Terikat Pernikahan Keluarga

Terikat Pernikahan Keluarga
Pagi


__ADS_3

Rangga yang masih terlelap di tempat itu, membuat diri nya malas untuk beranjak dari tempat tidur, apalagi pengaruh obat itu masih terasa, sehingga membuat kepala nya sakit.


"Ugh!"


"Eeemmm"


Lenguhan beriringan dengan tubuh nya yang menggeliat, membuat Rangga akhirnya menyadari sesuatu, jika Pria ini telah melewati sesuatu yang mungkin di luar nalar nya.


Rangga langsung terduduk dia atas kasur begitu sadar dari tidur nya.


"Owh, ternyata aku berada di dalam kamar ku" gumam Rangga, saat menyadari jika diri nya ada di dalam kamar sendiri. Meskipun tidak mengingat semua yang terjadi semalam, Rangga masih mengingat jika sebelumya Rangga datang menemui Adelia, entah bagaimana Adelia bisa menjebak nya dengan memberi minuman yang berisi obat kepada dirinya.


"Ugh" Rangga memegang kepala nya yang masih terasa pusing. "Aku mencintai nya, tapi entah kenapa aku tidak bisa menerima dia menyentuh ku" gumam Rangga, Pria ini tidak memberi waktu sedikit pun untuk Adelia agar bisa menyentuh diri nya. Namun, berbeda dengan Tania, Rangga bahkan bisa tidur berulang kali dengan wanita itu, meskipun Rangga menyadari kalau Tania istri sah nya. Rangga tetap melakukan itu, atas kesepakatan mereka berdua.


Tania berjanji akan memberikan anak untuk Rangga, dan Rangga juga berjanji akan membebaskan Tania dari ikatan pernikahan itu.


"Tania" gumam Rangga, yang kini segera turun dari ranjang, setelah meraih baju mandi yang ada di dekat ranjang.


Rangga mencari Tania, di dalam kamar, namun ia tidak menemukan adanya nya Tania disana.


Rangga langsung mencari Tania di dapur, dan benar saja, Tania ada bersama dengan Queen yang sedang memasak.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Rangga, dan itu mengejutkan Tania.


"Aaah" desah Tania, saat tangan mulus nya, tanpa sengaja menyentuh panci yang sedang berisi bubur panas. Rangga langsung mendekat, dan menghisap jari telunjuk Tania, membuat Wanita ini terkejut.


'Oeh, manis sekian' batin Queen melihat kedekatan Rangga dan Tania, yang sangat jarang dapat di lihat oleh dirinya.


"Aku enggak apa-apa!" Tania menarik tangan nya, yang sedang di hisap oleh Rangga, membuat pria ini menaikan alis nya.


"Iya aku tidak apa-apa, maaf Tuan Rangga, apa mau sarapan dulu, atau mandi dulu?" tanya Tania.


"Kalau di rumah, panggil saja Rangga, aku akan mandi dulu, setelah itu baru sarapan"

__ADS_1


"Baiklah!"


Rangga, langsung pergi meninggalkan dapur, dan menuju tangga. Sementara, Tania membantu Queen menata sarapan di atas meja.


"Nyonya, aku senang melihat anda sudah mulai dekat dengan Tuan" ujar Queen, yang tersenyum ke arah Tania.


"Aku sedang berusaha memperbaiki, semoga masih ada celah untuk ku di hati Rangga" tukas Tania, yang membalas senyum Queen.


"Pasti ada, Tuan sudah berpacaran dengan Nona Adelia begitu lama, namun Nyonya Shanti tidak pernah menyukai Nona Adelia, Aku tidak tahu jelas masalah nya, namun Nyonya besar bukan wanita bodoh, dia tahu mana sisik ikan, dan mana sisik naga!" pungkas Queen, langsung saja Tania terkekeh mendengar kata-kata Queen yang terakhir.


"Kamu bisa saja, jangan berkata seperti itu, nanti Tuan Rangga bisa marah"


"Opps, hanya kita berdua Nyonya yang tahu" Queen, langsung tersenyum, Tania hanya bisa menggelengkan kepala nya, melihat Queen yang juga sudah mulai dekat dengan dirinya.


Ting ...Tong...


"Siapa pagi - pagi yang datang?" gumam Queen,


"Biar Aku lihat!" Tania lalu beranjak pergi menuju pintu utama.


"Cari sia..." ucapan Tania menggantung, saat melihat Adelia yang datang bertamu.


"Owh, Tania. Rangga ada?" tanya Adelia, Tania tidak langsung menjawab, dia juga tidak dapat tersenyum. Baru saja merancang masa depan dengan Rangga, tapi begitu melihat Adelia di depan pintu membuat mimpi Tania, seperti nya harus di kubur dalam-dalam.


