Tentang Saga

Tentang Saga
#17. Diam - diam menyukainya


__ADS_3

Jam pelajaran sekolah telah selesai tepat pukul 14.30 Rasty dan teman - teman lainya sudah bersiap untuk segera pulang kerumah masing - masing. Seperti biasa Rasty akan menunggu Saga di parkiran sekolah karena seperti biasa ketika jam pulang Saga,Alvin, Tomy pasti masih ngobrol- ngobrol dulu entah apa yang mereka bahas. yang jelas bukan soal pelajaran sekolah tentunya. mungkin saja mereka membahas seputar masalah cowok seperti umumnya soal otomotif, pertandingan bola, soal tempat nongkrong asyik mereka atau bisa juga masalah cewek entahlah.


" Rast... aku duluan Ya, maaf nggak bisa temani kamu nungguin Saga soalnya Mama aku udah nyuruh pulang cepet karena sore ini kami akan berangkat ke bandung nyambangi Aki ku sedang sakit "


seru Kiran saat sudah berada di dekat mobilnya


" iya nggak apa kok kamu tenang saja , kamu hati - hati di jalan pulangnya nggak usah grusa grusu . semoga Aki kamu cepet sembuh "


" amin.. thanks ya aku balik duluan , bay... "


seraya memberikan cium jauh dari tangannya Kiran segera masuk ke dalam mobilnya dan segera meluncurkannya menuju rumah orangtuanya. Sementara Rasty yang masih menunggu Saga yang tidak seperti biasa hari ini lumayan lama hampir 30 menit dia menunggu namun belum juga sampai menyusul di parkiran. untuk mengusir rasa bosannya Rasty memainkan gawainya membuka aplikasi sosmednya, hingga tanpa ia sadari seseorang berdiri tepat disampingnya


" hay.. lagi nungguin Doi ya "


Suara yang terdengar asing di indera pendengaran Rasty hingga akhirnya ia merasa tertarik untuk melihat siapa pemilik suara asing itu, ia pun mendongakkan kepalanya demi mengetahui sosok tersebut.


" oh.. hey... kamu ?"


" masih ingat dengan ku ?"


" tentu kamu kan yang beberapa waktu lalu tanpa sengaja bertabrakan di koridor sekolah itu kan ?"


Rasty mencoba mengingat samar - samar sosok jangkung, berkulit bersih, dengan mata elang dan alis tebal dan hidung mancung menjulang. pokoknya definisi wajah sempurna perfect face pokoknya.


" Rangga, mungkin kamu lupa "


" i.. iya Rangga, kamu belum pulang ?"


" belum , baru saja menyelesaikan latihan basket bareng anak - anak. kamu belum pulang masih nungguin cowok kamu itu ya ?"


" cowok ?! maksud kamu Saga ?"

__ADS_1


" siapa lagi memangnya kulihat sudah beberapa bulan ini hampir setiap hari kalian pulang dan berangkat sekolah selalu bareng pasti kalian memiliki sebuah hubungan kan ? dan ini tuh sangat tidak mungkin untuk Cowok itu mau berurusan dengan cewek kalau memang bukan apa - apanya "


cerita Rangga panjang lebar meski terdengar beberapa nada ketus beraromakan nada Kepo tingkat jeallus . Entah apa sebenernya yang pernah terjadi antara Saga dan Angga dimasa terdulu sebelum Rasty masuk menjadi Siswa di SMU TUNAS BANGSA.


"apa yang dilihat mata sering kali.tak sesuai dengan kenyataanya juga kan "


" maksud kamu ? kalian nggak ada yang spesial gitu ?"


Rangga semakin dibuat penasaran oleh pernyataan Rasty. Rasty menjawab dengan menaikkan kedua bahunya. karena memang kenyataanya meski telah lebih dari tiga bulan Rasty dan Saga hampir selalu berangkat dan pulang sekolah bareng juga sering saling pergi bersama bahkan Rasty sering datang kerumah untuk menemani Mama Novita dan Arga kakak Saga tapi memang tidak pernah ada pembahasan yang lebih diantara mereka mengenai status hubungan mereka, baik Saga maupun Rasty tak pernah mengungkapkan perasaan mereka.


