Tentang Saga

Tentang Saga
38. Harus Pergi


__ADS_3

Pagi yang cerah matahari bersinar begitu cerianya dengan senyuman hangatnya menyapa seluruh penjuru bumi kota ini, namun halnitu justru berbanding berbalik dengan suasana di rumah kediaman orangtua Rasty Rumah sederhana berlantai dua tersebut tampak diselimuti rasa haru Ayah, Bunda, si sulung Faizal dan juga bik Narti tampak sendu hati mereka seolah enggan melepaskan kepergian si bungsu yang biasa di panggil Rasty ataupun Ayun.


" Bunda .. Udah dhonk jangan nangis terus nanti Rasty ikutan sedih lo kalau kayak gini, Rasty janji setiap hari akan mengabari bunda kita bisa video call juga , lagipun Rasty nggak jauh juga cuma dua jam juga sudah sampai dan masih di benua yang sama "


"Tapi Bunda khawatir nak gimana nanti kamu disana? apa kamu bisa makan dengan baik, tinggal dengan baik, hidup dengan baik"


Bunda berucap sambil berairmata yang menganak sungai sepasang matanya sampai sembab membengkak karena dari semalam selalu menangis.


" Bund... Sudah doakan saja semuanya lancar Rasty diberi kemudahan dalam setiap urysannya , dan senantiasa berada diantara orang - orang yang baik, Agar belajarnya membawa hasil yang membanggakan. Bukan malah ditangisi terus begini ini"


Kini giliran Ayah Budi yang angkat bicara


"Bunda... Lagi pula apa gunanya Faiz ikut mendampingi Rasty kesana kalau Bunda masih mencemaskan adek. Faiz pasti akan mencarikan tempat tinggal yang aman ,nyaman pokoknya semua yang terbaik untuk adek "


Faizal si Sulung pun akhirnya pulang karena telah di daulat oleh sang komandan untuk mengantar dan mendampingi Adek bungsunya mengurus segala kepe rluan dan kebutuhan adiknya selama kuliah disana.


" Ya sudah ini sudah jam delapan pagi ayo kita bersiap ke bandara . Semua sudah siap kan dek barang bawaan kamu ? "


" iya udah kak semua udah Rasty chek ulang kok "


" baiklah ayo kita berangkat Bunda Rasty Biar Robin yang menyetir kalian duduk di tengah, Ayah di depan dan aku di belakang saja sama bik Narti "


Perintah kak Faizal. Karena tak mungkin Ayah akan menyetir sendiri nantinya makanya tadi Ayah sengaja menghubungi salah satu anggotanya untuk mengantarkanbke Bandara

__ADS_1


Kurang dari 30 menit keluarga Rasty sudah tiba di bandara setelah menurunkan barang bawaannya mereka bergegas masuk ke chek ini area. Dan kali ini adalah adegan paling menguras energi juga emosi yairu sesi berpamitan Rasty menyalami Ayah,Bunda , pak Robin dan tak lupa Bik Narti sebagai ritual pamitan pasti selalu di iringi adegan melankolis penuh bawang . Dan tak henti - hentinya Ayah terutama Bunda selalu memberikan petuah dan wejanganya karena ini adalah pertama kalinya mereka akan berpisah dengan jarak yang lumayan jauh dan dalam waktu cukup lama, meski tak menutup kemungkinan saat liburan Rasty bisa pulang ke tanah air.


Bunda tak hentinya menitikkan air mata bahkan sampai pada saat Rasty dan Faizal masuk keruang tunggu penumpang Bunda terus saja menangis. Wajar memang mengingat Rasty adalah anak perempuan satu - satunya dan selama ini tak pernah dibiarkan jauh darinya kalaupun ditinggal tentu hanya beberapa hari saja seperti saat beberapa bulan lalu saat kak Faizal mengalami kecelakaan mereka terpaksa meninggalkan Rasty dengan bik Narti selama satu minggu. Tentu sangat berbeda dengan Saat ini dimana Rasty akan tinggal di luar negeri selama kurang lebih dari 4 tahun kedepan.


