tinggal menunggu hasilnya saja nanti.
" gimana nih udah pada siap untuk perform pas Pensi di acara perpisahan nanti ?"
Ucap Alvin pada teman - temannya saat ini mereka sedang berkerumun di kantin sekolah usai latihan di Aula sekolah setengah jam yang lalu
" siap dhonk.. Tenang kita kan boy band andalan sekolah yang sudah pasti profesional jadi dengan 2x latihan pun sudah tentu siap memberikan tampilan terbaik"
__ADS_1
Sahut Tomy dengan jumawa , Band yang beranggotakan 4 cowok terkeren disekolah itu memang tak perlu diragukan lagu kemampuan masing - masing personilnya yang terdiri dari Alvin sebagai pemain drum, Tomy keyboard, Rian Bass dan Saga gitar sekaligus vokalismereka memang pemuda yang memiliki bakat dan kemampuan yang cukup mumpuni namun semua itu hanya mereka jadikan sebagai hobby semata.
" kita tinggal Galdi resik saja nanti sore , iya kan Gays "
Tambah Rian
" gimana semua siap kan nanti sore Glady buat besok?"
Tomy kembali memastikan teman - temannya
" sipppp "
Semuanya kompak sambil mengacungkan jempol mereka termasuk Saga.
Kini Saga dan yang lainya tampak berkerumun di kantin mereka rasanya enggan beranjak dari tempat yang selama tiga tahun ini menjadi tempat ternyaman mereka, tempat pelarian ketika sedang mendapat hukuman Guru mereka, juga tempat mereka mangkir saat mereka malas mengikuti pelajaran bahkan kantin merupakan tempat mereka bertemu bahkan berpisah dengan cinta putih Abu - Abu mereka kantinlah pusat segalanya mereka bisa merasakan rasanya di tembak , diputuskan, di damprat, dan juga untuk PDKT kebanyakan mereka dapatkan di kantin sekolah.
🍃🍃🍃
Saga dan Rasty pulang seperti biasa masih berbarengan dan kini telah sampai di halaman rumah orangtua Rasty
" sudah pulang? Mampir dulu yuk Bunda ada sesuatu untuk Saga "
Suara wanita paruh baya yang kini masih setia dengan aktivitas rutinya merawat dan menyirami bunga dan beberapa tanaman hiasnya
Suara Saga terdengar sungkan, ia mendudukkan dirinya di kursi Rotan yang berada di teras depan
" enggak sama sekali kok, justru Bunda seneng sekali bisa melakukan sesuatu untuk kamu nak , tunggu sebentar ya Bunda kedalam dulu, atau kamu mau masuk sekalian makan dulu"
Bunda Riyanti menghentikan kegiatanya kemudian masuk kedalam rumah
" Bunda mau kasih apa sih Rast ? Jadi penasaran nih "
Selidik Saga yang merasa penasaran
" mana aku tahu,, "
Jawab Rasty sambil mengedikkan bahunya
" Nah.. Saga ini Bunda ada bikin kemeja buat kamu mungkin bisa kamu pakai untuk acara purnawiyata kamu besok "
Bunda Riyanti tampak tergopoh kemudian menyerahkan paper bag berwarna silver itu pada Saga
" Bunda... Kenapa harus repot - repot begini ?"
" nggak kok Bunda juga sekalian bikin untuk kebaya Rasty , jadi sekalian saja Bunda jahitnya , mudah - mudahan pas ya "
__ADS_1
" terimakasih ya Bunda, Saga pasti pakai bajunya di acara besok "
Saga pun tersenyum penuh bahagia ,merasa memiliki sosok Ibu yang selama ini hilang
" semoga suka ya nak "
" terimakasih ya Bund, sekalian Saga pamit pulang karena nanti sore masih harus Gladi bersih di sekolah "
" ya sudah hati - hati ya di jalan "
" iya Bunda"
Saga pun bersalaman dan mencium punggung tangan sang Bunda dengan takzim
" Rast.. Aku pulang ya "
" ah , iya Ga "
Saga pun segera berlalu dengan motor kesayanganya dan menyisakan dua orang wanita yang merupakan ibu dan anak tersebut
" Rasty.. Sayang gimana untuk acara besok masih ada yang kurang ? Atau kamu membutuhkan sesuatu untuk besok ?"