Meski kenyataanya Rasty menyimpan rasa yang lebih dari sekedar untuk pulang dan pergi bareng, yang kebanyakan dari teman - teman mereka tahunya anatara Rasty dan Saga mereka berpacaran karena kenyataan itu yang tahu hanya Saga dan Rasty sendiri.


Terkadang Rasty merasa seperti do gantung dengan hubungan tanpa komitmen yang jelas, ia pun merasa bingung dan terkadang merasa bosan dengan semua ini. Siapapun jika berada di posisi Rasty pasti tak akan nyaman. tapi entahlah Rasty tak punya cukup keberanian untuk menegaskan status hubungan ini pada Saga, ia takut jika saja Saga akan merasa hilang respect jika Rasty mengambil langkah tegas.


Rasty sadar kodrat wanita itu untuk menunggu bukan untuk memulai meski saat ini sudah bukan zamannya lagi tapi entah kenapa paradigma itu masih melekat pada pemikiran Rasty yang nota bene RA. Kartini saja sudah memperjuangkan kesamaan gender pada kaumnya dan ini juga sudah bukan zamannya nenek moyang kami seorang pelaut melainkan sudah ada yang nenek moyangnya Photo model, atau artis, ada juga yang nenek moyangnya pengusaha. tapi itulah Rasty yang masih menganut faham kuno jika wanita itu hanya akan menunggu lelaki yang lebih dulu.


" ok... karena jawaban kamu itu seperti ada signal memungkinkan untuk bisa ditikung maka mulai hari ini aku akan berusaha "


" jujur aku suka dan tertarik dengan kamu meskipun kita baru 2 x bertemu secara langsung, tapi perasaan tak bisa diukur dengan berapa intensnya pertemuan itu, aku menyukaiku dan aku akan berusaha mendapatkanmu "


deg


Seperti ada beban benda keras menghujam di hati Rasty mendengar ucapan seorang lelaki yang baru dijumpainya tanpa sengaja dan ini kali keduanya setelah kurang lebih empat bulan yang lalu.


Tanpa mereka berdua sadari Saga sudah berdiri di belakang mereka yang saat itu duduk di bangku ujung parkiran yang berbatasan dengan taman sekolah samping.


" hem... kita pulang sekarang ?"


" eh... Saga "


" aku duluan Ya, next time kita ngobrol - ngobrol lagi "

__ADS_1


ucap Angga sambil naik keatas motornya yang selalu parkir berdampingan dengan motor Saga. kemudian menghidupkan mesin motornya dan segera berlalu dari area sekolah.


" Pulang sekarang ?"


Tanya Saga dengan nada ketus dan ekspresi datar sambil menyodorkan helm pada Rasty.


" huh.. dasar manusia kulkas nggak ada hangat - hangatnya jadi cowok, eh tapi kan memang dia bukan cowok ku, tapi ... gimana dhonk kan aku suka sama dia . eh... tapi tadi Saga denger nggak ya apa yang di ucapkan Angga tadi , kalaupun ia biar saja mungkin aku bisa manfaatkan itu untuk tahu perasaan Saga sebenernya, cemburu nggak ya dia ?"


Rasty justru asyik melamun sehingga helm yang sedari tadi di sodorkan oleh Saga belum juga diterimanya dan itu membuat Saga terheran


" Rast... Rasty.. kok kamu malah melamun sih mau pulang nggak nih ?"


mau tak mau Saga pun memakaiakan helm ke kepala Rasty dan hal itu mengembalikan Rasty.dari lamunannya.


" ah... Saga.. maaf "


setelah Saga berhasil memasangkan helm di kepalanya entah kenapa mereka jadi terlihat kik kuk. Sepanjang perjalanan keduanya hanya saling diam tanpa ada suara, tetiba Saga membelokkan motornya ke sebuah cafe yang menjadi tempat nongkrongnya dengan teman - temanya.


" loh... kok kita berhenti disini Ga ?"


" ada yang mau aku omongin, tadi aku udah bilang sama Ayah dan Bunda nanti pulang sekolah kamu mampir kerumah dulu ada hal penting "


jawabnya masih dengan mode datar dan memang seperti itu karakternya nggak bisa lentur


" hal penting? hal penting apa ?"


" kita masuk "


Bersambung ...


terimakasih untuk DUKUNGANYA mohon like ❤, komentar dan vote nya 🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2