" sudah ya Bund.. Rasty pamit Bunda jaga kesehatan dan jangan khawatirkan Rasty doakan saja semua lancar dan bisa pulang dengan keberhasilan "


Pamit Rasty


" tentu sayang... Bunda selalu berdoa segala yang terbaik untukmu. Kamu hati - hati jaga diri dengan baik ya nak. Selalu kasih kabar ke Bunda ya sayang. Inget jaga sholatnya dan istiqomah ya dengan hijab kamu "


Kedua wanita berbeda usia itu kini saling berpelukan sebelum akhirnya saling melepaskan meski terasa enggan. Tapi semua ini untuk masa depan yang lebih baik tentunya.


Bunda terus memandangi punggung kedua anaknya yang sesekali terus menoleh sambil melamaikan tangannya hingga akhirnya menghilang di balik pintu kaca transparan Bandara


" oh ya , dek kakak dengar dari Bunda kamu sudah memiliki pacar kan mana kok dia nggak ikut antar kamu ?"


Pertanyaan Faizal sukses membuat Rasty gelagapan pasalnya ia tak menyangka jika ternyata kakaknya sudah tahu jika dirinya kini memiliki teman dekat alias pacar


"idih.. Kakak ngarang. Mana ada Rasty pacaran itu cuma temen aja kok, Bunda tuh melebih - lebihkan saja "


" kalaupun iya kan nggak masalah kamu sudah dewasa sudah lulus sekolah juga kok "


" kak... Please deh jangan mengada - ngada Rasty tuh cuma mau konsentrasi dan fokus sama kuliah aku kan aku nggak mau mikirin hal yang nggak penting dulu "

__ADS_1


" hemmss.. Baiklah kakak ikut deh apa katamu saja . Kalaupun kamu sudah punya pacar setidaknya harus siap dengan segala konsekwensinya kalaupun nanti harus jalani hubungan LDR dan kakak tahu itu nggak mudah apalagi seusia kalian gini harus bener - bener siap mental "


" kakak sok bijak banget sih. Kayak udah ahlinya aja kalau soal komitmen padahal sampai sekarang juga masih jomblo, padahal bentar lagi udah mau 29 tahun awas ntar kelamaan lapuk loh "


Jawab Rasty cukup mbuat kakaknya kalah telak


" gini nih, Bocil zaman sekarang kalau dinasehati balik nyela "


" kan faktanya gitu kak, kakak lo dah umur berapa hampir kepala 3 inget tuh Ayah dan Bunda dah pingin punya mantu sekaligus cucu jadi sudah harus di pikirkan tuh periode ngejomblo nya jangan di lama - lamain "


" udah lah dek kamu tuh jangan ngomongin soal jodoh kakak terus, ntar kena azab adek durhaka mau kamu ?"


" loh kok durhaka sih kak. Rasty kan justru membantu Kakak biar lebih semangat lagi ngejar jodohnya biar kakak nggak jadi bujang la-- "


Belum lagi selesai ucapan Rasty sudah lebih dulu sumpal bibir tipis yang terus membeo itu dengan sebatang coklat


" ihh.. Kakak resek baget sih.. Tuh kan jadi belepotan kena coklat "


"Makanya jangan membeo terus mending kamu makan tuh coklat enak ,kenyang lagi dari pada ngomongin hal unfaedah gitu "


Tak berapa lama terdengarlah suara petugas Bandara yang mengumumkannkalau pesawat yang akan mereka tumpangi sudah siap dan penumpang di minta untuk segera masuk ke dalam pesawat. Rasty pun segera berdiri mengikuti instruksi sang kakak.


" Selamat tinggal Saga... Selamat tinggal kisah manis yang sudah kita lewati selama satu tahun ini . Semoga kita masih bisa bertemu dengan keadaan kita yang lebih baik, aku titipkan segala rasa ini Saga biarlah Allah yang akan menentukan nantinya jika kita masih berjodoh sungguh aku masih ingin denganmu. Karena aku tak ingin mengecewakan kedua orangtuaku.. Aku masih sangat mencintaikamu Saga Langit Wiryawan I love you see you next time maaf jika aku harus pergi "

__ADS_1


Gumamnya lirih dalam hati ketika pesawat sudah lepas landas meninggalkan langit kota ini


__ADS_2