Tentang Saga

Tentang Saga
33. Pangling euy


__ADS_3

Rasty tampak mematut dirinya di depan meja rias kamarnya, make up minimalis pun ia sematkan diwajah cantiknya meskipun hanya berbekal pengetahuan dari tutorial make up dari youtube nyatanya Rasty mampu menyulap wajahnya sendiri mendekati angkan nyaris sempurna, hal itu bukan tanpa dasar karena memang aslinya Rasty sudah sangat cantik ditambah ia yang jarang menggunakan make up dalam keseharianya maka membuat pangling seketika berdandan seperti ini.


Kali ini ada yang berbeda dengan penampilan Rasty ya .. Ia menggunakan kebaya berwarna wardah dengan bawahan batik dan kali ini ia menggunakan jilbab senada dengan baju kebayanya . Nyatanya membuat dirinya pangling dan mengagumi dirinya sendiri dan tersenyum puas dengan hasil riasanya dan memadupadankan pakaianya.


" Sayang... Ayo cepat kita berangkat Bunda dan Ayah sudah siap "


Terdengar suara sang Bunda dari kamar Rasty yang terketak di lantai atas


Rasty pun segera keluar dari kamarnya dan menuruni tangga tanpa menyauti teriakan Bundanya


" Masyaallah... Yah.. Itu.. Itu anak kita pakai jilbab sekarang ?"


Bubda tercengang mendapati anak perawanya yang kini turun dengan sangat anggun dan cantiknya , ada rasa bangga karena baju mahakaryanya terlihat sangat cantik membalut tubuh anak tercintanya , namun bukan itu yang membuatnya tercengang seperti ini melainkan hijab yang kini menutupi kepala dan rambut hitam indah anak perawanya ( maaf ya author lupa kalau bukan lagi anak perawan ..🤫)


" Bunda... Ayah .. Gimana Rasty cocok nggak pakai jilbab gini ?"


Tanyanya sedikit ragu


" Masyaallah kamu sangat cantik, dan ini tuh cocok banget Bunda suka Sayang, iya kan Yah ?"


Kini Bunda Riyanti berbalik bertanya pada sang suami dan sang suami menjawab dengan dua acingan jempol pertanda ia sangat menyukai style putri kesayanganya itu


" benarkah Bunda ?"


" udah jangan ditanya lagi, ayo kita segera berangkat Bunda jadi tidak sabar ingin secepatnya sampai di acara dan berphoto Ria dengan anak perawan Bunda ini "


Hati Rastu seperti tercubit mendengar kata perawan dari bibir sang Bunda dan nyatanya itu cukup membuat dadanya kembali sesak di penuhi rasa bersalah yang menggunung terhadap orangtua dan juga dirinya sendiri


" ya sudah kita berangkat sekarang "


Seru sang Ayah seraya mengambil kunci mobil yang berada di dekat rak pajangan


Kini mereka sudah berada di dalam mobil dan beberapa menit lagi mereka hampir sampai di sekolah Tunas Bangsa


" Sayang.. Bunda masih kepikiran dengan keputusan kamu yang pakai hijab hari ini, ini memang sekedar style kamu hari ini atau ada rencana seterusnya ?"


" emmh.. Rasty belum tahu Bunda tapi.Rasty sudah berpikir beberapa hari ini sebelum memutuskan mengenakanya hari ini, Rasty ingin seperti Bunda "


" Sayang... Bunda sangat mendukung jika ini keputusanmu tapi jika kamu sudah memutuskan Bunda harap kamu tidak lagi berniat menanggalkanya "


" Bunda kamu benar nak, bagaimanapun memakai hijab itu adalah kewajiban sebagai muslimah, meskipun demikian jilbab bukanlah syarat mutlak ataupun alat tolak ukur untuk mengetahui kadar ketaatan imannya seorang muslimah, tapi setidaknya dengan menutup aurat kamu juga sudah memahami tentang ajaran Agama kita, Ayah akan mendukung selama itu niat tulus bukan atas dasar apa ataupun siapa "

__ADS_1


Hati Rasty semakin menciut setelah mendengar penuturan kedua orang tuanya, terlebih ia sejujurnya masih bimbang dengan keputusanya saat memakai jilbab yang dia pikurkan saat ini setidaknya dengan memakai jilbab ia akan lebih berhati - hati dalam bertindak , ia akan merasa malu dengan jilbabnya ketika ia akan berbuat hal yang tak sepantasnya.


Mobil yang di kendarai sang Ayah kini sudah terparkir rapi di halaman gedung sekolah ketiganya pun turun Ayah dan Bundanya menuju tempat khusus untuk orang tua ataupun walinya sementara Rasty masih tampak menunggu teman - teman sesamanya


" Ya sudah Ayah dan Bunda duluan ke tempat khusus orantua dan wali ya , Rasty masih harus menunggu teman - temen Rasty "


" baiklah, oh iya Rast kok sampai Bunda lupa gimana dengan Saga ? Siapa yang akan menjadi Walinya nanti ?"