"Hai, Tania. Rangga ada?" tanya Adelia lagi, yang melambaikan tangan ke arah Tania.


"Ada, Tuan Rangga sedang mandi" ujar Tania, Adelia langsung masuk, sebelum di persilahkan oleh Tania.


"Waah, ada bubur ya, aku akan sarapan bersama kalian, boleh 'kan?"


Sebelum Tania menjawab, Adelia sudah lebih dulu mengambil posisi tempat duduk Tania, sehingga mau tidak mau, Tania harus bisa mengalah demi pacar suami nya itu.


Rangga baru saja turun dari tangga, dan langsung menuju meja makan, tiba disana, dia terkejut melihat Adelia sudah duduk di kursi Tania, dan melihat Tania yang berdiri di sebelah meja di sisi lain.

__ADS_1


"Sayang..." Adelia segera menghampiri Rangga, dan memeluk lengan pria itu.


"Aku minta maaf ya, semalam aku tanpa sengaja mengambil minuman dengan kadar alkohol yang cukup tinggi, aku lupa kalau kamu tidak bisa meminum nya, dan kita...." Adelia menggantung ucapan nya, dan menoleh ke arah Tania yang masih melihat ke arah mereka berdua.


"Maaf, aku lupa disini masih ada ponakan kamu" lanjut Adelia, yang tersenyum menggoda ke arah Rangga, pria itu mematung, tidak membantah tidak juga menolak dengan sikap Adelia yang bermanja dengan nya.


"Kamu tahu 'kan, aku tidak mungkin melakukan hal itu, aku khilaf sayang ...Maaf ya!" ucap Adelia lagi.


'Melakukan apa? kenapa bicara setengah - setengah. Aku juga ingin tahu, seberapa brengsek nya pria ini, setelah bermain dengan wanita itu, dia pulang ke rumah lalu bermain dengan ku' Tania mengepalkan tangan nya, dan bersumpah kepada diri nya sendiri, kalau Tania tidak akan berkorban lagi untuk Rangga, dan dia juga tidak akan menata hidup nya di masa depan dengan Rangga.


'Aku tidak ingin bermimpi lagi!' tegas Tania dalam hati nya.


Tania langsung pergi dari ruang makan, Rangga melihat raut wajah Tania yang sedang marah, ingin menyusul Tania, namun Adelia ada disana. Karena Adelia belum mengetahui hubungan Rangga dan Tania pikir Rangga.


"Kenapa kamu datang?" tanya Rangga, dan berusaha melepaskan tangan Adelia, Rangga duduk di kursi kepala keluarga, dan melihat bubur yang ada didepan nya.


"Aku datang untuk mencari mu, memang nya tidak boleh?" Adelia membuat raut wajah yang sedih untuk menarik simpati Rangga, tapi Rangga terlihat cuek saja dengan sikap Adelia.


"Loh, dimana Nyo.. Maksud saya dimana Nona Tania?" tanya Queen, yang tidak melihat adanya Tania di meja makan.


"Tania sudah pergi ke kamar " jawab Adelia, Queen langsung mengerti, dengan keadaan saat ini.


"Kenapa kau mengambil mangkuk bubur?" tanya Adelia, menahan tangan Queen yang ingin mengambil mangkuk di depan Adelia.


"Ini milik Nona Tania, kalau tidak ku ambil Nona Tania tidak akan bisa makan, beberapa hari ini lambung nya sering kumat. Kami hanya memasak untuk dua orang saja bubur nya, dan maaf Aku tidak tahu kalau Nona Adelia akan bertamu sepagi ini ke rumah orang lain!" cibir Queen, Adelia menatap kesal ke arah Queen, namun masih di tahan nya, karena disana masih ada Rangga.


"Ambil punya ku saja Queen, biarkan itu di makan sama Adelia" ujar Rangga,


"Kalau begitu Tuan saja yang antar ke kamar boleh? aku ingin membersihkan dapur" tukas Queen, mencari alasan.


"Kenapa harus Rangga, dia juga harus sarapan, Tania sudah besar kenapa manja sekali, sama Rangga" ketus Adelia yang tidak senang dengan usul Queen.


"Sudah - sudah. Perkara makan saja sampai begitu ribut. Adelia habiskan sarapan mu, aku akan mengajak kamu pergi setelah ini"

__ADS_1


"Benaran?"


"Eeemm" jawab malas Rangga. Wanita itu pun langsung semangat empa lima untuk menghabiskan bubur yang ada di depan nya. Sementara, Rangga pergi mengantar bubur milik nya untuk Tania.


__ADS_2