Terikat Pernikahan Keluarga

Terikat Pernikahan Keluarga
Part 44


__ADS_3

Di lobi kantor, Rani bertemu lagi dengan Han, kali ini Rani tak menghiraukan Han, dia mengabaikan pria itu, karena Rani sudah malas berurusan dengan orang Wiguna.


"Gimana kak?" tanya Rayhan, yang sejak tadi menunggu di mobil, wanita ini menggelengkan kepala nya. Rani, menceritakan semua permasalahan yang dia hadapi, bahkan Rani meminta Rayhan untuk menjauh dari Tania, karena saat ini Tania masih istri sah dari Rangga.


"Tidak mungkin aku menjauh, Kak. Kakak tahu, aku mencintainya aku telah menunggunya sejak dia SMA, kenapa kakak tidak mau berpihak kepada ku?" tanya Rayhan, Rani tak menjawab dia terus menancap gas mobil nya dengan kecepatan yang tinggi.


"Kau tidak akan pernah tahu, masalah seperti apa yang akan kita hadapi nanti nya," tukas Rani, yang masih fokus menyetir mobil. Rayhan terdiam seketika, ketika melihat raut wajah marah sang kakak.


Rani, tak pernah membiarkan hal buruk terjadi kepada Rayhan, karena Rayhan adalah adik satu-satu nya yang dia miliki setelah orang tua mereka meninggal.


Tanpa sengaja, Rayhan melihat Rangga bersama dengan seorang wanita yang baru saja keluar dari salon kecantikan. Melihat itu membuat Rayhan mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan Tania tersakiti, kalau perlu aku akan membawa nya pergi jauh, dari semua orang," ujar Rayhan, Rani langsung menoleh ke arah Rayhan, dan menggelengkan kepala nya.


"Jangan gila!" ucap Rani tegas, tapi tak di bantah oleh Rayhan.


Di tempat lain, saat ini Rangga berada di dalam mobil nya bersama dengan Adelia, wanita ini terlihat begitu senang.


Sesekali Rangga melirik ponsel nya yang terus saja bergetar ternyata Leo menelpon Rangga sejak tadi, membuat Rangga tak bisa mengangkat panggilan itu karena dia sedang bersama dengan Adelia saat ini.


"Adelia, lain kali kau tidak perlu menelpon ku untuk menjemput mu disini, kamu bisa naik taxi dan pulang sendiri, aku sudah melewati banyak meeting hari ini, hanya untuk menjemput mu. Kau tahu? ibu ku baru saja kembali dari Jepang, aku tak ingin dia menyakiti mu kalau kita sering bertemu di saat dia di sini," tukas Rangga, lalu segera turun dari mobil, dan membuka pintu mobil untuk Adelia, membuat wanita ini bingung.


Tanpa membantah, Adelia langsung turun dari mobil Rangga, karena dia tahu Rangga bukan pria yang suka di bantah. Setelah memesan taxi untuk Adelia, wanita ini segera pergi bersama dengan taxi, begitu juga dengan Rangga.

__ADS_1


Rangga, meleset pergi dengan kecepatan yang cukup tinggi, bukan kembali ke perusahaan nya, melainkan pulang ke rumah, karena dalam waktu yang bersamaan Shanti juga menghubungi Rangga, meminta pria ini untuk kembali.


Hanya butuh waktu 20 menit, saja. Rangga telah sampai di rumah, dia segera turun dari mobil dan pergi menemui Shanti di dalam rumah.


"Bagus, kau sudah di sini, " tukas Shanti, yang berdiri dari tempat duduk nya, di sofa lain juga ada Tania dan Bram, suami Shanti.


"Ini dua tiket untuk mu bulan madu dengan Tania, di dalam ini juga ada surat untuk mu, mama minta agar kamu membaca nya ketika kalian sampai di sana," Shanti memberikan dua tiket serta paspor untuk Rangga. Tetapi, pria ini menolak nya. Sehingga membuat Bram geram.


"Kau mau pergi, atau ku hancurkan wanita itu!" bisik Bram, sehingga membuat Rangga, tunduk pada perintah ayahnya.


Rangga mengambil tiket dan paspor yang di berikan Shanti, tenyata Shanti telah menyimpan dua koper di sana juga. Rangga menghela nafas berat sembari melihat ke arah Tania, meskipun terlihat kesal Rangga tak bisa melakukan apapun.

__ADS_1


Atas bantuan dokter kandungan, Tania dapat pergi dengan Rangga hari ini, tentu saja Tania sudah konsul sama dokter kandungan, untuk perjalanan jauh, tetapi dokter tetap sarankan Tania langsung istirahat dan meminum obat yang di berikan dokter dengan rutin.


Shanti dan Bram, mengantar Rangga dan Tania ke bandar udara, langsung pergi di hari itu juga, sungguh mertua idaman semua menantu.


__ADS_2