Bunda Riyanti baru saja menyadari keberadaan Saga yang dari tadi seperti terlupakan dari pembahasan padahal baru kemren sore ia memberikan aebuah kemeja buatanya sebagai hadiah untuk di kenakan di hari purnawiyata hari ini


" emhh.. Rasty tidak tahu mingkin kerabatnya yang akan menjadi Walinya, tapi tadi pagi dia mengabari kalau dia berangkat dari perusahaan karena saat ini perusahaan itu sedang ada masalah "


" ya sudah kalau begitu Ayah dan Bunda duluan masuk ya "


" iya Yah "


Tak berselang lama suara Kinar dan Mega tampak riuh memanggil nama Rasty mereka berdua baru saja turun dari mobil Alvin, ada juga Tomy, Rian mereka berlima menggunakan mobil Rian


" Astaga... Kamu beneran Rasty ?!! "


Suara cempreng Kinar dengan wajah cenderung tak percaya melihat penampilan sahabatnya hari ini


" busyett... Cantik bener ukhti Rasty...jadi makin kesemsem nih abang.. "


" kamu bener- bener berbeda Rast.. Sungguh.. Kalau kamu jadi sholehah gini pasti Saga makin termehek - mehek deh.. "


Sambung Rian


" udah dhonk.. Kalian jangan godain aku terus.. Jadi malu nih akunya jadi inseccure loh "


" ehh.. Jangan dhonk udah cantik paripurna gini kok malah inseccure , harusnya kita tuh bangga temen kita berubah menjadi lebih baik, menutup aurat bukan kita godain "


Kino giliran Mega yang seolah berpikir paling bijak menanggapi penampilan baru sahabatnya itu


" tuh.. Bener tuh aku setuju sama Mega , temen menjadi lebih baik kita harys dukung bukan kita ejekin "


Kali ini Alvin pun menyetujui si Mega yang seringkali penampilanya disebut kurang up to date alias KUDET alias kurang up to date untuk anak remaja zaman sekarang


" udah deh mending kita kasih ucapan selamat untuk penampilan barunya semoga istiqomah "


Pungkas Kinar kemudian berinisiatif mengambil photo bersama untuk mengabadikan kebersamaan dan penampilan mereka hari ini.

__ADS_1


" ehh... Tunggu ini Saga mana nih kok belum nongol juga nih acara lima menit lagi mulai loh "


Alvin tampak celingukan mencari sosok Saga disekitar mereka , Rasty pun akhirnya membuka tas kecil yang ia slempang dan mengambil hand phone untuk segera menghubungi Saga


" hand phone nggak aktiv "


Jawab Rasty sambil kembali mengulang panggilan pada Saga


" duh.. Tu anak kebiasaan banget sih nggak bisa apa bedain hari penting gini "


Mereka semua sudah tampak gusar mengingat acara tinggal beberapa menit lagi akan dimulai bahakan suara panitia penyelengara sudah memperingatakan agar seluruh tamu undangan dan peserta siswa purnawiyata memasuki Aula tempat acara berlangsung


" ya udah kita tunggu di dalam aja kalau gitu "


Tomy menginterupsi teman - temanya untuk segera masuk dan pada akhirnya semua mengikuti langkah Tomy


" Duuhh Saga kemana sih "


Gerutu Rian sambil berbalik berjalan menuju Aula


" Tungguin woey... "


Suara itu bersal dari belakang beberapa langkah dari mereka berenam.


" Lah.. Ini anak suka banget bikin orang kelimpungan kayak emak - emak nungguin anak perawannya yang belum pulang dah malam "


" sorry Gays... Tadi harus ke perusahaan dulu, oh iya udah pada datang semua ya..? Ayank gue udah masuk ya ? Tumben nggak nungguin pangeranya ?"


tanya Saga yang ternyata belum menyadari bahwa gadis berkebaya Wardah lengkap dengan hijab senada itu adalah kekasih hatinya yang sudah bertranformasi menjadi gadis muslimah


" Hemmmss... Sepertinya dia mulai pikun dan tak bisa menngenali pacar sendiri "


celetuk Tomy diikuti tatapan jenaka teman - temanya


" aku disini Ga "


Suara begitu familiar itu nyatanya succses membuat Saga melongo seperti kebo


" hah.. Rast.. Itu.. Itu kamu ? "


" iya udah ayok kita masuk keburu di mulai nih acaranya, nanti aja acara panglinganya dilanjut setelah acara "

__ADS_1


Rian pun kembali mengingatkan teman - temanya. Saga pun masih setengah percaya namun diseret begitu saja oleh teman - temanya menuju Aula.


"


__ADS_2