
Dua hari setelah kepergian Dairuz,Tania mengurung diri di kamar,bahkan dia lebih banyak diam dari pada sebelumnya.
Saat ini perusahaan Megawe milik Dairuz,tengah di ambang kebangkrutan setelah kematian Dairuz tersebar luas,hanya perusahaan Wiguna dan Purna yang masih setia berada di sisi Megawe.
"Dimana Tania?"
"Nyonya ada di kamar,Nyonya tidak keluar kamar seharian,bahkan ia tidak sarapan atau pun makan malam!"
"Queen bawa ke sini makanan nya,aku akan membawa nya ke kamar"
"Baik Tuan"
Queen pun pergi ke dapur untuk mengambil makanan untuk Tania.Beberapa menit kemudian ia kembali lagi dengan nampan di tangan nya.
"Tuan!"Queen memberikan nampan itu kepada Rangga,pria ini segera membawa nya ke lantai atas.
Tiba di lantai atas,Rangga ragu untuk mengetuk pintu kamar tersebut,karena sebelumnya ia tidak pernah begitu baik dengan Tania,jika pun ia itu kalau Shanti datang,maka Rangga akan bersikap baik dengan Tania.
Shanti dan Bram hanya mengirim pesan untuk Tania,karena mereka tidak bisa pulang.
Tok ! Tok ! Tok !
Tidak ada jawaban,Rangga pun terpaksa langsung membuka pintu kamar.
Ceklek !
Pintu kamar terbuka,masih suasana saat Rangga pergi tadi pagi,kamar itu gelap dan hanya ada pantulan cahaya dari arah balkon ke kamar.
Rangga masuk dengan nampan di tangan,lalu ia meletakkan nampan itu di atas nakas.Menyalakan lampu tidur sehingga membuat kamar sedikit terang.
Tania membuka mata,menyadari jika Rangga telah kembali,ia berbaring di ranjang,dengan selimut yang masih menutupi tubuh nya.
Rangga berdiri di sisi ranjang,melihat tubuh Tania yang berbaring membelakangi dirinya.
"Aku tau,kamu sangat kehilangan atas meninggal nya Papa mu,tapi tubuh mu juga butuh asupan,dan kamu butuh tenaga yang cukup untuk bertahan!"
Tania tidak bergeming atau pun menjawab perkataan Rangga.Lalu membuat Rangga jenuh untuk membujuk wanita itu.
Jujur saja,Rangga tidak dekat dengan Tania,bahkan ke dua nya tidak pernah membicarakan apapun kecuali tentang keluarga mereka.Pernikahan ini terikat karena perjanjian ke dua keluarga.Bukan atas dasar kemauan mereka berdua.
"Bangun lah,dan makan,aku sudah membawa makanan mu ke kamar,Aku harus pergi sekarang!"
Setelah mengatakan itu,Rangga berbalik dan pergi meninggalkan Tania yang masih dengan posisi semula.
Rangga menuruni satu persatu anak tangga dengan langkah yang tergesa-gesa.
"Tuan,anda mau pergi lagi?"
__ADS_1
"Iya.Queen,aku titip Tania,jika ada apa-apa segera hubungi aku!"
"Baik Tuan"
Rangga pun pergi meninggalkan villa,ia segera masuk ke dalam mobil yang ada di garasi.
Setelah menempuh perjalanan lebih dari dua puluh menit,akhirnya Rangga menghentikan mobil nya di depan hotel dimana Adelia menginap.
Rangga sudah dua hari ini tidak datang bertemu dengan Adelia,dan begitu menerima pesan dari wanita itu,Rangga bergegas pergi untuk menemui Adelia.
Tok ! Tok !
Ceklek !
"Rangga"Adelia segera memeluk Rangga,begitu melihat Rangga sudah datang,sehingga membuat Rangga bingung.
Karena tidak ingin di lihat oleh orang lain,Rangga melangkah masuk dengan posisi yang masih di peluk oleh Adelia.
"Aku pikir kamu tidak akan datang ke sini lagi,aku pikir kamu akan melupakan ku,seperti sebelumnya!"ucap Adelia masih memeluk Rangga.
"Tenang lah,aku sudah disini!"
Sampai saat ini,Rangga belum menceritakan tentang Tania dan pernikahan nya kepada Adelia,sehingga wanita ini tidak pernah tahu.Yang ia tahu,Rangga masih milik nya sama seperti dulu.
Rangga menuntun Adelia yang ketakutan ke arah ranjang,lalu ke dua nya duduk di sisi ranjang.
"Aku bisa menyewa 'kan tempat tinggal untuk mu,bagaimana kalau aku sewakan apartemen untuk mu?"
