
Di tempat lain, Adelia melihat panggilan masuk dari ponsel Rangga, dan segera mematikan panggilan tersebut. Karena, Adelia tak ingin siapapun mengganggu kencan mereka berdua.
"Bagaimana Han?" tanya Leo, yang kini menghampiri Han di koridor klinik, pria ini terlihat gugup, karena tidak memiliki jawaban untuk pertanyaan Leo barusan.
"Han, kenapa kau diam? aku bertanya? dimana Rangga, dan kenapa belum tiba?" Leo berkacak pinggang sembari melihat ke arah pria itu dengan intens.
"Tu-Tuan Rangga, belum siap meeting dan panggilan saya tidak terhubung," ucap Han, gugup. Leo, mengerutkan dahi nya.
"Kau berpihak kepada Rangga, tetapi jangan lupa, gaji mu di bayar oleh keluarga Wiguna, dan Tuan Besar tak menyukai pria yang berkhianat!" ucap Leo, dengan tegas dan berlalu pergi meninggalkan Han.
Begitu Leo pergi, Han terduduk di lantai. Belum ada yang berani melawan dan membohongi Leo, jika Rangga orang yang paling di hormati di Wiguna group, Leo adalah orang ke dua yang mereka segani, Leo bahkan bisa memecat siapapun karyawan yang menurut nya tak bisa di pertahankan di Wiguna group.
__ADS_1
Seorang dokter sedang memeriksa keadaan Tania di dalam ruangan tersebut, dengan di temani oleh Queen, tetapi Leo terlihat begitu kesal, karena menunggu Rangga yang tak kunjung datang ke klinik itu.
"Rangga masih belum berubah, dan dia masih berhubungan dengan wanita siluman itu, kenapa dia tidak mau mengerti, apa tujuan ibunya menikahkan dia dengan Tania, semua orang tahu alasan Nyonya Besar, tetapi kenapa Rangga menjadi orang yang bodoh!" gumam Leo, dengan tegas yang mondar mandir di depan ruangan pemeriksaan.
Di saat Leo yang sedang cemas memikirkan keadaan Tania, Rayhan pun muncul di tempat yang sama yang saat ini mereka berada. Rayhan mengenali Leo, pria yang memiliki tanggung jawab yang sama seperti Rangga terhadap keluarga Wiguna.
"Tuan Leo," seru Rayhan menyapa, karena Rayhan tahu dulu Leo pernah menangani soal kerja sama keluarga nya dengan Wiguna. Leo menoleh melihat ke arah Rayhan yang ada di sana.
" Saya ke sini untuk menjemput kak, Rani." Jawab Rayhan, Leo mengerutkan dahi, tentu saja dia kenal Rani, wanita yang dulu pernah di kejar oleh nya, tetatpi gagal untuk melabuh cinta karena Rani orang nya terlalu dingin.
"Sedang apa Tuan Leo di sini? apa seseorang dari keluarga Wiguna terluka?" tanya Rayhan, lagi. Queen membuka pintu ruangan pemeriksaan, dan terkejut melihat Rayhan di depan ruangan tersebut.
__ADS_1
Melihat Queen yang keluar dari ruangan tersebut, tentu saja Rayhan bisa menebak siapa yang berada di dalam ruangan pemeriksaan tersebut.
"Bagaimana keadaan, Tania?" Tanya Leo, begitu Queen keluar, wanita ini melirik ke arah Rayhan, membuat Leo mengerti.
"Nyonya Tania hanya kecapean, dan itu tidak boleh capek, karena Nyonya Tania dalam keadaan hamil," ujar Queen, menekan kata-kata hamil. Rayhan yang mendengar Tania hamil terkejut bukan main, dia merasa cinta nya telah berakhir sampai di sini, dan Rayhan tak memiliki harapan lagi untuk mengejar cinta Tania.
"Tuan Leo, saya permisi dulu, "
Leo hanya mengangguk, saat Rayhan berpamitan, karena Leo tahu Rayhan pasti sadar dimana posisi nya saat ini. Leo, bersyukur akhirnya Tania bisa hamil, dan dia yakin hubungan nya dengan Rangga pasti akan bisa lebih baik lagi dengan hadirnya seorang calon baby di dalam rahim Tania.
Jangan lupa like dan coment♥️
__ADS_1