Tanya Bunda Riyanti pada anak bungsunya yang Bunda tahu besok adalah hari spesial untuk anak perempuan satu - satunya itu
" enggak kok Bunda semua sudah cukup, Bunda kalau gitu Rasty masuk dulu ya mau mandi "
" syukurlah kalau begitu, ya sudah kamu mandi terus istirahat, Bunda perhatikan akhir - akhir ini kamu lebih banya diam, apa ada masalah ?"
Sebemarnya Bunda merasa ada gelagat aneh dari anaknya semenjak dua minggu belakangan ini, Rasty yang dulu sangat cerewet dan ceria akhir - akhir banyak mengalami perubahan, lebih sering berdiam diri dan lebih suka menyendiri, namun Bunda berusaha berpikir positive mungkin ini akibat sedang menjalani Ujian Akhir Nasional sehingga lebih fokus belajar, namun setelah Ujian selesaipun Rasty tetaplah berbeda tudak lagi seperti dulu.
" Tidak kok Bunda Rasty hanya sedang memikirkan pengajuan Beasiswa Rasty kenapa belum juga ada informasi apakah ada yang disetujui atau tidak "
Rasty tahu perubahannya kini mengakibatkan sang bunda merasa ada masalah yang menimpanya
" Syukurlah jika hanya karena hal itu, tapi sebenarnya kamu tak perlu khawatir soal pendidikan kamu karena Ayah dan Bunda sudah mempersiapkan semuanya, kamu hanya tinggal fokus belajar saja , meskipun tahun ini Ayah sudah pensiun tapi kami yakin masih bisa membiayai pendidikan kamu sayang, Bunda bisa mengembangkan bakat Bunda dalam menjahit pakaian , Bahkan usaha catering rumahan Bunda bisa Bunda tekuni dengan serius, meskipun sekarang ini hanya orang - orang yang dekat saja yang menjadi pelanggannya tapi Bunda yakin jika usaha itu Bunda tekuni akan berhasil, jadi kamu jangan memikirkan soal biaya lagi ya, kamu juga masih memiliki asuransi pendidikan "
" Bunda.. Rasty tahu itu tapi apa salahnya jika Rasty bisa memanfaatkan kecerdasan akademis yang Rasty punya untuk bisa membiayai pendisikan Rasty , Bunda sekarang nggak muda lagi sudah waktunya untuk menikmati hidup bukanya malah bekerja keras "
" kamu memang anak baik sayang, Bunda bangga memiliki putri sepertimu, maaf ya kalau Kami belum bisa menjadi orangtua terbaik, profesi Ayah kamu yang hanyalah abdi negara memang tak seberapa gajinya tapi Bunda bersyukur di karuniai anak - anak sebaik kalian, yang bisa mengerti dan memahami kemampuan finacial orangtuanya "
" justru aku sangat bersyukur menjadi anak kalian, meskipun dalam kederhanaan dengan pangkat dan kedudukan yang Ayah miliki tapi Ayah tetap mengemban amanah itu dengan kejujuran . Padahal tak sedikit orang dengan pangkat yang sama seperti Ayah akan memanfaatkanya untuk meraup keutungan pribadinya "
kedua wanita berbeda usia itupun saling berpelukan sebelum akhirnya berpisah dengan Rasty yang masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan dirinya
Rasty pun melepaskan segala beban dan penatnya dengan menguyurkan tubuhnya dibawah sower, ingin rasanya segala beban keresahan itu luruh bersama air yang membasuhnya kali ini. Sesungguhnya kegindahan itu bermuara pada peristiwa setelah hari itu.
__ADS_1