"Aku tidak mau,aku ingin tinggal di Villa,ku mohon Rangga,ijin 'kan aku tinggal di villa,aku janji tidak akan merepotkan atau menyusahkan mu!"
'Bagaimana ini,Adelia belum tahu tentang Tania,jika aku membiarkan dia tidur di tempat lain,aku takut Adelia dalam bahaya,apalagi penyakit magh nya sering kambuh!'
"Rangga!"panggil Adelia sehingga membuyarkan lamunan Rangga.
"Iya!"
"Jadi kamu mengijinkan aku untuk tinggal di villa?"
"Eemmm"Rangga hanya mengangguk pelan,Adelia langsung memeluk nya dengan bahagia.
"Terimakasih Rangga,Kamu masih sama seperti dulu,selalu saja tidak membiarkan aku sendirian di luar!"
Adelia kembali memeluk Rangga,dan Rangga terpaksa menenangkan Adelia,ia belum memikirkan cara untuk mengatakan tentang Tania kepada Adelia,begitu juga sebaliknya.
...***...
Ke esokan paginya...
__ADS_1
Semalam,Rangga tidak pulang.Dia menginap di hotel dengan kamar yang berbeda dari Adelia,untuk menjaga wanita itu,jika sewaktu - waktu ia sakit.
Namun,hari ini Rangga telah membawa Adelia ke villa nya,dimana Tania masih berada di tempat itu.
Ting Tong!
Ceklek !
"Tuan,anda kembali?"tanya Queen,lalu pandangan nya teralih ke arah Adelia.Queen pernah mendengar berita tentang kekasih Rangga,namun ia tidak pernah bertemu dengan Adelia sebelum nya.
"Hallo,Aku Adelia.Kekasih Rangga!"wanita ini memperkenalkan diri nya,mengulurkan tangan ke arah Queen yang sedang bingung.
"Asisten Tuan Rangga,Queen!"
"Senang berkenalan dengan mu,semoga kamu bisa membimbing aku saat tinggal disini!"tukas Adelia yang tersenyum lembut ke arah Queen,Rangga melihat Adelia yang dekat dengan Queen membuat nya ikut senang.
Karena yang Rangga tahu,Adelia adalah wanita yang lembut dan juga penyayang wanita ini baik kepada semua orang.Namun,Rangga tidak pernah tahu,alasan Shanti tidak menyukai Adelia.
Saat mengetahui hubungan Adelia dengan Rangga,Shanti jadi serba salah di mata Rangga,bahkan Rangga sering sekali membantah ucapan Shanti,oleh sebab itu Shanti bertekad menikahkan Rangga dengan Tania,wanita pilihan nya.
"Queen bawa Adelia ke kamar tamu,aku akan pergi ke kamar,sekalian membersihkan diri"
"Baik Tuan"
Disaat ke dua nya melangkah masuk,Rangga terkejut melihat Tania ada di ruang tamu,dan Tania telah mendengar semua pembicaraan Adelia dengan Queen,dan itu membuat Rangga panik,ia takut kalau Tania akan memberitahu soal Adelia kepada Shanti.
"Oh,masih ada orang lain di sini?"seru Adelia,yang terkejut.
"Ini..."
"Hai,aku Adelia.Kamu pasti sepupu nya Rangga ya?"Adelia langsung menyela ucapan Rangga,membuat Rangga melirik ke arah Tania yang hanya diam tanpa menjawab ucapan Adelia.
"Kamu masuk saja dulu ke kamar,aku akan bicara dengan Tania!"
"Oh,baik lah!"
"Nona Adelia,mari ikut saya!"
Adelia pun pergi mengikuti Queen.Sementara,Rangga duduk di depan Tania,yang sedang menonton televisi,tapi tidak jelas acara apa yang ia lihat.
"Tania,dia adalah Adelia,dia..."
"Dia kekasih mu,dan kini tinggal bersama dengan kita,bukan begitu?"Tania langsung melirik ke arah Rangga,sorotan mata Tania membuat Rangga terkejut.
"I-iya!"jawab Rangga singkat,masih melihat ekspresi datar di raut wajah Tania.
"Baiklah,aku sudah mengerti,tidak apa-apa.Bukan kah,seharunya dia datang sejak dulu,salah ku yang mengambil tempat nya disini.Tuan Rangga,saya permisi ke kamar dulu"
__ADS_1
Tania bangkit dari tempat duduk nya,lalu pergi ke kamar.Rangga melihat ke arah Tania yang berjalan ke arah tangga,dan mulai menaiki satu persatu anak tangga.